
"Aku hidup bersamanya selama 5 tahun karena dia bisa membiayai ku dan memuaskan ku, tapi kemudian aku bertemu dengan Angela dia wanita yang kaya raya oleh sebab itu aku memilihnya, dia sangat cantik dan kaya jadi aku tidak mau kehilangan kesempatan ini" jelas Paolo yang sudah kritis
"Kau tidak mencintai Mama ku dan juga menyiksanya, selama hidupnya harus menanggung penderitaan karena mu, kau sangat keterlaluan dan begitu mudahnya kau meninggalkannya di saat dia sakit, kau adalah iblis" bentak Cherry
"Aku egois demi uang dan aku melakukan semuanya demi diri ku, aku hidup mewah setelah bersama Angela, aku menikmati kekayaannya" jawab Paolo dengan wajahnya yang sudah pucat serta menahan sakit
"Di saat di rumah desa aku mendapatkan sepucuk surat, dalam surat tersebut Mama mengatakan kejadian di saat malam pertamanya di renggut oleh mu, ini menyebabkan dia harus berpisah dengan pria yang dia cintai. Paolo Capilo, kau datang hanya untuk membuat orang menderita di masa lalu dan sekarang, kau yang sudah tua juga masih tidak berubah" ucap Cherry dengan mengeluarkan surat Lionela dan menghampiri Jhon
"Ini surat peninggalan Mama ku, di saat itu dia tidak berani memberikannya pada mu, dan hanya tersimpan di laci lemari" kata Cherry yang menyerahkan surat itu kepada Jhon
Melihat surat itu Jhon pun berdiri dan menerima surat dengan mengalirkan air matanya, dia membuka sampul surat itu dan membaca dengan seksama.
Di saat membaca surat tersebut tangannya mengenggam kuat surat itu dengan meneteskan air mataanya, dirinya baru menyadari jika wanita yang selama ini dia cintai juga sangat mencintai dirinya, di saat itu Jhon salah sangka karena mengira Lionela mengandung anak darah daging dari Paolo Caplio, oleh sebab itu dia memilih pergi dengan perasaan yang terluka, dan setelah 23 tahun berlalu dia baru menyadari semua isi hati Lionela setelah membaca isi surat ini.
"Aku benar-benar menyesal, jika saja di saat itu aku tidak lalai maka semua ini tidak akan terjadi dan dia juga tidak akan menderita, salah faham ku terhadapnya membuat diri ku menyesal seumur hidup dan membuatnya menderita sampai akhir hayatnya" kata Jhon dengan penuh penyesalannya
"Semua ini karena perbuatan pria brengs*k ini, semua ini dia yang merencanakannya, sehingga Mama ku mengira jika di malam itu dia adalah pria itu dan oleh karena itu Mama mengira hamil anak darinya" kata Cherry
Jhon menatap Cherry dengan mengeluarkan air mata haru, bagaimana tidak gadis yang selama ini dia kenal ternyata adalah darah dagingnya sendiri
"Cherry, maaf" ucap Jhon yang memeluk erat putrinya itu sambil menangis
"Terima kasih karena kamu adalah Papa ku, setidaknya aku tahu cinta mu pada Mama adalah murni" kata Cherry yang memeluk erat ayahnya itu
__ADS_1
"Maafkan aku putri ku sayang, selama ini Papa tidak melakukan tanggung jawab sebagai orang tua, dan membiarkan mu dan Mama mu hidup dalam penderitaan" ucap Jhon dengan mengelus kepala Cherry dengan lembut
"Pa, bukan salah mu, ini semua adalah salahnya, dan kita bisa bertemu tanpa sengaja" ujar Cherry dengan menangis dalam pelukan sang ayahnya
"Tadi Papa telah melakukan kesalahan besar karena ingin membunuh mu, tapi hati ini tidak tahu mengapa tidak sanggup dan merasa sakit, dan sekarang papa sudah faham, semua ini karena hubungan kita, oleh sebab itu papa tidak sanggup melakukannya" ucap Jhon dengan menangis haru
"Keluarga yang bahagia, seharusnya kau harus berterima kasih pada ku, Jhon Wilster, Cherry Wilster" kata Paolo yang sedang menahan sakit
"Paolo Capilo, urusan kita belum selesai, kau jangan bersenang dulu" kata Jhon yang melepaskan pelukannya sambil melihat ke arah Paolo
"Jhon, pria ini aku serahkan pada mu untuk membalas semua perbuatannya pada Mamanya Cherry" kata Stephen
"Terima kasih, Stephen" ucap Jhon dengan senyum dan kemudian melangkah menghampiri Paolo
"Em.....apa ini?" tanya Paolo yang sedang kesakitan
"Walau racun yang di berikan Cherry tadi bisa membunuh mu tapi jika aku tidak mengunakan tangan ku sendiri maka aku belum puas, di tambah racun ku akan membuat mu bertambah menderita, jika racun Cherry bisa menghancurkan organ tubuh mu maka racun ku bisa membuat kulit mu kepanasan sehingga melepuh seperti tersiram air panas" kata Paolo
"Kau.. kejam sekali. aaarggggttthh" teriakan Paolo yang bertambah sakit akibat racun-racun yang telah dia telan
"Sakittttt" teriaknya sambil berguling-guling di lantai
Wajahnya yang sudah berubah menjadi pucat dan kesakitan bagaikan tertusuk jarum di dalam organnya, kini bertambah sakit di bagian kulitnya yang mulai melepuh munculnya gelembung berisi nanah pada wajah, tangan dan seluruh tubuhnya
__ADS_1
"Gabungan racun Cherry dan racun ku ini akan membuat mu mati secara perlahan" kata Jhon
"Aaarrttthhh" teriakan Paolo yang mengerang kesakitan yang luar biasa. Anton beserta Micheal dan lainnya melihat melihat kondisi Paolo yang semakin mengerikan, di wajah dan tangannya muncul gelembung besar berisi nanah dan kemudian pecah membuat mereka merasa jijik
Seluruh tubuhnya mengeluarkan gelembung nanah tanpa berhenti, seperti balon yang di tiup semakin membesar dan kemudian pecah sehingga nanahnya membanjiri tubuhnya
Cherry yang melihat kondisi pria itu berasa tidak sanggup dan melihat ke arah lain, Stephen yang berada di sisinya memeluk kekasihnya dengan penuh perhatian
"Semua telah berakhir, dia sudah dapat balasannya" kata Stephen dengan memeluk Cherry
"Lionela, apa kamu melihatnya? pria yang mencabuli mu, pria yang menjual mu dan pria yang meninggalkan mu telah dapat karmanya, dia akan mati sebentar lagi," batin Jhon
"Sakitttt...." teriakan Paolo yang tersiksa sehingga muntah darah serta mengeluarkan darah di matanya, hidung dan telinga
Racun yang di berikan Cherry mulai bereaksi menghancurkan organ dalam serta otaknya, Paolo merasakan sakit yang luar biasa karena organnya yang mulai hancur secara perlahan. Seluruh tubuhnya sampai wajahnya dipenuhi gelembung berisi cairan dan pecah, kemudian tumbuh lagi tanpa berhenti selama satu jam lebih
"Tolong" gerangan Paolo yang mulai lemas dan sekarat
"Paolo Capilo, hari ini adalah hari kematian mu, kau haus dengan kekuasaan tapi pada akhirnya kau kehilangan segalnya, dan aku lah pemenangnya, karena aku memiliki putri yang baik, dan aku juga mendapatkan cinta Lionela, sedangkan diri mu tidak mendapatkan apa pun, dan kau hanya akan membusuk di sini" kata Jhon
"Kau tidak menyangka jika hari ini kau akan mati karena racun ku dan Cherry" lanjut Jhon dengan menatap puas
"Aaarrttttgggg" teriakan Paolo yang tidak lama kemudian tewas dalam kondisi mengenaskan dengan mata, telinga, hidung dan mulut mengeluarkan darah, serta wajah dan tubuhnya di penuhi gelembung berisi cairan dan nanah
__ADS_1
Setelah Paolo tewas mereka pun meninggalkan tempat itu dan membiarkan jasadnya berada di atas gedung kosong itu