Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry merasa ragu


__ADS_3

Stephen kembali ke rumahnya setelah semalaman sibuk dengan para detektif


Walau tubuhnya merasa lelah akan tetapi tidak membuat dirinya lupa untuk menghubungi kekasihnya berada di desa


Stephen menekan nomor tujuannya dengan sambil duduk bersandar di sofa yang berada di ruangan bacanya itu


"Hallo" jawab Cherry yang di seberang sana


"Cherry, apa kabar mu hari ini?" tanya Stephen yang merindukan suara dari kekasihnya itu


"Baik-baik saja" jawab Cherry dengan singkat


"Apa yang kau lakukan hari ini?"


"Aku sedang menemani Papa berjalan-jalan di sini"


"Aku berharap kau cepat pulang" kata Stephen dengan senyum


"Aku masih ingin lebih lama di sini, menemani Papa ku"


"Baiklah, jaga diri mu baik-baik di sana"


"Baiklah, kalau begitu aku putuskan panggilannya"


"Sampai jumpa, aku merindukan mu"


"Sampai jumpa" jawab Cherry dengan cuek dan memutuskan panggilannya


"Kenapa gadis ini kelihatan cuek saja, apa dia tidak merindukan ku?" gumam Stephen


Stephen lalu berjalan mendekati rak lemari yang ada di ruangan itu, lalu mengeser rak lemari ke sisi sebelah kiri, setelah di geser ternampaklah sebuah ruangan di sebalik rak lemari itu, Stephen melangkah masuk ke ruangan rahasianya dan menghampiri di meja yang terdapat laptop dan layar kaca televisi yang berukuran jumbo


Stephen menghidupkan alat perekam suara dengan memasangkan headset di telingannya.


Di sisi lain di perdesaan Cherry sedang duduk di tepi sungai sambil melihat air sungai yang mengalir sambil memikirkan pria yang dia rindukan selama ini.


"Merindukan mu? tentu saja aku merindukan mu bahkan setiap saat, tapi di hati ku sangat ragu terhadap diri mu, sehingga aku tidak berani bersama mu, aku ingin menjauh dari mu, Stephen. agar kau bisa selalu ingat pada ku, tapi apa kah aku bisa mendapatkan sepenuh hati mu?"batin Cherry


"Ada apa putri ku kenapa diam saja?" tanya Jhon yang baru datang menghampiri Cherry


"Papa, tidak ada. aku hanya melihat pemandangan sini" jawab Cherry dengan senyum


"Apakah ada masalah?" tanya Jhon yang duduk di samping putrinya


"Tidak ada! bagaimana apakah masih sakit dengan racun yang ku berikan kemarin?"


"Putri ku sangat pintar, mampu membuat tubuh ku kesakitan seperti di sengat lebah" jawab Jhon dengan menyentuh ujung kepala putrinya

__ADS_1


"Jangan bercanda, jika dulu bukan Papa dulu yang menentang ku mana mungkin aku membalasnya" jawab Cherry dengan senyum


"Hahaahaha..benar sekali kata mu, kita jangan mengalah jika ada yang ingin menyakiti kita"


"Pa, jika bukan karena pamannya Stephen mungkin kita tidak akan bisa bertemu"


"Benar kata mu, dan jika bukan karena diri mu bekerja di kediaman Chin maka kita juga tidak bisa saling mengenal, dan Papa malah di tantang dengan racun 8 jenis oleh gadis muda seusia mu, keahlian mu itu sudah di atas Papa, jadi tidak ada lagi yang bisa papa ajarkan untuk mu" kata Jhon dengan senyum


"Kita adalah sedarah, jadi keahlian ku juga dari mu"


"Papa sudah tua, desa ini sangat sesuai untuk sisa hidup ku"


"Maksudnya Papa ingin tinggal di sini?"


"Benar, di sini ada banyak kenangan Mama mu, walau dirinya sudah tidak berada di sini tapi bayangannya masih ada di sini"


"Kenapa sudah begitu lama Papa tidak menikah?"


"Di hati ini hanya ada Mama mu, ku akui selama ini Papa sering berkencan dengan wanita yang berbeda, akan tetapi seberapa cantik pun mereka tetap wajah mama mu yang muncul di pikiran ku"


"Apakah ini adalah cinta sejati?"


"Bisa di katakan begitu"


"Apakah Papa pernah menyesalinya?


"Aku ingin menemani mu di sini"


"Tidak bisa!"


"Kenapa, Pa?"


"Cherry, kau sudah dewasa. dan sekarang kau bukan sendirian lagi, kau telah memiliki Stephen jadi kau harus bersamanya"


"Aku tidak ingin"


"Kenapa? bukankah hubungan kalian baik-baik saja?"


"Iya, tapi aku ragu dengan hubungan kami"


"Kenapa sayang? kenapa kau ragu?"


"Aku tidak bisa memahaminya, terkadang aku merasa dia jauh dari ku"


"Kenapa kau berkata demikian?"


"Aku merasa ragu hubungan ini akan bertahan lama, aku tidak tahu apa-apa mengenainya dan juga bisa saja suatu saat kami akan berpisah"

__ADS_1


"Cherry, apa yang membuat mu ragu dengan hubungan ini?"


"Aku tidak tahu posisi ku di hatinya seberapa penting, mungkin saja jika kami berpisah maka dia akan dengan cepat melupakan ku dan dia pasti akan berpaling ke yang lain"


"Cherry, apakah dia memiliki wanita lain?"


"Aku tidak tahu, aku hanya tidak ingin kembali lagi, aku merasa tidak aman di saat bersamanya"


"Aku melihat dia serius dengan mu, jika tidak mana mungkin di hari itu dia bisa muncul di sana"


"Itu tidak berarti apa-apa"


"Pertimbangkanlah dengan baik, jangan menyesal di kemudian hari, kau masih muda jadi masih ada pilihan, jangan seperti diriku, aku dan Mama mu sudah tidak ada kesempatan sama sekali untuk mengulanginya lagi, jika kau dan Stephen masih bisa"


"Papa, selain mama apakah ada wanita lain di hati mu?"


"Tentu saja ada" jawab Jhon dengan senyum


"Ha? kenapa pria tidak bisa menyimpan satu wanita saja di dalam hatinya?" tanya Cherry dengan sedih


"Sayang ku, bagaimana mungkin hati Papa mu ini hanya ada satu wanita"


"Siapa wanita lain itu, Pa?"


"Tentu saja putri Papa yang cantik ini" jawab Jhon dengan memeluk Cherry dengan erat


"Apa di dunia ini masih ada pria seperti Papa yang hanya menyimpan satu wanita di dalam hati, walau sudah berpisah selama 23 tahun?"


"Tentu saja ada, cinta tidak bisa di lupakan begitu saja walau berapa lama pun terpisah"


"Mama sangat beruntung di cintai oleh mu dari jarak jauh, tapi sayang Mama tidak bisa memilikinya"


"Mama mu tidak bisa, tapi kamu bisa, hargailah hubungan mu dengan Stephen"


"Papa, aku tidak ingin kembali ke kota, jika berasal dari desa maka biarkan aku tinggal di sini saja"


"Kenapa? apakah kau tidak mencintainya?"


"Papa, bisa jelaskan apa itu cinta?"


"Putri ku, cinta adalah suatu hal yang membahagiakan akan tetapi juga menyakitkan, jika kau sudah mencintai seseorang maka kau harus berani untuk menghadapinya"


"Aku tidak mau sakit. Pa, aku ragu untuk bersamanya, aku juga tidak tahu apakah dia akan selalu menyukai ku atau hanya sesaat, jika suatu saat dia berubah dan berpaling ke wanita lain bukankah di saat itu nasib ku akan seperti Mama" ujar Cherry dengan merasa trauma kejadian Mamanya


"Anak ku, percayalah pada hati mu, dan apa alasannya sehingga membuat mu ragu terhadap Stephen? jika selama ini dia baik pada mu untuk apa kau merasa ragu? kecuali jika dia memiliki mantan yang tidak bisa dia lupakan, akan tetapi Sonnia bukanlah wanita yang dia cintai"


Tanpa Cherry sadari semua perbincangannya dengan Jhon telah di dengar oleh Stephen yang berada di kota, jam tangan yang di berikan oleh Stephen telah di pasang alat penyadap suara

__ADS_1


__ADS_2