Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen dan Cherry ke jerman


__ADS_3

"Apa kau mengira kau layak untuk bertemu dengannya?" tanya Victor


"Jika dia berani membunuh lalu kenapa harus takut?" balas Owen dengan nada tinggi


"Kalian adalah detektif tapi hanya tahu ingin mengincar King Devil, sementara orang yang harus kalian tangkap malah kalian biarkan, bukankah ini membuktikan jika kalian sangat tidak berguna" bentak Micheal dengan menyindir


"Apa yang kalian inginkan? apakah bos kalian itu menyuruh kalian untuk membunuh kami? suruh Stephen Chin keluar, aku ingin bertemu dengannya, jika dia berani membunuh untuk apa bersembunyi?" teriak Owen dengan kesal


"Bos kami pasti akan menemui mu, tapi bukan sekarang" jawab Vicktor


"Kenapa? apa dia masih ingin membunuh orang lagi? oleh sebab itu dia tidak keluar menemui ku? atau dia takut di tangkap oleh ku?" teriak Owen


"Bos kami tidak takut pada sesiapa pun, aku hanya khawatir jika kalian tahu siapa dia kalian akan terkencing di celana" kata Micheal dengan mengejek


"Kalian bawa pak detektif pergi, layani mereka dengan baik, tunggu sampai bos kita kembali" Perintah Micheal pada anggotanya


"Siap" jawab serentak semua anggotanya


Owen dan rekannya hanya bisa pasrah di bawa pergi oleh mereka, karena jumlah Micheal lebih ramai maka Owen hanya bisa menyerah demi keselamatan anak buahnya


Di sisi lain Stephen dan Cherry telah bersiap-siap ingin berangkat ke jerman


"Cherry, biarkan aku mengendong mu" ucap Stephen yang menghampiri Cherry yang sedang duduk di kasur


"Aku bisa jalan sendiri" jawab Cherry yang mencoba ingin berdiri


"Jangan banyak bergerak dulu, luka mu belum kering sepenuhnya" ujar Stephen dengan mengendong Cherry


"Stephen, aku serahkan putri ku pada mu, jagalah dia dengan baik" kata Jhon dengan senyum dengan tangannya sambil mengelus kepala Cherry


"Tenang saja, aku akan menjaga gadis ku ini dengan baik" jawab Stephen dengan senyum menatap Jhon dan Cherry


"Papa, aku pergi dulu, jaga diri baik-baik ya" ujar Cherry dengan menatap ke arah Jhon

__ADS_1


"Putri ku, cepat sembuh. Papa akan baik-baik saja di sini" jawab Jhon dengan senyum


Stephen mengendong Cherry berjalan ke arah mobil, mereka akan menuju ke bandara dan kemudian berangkat ke jerman dengan di temani oleh Anton


Selama perjalanan ke bandara Cherry ketiduran akibat efek dari obat dokter, perjalanan dari desa ke bandara memakan waktu selama dua jam, dalam perjalanan Stephen menidurkan Cherry ke kakinya sambil menatap senyum gadis itu


"Aku akan menyembuhkan mu gadis ku, aku ingin melihat mu sehat seperti dulu lagi, dan aku bisa makan setiap masakan mu, aku ingin membawa mu ke kota kelahiran ku" batin Stephen


Setelah beberapa jam kemudian


Stephen telah tiba di bandara jerman dan mereka langsung di jemput oleh pihak rumah sakit termahal di jerman yang di mana tempat dokter Garred bekerja


Tanpa membuang waktu mereka langsung menuju ke rumah sakit tersebut, Stephen dengan setianya menemani Cherry yang baring di ranjang dan di dorong oleh para suster ke dalam ruang perawatan


"Cherry, jangan takut, ini hanya pemeriksaan saja tidak akan sakit" bujuk Stephen dengan sambil berjalan mengikuti gerakan ranjang tersebut


"Iya, aku tidak takut" jawab Cherry dengan senyum


Sesaat kemudian dokter Garred yang masih muda dan memiliki paras yang tampan datang menemui Stephen yang tengah berdiri di luar ruang perawatan


"Apakah Anda adalah tuan Chin?" sapa Garred dengan sopan


"Anda adalah dokter Garred?" tanya Anton


"Benar, saya adalah dokter yang akan menangani nona Wilster, Garred" jawabnya dengan sopan


"Baiklah dokter Garred, saya percayakan kekasih saya pada Anda" ucap Stephen


"Baiklah, terima kasih atas kepercayaannya, Silahkan menunggu." ucap Garred dengan senyum dan kemudian melangkah masuk ke dalam ruang tersebut


Di saat Garred masuk ke dalam ruangan dirinya melangkah menghampiri Cherry yang sudah tertidur karena di suntik bius, tatapan Garred pada Cherry dengan penuh keheranan, karena gadis yang di hadapannya adalah cinta pertama baginya saat di desa


"Cherry? nama mu adalah Cherry Wilster? apa yang sudah terjadi dan pria di luar itu adalah kekasih mu?" batin Garred dengan menatap dengan tatapan rindu

__ADS_1


Walau merasa banyak pertanyaan di dalam hatinya akan tetapi Garred hanya bisa melanjutkan tugasnya sebagai seorang dokter


Garred memeriksa bagian luka di bagian dalam dan luar, pemeriksaan di lakukan selama satu jam lamanya


Setelah satu jam kemudian Dokter keluar dari ruang perawatan, sementara Cherry di dorong oleh para suster menuju ke kamar VIP


"Cherry" panggil Stephen yang menghampiri Cherry. dengan tatapan dalam dan tangannya menyentuh wajah Cherry


Sontak pemandangan ini di lihat oleh dokter Garred yang sedang memerhatikan tatapan Stephen terhadap Cherry


"Dokter, bagaimana dengan Cherry?" tanya Stephen dengan melihat ke arah Garred


"Tuan Chin, jangan khawatir bagian luka dalam pasien semakin pulih ini tidak mengalami pendarahan dalam, kondisi tubuhnya sangat bagus, walau sebelumnya pasien terluka akibat dua tusukan yang dalam tapi dalam waktu yang dekat lukanya cepat sembuh" jelas Garred dengan sopan


"Tusukan itu apakah tidak melukai organ lain?" tanya Stephen


"Tidak sama sekali, mungkin saja sebelumnya pasien sering meminum obat untuk kesehatan tubuhnya, oleh karena itu walau dia terluka juga tidak akan memakan waktu yang lama untuk sembuh" jelas Garred dengan senyum


"Baiklah, dokter terima kasih, kapan Cherry di izinkan keluar?" tanya Stephen


"Karena lukanya belum pulih sepenuhnya maka saya sarankan biar pasien istirahat di rumah sakit dulu, saya akan sering memeriksanya" jawab Garred


"Baik kalau begitu, saya percaya pada Anda" jawab Stephen


Sesaat kemudian Stephen masuk ke kamar Cherry dan sementara Garred kembali ke kantornya


"Cherry sudah memiliki kekasih? bukankah selama ini Cherry hanya tinggal di desa? bagaimana dia bisa mengenal Stephen Chin pria yang di kenal sangat angkuh" batin Garred yang berada di dalam kantornya


Garred berjalan mendekati meja kerjanya dan duduk di kursi besarnya itu sambil melihat foto yang pajang di meja kerjanya


Foto yang di panjang di mejanya adalah foto dirinya bersama Cherry, di saat itu dirinya telah berusia 20 tahun dan Cherry hanya berusia 13 tahun


"Aku berjanji akan kembali mencari mu setelah aku berhasil, dan ini sudah 10 tahun berlalu, apa kau masih ingat dengan janji ku pada mu? Cherry gadis kecil yang suka meracik obat-obatan, bagaimana kabar mu selama ini? sudah lama aku tidak menghubungi mu, apa kau marah pada ku?" kata Garred sambil menatap foto yang di pegangannya itu

__ADS_1


__ADS_2