Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Pertengkaran Cherry dan Angela


__ADS_3

Keesokan harinya


Cherry yang mendapat siksaan dari Sonnia membuatnya harus tidur dengan posisi terlungkup di atas kasur karena luka bagian punggungnya yang cukup dalam.sementara Stephen dengan setianya merawat Cherry dengan mengoles obat ke bagian bekas lukanya..


"Tuan" suara panggilan Cherry yang baru membuka matanya


"Cherry, bagaimana dengan luka mu apa masih sakit?" tanya Stephen yang duduk di tepi kasur


"Sudah kurang sakitnya, apa aku sudah tidur lama?"


"Semalaman, aku memberi mu obat tidur agar bisa tidur nyenyak dan tidak bisa merasakan sakit" jawab Stephen dengan mengelus kepala Cherry


"Di mana dia?" tanya Cherry yang masih posisi terlungkup


"Paolo Capilo?"


"Iya, dan Sonnia?"


"Cherry, Sonnia sudah ku serahkan kepada Micheal, mengenai Paolo sudah di bebaskan" jawab Stephen


Cherry yang ingin berusaha bangkit dan mendapati bagian atas tubuhnya itu tanpa balutan apa pun.


"Baju ku di mana? kenapa aku tidak memakai apa pun?" batin Cherry yang merasa malu dan memejamkan matanya


"Ada apa? apa luka mu sakit lagi?" Tanya Stephen yang sedang melihat Cherry yang sedang memejamkan matanya


"Ti-tidak, sakitnya sudah berkurang" jawab Cherry yang merasa segan


"Tuan itu?"


"Ada apa? apa kamu sudah lapar?"


"Luka ku siapa yang mengoles obatnya?"


"Aku yang mengoles obatnya, kenapa? apa merasakan perih?"


"Tidak! baju yang ku pakai?"


"Sudah ku gunting semuanya agar mudah untuk melepaskan baju mu" Jawab Stephen dengan santai yang tidak menyadari jika Cherry merasa malu terhadap dirinya


"Apa dia mengunting baju ku dan melepaskannya? kenapa bukan Bibi Chintia yang melakukannya? bagaimana pun aku adalah anak gadis dan dia adalah pria kenapa dia bisa begitu santai tanpa merasa segan" batin Cherry yang merasa canggung


"Tuan, aku ingin bangun, dan aku?"

__ADS_1


"Biar ku bantu" jawab Stephen yang ingin membuka selimut yang menutupi tubuh Cherry yang tanpa balutan apa pun


"Jangan menarik selimut ku.Tuan, a-aku ti-tidak pakai baju" ucap Cherry dengan merasa malu


"Apa perlu bantuan ku?"


"Hah? tidak apa-apa, aku bisa melakukannya sendirian. Tuan, apa bisa tolong keluar sebentar?"


"Baiklah, kalau begitu aku keluar dulu" jawab Stephen yang melangkah keluar dari kamarnya


"Iya" jawab Cherry yang membalikkan tubuhnya sambil memegang selimut yang menutupi tubuhnya itu


"Malu sekali, dia melepaskan baju ku sama saja sudah melihat semuanya" gumam Cherry yang menutup wajahnya


"Anton, bagaimana dengan wanita itu?" tanya Stephen yang berada di salah satu ruangannya


"Masih hidup, lukanya cukup parah dan menangis memohon kita melepaskannya, tidak lama kemudian dia pingsan" jawab Anton


"Jangan berhenti sampai mendapat perintah dari ku"


"Baik Tuan, mengenai Paolo dan Cherry?"


"Biarkan saja, aku sengaja ingin membuat keluarga Paolo berantakan, dia telah melukai anak kandungnya sendiri. si Angela adalah wanita yang selalu suka merendahin orang biarkan dia mendapatkan pelajaran"


"Dengan sikapnya dia akan datang lagi, biarkan Cherry yang membalas semuanya atas perbuatan mereka"


"Baik Tuan"


Tidak lama kemudian Cherry keluar dari kamar dan menuju ke ruangan tamu, meski masih merasa sakit akan tetapi Cherry tetap memaksakan untuk bangkit.


" Nona, di luar ada yang bernama Paolo dan Angela sedang berdiri di luar" kata Chintia


"Mereka datang untuk apa?" tanya Cherry yang sedang berdiri di ruangan itu


"Kemarin mereka datang juga, tapi tidak di izinkan masuk, mereka ingin bertemu dengan tuan" jawab Chintia


"Aku yang akan bertemu dengan mereka"


"Paolo Capilo, kau datang bersama istri mu itu untuk anak tiri mu, dan lihat saja bagaimana aku membalas wanita pengoda itu di hadapan mu demi Mama ku yang kau lantarkan" batin Cherry dengan merasa dendam


Cherry berjalan keluar dan menuju ke arah pagar yang di mana Paolo dan Angela sedang berdiri di sana


"Tuan, mereka datang lagi dan Cherry menemui mereka" kata Anton yang melihat dari jendela di ruangan itu

__ADS_1


"Baguslah, aku yakin Cherry pasti akan beri pelajaran ke mereka" jawab Stephen dengan melangkah keluar dari ruangan itu dan di ikuti oleh Anton


Cherry membuka pagar besar itu dan menghampiri Paolo dan Angela yang sedang di sana.


"Cherry" sebut Paolo yang melihat ke arah anaknya itu


"Kau adalah wanita pengoda itu? yang mengoda suami orang?" bentak Angela dengan kesal dengan niat ingin melayangkan tangannya ke wajah Cherry


"Ingin menampar ku? kau siapa, ha?" balas bentakan Cherry yang menahan tangan Angela dengan erat


"Lepaskan tangan ku, dasar wanita murahan tidak tahu diri" ketus Angela dengan nada tinggi


Cherry melepaskan pegangan tangannya dengan kasar..


"Aarggthh, kau berani sekali menyakiti ku" bentak Angela yang sakit di tangannya


"Kalian ingin datang untuk mencari masalah atau memohon melepaskan anak kesayangan mu yang tidak berguna itu?" tanya Cherry dengan kesal


"Cherry, maafkan Sonnia sebelumnya dia kasar terhadap diri mu, mintalah Stephen untuk melepaskannya" pinta Paolo dengan khawatir


"Tuan Paolo Capilo, ingin melepaskan anak mu itu maka memohon lah dengan Tuan Chin dan bukan meminta ku untuk membantu mu" jawab Cherry


"Kenapa minta bantuan dia? si murahan ini memang ingin membuat anak kita mati, dan jika bukan karena dirinya maka anak ku itu tidak akan di siksa, semua ini gara-gara dia" teriak Angela sambil menunjuk ke arah Cherry


"Nyonya, pantas saja anak mu itu suka mencari masalah, rupanya karena memiliki orang tua seperti mu yang tidak bisa mendidik anak, anak sendiri melakukan kesalahan tapi anda malah menyalahkan orang lain" balas Cherry dengan kesal


"Diam kau, kurang ajar" bentak Angela yang mendorong Cherry yang berdiri di hadapannya


"Kau yang diam, sudah tua tapi masih saja tidak bisa membedakan yang benar dan yang salah" bentak Cherry yang membalas dorongannya dengan kuat


"Aargghtt" pekikan Angela yang terjatuh akibat dorongan kuat dari Cherry yang sedang emosi


"Kau sangat kurang ajar" teriak Angela dengan emosi


"Paolo, lihat si pengoda ini dia kurang ajar dengan ku, kenapa kau diam saja?" bentak Angela yang kesal


"Cherry, cepat minta maaf" suruh Paolo yang menatap ke arah Cherry


"Minta maaf? apa kau tidak salah? anak nya menyiksa ku sampai sekarang kalian berdua tidak merasa bersalah atau minta maaf dengan ku, dan sekarang ingin aku minta maaf?" balas Cherry dengan tatapan emosi


"Tidak perlu berbasa-basi dengannya. Paolo, apa karena dia adalah anak mu dengan wanita murahan itu makanya kau tidak tega memberi dia pelajaran?" teriak Angela


"Angela"

__ADS_1


"Siapa yang kau katakan wanita murahan, ha? kau yang murahan karena mengoda suami orang dan kau adalah wanita pengoda tapi malah menuduh ku mengoda suami orang, Nyonya Capilo, kalian semua memang tidak tahu malu" teriak Cherry dengan nada tinggi


__ADS_2