Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Kumpulan ular cobra


__ADS_3

Owen tiba di perdesaan di sore hari itu, dan mereka mendatangi rumah-rumah para warga di sana


"Tuan, kalian mencari Stephen? dia sudah tidak berada di sini" kata salah satu warga di sana


"Bibi, apa dia ada mengatakan jika dia pergi kemana?"tanya Jimmy


"Tidak ada, dia pergi bersama Cherry" jawab seorang wanita paruh baya


"Tuan, apakah kalian adalah teman Stephen? dia sangat baik pada kami di memberi kami banyak kebutuhan lainnya, pakaian tebal dan kebutuhan rumah tangga dan obat-obatan"


"Iya dia memang baik dan brengs*k" gumam Owen dengan merasa kesal


"Apa Tuan?" tanya wanita itu dengan penasaran


"Ah..tidak, maksud ku adalah dia memang baik" jawab Owen dengan alasan


"Apa mereka sudah lama pergi?" tanya Nicky


"Tidak begitu lama, hanya saja mereka tidak beritahu kemana mereka pergi"


"Baik kalau begitu, kami permisi dulu" ucap Owen dengan sopan dan meninggalkan tempat itu


"Kita di sibukkan dengan kasus ini sehingga seharian dan kemudian tanpa hasil" kata Owen dengan kesal


"Setelah ini kemana, Pak?" tanya Jimmy yang sedang berjalan bersama Owen dan Nicky


"Pulang ke kantor, dia sangat pintar menyembuyikan identitasnya sehingga membuat kita berantakan, jangan sampai aku tahu dia ada di mana , dan di saat itu aku pasti akan menghajarnya" ujar Owen dengan kesal


"Baru kali ini bertemu dengan kasus seperti ini, dia bukan hanya menjadikan kita sebagai orang bodoh selama lima tahun, tapi kita akan selalu bodoh jika tidak mendapatkan identitas aslinya" lanjut Nicky


"Kita pulang dulu dan mulai dari awal, dan sekarang yang kita harus hadapi lagi-lagi orang tua menyebalkan itu" ucap Owen yang masuk ke dalam mobil


"Pak Jorge?" tanya Jimmy yang sedang menghidupkan mesin mobilnya


"Kalau bukan dia siapa lagi, kita sudah melewatkam banyak hal, sementara pembunuh itu masih berkeliaran bebas di luar sana" jawab Owen dengan merasa kesal


"Dia saja hampir tewas tapi masih tahu menyalahkan kita saja, kalau dia hebat maunya dia saja yang melakukannya dan tangkap dengan tangan sendiri" gerutu Nicky merasa kesal


"Dia adalah atasan kita, dan kita hanya bisa menuruti perintah dia" ujar Owen


San fransisco


"Cherry" panggil Christian yang melangkah ke halaman luas yang di belakang rumahnya


"Iya" jawab Cherry yang sedang sibuk menanam

__ADS_1


"Ada yang ingin ku laporkan" kata Christian yang menghampiri Cherry


"Ada apa Christian?" tanya Cherry yang berdiri menoleh ke arah suaminya itu


"Suami mu mau keluar bertemu dengan para anggota di kumpulan Ular Cobra" jawab Christian dengan mengecup dahi istrinya


"Pergi saja tidak apa-apa, tidak perlu melapor" kata Cherry dengan senyum


"Kau adalah istri ku, tentu saja aku harus melapor pada mu" jawab Christian dengan mencium bibirnya Cherry


"Jadi hari ini kamu tidak bisa membantu ku menanam tanaman ini?"


"Nanti siang aku akan membantu mu, aku berjanji pada mu" kata Christian dengan senyum


"Tidak usah, aku hanya bercanda saja, pergilah urus urusan mu sana" jawab Cherry dengan tertawa


"Siang aku akan menemani mu makan siang" kata Christian dengan tatapan mesra


"Iya, hati-hati" ucap Cherry dengan senyum


"Baiklah sampai jumpa nanti" ucap Christian dengan mencium wajah istrinya


Christian memiliki perkumpulan terbesar di san fransisco dengan nama Ular Cobra, semua anggota berkumpul di sana di saat mendapat perintah dari bosnya



"Selamat kembali Bos" sahut mereka semua dengan hormat dan menunduk


"Sudah lama tidak bertemu semua saudara ku, terima kasih di saat aku tidak ada kalian menjaga perkumpulan kita dengan baik' ucap Christian dengan ramah


"Bos, ini adalah bagian tugas kami sebagai anggota Ular Cobra" jawab serentak mereka dengan hormat


"Anton, apa kau sudah siapkan minumannya?" tanya Christian dengan melihat ke arah Anton


"Sudah Bos, silakan" jawab Anton dengan hormat


Christian melangkah masuk ke ruangan yang luas dan duduk bersama dengan ratusan anggotanya di sana, sedangkan Anton dan anggota lainnya menuangkan minuman yang sudah di siapkan untuk menikmati bersama


Masing-masing mengambil gelas yang sudah di isi wine, Christian berdiri dan bersulang untuk mereka semua


"Belasan tahun akhirnya aku kembali ke sini dan berkumpul dengan kalian semua, dan mulai hari ini aku akan tetap di sini, mari kita bersulang" ucap Christian dengan tegas


"Cheers" ucap serentak mereka semua


Di siang itu mereka menikmati minuman dan makanan mewah yang telah di siapkan khusus untuk semua anggotanya, Christian memang di kenal sangat murah hati terhadap semua anggotanya, oleh sebab itu banyak anggota yang mengikutinya sangat setia padanya

__ADS_1


Setelah satu jam kemudian


"Mari kita bahas tentang barang kita. Daniel, bagaimana barangnya apa sudah di kirim?" tanya Christian dengan menatap ke arah Daniel


"Bos, sudah di kirim. kali ini kokainnya sebanyak 16 ton, akan tetapi mereka di bagi dengan 3 pengiriman" jawab Daniel


"Dan bagaimana yang di meksiko?" tanya Christian


"Transaksi berjalan lancar selama ini tanpa hambatan" jawab Daniel dengan cepat


"Bos, pihak kepolisian sedang menyelidiki keberadaan bos selama ini, bahkan sampai sekarang mereka masih sedang berusaha, dan info dari orang kita mereka rencana meminta bantuan kepolisian swiss, meksico dan perancis" kata Viktor


"Mereka sudah buntu, sampai harus meminta bantuan dari negara lain" ujar Micheal


"Karena mereka curiga jika kita ada melakukan transaksi di negara lain, oleh sebab itu mereka meminta bantuan" lanjut Anton


"Mereka sedang ingin mengintai kita bagaimana dengan transaksi kita nantinya?" tanya Daniel


"Bagi yang melihatnya di tembak mati saja, dan kemudian antar jasadnya ke depan kantor mereka" perintah Christian dengan tegas


"Baik Bos"jawab Daniel


"Jika aku tidak menganggu siapa pun maka jangan coba-coba berani untuk menganggu ku" ucap Christian


"Bagaimana dengan Surquis? apa dia ada tindakan?" tanya Christian dengan menatap ke arah Anton


"Bos, dia sedang sibuk ingin mengetahui posisi bos ada di mana, anggota kepercayaannya bernama Herry, dan Herry di perintah untuk menyelidiki keberadaan bos" jawab Anton


''Lenyapkan" perintah Christian dengan tegas


"Siap Bos" jawab Anton dengan menurut


"Apa sudah tahu sarangnya?" tanya Christian


"Sudah tahu Bos, mereka selalu melakukan transaksi di sana" jawab Anton


"Di saat mereka melakukan transaksi serang mereka, dan sebarkan beritanya, aku ingin sarangnya menjadi sasaran bagi pemerintah sana" perintah Christian dengan dengan tegas


"Siap Bos" jawab Anton


"Bos, apa perlu kita membunuh Surquis?" tanya Micheal


"Selidiki dulu berapa anggota yang melindunginya dan baru mengambil kesempatan untuk membunuhnya, jangan menampakan diri kalian" jawab Christian


"Siap Bos" jawab Micheal

__ADS_1


"Aku tidak mau perbuatan kita di ketahui, kalau bisa bunuh tanpa meninggalkan jejak" ucap Christian


"Mengerti Bos" jawab Micheal


__ADS_2