
Kapal tempat kurungan Forlando, Hugan, Rian, Almond, Peter dan Kian, mereka telah dibawa secara paksa oleh Micheal dan anggota lainnya, diikat dalam posisi duduk di kursi masing-masing, dalam kapal tersebut terdapat sebuah televisi berukuran jumbo yang telah disediakan oleh Victor dan lainnya untuk rencana bos mereka
"Siapa kalian? kenapa mengikat kami disini? apa kalian tidak tahu siapa kami..ha?" bentak Almond dengan nada kesal
"Kalian berani sekali, apa ingin cari mati" ketus Rian
"Aku adalah komandan Forlando, siapa kalian?"
"Apa kalian bisa diam? atau mau aku tenggelamkan kalian ke laut? aku tahu siapa kalian, tapi didepan kami kalian adalah sampah masyarakat" ketus Victor dengan merasa kesal
"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Kian yang merasa penasaran
"Kami tidak menyinggung kalian sama sekali" ujar Peter
"Ingin tahu siapa kami? kalian akan segera mengetahuinya" kata Victor
"Bagaimana, apakah bom sudah dipasang?" tanya Victor kepada anggotanya
"Sudah Kak, sudah dipasang disetiap sisi kapal ini" jawab anggotanya
Mendengar kapal yang telah dipasang bom membuat mereka ketakutan dan merasa sangat cemas
"Kenapa kalian memasang bom? apa yang kalian inginkan sebenarnya?" tanya Hugan yang merasa cemas
"jika kalian ingin uang katakan saja" kata Peter
"Kami tidak menyinggungmu tapi kau malah membawa kami kesini, apa sebenarnya yang kalian inginkan?" tanya Almond yang sedang ketakutan
"Jika kau melepaskan kami sekarang juga, maka aku tidak akan menangkapmu, cepat lepaskan kami sekarang juga" perintah Forlando
"Apa kalian belum habis bicara?" tanya Victor dengan kesal
"Saudaraku, kalian berenam kemari" perintah Victor pada anggotanya
"Iya, Kak" jawab serentak 6 anggotanya
"Kalian masing-masing beri mereka 20 tamparan, agar tidak bicara lagi, jika mereka mengeluarkan suara lagi maka tampar lagi sampai mereka jera" perintah Victor dengan tegas
"Baik Kak" jawab serentak mereka semua
Enam anggota Victor menghampiri enam pejabat itu untuk melakukan tamparan terhadap mereka
"Jangan coba-coba berani menyentuhku" ketus Almond
Plak....plak....plak...plak...plak...plak...plak...plak..
Tamparan berkali-kali dilakukan oleh anggota Victor
"Hentikan" teriak Forlando yang menerima tamparan
Plak...plak...plak...plak...plak ..plak...plak...
Tamparan dilakukan mereka tanpa berhenti
"Aaaargghhhhhh" jeritan mereka berenam yang kesakitan
__ADS_1
Tamparan 20 kali harus diterima oleh enam pejabat itu yang sedang dalam kondisi terikat dikursi
Setelah 15 menit kemudian mereka pun menghentikan aksinya
Enam pejabat yang harus menerima tamparan itu merasa sakit diwajahnya, selain bengkak diwajah, mulut mereka juga mengeluarkan darah karena tamparan yang cukup kuat
"Jika kalian tidak mau kehilangan gigi kalian lebih bagus kalian diam saja" ucap Victor dengan memberi peringatan tegas
Setelah menerima tamparan mereka tidak berani bersuara sepatah katapun dan hanya bisa diam menahan sakit
"Kalau kalian bisa diam seperti ini tadi, maka kalian tidak perlu harus menerima tamparan sehingga membuat wajah kalian tampak begitu hancur" kata Victor dengan mengejek
"Kalian benar-benar sangat kaya, kapal pesiar ini sangat mahal tapi kalian sanggup untuk memilikinya, kelihatannya uang rakyat yang kalian makan sangat tidak sedikit" ujar Micheal
"Mereka membeli kapal ini tidak perlu mengunakan uang sendiri, semua uang itu adalah hasil dari korupsi" jelas Victor
"Akan tetapi sangat disayangkan bukan uang kalian tetap bukan milik kalian, karena kapal ini akan ikut hancur bersama kalian dilautan ini" kecam Micheal
"Apa maksud dengan ucapan mu itu?" tanya Almond
"Maksud kami adalah laut ini akan menjadi tempat akhir hidup kalian" jawab Victor
Malam hari
Mansion Han
Anton yang yang mengantar Jhon dan Aaron kepulau telah kembali kekota dan bertemu langsung dengan bosnya
"Bagaimana dengan Aaron apa dia menyukai pulau?" tanya Christian yang melihat foto dirinya bersama Cherry dan Aaron
"Pesan apa?"
"Tuan muda ingin bos dan nyonya cepat ke pulau, dia akan menunggu disana setiap hari"
"Putraku ini sangat pintar, aku tidak menyangka aku bisa memiliki istri yang setia dan anak yang pintar" ucap Christian dengan senyum bahagia
"Mereka akan menunggu kepulangan Bos"
"Anton, bagaimana dengan pesanku kemaren? apa kau sudah melihat ke sana?"
"Sudah Bos, tadi siang aku langsung kesana setelah mengantar Jhon dan tuan muda"
"Bagaimana menurutmu apa lokasi sana sangat cocok?"
"Pilihan Bos sangat tepat, itu akan menjadi tempat yang paling sesuai daripada ditempat terpencil kemarin"
"Segera perintahkan mereka melakukan tugas masing-masing, aku ingin segera siap tempat itu, karena tempat itu akan menjadi milik Barnard Han"
"Siap Bos' jawab Anton
"Bagaimana dengan enam ekor tikus itu?"
"Victor menghubungiku tadi, enam ekor tikus itu telah diikat dan mendapatkan 20 tamparan dari saudara kita" jawab Anton
"Aku tidak sabar untuk berkumpul dengan mereka besok"
"Para pendemo itu belum berakhir aksi mereka, hingga malam ini mereka masih berteriak didepan markas kepolisian itu, mereka yang didalam sama sekali tidak bisa keluar karena dikepung oleh para pendemo" jelas Anton
__ADS_1
"Mereka tidak bisa berkutik sama sekali, dan besok dunia akan tahu semuanya, bagaimana dengan rencana kita?apa semua sudah disiapkan?"
"Sudah Bos, dan aku yakin jika masyarakat melihatmu ini akan lebih mengemparkan'
"Pemerintahan ingin menjatuhkanku, lihat saja aku akan membuktikan jika mereka sangat gagal dan sudah diperdaya oleh para pejabat" ucap Christian dengan mengepal kepalan tangannya
"Anton, kamu sudah boleh pulang, besok temani Cherry disini, apapun yang terjadi jangan sampai dia mendatangi pelabuhan" perintah Christian
"Baik Bos" jawab Anton dengan menurut dan melangkah keluar dari ruangan kerja bosnya
Christian melihat foto keluarganya dengan tatapan yang sangat dalam
"Keluarga yang kucintai, kalian adalah pujaan dan buah hatiku" kata Christian yang memandang foto yang dipegangannya itu
Dimalam itu Christian tidur dengan sambil memeluk istrinya dengan erat, dengan tatapan penuh cinta terhadap gadis yang sudah terlelap dipelukannya itu
"Gadis ini yang membuatku tersentuh, gadis ini yang membuatku ingin menikahinya, gadis ini yang membuatku tidak ingin kehilangan, dan gadis ini juga yang membuatku tetap mencintai walau tanpa bisa menyentuhnya dan aku malah semakin mencintainya, pesonamu ini sangat membuatku mencintaimu sampai kapanpun, dan aku berharap bisa memelukmu setiap malam untuk selamanya. Cherry, kau datang ke kehidupanku di saat hidupku sedang kosong tanpa siapapun, dan pada akhirnya aku sudah mendapatkanmu, jika aku berhasil kali ini aku bersumpah tidak akan lagi membuatmu khawatir dan hanya akan membuatmu tersenyum bahagia selamanya" batin Christian
Keesokan harinya
"Christian, makan yang banyak ini semua Nicole menyiapkan untukmu" ujar Cherry yang sedang bersarapan bersama dengan suaminya
"Semua ini adalah makanan kesukaanku, apa kamu yang menyuruh Nicole memasaknya?" tanya Christian dengan senyum
"Iya, aku ingin memasak sendiri tapi tidak berdaya, dan aku hanya bisa memesan Nicole menyiapkan untukmu" jawab Cherry dengan merasa bersalah
"Cherry, terimakasih. apa kau tahu cintamu sangat penting bagiku, dan demi cintamu ini aku akan cepat pulang dan berkumpul dengan anak kita' ucap Christian dengan senyum
"Apapun yang terjadi kau jangan lupa jika aku dan Aaron sedang menunggumu" ujar Cherry
"Aku akan ingat dan aku akan selalu ingat. Cherry, aku mencintaimu" ucap Christian dengan menyentuh wajah istrinya
"Aku ingin kau menjadi sandaranku selamanya, jadi kau harus cepat pulang" ujar Cherry
"Baiklah, mari kita habiskan sarapan kita" jawab Christian dengan senyum dan menyuapi istrinya
"Iya"
Setelah selesai sarapan Christian pun melangkah pergi dari rumahnya
Saat dirinya ingin masuk ke mobil dia pun menoleh kearah istrinya yang sedang berada dipintu besar itu yang sedang menatap kearahnya
"Cherry, tunggu kepulanganku, aku mencintaimu, selalu mencintaimu walau apapun keadaanmu, sayang" batin Christian
Christian tersenyum melihat istrinya walau sebenarnya didalam hatinya itu merasa sangat berat, karena dirinya tidak tahu kepergiannya kali ini apakah bisa kembali ataupun tidak, hanya saja dia tidak ingin istrinya mengetahui isi hatinya
Setelah beberapa saat kemudian Christian pun pergi bersama Micheal, sementara Cherry hanya bisa memandang kepergian suaminya itu dengan menahan sedih
"Kamu pasti kembali untukku" gumam Cherry
Saat didalam perjalanan Christian memandang foto dirinya bersama Cherry dan Aaron
"Dengan foto ini aku merasakan kalian ada disisiku" batin Christian
Bab selanjutnya
Tayangan siaran Live dari kapal pesiar yang dilakukan Christian Han
__ADS_1