Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
King Devil di tangkap


__ADS_3

Wanita cantik itu mencium bibir King Devil, sambil mendorongnya ke tembok kamar mandi itu dengan di sirami air shower yang masih nyala sehingga membuat tubuh wanita itu basah kunyup di seluruh tubuhnya


King Devil lalu mendorong kuat wanita itu sehingga menjauh darinya


"Apa kau sudah gila? keluarrr" bentak King Devil dengan mengambil handuk membalut tubuhnya


"Kenapa kau tidak bisa memberi kesempatan untuk ku?" tanya Wanita itu dengan mendekati pria itu lagi


"Aaarggtttt" jeritannya karena tangannya di genggam erat oleh King Devil


"Pergi sebelum aku membunuh mu, jangan sampai aku melihat mu lagi" ketus King Devil yang keluar dari kamar mandinya


"Bahkan aku yang sudah rela menyerah diri dia masih saja tetap menolak, apa aku begitu menjijikan baginya?" batinya dengan merasa kecewa


Di sisi lain pihak rumah sakit di sibukkan dengan para detektif yang terluka, tidak lama kemudian atasan Jorge dan Owen mendatangi ke rumah sakit setelah mendengar kabar banyak anggotanya yang terluka bahkan hingga ada yang tewas.


"Pak" sapa anggotanya yang sedang menunggu di depan ruang perawatan


"Bagaimana dengan mereka semua?" tanya atasannya yang bernama Andy


"Anggota kita ada luka ringan dan ada juga yang terluka parah"


"Berapa jumlah yang berkorban dalam penangkapan kali ini?"


"Sekitar 30 anggota akibat ledakkan"


"Sialan, seorang King Devil bisa membuat kita kesulitan, bagaimana dengan Detektif Owen dan Jorge?"


"Pak Owen terluka di tangan dan bagian perut, dan pak Jorge terluka di kedua kakinya dan telinganya di lukai oleh tembakan, serta di seret sehingga luka di seluruh tubuhnya, kulitnya terkelupas, kondisi nya cukup parah" jelas anggotanya dengan cepat


"Hampir sebagian anggota kita di kalahkan begitu saja. King Devil, jangan sampai aku mendapatkan mu jika tidak maka aku akan mengeluarkan usus-usus ku" kata Andy dengan mengepal ke dua telapak tangannya


"Kerahkan anggota kita untuk menyelidiki di mana posisinya" perintah Andy dengan tegas


"Siap Pak"jawab serentak semua anggotanya


"Pak, ada info" teriak salah satu anggota detektif yang berlari ke arah Andy


"Ada apa?"


"Pak, ada yang melihat kemunculan King Devil di suatu tempat"

__ADS_1


"Di mana tempat itu?"


"Dia pulang ke rumahnya, ada yang mengikutinya dari belakang di saat dia meninggalkan lokasi ledakkan tadi, dan dia sama sekali tidak menyadarinya"


"Bagus! cepat hubungi yang lain dan bersiap menangkap King Devil malam ini juga" tegas Andy sambil berjalan cepat dan meninggalkan rumah sakit


Di kantor detektif semua anggota sedang bersiap untuk beraksi menuju ke tempat tinggal King Devil, kali ini yang membawa para anggota adalah Andy yang adalah atasan dari Jorge


Andy di temani oleh 50 anggota detektif yang sudah di lengkapi senjata dan memakai rompi anti peluru, penangkapan kali sangat bahaya bagi mereka, bagaimana tidak selama ini para detektif telah banyak yang berkorban hanya demi ingin menangkap seorang pembunuh yang di incar selama 5 tahun


Semua mobil melaju menuju ke tempat tinggal King Devil


Di sisi lain King Devil yang berencana ingin keluar telah berpakaian rapi seperti biasanya dia menutupi wajahnya dengan masker hitam, dan mengenakan jaket kulit favoritnya. di saat dirinya ingin melangkah keluar dan membuka pintu lalu~βœ“


"Jangan bergerak" kecam para detektif yang berdiri di depan pintunya sambil menodong senjata ke arahnya


King Devil dengan bersikap tenang dan mundurkan langkah kakinya, para detektif melangkah masuk ke dalam rumah itu


"Kau adalah King Devil?" tanya Andy yang sedang menodongkan senjatanya dan berdiri di depan buronannya itu


"Apakah Anda adalah Andy? yang dulunya adalah salah satu pahlawan yang membunuh banyak perampok dan kemudian naik pangkat" kata King Devil


"Kau mengenal ku? kelihatannya yang kau tahu juga tidak sedikit" ujar Andy dengan senyum bangga


"Dan apa kau mengaku kalah jika pahlawan ini hari ini akan membawa mu ke kantor dan memenjarakan mu di sana?"


"Silahkan. dengan senang hati" ucap King Devil dengan bersikap tenang


Andy memborgol ke dua tangan King Devil, sementara King Devil hanya pasrah tanpa perlawanan


"Aku merasa bangga karena bisa menangkap mu dengan tangan ku sendiri" ucap Andy dengan merasa bangga


"Baguslah kalau begitu. Pak Andy, apa kau tahu aku ada permainan baru untuk mu, aku ingin kau menemani ku bermain bersama saat di kantor mu nanti"


"Apa pun permainan mu aku akan menemani mu untuk bermain bersama" jawab Andy dengan yakin


Andy dan anggotanya dengan mudah membawa King Devil pergi tanpa perlawanan, tentu saja hal ini adalah berita baik dan membangga bagi mereka, karena seorang pembunuh yang telah menjadi buronan mereka selama 5 tahun telah jatuh ke tangan mereka


Kantor Detektif


King Devil di kurung di penjara yang ada di dalam kantor sana untuk sementara, walau dirinya berada di dalam jeruji besi para anggota di sana tetap merasa waspada dan ketakutan melanda diri mereka.

__ADS_1


King Devil hanya duduk diam dan bersikap tenang sambil memejamkan matanya


"Hei...apa dia sedang meditasi ya? sudah dua jam dia duduk tidak bergerak" ucap salah detektif di sana


"Hati-hati saja, semakin dia bersikap tenang semakin menakutkan" jawab rekannya yang lain


"Dia adalah pembunuh profesional dan sudah berapa banyak yang tewas di tangannya"


"Selagi dia masih di sini perasaan ku tetap tidak tenang"


"Sama aku juga, semenjak dia di dalam sana seluruh tubuh ku gemetaran sampai sekarang belum berhenti"


"Aku sudah keringat dingin"


"Aku dari tadi mengigil seperti di serang malaria"


"Tenang saja, dia dalam penjara mana mungkin dia bisa beraksi, dia juga tanpa senjata"


"Eh..kenapa Pak Andy tidak membuka maskernya?"


"Walau atasan kita itu sombong tapi dia juga takut menyentuh dia"


"Kenapa? bukankah tadi dia yang memborgol King Devil?"


"Tapi dia keringat dingin setelah itu, lihat saja setelah membawa King Devil masuk ke penjara Pak Andy langsung masuk ke kamar kecil selama dua jam"


"Apa? dua jam? kenapa?"


"Dia keluar masuk toilet, ada rekan kita yang melihatnya, dan tubuhnya semua basah sehingga seragam yang di pakai jadi basah seperti orang kehujanan"


"Ternyata pengaruh orang ini sangat hebat, semua atasan kita masuk rumah sakit dan sisa yang ini sibuk keluar masuk toilet"


Beginilah perbincangan di antara mereka yang berada di dalam kantor.


Karena harus mengambil keterangan maka salah satu detektif yang bernama Simon pun memberanikan diri untuk mendekati penjara itu


"King-king de..vil, ke-kenapa kau mau ...membu..nuh o..rang?" tanya Simon dengan gugup dan gemetaran


King Devil tidak menjawab sepatah kata pun dan hanya membuka matanya dan menatap ke arah Simon yang sedang berdiri di luar jeruji besi itu


Bab selanjutnya

__ADS_1


Baku tembak terjadi di kantor detektif


__ADS_2