
Di saat Paolo mendekati Cherry, Cherry pun melihat ke arah pria yang asing baginya itu dengan bertanya:
"Apakah anda adalah orang tua Sonnia?" tanya Cherry yang sedang menahan sakit
"Benar, Sonnia putri ku" jawab Paolo yang berdiri di hadapan Cherry
"Apakah anda bisa mendidik putri anda dengan baik? hubungannya dengan suaminya tidak baik akan tetapi melibatkan ku yang hanya bekerja sebagai asisten di rumah tuan Chin" ketus Cherry yang merasa kesal
"Diam, dasar wanita murahan, sudah mengoda suami orang masih saja kau berani mengajar papa ku. memangnya kau tidak memiliki orang tua yang bisa mendidik mu agar jangan mengoda suami orang?" bentak Sonnia dengan kesal
"Mama ku tidak pernah mengajarkan ku untuk menjadi pengoda, dan aku tidak mengoda suami mu" jawab Cherry sudah lemah
"Mana Papa mu?" tanya Paolo
"Dia pengkhianat dan pergi bersama wanita pengoda. tuan, jika kalian ingin menghukum ku maka kalian tidak layak karena hanya tuan Chin saja yang layak menghukum ku jika aku melakukan kesalahan" jawab Cherry dengan suara pelan
"Kenapa anak ini sangat familiar bagi ku" batin Paolo
"Pa, jangan mendengarkan dia, aku yakin mamanya pasti bukan wanita yang baik-baik, jika tidak mana mungkin dia jadi pengoda suami orang" kata Sonnia dengan ngehina
"Hati-hati dengan mulut mu, jangan mencoba menghina mama ku, jika kau tidak bisa mendapatkan hati suami mu ini adalah salah tingkah mu jangan menyalahkan orang lain" ujar Cherry dengan menahan sakit..
Tidak lama kemudian tempat itu di serang oleh kumpulan pria bersenjata.
Brak...
Hentakan keras pintu bangunan itu yang di lakukan oleh sekumpulan pria bersenjata itu.
"Tangkap semua orang yang di sini" perintah seorang pria berbadan tegap yang memimpin kumpulan mereka
"Siapa kalian?" tanya Sonnia yang merasa cemas
Sekumpulan bersenjata itu menahan semua orang yang di dalam bangunan itu dan melepaskan ikatan Cherry
"Kalian siapa?" tanya Paolo yang di tahan dua pria bersenjata
"Kalian mencari masalah dengan atasan kami" ucap pemimpin kumpulan itu
Tidak lama kemudian Anton datang bersama Stephen
__ADS_1
"Tuan, pelaku sudah kami tahan" ucap pemimpin kumpulan itu dengan hormat
"Stephen" sebut Sonnia yang merasa kaget
"Tuan Chin" sebut Paolo yang membulatkan mata besarnya di saat melihat Stephen muncul dengan sekelompok orang bersenjata
"Tuan, Nona terluka parah" kata salah satu anggotanya
Stephen yang sedang duduk di kursi roda lalu bangkit dan berjalan menghampiri Cherry yang kondisinya lemah dan pucat di wajahnya
Tentu saja pemandangan itu membuat Sonnia dan Paolo hampir tidak percaya, pria yang mereka kenal selama ini cacat akan tetapi tiba-tiba saja bisa berdiri dan berjalan seperti orang normal lainnya.
Melihat luka bagian belakang Cherry, raut tatapan Stephen menjadi begitu menakutkan.
"Tu-tuan" suara panggilan Cherry yang melihat Stephen yang berdiri di depannya
"Jangan bicara dulu, aku tidak akan membiarkan mu jadi korban sia-sia" ucap Stephen dengan perasaannya yang merasa sakit
"Anton, bawa kursi rodanya kemari" perintah Stephen
Anton mendorong kursi milik Stephen mendekati Cherry dan Stephen pun memegang Cherry dengan perlahan karena takut melukai gadis itu yang bagian belakang nya di penuhi luka pukul.
Plak...
Tamparan kuat dari Stephen mengena wajah Sonnia
"Aargghtt" pekikan Sonnia yang kesakitan
"Tuan Chin" sebut Paolo yang khawatir dengan putrinya itu
Stephen yang emosi mengangkat dagu Sonnia dengan kasar..
"Berani sekali kau memukulinya. Sonnia, aku akan membalas dengan cara yang sama terhadap mu bahkan akan lebih parah" gertak Stephen dengan kesal
"Tuan Chin, jangan menyakitinya" pinta Paolo yang merasa cemas
"Paolo Capilo, kau sangat gagal mendidik putri mu sehingga membuatnya seperti anj*ng gila yang suka mengigit orang tanpa sebab, dengan berani sekali dia melukai Cherry" bentak Stephen dengan kesal
Mendengar nama Paolo Capilo membuat Cherry memandang ke arah pria itu yang tidak lain adalah ayah kandungnya yang telah menelantarkan dirinya selama ini.
__ADS_1
"Siapa nama mu? Paolo Capilo?" tanya Cherry dengan berlinang air mata
"Cherry, apa kamu mengenalnya?" tanya Stephen yang menoleh ke arah Cherry
"Jawab aku apa nama mu adalah Paolo Capilo ?" tanya Cherry yang menahan emosi
"Iya, apa aku mengenal mu?" jawab Paolo yang penasaran
"Ternyata kau adalah pria yang tidak berhati nurani itu, meninggalkan anak dan istri yang sedang sakit, dan mengikut wanita lain demi kekayaan, pria brengs*ek" ketus Cherry dengam geram
"Apa maksud mu?"tanya Paolo yang merasa heran
"Wanita bernama Lionela apa kau masih ingat padanya? wanita yang kau nikahkan dan kemudian kau lantarkan begitu saja di saat dia sedang sakit, dan anak mu yang baru berusia 5 tahun" ujar Cherry dengan mengeluarkan air mata
"Kau adalah Cherry Capilo?" tanya Paolo dengan merasa tidak percaya
"Hebat sekali, putri kesayangan mu ini menyiksa ku dan kau hanya melihat saja tanpa menegurnya, kau sama saja seperti dulu pria yang tidak berguna" ketus Cherry yang merasa dendam membara
"Pa, apa semua ini? siapa dia?" tanya Sonnia
"Kau mengatakan mama ku wanita yang tidak benar, tapi yang sebenarnya adalah mama mu lah yang wanita pengoda, kau sama saja wanita yang tidak benar" kata Cherry dengan kesal
"Jangan sembarangan menghina mama ku" bentak Sonnia
"Kalian sekeluarga sangat memalukan, mama mu mengoda pria yang sudah berumah tangga, dan pria ini juga tidak tahu malu demi harta rela mengorbankan anak dan istri, kalian semua sangat menjijikan" ketus Cherry yang merasa kesal
"Cherry, ini semua salah ku, Papa bersalah pada mu" ucap Paolo
"Kau bukan Papa ku lagi, jika bukan karena diri mu maka Mama ku tidak akan sakit parah dan bertahan sehingga akhir hayatnya" bentak Cherry yang sedang menahan sakit
"Cherry, Mama mu sudah meninggal?" tanya Paolo
"Iya, dan kau adalah penyebabnya, di saat kau hidup mewah bersama wanita pengoda itu istri mu sedang menderita sakit parah, di saat kau pergi penyakit mama semakin parah dan karena tidak ada biaya dia hanya bisa menahan sakit selama belasan tahun dan bekerja untuk membesarkan ku, demi aku dia rela bekerja keras, semua penderitaannya kau yang berikan padanya" ketus Cherry yang sedang menahan sakit
"Dan sekarang anak tiri mu ini menyiksa ku, apa kau bahagia setelah mendengar kematian istri mu itu dan anak yang kau lantarkan di siksa oleh anak tiri mu ini? Paolo Capilo aku benci pada mu" ketus Cherry dengan menangis
Stephen yang melihat Cherry yang sedang tertekan merasa sakit di hatinya dan merasa benci terhadap keluarga Capilo
"Cherry, aku?" ucap Paolo yang tidak tahu ingin berkata apa sambil menyesalinya
__ADS_1
"Paolo Capilo, di saat kau pergi di saat itulah kita tidak ada hubungan lagi, kau adalah suami orang lain, dan kau lebih rela menjaga anak dari wanita murahan itu daripada anak mu sendiri, jadi kau tidak layak menjadi Papa ku" ketus Cherry