Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Pencarian King Devil


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian


"Dokter Frank, bagaimana dengan luka putri ku?" tanya Jhon yang sedang berdiri di ujung kasur bersama Stephen


"Luka nona sudah mulai mengering, akan tetapi jangan banyak bergerak dulu, tetaplah istirahat dulu agar luka dalamnya tidak mengalami pendarahan" jawab Dokter dengan sopan


"Kerja yang bagus, aku berharap dokter Frank tidak mengecewakan ku" ujar Stephen


"Tuan, Anda tenang saja nona Cherry adalah pasien saya, ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai dokter." ucap Dokter yang gemetaran di depan Stephen


"Kalau sudah selesai, keluarlah" ujar Stephen dengan nada tegas


"Baik" jawabnya dengan sopan


Stephen menghampiri Cherry yang sedang berbaring di kasur empuknya


"Cherry, apa luka mu masih sakit?" tanya Stephen dengan nada lembut


"Sudah mulai baikkan, sakit sudah reda. Stephen, kenapa kau begitu galak terhadap dokter Frank?" tanya Cherry yang penasaran


"Stephen marah padanya karena merasa cemas dengan kondisi mu, apa kau tahu di saat itu dokter di ancam oleh Stephen karena ingin membawa mu ke kota, dan Stephen menghalanginya" jelas Jhon yang berjalan mendekati Stephen yang sedang duduk di tepi kasur


"Dokter hanya demi kebaikan ku saja, jangan membuat perhitungan dengannya, lagi pula jika beberapa hari bukan karena ada dokter Frank maka aku pasti sudah tidak bisa melewati hari-hari yang menyakitkan" jelas Cherry


"Dia adalah dokter tapi sangat bodoh, membawa mu ke kota dalam kondisi begini sama saja ingin membuat luka mu semakin parah" ujar Stephen sambil memegang telapak tangan Cherry


"Pa..kenapa papa tidak menjahit luka ku saja? Papa pasti bisakan?" tanya Cherry


"Putri ku, jika orang lain Papa pasti bisa melakukannya, tapi kamu adalah putri ku bagaimana Papa bisa menjahit luka anak sendiri, Papa tidak berdaya dan merasa takut jika Papa akan gagal melakukannya" jawab Jhon

__ADS_1


"Papa, maaf. telah membuat mu khawatir" ucap Cherry karena merasa bersalah


"Cherry, asalkan kamu sudah mulai baikkan maka Papa sudah tenang" jawab Jhon


"Cherry, beberapa hari lagi aku akan membawa mu ke jerman" ujar Stephen


"Jerman? untuk apa ke sana?" tanya Cherry dengan penasaran


"Untuk memeriksa seluruh tubuh mu, dan mengobati luka mu, dokter Garred adalah dokter terkenal dan dia bisa mngobati mu" jawab Stephen


" Garred? dia adalah dokter jerman?"


"Benar, Anton sudah buat janji pertemuan dengan dia, dia sangat sibuk oleh sebab itu kita harus janji dulu dengannya" jelas Stephen


"Kenapa namanya sama dengan dia ya? atau hanya kebetulan saja, tapi dia juga ke jerman di saat itu dan cita-citanya juga menjadi dokter, apakah memang dia?" batin Cherry


"Cherry, apa yang kamu pikirkan? kenapa diam saja?" tanya Stephen yang sedang memerhatikan Cherry


"Jika ke jerman aku baru bisa merasa tenang, lagian sudah buat janji jadwalnya, ini tidak bisa di batalkan lagi" jawab Stephen dengan senyum


"Cherry, ada benarnya kata Stephen, ini untuk kebaikan mu juga, jadi kamu ikut saja Stephen pergi ya" ujar Jhon


"Iya, aku akan pergi" jawab Cherry dengan terpaksa menurut


"Apa benar Kak Garred? jika memang dia maka kami akan bertemu lagi, sudah 10 tahun dia di sana, selama 10 tahun tidak pernah kembali" batin Cherry


Sementara di kota para detektif mencari keberadaan King Devil dengan tanpa berhenti, seluruh jalan di kota hampir di penuhi oleh poster-poster King Devil, mereka memasangkan Poster King Devil di setiap depan toko dan setiap rumah, sehingga kota di gemparkan oleh kemunculan seorang King Devil, apalagi berita kantor detektif yang di hancurkan dan kematian para detektif serta salah satu atasan mereka juga di siksa semakin membuat para masyarakat menjadi heboh


Owen dan lainnya yang sudah keluar dari rumah sakit tanpa berhenti mencari keberadaan King Devil, pencariannya di lakukan hampir di setiap night club dan tempat-tempat perjudian, setelah kejadian di kantor detektif King Devil bagaikan di telan bumi tidak meninggalkan jejaknya dan hilang begitu saja

__ADS_1


Rumah sakit


"Bagaimana apa masih belum ada kabar?" tanya Jorge yang sedang duduk di ranjang dengan di tutupi perban di bagian telinganya akibat tembakan King Devil, serta ke dua kakinya masih di lilit oleh perban


"Masih belum, kami sudah menyebarkan posternya di setiap jalan dan setiap rumah dan toko" jawab Owen yang sedang berdiri di samping ranjang


"Ini sudah lama, tapi kalian masih tidak bisa menangkapnya, kantor kita di hancurkan olehnya dan juga atasan kita dan anak buah kita juga tewas di tangannya, tapi lihatkah hasil kerja kalian sangat mengecewakan" bentak Jorge dengan kesal


"Pak, King Devil bukanlah seorang kura-kura yang bisa kita tangkap dengan mudah, dia bahkan lebih cepat dari ****** beliung" jawab Jimmy dengan menahan emosi


"****** beliung? dia sama seperti kita hanya manusia biasa, ini sangat memalukan kita semua, kita di kalahkan oleh seorang pembunuh, dia sudah membuang banyak waktu kita, tapi kita masih saja tidak mendapatkan jejaknya" kata Jorge dengan nada kesal


"Dia memiliki komplotan, dan aku yakin dia pasti meninggalkan kota ini setelah melihat posternya di pasang di mana-mana" ujar Nicky


"Aku tidak peduli, ini adalah tugas kalian, pergi dapatkan dia dan bawa ke hadapan ku, dan jangan membuat ku malu, aku ingin membuatnya bertekuk lutut di hadapan ku" bentak Jorge dengan nada tinggi


"Kami sudah melakukan seluruh upaya kami, bukan hanya menyebar poster kami juga mencari ke semua tempat selama 24 jam tanpa berhenti, kami tidak pernah lengah saat bekerja walau sebenarnya kami sudah lelah dan bahkan tidak ada waktu untuk istirahat, kami tidak berharap Anda mengucap terima kasih tapi tolong menghargai kami juga, kami sedang melakukan tugas kami dan tidak sedang main-main" ketus Owen dengan merasa kesal


"Tapi ini memang adalah tugas kalian untuk menangkapnya, jika ingin aku menghargai kalian maka bawa dia ke hadapan ku, buktikan jika kalian masih berguna" bentak Jorge dengan emosi


"Pak, bukankah di saat itu dia sudah berada di hadapan mu, kenapa Anda tidak mampu menangkapnya tapi malah di jadikan sandra olehnya?" kata Jimmy dengan menyindir


"Bukan itu saja, di antara kami semua luka yang Anda alami malah lebih parah" lanjut Nicky dengan mengejek


"Sebanyak 50 anggota yang Anda pimpin semua pulang dengan tangan kosong dan lebih parahnya mereka semua terluka" ujar Calvon dengan sengaja


"Apa maksud kalian berkata seperti ini?" tanya Jorge dengan kesal


"Pak, maksud mereka adalah di saat King Devil di depan mata kenapa Anda malah tidak berkutik? bukankah di saat itu Anda sudah di temani oleh 50 anggota? tapi kenapa masih gagal dan sebaliknya Andalah yang diseret olehnya, jadi poinnya adalah jangan meremehkan musuh kita, dan hargailah kinerja kami, walau kami gagal tapi bukan berarti kami malas" kata Owen dengan nada tegas

__ADS_1


Bab selanjutnya


Owen mengetahui identitas King Devil


__ADS_2