Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Christian marah besar


__ADS_3

Keesokan harinya


Mansion Han


Cherry sedang bersama dengan Aaron di ruangan tamu, Aaron sedang sibuk dengan mainannya, sementara Cherry sedang menunggu kepulangan Christian


"Hari sudah terang dan sudah jam 8 pagi, tapi Christian masih belum pulang, apa dia baik-baik saja di luar sana? dia sepertinya sangat sibuk, tapi sesibuk apapun dia tidak pernah sampai tidak pulang ke rumah karena tidak ingin aku khawatir, tapi kali ini dia sudah melakukannya, walau aku tahu dia menjaga jarak dariku tapi aku masih berharap dia cepat pulang" gumam Cherry


"Christian, tidak apa-apa jika kau tidak mau dekat denganku, asal aku bisa melihatmu dari jauh ini sudah cukup" batin Cherry


Tidak lama kemudian Christian kembali kerumahnya, di saat Aaron melihat Christian dirinya langsung berlari menghampiri papanya itu, sementara Cherry merasa gembira di saat melihat kepulangan suaminya walau sebenarnya dia merasakan kesedihan yang dipendamkan


"Papa...Papa...Papa" teriak Aaron yang berlari menghampiri Christian


"Putraku, kau pintar sekali, apa Aaron menurut kata mama?" tanya Christian yang mengendong sang buah hatinya


"Ada. Papa, jangan pergi lagi, mainlah bersama Aaron" pinta Aaron yang mencium wajah Christian


"Baiklah, papa janji denganmu akan bermain bersama mu ya" jawab Christian dengan mencium putranya itu


"Horeeeee, mulai hari ini Papa dan mama akan menemani Aaron bermain bersama" teriak Aaron dengan kegirangan


"Christian, malam tadi kamu kemana? kenapa tidak pulang?" tanya Cherry dengan memberanikan dirinya


"Ada urusan di markas, semalam aku tidur di sana" jawab Christian yang duduk di sofa


"Nicole sedang siapkan sarapan, jadi makan dulu, setelah itu pergi istirahatlah" ujar Cherry dengan senyum paksa


"Baiklah kita akan makan bersama-sama" jawab Christian


"Aku akan mandi dulu, setelah itu aku baru sarapan" ujar Christian


Setelah beberapa saat kemudian


Di saat sarapan Cherry tidak seperti biasanya duduk di samping suaminya, dia membiarkan putranya duduk di posisi yang biasa dia gunakan, sementara Cherry duduk di samping Aaron


"Makan dulu ya" kata Cherry dengan menyuapi putranya itu


Di saat Christian ke ruangan makan dia melihat Cherry berada di posisi berbeda dengan sebelumnya tentu membuat dirinya penuh dengan tanda tanya


"Cherry, kenapa kau tidak sarapan?" tanya Christian


"Tadi aku sudah makan" jawab Cherry dengan senyum paksa sambil menyuapi putranya


"Tidak biasanya dia makan pagi" batin Christian

__ADS_1


"Bagaimana dengan urusan markas? apa baik-baik saja?"


"Sudah tidak ada masalah" jawab Christian dengan menyantap makanannya


"Baguslah kalau sudah tidak apa-apa, jika kamu ada waktu apa bisa luangkan sedikit waktu untuk Aaron? dia selalu mencarimu"


"Aku akan selalu ada waktu untuk keluargaku" Jawab Christian dengan senyum menatap ke arah Cherry


"Aku berharap janji mu bisa tepat, karena Aaron mendengarnya"


"Baiklah" jawab Christian dengan senyum


"Kenapa mata Cherry seperti habis menangis? apa dia menangis?" batin Christian


"Aaron papa ingin tidur sebentar, apa Aaron mau menemani papa?" tanya Christian yang menatap ke arah putranya itu


"Mau, Aaron mau tidur di pelukan Papa" jawab Aaron dengan kegirangan


"Aaron, papamu mau tidur jangan menganggu ya" ujar Cherry


"Aaron mau tidur dengan papa, Ma" kata Aaron


"Tidak apa-apa, biarkan saja" ucap Christian


"Tidak masalah, aku akan menidurkan dia" jawab Christian dengan senyum


Setelah selesai sarapan Christian mengendong putranya ke kamar dam berbaring di atas kasur, sementara Cherry berada di ruangan tempat biasa yang dia gunakan untuk mengolah obat


"Papa, mama sudah berbohong, Pa" kata Aaron yang duduk di pangkuan Christian


"Berbohong tentang apa?" tanya Christian dengan senyum


"Mama tidak makan sama sekali" jawab Aaron dengan terus terang


"Tidak makan? kenapa, apa mama tidak sehat?"


"Mama juga tidak tidur semalaman, mama hanya duduk dan matanya keluar air yang banyak, mama duduk sampai pagi, Aaron melihat mama hanya diam jadi Aaron tidak berani bertanya"


"Keluar air ? apa Cherry menangis semalaman" gumam Christian


"Mama bilang ingin kembali ke asalnya, dan Aaron tidak bisa ikut, kata mama Aaron harus tinggal dan tidak boleh ikut karena Aaron masih kecil" kata Aaron dengan terus terang


"Mama ingin pergi? Aaron, apakah beberapa hari ini mama baik-baik saja?"


"Mama matanya tidak sehat, karena mata mama sering kena debu dan banyak air, Pa" jawab Aaron yang sambil memeluk Christian

__ADS_1


"Kenapa Cherry bisa menangis? dan dia ingin kemana? apa yang sudah terjadi sebenarnya?" batin Christian


"Aaron, mari kita tidur ya" kata Christian yang menidurkan putranya


"Iya Pa" jawab Aaron dengan menurut


Setelah beberapa menit kemudian setelah Aaron ketiduran Christian langsung beranjak dari kamarnya


Christian turun ke lantai dasar mencari keberadaan Cherry


"Nicole, di mana Cherry?" tanya Christian yang melangkah ke dapur


"Tuan, nyonya berada di ruangan obatnya" jawab Nicole dengan sopan


"Nicole, ke ruang kerja ku sekarang, ada yang ingin kutanyakan" perintah Christian yang melangkah ke ruangan kerjanya dan di ikuti oleh Nicole


"Katakan apa yang sudah terjadi selama aku tidak berada di rumah, Aaron mengatakan jika mamanya menangis, aku ingin tahu apa sebabnya?" tanya Christian dengan tegas


Atas permintaan Christian, Nicole pun memberitahu semua yang di alami oleh Cherry


Setengah jam kemudian


Prak...


Hentakan meja di lakukan oleh Christian yang sedang marah besar


"Nicole, kenapa kau bisa diam saja dan tidak memberitahuku?" tanya Christian dengan ketus


"Aku melihat Anda pulang sangat larut jadi aku tidak berani menganggu" jawab Nicole dengan merasa cemas


"Nicole, Cherry adalah istriku, dia di hina dengan perkataan yang kasar ini sangat menyakitkan baginya, tapi dia hanya pendamkan rasa sakit itu, bahkan tidak memberitahuku. Nicole, istriku tidak pantas mendapatkan penghinaan ini, sebagai istri Christian Han tidak boleh di tindas" bentak Christian yang marah besar


"Maaf Tuan" ucap Nicole dengan merasa bersalah


"Selain itu apa lagi yang terjadi? aku ingin tahu semuanya" tanya Christian dengan penuh emosi


"Nyonya melukai kakinya dengan jarum, dia menusuk kakinya sebanyak puluhan kali sehingga berdarah, tapi dia tidak merasakan sakit, nyonya merasa hampa dan menangis tanpa berhenti, terkadang nyonya menangis dengan diam-diam di ruangan obatnya tanpa ingin diketahui Anda, ini sudah sering terjadi selama tiga tahun lebih" jawab Nicole


Mendengar semua ucapan Nicole, Christian merasa sedih dan perih di hatinya


"Panggil mereka semua ke hadapan ku sekarang juga" perintah Christian dengan tegas


"Baik Tuan" jawab Nicole yang melangkah keluar dari ruangan itu


"Ternyata selama ini kau menderita hanya saja kau memendamkannya, aku gagal sebagai seorang suami, yang tidak tahu dengan perasaanmu" batin Christian

__ADS_1


__ADS_2