Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Hadiah besar


__ADS_3

"Tapi aku tidak yakin papa ku mau ke sana atau tidak, dia pernah mengatakan jika dirinya ingin menghabiskan sisa hidupnya di desa, karena di sana ada kenangan mama ku" jawab Cherry sambil menyantap makanan


"Kita bisa membawa papa mu jalan-jalan ke tempat kita atau sekali-kali kita bisa juga datang melihatnya jika kau rindu padanya" ujar Stephen dengan senyum


"Iya aku tahu"


"Cherry, apakah Monica tidak bicara apa pun dengan mu?"tanya Stephen dengan penasaran


"Kami hanya mengobrol saja, lagi pula setelah ini tidak tahu kapan bisa bertemu dengannya lagi, kakak sangat baik pada ku, aku rasa aku pasti akan sangat merindukannya"


"Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, anggap saja jodoh kalian sudah berakhir"


"Tidak mau, jika suatu saat aku merindukannya apa aku bisa kembali ke sini bertemu dengannya?"


"Kau sangat ingin bertemu dengannya?"


"Iya, dia orang pertama yang ku kenal saat ke kota dan dia juga sudah menolong ku, memberi ku pekerjaan dan tempat tinggal"


"Baiklah, jika kamu ingin bertemu dengannya kapan-kapan kita akan mencari dia lagi" jawab Stephen dengan senyum


"Iya baiklah"


"Jika saja Monica berani mengatakan kepada Cherry jika dia menyukai ku maka akan ku hancurkan hidupnya" batin Stephen


"Stephen, em..itu.." ucap Cherry dengan ragu


"Ada apa Cherry?"


"Apa kita bisa membeli sesuatu untuk warga desa?" tanya Cherry dengan berharap


"Bisa, katakan saja kita harus membeli apa untuk mereka?"


"Em...pakaian tebal dan kebutuhan rumah, terkadang mereka juga tidak mampu untuk membeli obat" jawab Cherry


"Kita akan membeli semua kebutuhan mereka" ucap Stephen dengan senyum


"Benarkah?" tanya Cherry dengan merasa senang


"Mereka telah menjaga mu selama ini, dan sekarang aku adalah suami mu tentu aku harus membalas budi mereka karena sudah menolong mu selama ni" jawab Stephen dengan menyentuh wajah istrinya

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Cherry dengan merasa senang


"Ini adalah kewajiban ku, apakah kamu merasa senang?"


"Iya, bisa membalas budi mereka aku sangat senang, mama ku mengatakan ingah lah budi baik setiap orang pada kita, akan tetapi kita jangan ingat jika kita pernah menolong sesiapa pun" jawab Cherry dengan senyum


"Gadis baik, sayang sekali aku tidak berkesempatan bertemu dengan mama mu, dia mendidik mu dengan baik" ucap Stephen


"Mama ku memang baik. bagaimana jika besok kita membeli kebutuhan untuk para warga?"


"Tentu boleh, ikut kata mu saja, kita akan membeli apa saja yang kau pilih untuk mereka"


"Iya"


"Lionela sangat pintar mendidiknya, hidup dalam berkekurangan membuatnya sangat hemat, dan selain itu Cherry juga sangat berbudi, jika wanita lain pasti sudah meminta barang mahal dan menikmatinya tapi dia tidak, malah tidak pernah memakai emas yang ku berikan" batin Stephen


Keesokan harinya


Stephen menemani Cherry ke mall untuk berbelanja pakaian seperti jaket untuk para warga desa, atas permintaan istrinya Stephen pun membeli semua pakaian yang ada di beberapa toko pakaian itu


"Stephen, bukankah ini sudah kebanyakan? kau membeli sebanyak 100 set jaketnya dan belum lagi kaos dan kemeja lainnya" ujar Cherry yang sedang duduk bersama Stephen di sofa toko itu


"Tapi semua perbelanjaannya tidak sedikit"


"Cherry, untuk membantu ini tidak masalah, kecuali jika berfoya-foya dan mengeluarkan yang tidak seharusnya" ujar Stephen dengan senyum


"Terima kasih, karena sudah banyak menolong" ucap Cherry


"Istriku yang bodoh, suami mu hanya ingin membalas kebaikan mereka pada mu selama ini" jawab Stephen dengan merangkul pundak Cherry


"Belanja hari ini sudah banyak, bagaimana jika kita pulang?"


"Kenapa? bukankah kebutuhan lainnya belum kita beli?"


"Kebutuhan lainnya?"


"Iya, obat-obatan dan lainnya, ini sangat penting bagi mereka"


"Iya juga, mari kita pergi" ajak Cherry yang bangkit dari tempat duduknya

__ADS_1


"Anton, beri alamat kita suruh mereka antar ke rumah langsung, jangan ada ketinggalan" perintah Stephen dengan tegas


"Baik Bos" jawab Anton dengan menurut


Setelah selesai belanja Stephen dan Cherry meninggalkan mall dan menuju ke tempat lain untuk berbelanja, di hari itu Stephen dan Cherry di sibukkan dengan belanja seharian


Malam hari


"Stephen, aku lelah mau istirahat dulu, kita sudah kunjungi lebih dari 10 tempat" kata Cherry dengan menhempaskan diri sofa


"Tidurlah dulu, dan setelah siap masak aku akan membangunkan mu" ucap Stephen dengan mengecup dahinya Cherry


"Malam ini kamu yang memasak?' tanya Cherry dengan senyum


"Iya, aku akan memasak untuk istri ku, dan tidurlah" jawab Stephen dengan menyubit wajahnya Cherry


"Iya" jawab Cherry dengan memejamkan matanya


Stephen menatap senyum istrinya yang telah ketiduran, kemudian dirinya pun melangkah ke dapur untuk memasak hidangan malam


Setelah beberapa jam kemudian


"Anton, lusa aku dan Cherry akan ke desa, kita akan bertemu di san fransisco" kata Stephen yang berada di salah satu ruangan


"Baik Bos, setelah semua aset Stephen di jual maka aku akan langsung menuju ke sana" jawab Anton


"Setelah semua di jual maka Stephen tidak akan ada jejak lagi, dan di saat itu sampaikan ke Micheal untuk membebaskan Owen dan lainnya" ujar Stephen


"Sebarkan di media Stephen Chin menjual semua asetnya demi untuk membantu orang yang tidak mampu, anak-anak yang tidak sekolah, pengangguran, pesakitan yang tidak mampu biaya obat-obatan, dan ingat cantumkan foto Stephen Chin agar semua mengenalinya, aku menyimpan fotonya di dalam laci meja di ruang baca itu" perintah Stephen


"Siap Bos, hanya saja semua aset ini adalah pendapatan dari Bos, kenapa harus di jual semua?" tanya Anton dengan heran


"Aku mendapatkan aset itu semua dari bisnisnya, dan semua itu tetap miliknya, walau dia sudah tidak ada"


"Tapi selama ini Anda sudah mengerjakannya selama belasan tahun, dulu perusahaannya sudah di ambang kehancuran justru kedatangan tuan telah menyelamatkan bisnisnya, dan selain itu Ronald telah berkali-kali mengunakan racun meracuni mu"


"Anton, setelah di pikirkan ulang aku harus berterima kasih pada si tua itu, jika bukan karena aku keracunan maka aku tidak mungkin mengenal Cherry, sudah belasan tahun aku di sini menjalankan bisnis orang, walau aku tidak mengambil sepersen pun, akan tetapi aku telah mendapatkan sebuah hadiah besar yang tidak pernah aku dapatkan, dan hadiah besar itu adalah Cherry, lagi pula semua aset yang ku kumpulkan tidak seberapa bagi ku, akan tetapi sangat berharga bagi masyarakat yang kurang mampu, jadi mereka yang lebih membutuhkannya" jelas Stephen dengan senyum


Bab selanjutnya

__ADS_1


Cherry mengetahui perasaan Monica


__ADS_2