
Di lantai ruang tahanan itu di penuhi darah dari korban yang di siksa oleh Stephen, setelah membunuh mereka Stephen bukan merasa senang melainkan merasa sakit di hatinya mengingat kejadian yang menimpa Kelly yang tidak lain adalah gadis yang sangat penting dalam hidupnya
"Kelly, akhirnya orang yang menjebak mu sudah mati di tangan ku, dan pria yang menyiksa mu itu akan ku ambil nyawanya, tiba waktunya aku sendiri yang akan ke Afrika untuk mencarinya" gumam Stephen dengan melihat tangannya yang di penuhi darah
"Bos, selamat. karena sudah membalas dendam untuk Nona Kelly" ucap Micheal
"Masih belum puas, selagi pria itu masih belum mati di tangan ku" jawab Stephen yang menatap ke dua korban yang masih dalam kondisi terikat dengan tatapan penuh kebencian
"Buang mereka ke sungai untuk jadi santapan buaya" perintah Stephen dengan berjalan meninggalkan ruangan tahanan
"Siap Bos" jawab Micheal
Kantor Owen
Owen berada di dalam kantornya dan sedang berkumpul dengan beberapa rekan sekerja lainnya
"Pak, pembunuhan Ronald Chin sampai sekarang telah hilang jejak, seperti di telan bumi, apakah sudah meninggalkan kota ini?" tanya Jimmy yang sedang duduk di kantor Owen
"Setelah merampok bisa jadi mereka langsung pargi jauh, apalagi sampai mengambil nyawa orang mana mungkin lagi mereka hanya diam di dalam kota dan menunggu kita mencarinya" ujar Nicky
"Pak, aku dengar belakangan ini atasan kita sedang menyelediki keberadaan King Devil, semenjak kita ajak taruhan dia begitu giat untuk selidiki sendiri" kata Cavon
"Biarkan saja jika dia memang sanggup, biar dia tahu siapa yang dia hadapi nanti, kita sudah dua kali menghadapinya, dia beda dengan pembunuh lain, semua yang ku pantau para korbannya adalah dari kalangan manusia sampah kalau bukan pejudi maka perampok, bila atasan kita bertemu dengannya semoga saja dia berlapang dada tidak mengambil nyawa mereka, seperti 50 rekan kita hanya mati sia-sia di malam itu" lanjut Owen dengan duduk menyandarkan diri
"Tapi sudah sebulan King Devil tidak menampkan diri, kemana dia?" ujar Jimmy dengan penasaran
"Kenapa kau penasaran? apa karena tidak ada kabarnya kau malah menjadi tidak biasa?" tanya nicky dengan seraya bercanda
"Aku hanya penasaran dengan wajahnya, selama ini dia tidak menampakkan wajahnya" jawab Jimmy
"Apa kau tidak salah? yang namanya pembunuh mana mungkin menampakkan wajahnya" ucap Cavon
Klek
"Pak Owen" sapa rekan lainnya yang baru masuk ke kantornya
"Jasvin, ada apa?" tanya Owen dengan melihat ke arah rekannya itu
"Ada info jika malam ini atasan kita bersama rekan lainnya memburu King Devil" jawab Jasvin yang berdiri di depan meja
__ADS_1
"Berburu King Devil?" tanya serentak Owen, Jimmy dan lainnya
"Memang sudah tahu di mana posisinya?" tanya Owen dengan bangkit dari tempat duduknya
"Sepertinya iya, malam ini mereka mau ke sana" jawab Jasvin
"Pak, sasaran kita bukan lawan yang mudah, mereka belum pernah berhadapannya" ujar Nicky
"Mari kita ikuti mereka secara diam-diam, jangan sampai mereka tahu, aku malah merasakan firasat buruk jika mereka akan dalam bahaya" ucap Owen
"Mari kita bersiap" kata Jimmy
"Baik" jawab serentak Nicky, Cavon dan Jasvin
Malam hari
Di sebuah kediaman mewah yang sedang mengadakan acara pesta besar-besaran sedang terjadi pembunuhan, pesta itu di hadiri tamu dari kalangan atas serta bersama wanita penghibur
Para tamu yang hadir di sana bukanlah datang bersama pasangan mereka melainkan bersama wanita panggilan, pesta itu di sebut sebagai pesta ****. mereka yang berada di dalam pesta itu sedang menikmati minuman alkohol, mengisap sabu serta mabuk-mabukan dan berteriak, acara pesta ini sudah sering di adakan selama dua bulan ini, sehingga meresahkan para tetangga lainnya karena keributan yang mereka timbulkan.
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor..
"Aaarggttthhh" teriakan serentak mereka yang tubuhnya di tembus oleh peluru
Dor....dor....dor....dor...dor...
Tembakan tanpa berhenti mengenai semua tamu-tamu para pria dan wanita di dalam kediaman itu
"Aarrgghhh....,"
"Aaarrgghh...."
Terikan serentak pria dan wanita yang memenuhi dalam ruangan itu
"Si-siapa dirimu? kenapa ingin membunuh kami?" tanya salah satu tamu yang masih tersisa
"Karena kesukaan ku memang membunuh, kalian adalah sampah masyarakat yang meresahkan orang lain, dari pada kalian hidup bagus kalian mati saja" kecam King Devil lalu melepaskan tembakan ke kepala pria itu
Dor...
__ADS_1
Tembakannya menembus kepala pria itu dan langsung tewas dengan terkapar di lantai
"Jangan membunuh kami, jika kau ingin uang maka ambil saja" pinta mereka yang ketakutan sehingga gemetaran sambil duduk di pojokan sana
"Kalian takut dengan peluru ku? bukankah kalian sangat menikmati di saat mabukan? maka biarkan aku mengantar kalian ke dunia lain" kecam King Devil dengan senyum dan melepaskan tembakannya lagi
Dor...dor...dor....dor...dor...dor....dor...
Bunyi tembakan dilakukan oleh King Devil sehingga pelurunya menembus ke tubuh mereka masing-masing, dan sesaat kemudian mereka tewas dengan saling menindih di lantai itu
Tidak lama kemudian mobil-mobil para detektif tiba di depan kediaman mewah dan luas itu
Atasan Owen memimpin penangkapan di malam itu dengan membawa 10 mobil dengan 40 anggota bersenjata
"Datang lagi sekumpulan manusia tidak berguna" gumam King Devil dengan berjalan ke lantai 2 sambil mengisi peluru di senjatanya
"Semua berhati-hati dia ada di dalam" perintah Atasan mereka
"Pak, apa mereka semua sudah mati?" tanya salah satu rekannya
"Dengan sifat pembunuh itu dia tidak akan membiarkan sasarannya hidup, aku yakin mereka semua pasti sudah mati, kita akan masuk ke dalam, dan perhatikan setiap langkah kalian" ucap Atasannya yang sedang memegang senjata
"Siap Pak" jawab serentak anak buahnya yang sudah bersiap
Tanpa mereka sadari King Devil sedang mengamati mereka dari kamar lantai dua
"Semua yang datang sekitar 40 atau 50, bagus sekali, aku akan membuat kalian semua tidak sanggup untuk turun dari ranjang" gumam King Devil dengan senyum santai
Atasan Owen bernama Jorge berjalan masuk dengan berhati-hati ke dalam kediaman itu dengan di ikuti oleh 40 anggotanya
Di saat mereka masuk ke dalam kediaman itu mereka melihat jasad-jasad yang terkapar dengan darah berserakan di lantai, para korban yang tewas itu sekitar berjumlah 50 orang pria dan wanita.
"Ini kejam sekali, semua telah tewas" ucap salah satu dari rekan mereka
"Semua berhati-hati, mari kita berpencar" perintah Jorge dengan suara pelan
Mereka berpencar atas perintah atasan mereka, sambil memegang pistol di tangannya
Bab selanjutnya
__ADS_1
Jorge berhadapan dengan Kin Devil