
King Devil kembali ke rumah dengan di temani oleh Anggotanya.
"Bos, apakah para detektif yang berada di rumah sakit mau kita hapuskan mereka?" tanya anggotanya
"Tidak perlu, ini hanya membuang waktu dan membuang peluru kita" jawab King Devil dengan meneguk minumannya
"Bos, mereka selama ini selalu saja mengincar mu, selama ini bos sudah menyelamatkan beberapa orang yang dalam bahaya, bahkan mereka yang di bunuh semua adalah sampah masyarakat, dan bos hanyalah membantu para detektif untuk menghukum mereka, tapi mereka masih saja ingin menangkap mu"
"Biarkan saja, bukankah selama ini aku menjadi incaran di mana-mana, jadi aku sudah biasa, kelihatannya rumah ini aku tidak bisa menempatinya lagi, mereka sudah tahu alamat ini" kata King Devil
"Bos, kami akan carikan rumah baru"
"Tidak perlu, kita juga tidak akan menetap lama di sini, dalam waktu dekat kita akan kembali ke San Fransisco"
"Siap Bos"
King Devil yang tidak lain adalah Stephen Chin dan juga Christian Han meninggalkan rumah sederhana miliknya dan kembali ke kediaman Chin
Setelah setengah jam kemudian
Kediaman Chin
Di saat tiba Stephen yang sedang mengendarai mobilnya melihat ada seorang wanita yang sedang berdiri di depan kediamannya, dan setelah itu Stephen menghentikan mobilnya
Di saat wanita itu melihat kepulangannya langsung berlari memeluk Stephen yang baru turun dari mobil
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Stephen yang sedang di peluk wanita itu
"Apa kau baik-baik saja? tetangga sana memberitahu ku kau di bawa para detektif, aku sangat khawatir oleh karena itu aku menunggu mu di sini"
Stephen yang di peluk olehnya dia pun melepaskan tangan wanita itu dan menjauh darinya
"Aku tidak apa-apa, kau tahu siapa aku, jadi tidak perlu khawatir, pulanglah" jawab Stephen dengan ingin melangkah ke arah pintu masuk
"Stephen" ucapnya dengan memeluk Stephen dari belakang
__ADS_1
"Lepaskan tangan mu, jika di lihat orang ini tidak baik" kata Stephen yang melepaskan tangan wanita itu yang sedang melingkar ke pinggangnya
"Stephen, aku menyukai mu sudah lama, aku ingin tahu alasan mu kenapa kau tidak bisa menyukai ku?"
Stephen yang ingin melangkah masuk lalu berpaling ke arah wanita itu dan bertatapan dengannya
"Aku tahu kau adalah wanita yang baik, Stephen yang di hadapan mu sekarang tidak pantas kau cintai, karena ini hanya akan menyia-nyiakan waktu mu saja, hubungan di antara kita hanya sebatas teman dan ini tidak akan berubah sampai kapan pun" jelas Stephen
"Lalu bagaimana dengan hubungan mu dan dia, apakah akan berubah?"
"Tentu akan berubah, dia akan menjadi istri ku di masa depan"
"Kenapa kau mencintainya?"
"Kesetiaannya menarik perhatian ku"
"Tapi aku selalu setia pada mu selama ini"
"Dia beda dengan mu"
"Beda dari segi apa? kami sama-sama setia dan kita kenal juga sudah lama"
"Apakah karena dia cantik dan bisa ilmu obat-obatan?"
"Bukan, ini tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata"
"Ini tidak adil untuk ku, aku menahan diri agar tidak cemburu dan sedih, dan aku malah berharap kau dan dia bisa bahagia selama ini, tapi pada akhirnya aku di kalahkan oleh perasaan ku sendiri, aku tetap merasa sakit di saat melihat mu peduli pada wanita lain" jelasnya dengan air mata berlinang
"Kau adalah wanita baik dan mandiri, Monica. untuk apa kau harus membuang waktu mu untuk sesuatu yang tidak mungkin kau dapatkan? cukup sampai di sini saja, aku tidak ingin Cherry mengetahui hal ini"
"Kenapa? kau takut dia cemburu?"
"Dia tidak pantas cemburu karena aku tidak menerima cinta mu, dan cinta ku hanya milikinya. Monica, karena kita sudah lama berteman dan aku tahu kau setia tapi aku tidak bisa menerima kebaikan mu lagi, pergilah cari kebahagiaan mu"
"Stephen, apa kau bisa jelaskan kenapa kau bisa begitu cepat tersentuh olehnya kalian baru kenal dan sementara kita kenal sudah begitu lama, jika karena setia aku sangat setia pada mu selama ini, aku yakin bukan hanya karena ini kan kau mencintainya?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu kapan aku mulai menyukainya, tapi aku hanya jelas dengan perasaan ku, jika aku kehilangan dia maka cinta ku juga sudah berakhir" jelas Stephen
"Stephen, sebelum aku pergi aku hanya penasaran satu hal"
"Katakan"
"Apakah Cherry adalah wanita yang pertama mengisi hati mu?"
"Benar! dia wanita pertama yang mengisi hati ku"
"Apakah dia akan menjadi wanita terakhir dalam hidup mu?"
"Dia adalah yang pertama dan juga terakhir" jawabnya dengan nada tegas
"Aku mengerti. walau kau memilihnya tapi dia tetap adik ku yang baik, aku tidak akan memberitahunya, walau sebenarnya ini sangat sakit bagi ku" jawab Monica dengan mengeluarkan air mata
"Monica, dia tidak bisa bersalah, dia sama sekali tidak tahu apa pun, jadi aku berharap kau jangan menyalahkan dia"
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyalahkan dia, soal perasaan tidak bisa di tebak oleh siapa pun, kalian baru kenal tidak lama tapi dia berhasil membuat mu jatuh cinta padanya, Stephen Chin yang ku kenal adalah seorang pria yang dingin dan tidak bisa di dekati siapa pun"
"Carilah kebahagiaan mu, lupakan aku"
"Lupa? caranya? apa kau tahu sebelum kau menikah dengan Sonnia aku sudah mencintai mu, hati ku bagaikan di tusuk belati saat menerima undangan pernikahan mu, aku menangis selama beberapa hari walau aku tahu kau tidak mencintai ku tapi rasa sakit pasti ada, tapi aku tetap memilih tegar dan hadir di pesta itu, dan kemudian kau bercerai aku merasa masih memiliki harapan, tapi pada akhirnya kau masih tetap menolak ku, aku pasrah aku mengira mungkin diri mu memang benci dengan wanita, tapi tidak ku sangka kau tertarik pada gadis polos dari desa dan untuk sekali lagi aku kehilangan harapan dan merasa sakit" jelas Monica dengan menangis histeris
Monica yang bersedih memeluk Stephen yang berdiri di hadapannya
"Monica, jangan memeluk ku" pinta Stephen yang ingin mendorong Monica yang sedang memeluknya
"Untuk kali terakhir, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, kau yang sekarang sudah memiliki Cherry, dan aku akan melepaskan mu mulai hari ini, Cherry tetap adik ku dan kau tetap teman ku, aku akan berdoa untuk kalian selalu bahagia" ujar Monica dengan memeluk Stephen dan menangis di pelukannya
Setelah beberapa menit kemudian Monica melepaskan pelukannya dan berpaling dengan air matanya membasahi wajahnya yang cantik itu
Sambil berjalan dirinya mengusap air mata
"Stephen, cinta ku sudah puluhan tahun, tapi masih saja gagal mendapatkan hati mu, jika kau bahagia dengannya maka aku akan berdoa untuk mu" batin Monica dengan merasa sedih dan sambil berjalan meninggalkan Stephen
__ADS_1
"Maaf, Monica. aku tahu kau adalah wanita baik, tapi soal perasaan tidak bisa di paksakan, aku mencintainya dan hanya dia yang ku mau, dia wanita pertama yang telah menguasai ruangan hati ku" batin Stephen
Kejadian di antara mereka telah terekam oleh kamera tersembunyi yang di pasang di setiap sudut di luar kediaman itu