
"Aku memang gila, tapi kau lebih bejat sebagai seorang pria, dan aku hanya akan menyiksa orang yang telah menyinggung ku, sementara kau selalu saja berhubungan dengan wanita mana pun untuk memuaskan diri mu, dan sekarang apa kau masih bisa melakukannya?" ucap Stephen menghampiri Garred
"Bunuh saja aku" kata Garred yang sedang kesakitan
"Sudah ku katakan aku tidak akan membunuh mu, aku akan memberi satu kesempatan mu, untuk hidup setelah aku puas menyiksa mu" jawab Stephen dengan senyum dan tatapan iblis
"Apa lagi yang kau inginkan? aku sudah hancur, karier ku sudah berakhir" ujar Garred dengan mengeluarkan air mata
"Salah mu sendiri kalau karier mu hancur, jangan menyalahkan ku, ini semua salah mu, kau menghancurkan cita-cita mu sendiri, lagi pula kau sudah menikmati hidup mu selama ini dan sekarang sudah tiba saat nya kau harus menanggung atas perbuatan mu" ucap Stephen yang lagi-lagi menempelkan besi panas ke bagian bawah Garred
"Aaaarrrrrhhhhhhh" teriakan Garred yang lagi-lagi merasakan kesakitan yang luar biasa sesaat kemudian dirinya tidak sadarkan diri lagi
"Siram air, dan setelah sadar lempar ke belakang rumah" perintah Stephen dengan tegas dan kemudian melangkah keluar dari ruang bawah tanah itu
Sesuai perintah Stephen, Varlo mengambil sebaskom air dan siram Garred berkali-kali sehingga dia sadarkan diri, Varlo dan anggota kainnya melepaskan ikatan Merry dan Garred kemudian mengangkat mereka dan menuju ke hutan yang di belakang rumah mereka
Tiba di hutan
"Lepaskan aku..." pinta Garred yang sedang lemas tidak berdaya
Bruk...
Hentakan tubuh Garred dan Merry yang di lemparkan oleh mereka ke atas tanah
"Aartthhhhhh" jeritan Garred yang tergeletak tidak berdaya dengan wajahnya yang pucat pasi
Merry mulai menyadarkan diri saat merasakan hentakan kuat di atas tanah
"Aku...di mana...?" ucap Merry yang sedang sekarat dan tubuhnya yang berlumuran darah
"Aaarggttttt" jeritan Merry yang merasa kesakitan pada tubuhnya yang terluka parah itu
"Aku tidak mau mati di sini" ujar Garred yang menahan sakit pada bagian intinya dan berusaha untuk merangkak ingin pergi meninggalkan hutan itu
Aum.....aum....aum...aum...
Suara harimau yang tidak jauh jaraknya dengan mereka
Mendengar suara hewan itu Mata Merry dan Garred melihat ke arah suara itu berada
__ADS_1
Mereka di datangi oleh 4 ekor harimau besar yang siap ingin menyantap mereka berdua, membuat mereka ketakutan dan sudah tahu bahwa ajal sudah di depan mata
Mereka yang sama-sama terluka parah dan tidak sanggup lagi untuk berdiri apalagi untuk melarikan diri, mata mereka berbuka dengan besar akibat ketakutan melihat empat hewan besar itu mulai melangkah menghampiri mereka
Selangkah demi selangkah lalu~β
"Aaaargghhhttt" teriakan serentak mereka yang di terkam oleh para hewan pemakan daging itu..
Para harimau menerkam dan mengoyak tubuh mereka bagaikan santapan yang lezat bagi mereka
"Bos, lapor..mereka telah tewas jadi santapan harimau" kata Varlo yang tadinya sedang mengamati dari jauh
"Bagus, empat anak-anak itu tidak akan pernah melepaskan siapa pun yang di depan mata mereka" jawab Stephen dengan senyum
"Mereka dari bayi sudah kita beri mereka makan dan sekarang mereka semua sudah besar" ucap Varlo
Villa..
"Anton, di mana Stephen? awal pagi tadi dia sudah tidak ada" tanya Cherry yang sedang memasak di dapur
"Bos, ada urusan di luar, oleh sebab itu dia keluar pagi" jawab Anton dengan alasan
"Kalau hanya sebentar biasa bos memang tidak membawanya, itu sudah kebiasannya" jawab Anton yang sedang menikmati kopinya
"Gawat, bukankah foto nona Kelly yang di dalam dompet bos? apa pikiran Cherry di saat dia melihat foto itu? dan kemarin demi foto itu dia juga terluka parah apa dia sudah tahu siapa wanita itu?" batin Anton
"Ehm...Cherry, a..itu" ucap Anton yang ragu melanjutkan pertanyaannya
"Ada apa?" tanya Cherry yang menoleh ke arah Anton yang duduk di kursi dekat meja dapur
"Apakah bos masih menyimpan foto nona Kelly di dalam dompetnya?" tanya Anton dengan sengaja
"Bukankah selama ini Stephen menyimpan foto itu di dalam dompetnya" jawab Cherry
"Ah...iya..apakah kamu pernah bertanya pada bos siapa gadis itu?"
"Jika Stephen ingin memberitahu maka aku akan tahu, tapi jika dia tidak ingin mengatakannya maka aku tidak akan bertanya, tapi aku yakin kalau gadis itu sangat penting baginya" jawab Cherry tanpa menoleh ke arah Anton
"Hm...iya, kenapa kau tidak bertanya padaku siapa dia?"
__ADS_1
"Kau tidak akan memberitahu ku, karena dia adalah bos mu, lagi pula ini adalah hak Stephen aku tidak mau ikut campur" jawab Cherry dengan terus terang
"Di mana ada wanita yang sudi melihat pria yang dia cintai menyimpan foto wanita lain" batin Anton
Tidak lama kemudian Stephen pulang ke rumahnya dan menghampiri Anton dan Cherry yang sedang berada di dapur
"Cherry, apa yang kamu lakukan?" tanya Stephen yang melangkah ke dapur
"Bos" sapa Anton dengan sopan
"Stephen, kau sudah pulang, aku sedang menyiapkan makanan" jawab Cherry dengan menoleh ke arah Stephen
Stephen menghampiri Cherry dan mencium bibirnya sesaat
"Bukankah sudah ku katakan jangan bekerja dulu, kenapa kau tidak mendengarkan ku?" tanya Stephen dengan nada lembut
"Jangan menyuruh ku tidur lagi, aku sudah tidur selama semingguan ini, aku akan menjadi pemalas jika tidak bergerak, lagi pula ini hanya memasak dan tidak mengangkat berat" jawab Cherry dengan sambil sibuk dengan tangannya
"Baiklah, kalau begitu aku akan membantu mu" ujar Stephen dengan senyum mesra
"Iya" jawab Cherry dengan senyum
"Bos benar-benar beda di hadapan Cherry, gadis ini satu-satunya yang bisa meluluhkan hati bos yang selama ini beku, Cherry jika di saat itu kau tahu identitas bos apa kau masih akan bersamanya? jika saja kau memilih pergi aku tidak tahu apa yang akan bos lakukan pada mu" batin Anton
Setelah selasai makan Stephen dan Anton berada di salah satu ruangan yang luas, sedangkan Cherry sudah kembali ke kamarnya
"Bos, Micheal menghubungi ku tadi, dia mengatakan jika Owen dan lainnya sedang ribut ingin bertemu dengan mu" kata Anton
"Biarkan saja dulu" jawab Stephen dengan santai
"Kehilangan mereka mengemparkan seluruh kumpulan para detektif, sehingga di beritakan selama beberapa hari ini" jawab Anton
"Biarkan mereka sibuk dengan kehilangan Owen dan lainnya, para detektif pasti sangat sibuk dengan mencari keberadaan mereka dan King Devil
"Setelah kehilangan Owen mereka mencurigai jika semua ini ada hubungan dengan King Devil"
"Baguslah kalau begitu, tetap awasi saja tindakan mereka, beritahu aku jika mereka mendapatkan info tentang keberadaan Owen" ujar Stephen
"Aku rasa ini tidak mungkin, karena Owen di sembunyikan di tempat yang sangat terpencil, dan apa rencana kita dengan Owen?"
__ADS_1
"Aku masih belum memikirkannya, sekarang aku ingin mengatur penyerangan di afrika, dalam waktu dekat aku ingin berangkat ke sana, membalas semua dendam masa lalu, sudah 15 tahun lamanya, aku tidak mau menundanya lagi" jelas Stephen