Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Godaan Viora


__ADS_3

"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada kakiku, Christian?" tanya Cherry dengan tatapannya yang di banjiri dengan air mata


"Baiklah, aku akan memberitahu mu semuanya" jawab Christian dengan mengendong istrinya dan melangkah masuk ke ruangan kerjanya dan duduk di sofa dengan memangku Cherry


"Christian, aku ingin mengetahui semuanya, tolong beritahu aku" pinta Cherry yang di pangkuan Christian


"Cherry, dokter mengatakan kakimu akan lumpuh untuk sementara, hanya sementara bukan selamanya, jadi kakimu masih ada harapan untuk sembuh hanya saja kita perlu bersabar, dan aku yakin denganmu, kau pasti akan sembuh" jelas Christian dengan mengusap air mata istrinya


"Berapa lama? ini sudah enam bulan kakiku tidak bisa berdiri"


"Cherry, kesabaran sangat penting, dan kau harus bersabar jangan merasa tertekan dan sedih, karena itu hanya akan memperburukkan kondisi kesehatan mu" bujuk Christian dengan berusaha menenangkan istrinya


"Bagaimana jika kakiku ini tidak bisa sembuh lagi?"tanya Cherry dengan kecewa


"Siapa yang mengatakan kakimu tidak akan sembuh? jika aku mengatakan bisa sembuh apa kamu percaya?" tanya Christian dengan memeluk Cherry dengan erat


"Aku tidak tahu, aku hanya tahu jika kakiku tidak bisa sembuh maka aku hanya akan menjadi wanita cacat dan sebagai seorang istri yang tidak berguna lagi yang selalu hanya membuatmu sibuk mengurusku" jawab Cherry


"Cherry, jangan selalu menganggap dirimu menyusahkan ku, jangan lupa kita adalah suami istri, sudah menjadi tanggung jawabku untuk merawat mu, apa kau tahu setiap acara pernikahan akan ada sumpah untuk pasangan pengantin, apa kau tahu apa sumpah yang harus mereka ucapkan di saat itu?"


"Tidak tahu! di desaku tidak pernah ada acara ini"


"Aku beritahu padamu, sumpah itu adalah akan mencintai pasangannya walau dalam kondisi sehat ataupun sakit, tetap mencintai di saat pasangan kita sakit, cacat dan tua untuk selamanya, walau kita belum pernah mengucap janji ini tapi kita akan melakukannya untuk selamanya" jelas Christian dengan mencium bibirnya Cherry


"Christian, jika aku cacat maka aku tidak bisa lagi melayanimu, kau adalah pria yang normal mana mungkin kau harus setiap saat berhadapan dengan istri yang sudah cacat, dan bahkan tidur bersamaku tanpa bisa menyentuhku, aku kecewa pada diriku sendiri, suatu saat kau pasti akan bosan juga denganku, jika di saat itu tiba aku tidak menyalahkanmu dan aku akan kembali ke desa" batin Cherry

__ADS_1


Di malam itu Cherry sudah ketiduran. sementara Christian masih berada di kamar Aaron yang sedang tidur dengan nyenyak


"Putraku yang tampan, kita harus mendukung mama mu agar mama mu lebih bersemangat, kelihatannya papa harus membawamu untuk tidur bersama mama, agar bisa membuat mama lebih bahagia dan tidur dengan memeluk mu, dan papa akan memeluk kalian berdua" kata Christian dengan menyentuh pipi Aaron yang mengemaskan itu


"Sangat tampan, aku berharap Aaron bisa membuat Cherry tetap bersemangat" batin Christian


Di saat Christian sedang memerhatikan putranya, Viora tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan hanya balutan handuk, di saat dirinya melihat Christian dia langsung berteriak sehingga melepaskan handuk balutan tubuhnya


"Aaaaarggghhh" teriakan Viora dengan nada tinggi


Christian yang merasa kesal karena mendengar teriakan Viora lalu dirinya menoleh ke arah Viora yang polos tanpa balutan apapun, dengan menampakan tubuh ramping, dan kulit putih yang mengoda serta bagian dada yang begitu besar


"Apa kau sudah gila ya mandi di kamar putraku" bentak Christian yang langsung memalingkan wajah ke arah lain


"Ma...maaf" ucap Viora dengan gemataran


"Sialan, ada makanan enak kau menolaknya, memangnya aku kalah apa dengan istrimu yang cacat itu, bahkan selama 6 bulan dia hanya menyusahkan mu, dan kau selalu saja memandikannya apa kau puas hanya bisa melihat dan tidak bisa melakukannya, di dunia ini mana ada pria yang bisa bertahan selama beberapa bulan tidak melakukan hubungan dengan wanita, apalagi setiap hari kau harus memandikan istrimu dan melihat tubuh istri mu itu tapi tidak bisa menyentuhnya, aku tidak percaya kau bisa menahannya" batin Viora


Christian yang merasa kesal dengan Viora membuatnya membanting pintu ruangannya


Brak...


"Wanita tidak tahu diri, bisa sebebasnya tanpa berpakaian di rumahku, untung saja Cherry sudah ketiduran jika tidak dia pasti akan salah paham dengan kejadian tadi, besok aku harus singkirkan wanita itu" batin Christian


Christian lalu duduk di kursi dan fokus menatap laptop yang ada di depan matanya

__ADS_1


Setelah setengah jam kemudian


Christian yang merasa kewalahan dirinya pun memejamkan matanya dengan duduk bersandar, tidak lama kemudian Viora melangkah masuk ke ruangan kerja Christian dengan membawa secangkir kopi dan berjalan menghampiri meja kerja Christian, Viora sengaja mengenakan baju malam yang tipis hingga tembus menampakan pakaian dalamnya


"Sangat tampan, pria sempurna, sangat sempurna, sayang sekali dia tidak menjadi milik ku, aku tidak bisa beralih pandangan dari wajahnya ini, pria tampan dan kaya, dan pria berotot tubuhnya sangat kekar, wanita itu sangat beruntung, bisa mendapatkan pria tipe seperti ini, tapi apa gunanya malam ini dia akan menjadi milik ku" batin Viora


"Tuan Han, sudah malam kenapa tidak tidur di kamar?" ucap Viora yang sengaja membangunkan Christian


Mendengar suara panggilan Christian membuka matanya dan melihat ke arah Viora yang berpakaian seksi yang sedang berdiri di hadapannya


"Kenapa kau ada di sini?" tanya Christian dengan tatapan dingin


"Aku membuatkan secangkir kopi untukmu, sudah malam Anda tentu sudah lelah, kenapa tidak kembali kekamar?"


"Keluar" perintah Christian yang tanpa menoleh ke arah wanita itu


"Tuan, bagaimana jika aku memijat mu agar malam ini tuan bisa tidur dengan pulas?" ujar Viora yang berdiri di belakang Christian dan memijat pundaknya dengan lembut


"Tuan, aku bisa mengerjakan semuanya, karena aku tahu kau pasti lelahkan, harus menjaga dan merawat istri Anda tentu sangat melelahkan, aku bisa membantumu untuk meringankan tugas mu" ucap Viora dengan senyum


"Membantuku? dengan cara apa?" tanya Christian


"Apa saja juga bisa, menjaga tuan muda, dan aku juga bisa merawat mu, dan memasak untuk mu, semua kewajiban nyonya biarkan aku yang mengerjakannya, karena nyonya sudah cacat jadi tidak akan mampu melayani Anda" jawab Viora dengan mengoda


Mendengar jawaban wanita itu Christian tertawa selama beberapa saat

__ADS_1


"Hahahahaha...kau ingin melakukan kewajiban istriku bukankah itu sama saja kau ingin mengantikan istriku"


"Jika Anda sudi maka aku rela" jawab Viora dengan berharap


__ADS_2