Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Ronald tewas di bunuh


__ADS_3

"Kau ingin tahu aku siapa? jika kau tahu itu artinya hidup mu akan segera berakhir" ucap Stephen dengan tatapan kejam


"Kau hanya berbohong" kata Ronald yang kesakitan sambil memegang bagian lukanya


"Aku berbohong? apa kau butuh bukti? jika iya maka aku akan membuka baju ku untuk memperlihatkan sesuatu pada mu" kata Stephen yang membuka kancing kemejanya dan memperlihatkan tubuh bagian depannya


"Kau..kau siapa sebenarnya?" tanya Ronald yang melihat tato ular cobra di tubuh bagian depan Stephen, tato itu melambangkan organisasi milik Christian Han


"Apa kau tidak tahu sama sekali atau karena diri mu tahu dan berpura-pura tidak tahu?".


"Ular cobra? ini bukankah bersangkutan dengan Christian Han yang selama ini di berita? tidak ada yang tahu dia di mana dan siapa dia"


" Ternyata kau pintar juga, jadi kau sudah tahu siapa aku?" tanya Stephen dengan tatapan yang menakutkan


"Tidak mungkin, ini tidak mungkin, mana mungkin dia bisa di sini" ucap Ronald dengan menahan sakit


"Apanya yang tidak mungkin, kau benar aku adalah Christian Han"


"Penjahat yang terkenal suka membunuh tanpa ragu dan pengedar narkoba terbesar di dunia Christian Han adalah kamu?"


"Benar, itu adalah aku, selama ini kau sering melawan ku dan ingin membunuh ku, bagaimana setelah tahu kebenaran jika aku bukan keponakan mu? " tanya Stephen dengan senyum


"Jadi di mana Stephen?"


"Di saat dia ke San Fransisco dan kami jadi teman karena wajah kami yang begitu mirip, dia pernah memberi bantuan kecil untuk ku walau tidak seberapa tapi bantuan dia sangat ku hargai, tapi sayang dia kecelakaan mobil yang telah merenggut nyawanya, sebelum dia menghembuskan nafas terakhir dia meminta tolong pada ku untuk menjaga perusahaannya karena diri mu ingin merebut posisi nya, oleh karena itu aku hanya bisa menyamar sebagai dirinya. dan di saat aku tiba perusahaannya di ujung tanduk dan jangan lupa akulah yang mendirikan kembali perusahaan ini" jelas Stephen dengan senyum


"Dan kau tenang saja aku tidak berminat sama sekali dengan perusahaan ini, aku hanya ingin membalas budi baiknya dengan mengunakan masa belasan tahun untuk menyamar dan menjaga hartanya, aku Chistian Han sekecil apa pun bantuan dari orang tetap akan ku balas dengan kebaikan, tapi jika ada yang mengusik ku maka jangan berharap kau bisa hidup dengan tenang"jelas Stephen dengan tegas


"Le..lepaskan a..ku" ucap Ronald yang kesakitan serta darah yang keluar tanpa berhenti


"Kau sudah tahu siapa aku, apa kau tahu setiap ada yang tahu identitas ku pasti akan mati dan kau akan menjadi salah satunya" kecam Stephen dengan tatapan kejam


"Ja..jangan" pinta Ronald yang tidak berdaya


"Aku akan membuat mu meninggal seperti tewas di tangan perampok" ujar Stephen dengan senyum


Srek..

__ADS_1


Tusukan di lakukan oleh Stephen di bagian perutnya dan kemudian mencabut senjata tajam itu


"Aaararggttt" pekikkan Ronald yang kesakitan mendalam


Srek...


Tusukan di lakukan lagi oleh Stephen dengan tatapan yang penuh kekejaman


"Aaarggghhtt" pekikan Ronald sehingga mulutnya mengeluarkan darah serta wajahnya yang sudah memucat


Bruk


Hentakan tubuh Ronald ke jalan aspal itu


Ronald yang sudah sekarat hanya sisa satu nafas dengan matanya mengeluarkan air mata, merasakan tiga tusukan senjata tajam tersebut.


"Ronald Chin, pada akhirnya kau kehilangan nyawa mu karena keserakahan mu" ucap Stephen sambil lap pisau yang berlumuran darah dengan sapu tangannya


Sesaat kemudian Ronald memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhir


"Lempar ke kota, agar tidak menganggu warga desa sini" jawab Stephen


"Baik Bos"


"Stephen Chin, paman mu sudah tewas dan kau jangan khawatir, perusahaan mu ini aku akan mencari orang yang bisa di andalkan untuk mengantikan posisi mu" batinnya yang mengingat teman lamanya itu


"Bos, ini pakaian untuk Anda sudah kami bawa" kata Elvin yang memberikan pakaian dengan ke dua tangannya


Setelah menganti kemejanya yang telah terkena bercak darah Ronald, Stephen pun kembali ke rumah Cherry, karena dirinya memang tidak ingin di ketahui oleh Cherry jika dia telah membunuh orang tanpa ampun


"Tanaman ini segar-segar, sayang sekali aku harus kembali ke kota, kenapa aku jadi ragu bersamanya padahal hati ini merindukannya, dia tidak terbuka seperti sedang menyembunyikan sesuatu" gumam Cherry dengan melamun sambil melihat tanaman di halaman depan rumahnya


"Diri ku hanya anak desa saja jadi mana mungkin bisa sepadan dengan pria seperti Stephen yang memiliki segalanya, selain kaya raya dia juga sangat tampan, dia sangat sempurna bagaimana jika suatu saat dia merasa jenuh dengan ku, aku tidak mengetahui masa lalunya karena dia tidak ingin mengungkapnya dan masih saja menyimpan sesuatu dari ku, apakah ini namanya pasangan jika masih saja tidak berterus terang" batin Cherry


"Cherry" suara panggilan Stephen yang baru pulang


"Stephen, mana tuan Ronald?"

__ADS_1


"Sudah ku suruh pulang, dia hanya bisa pulang jika melawan maka dia juga akan terkena masalah" jawab Stephen dengan bersikap santai


"Ternyata begitu" jawab Cherry dengan singkat


"Ada apa dengan mu? kenapa sepertinya ada sesuatu saja?"


"Tidak ada" jawab Cherry dengan wajah datar


"Sepertinya ada sesuatu yang menganjal di dalam pikirannya" batin Stephen yang sedang menatap Cherry


"Aku ingin berjalan-jalan sebentar" ujar Cherry


"Aku akan menamani mu, aku juga ingin melihat kesekitaran sini" ucap Stephen dengan senyum


"Iya, mari kita pergi" jawab Cherry yang berjalan melangkah keluar dari halamannya


"Pemandangan sini sangat luar biasa, aku mulai menyukai sini" kata Stephen dengan senyum sambil berjalan melihat lokasi perdesaan itu


"Benar, ini kehidupan kami selama ini, tanpa rasa iri pada siapa pun, dan saling menjaga, saling menghargai dan paling utamanya adalah seperti keluarga sendiri"


"Kehidupan sini sangat sederhana beda dengan di kota, jika kamu tidak kejam maka sulit untuk diri mu berdiri di kota, jika kamu terlalu baik maka mereka akan menginjak mu dan menyerang mu dari belakang, kehidupan di kota sangat keras, sementara sini tanpa ada pesaingan apa pun dan hanya menjalani hidup yang bahagia setiap hari" ucap Stephen dengan menatap ke arah Cherry


"Jika tanpa mereka aku dan Mama ku juga sulit melewati hari-hari, itulah mereka menganggap kita sebagai anggota keluarga nya juga"


"Apa kamu bahagia?"tanya Stephen


"Iya, aku tidak merasa aku hidup sendiri di sini, di saat Mama ku meninggal mereka membantu ku, ini membuat hidup ku merasa ada kasih sayang dari mereka" jawab Cherry


"Stephen, aku telah memikirkannya, aku tidak akan kembali ke kota bersama mu, aku ingin tinggal di sini" ucap Cherry yang tidak berniat bersama dengan Stephen karena keraguan di hatinya


"Kenapa? apa kau menolak ku?"tanya Stephen dengan tatapan dingin


"Iya, aku menolak mu, dan aku ingin hidup di sini seperti dulu, karena memang sini adalah tempat ku, rumah ku dan juga dunia ku" jawab Cherry dengan tegas


Bab selanjutnya..


Stephen mengancam Cherry

__ADS_1


__ADS_2