Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Kehancuran keluarga Angela


__ADS_3

"Apa kata mu? aku tidak mengerti?" tanya Paolo dengan heran


"Tidak perlu berpura-pura lagi di depan ku, di saat kau menodai seorang wanita kau tidak merasa bersalah, dan di saat kau meninggalkan wanita yang telah kau nikahi kau tidak merasa bersalah padanya, dan sekarang kau membela wanita ini mati-matian di depan kami, kau merasa tidak adil untuknya jadi apa kau pernah bertindak adil untuk Mama ku?" bentak Cherry dengan kesal


"Diam dasar kurang ajar, kau memang anak tidak berpendidikan sama sekali" bentak Angela dengan merasa emosi


"Aku memang tidak berpendidikan tinggi, tapi aku tidak pernah melarikan suami orang seperti diri mu yang tidak tahu malu" bentak Cherry dengan nada tinggi


"Kau?' ucap Angela yang terpotong


"Cherry, ini semua salah Papa, jangan menyalahkan Angela dan Sonnia" kata Paolo


"Paolo Capilo, jika bukan karena di tubuh Cherry mengalir darah mu aku sangat ingin mengambil nyawa mu, di dunia ini jika dalam sebuah pernikahan muncul orang ke tiga ini memang sudah salah besar dan sangat hina dan murahan, kalian memang sekeluarga yang tidak punya harga diri" bentak Stephen dengan kesal


"Perusahaan ku sudah kau hancurkan apa kalian masih tidak puas?" bentak Angela dengan emosi


"Tentu saja aku sudah puas, Angela wanita sombong yang suka merendahin orang kau memiliki status sebagai bos besar di perusahaan mu, tapi jika ada yang tahu kau menjadi penghancur rumah tangga orang tidak tahu apa pandangan mereka terhadapmu" kecam Stephen


"Apa maksud mu berkata seperti itu?" tanya Angela


"Maksud ku adalah jika mereka tahu kau merebut suami orang bagaimana reaksi mereka" jawab Stephen dengan tatapan tajam


"Stephen, apa kau ingin melihat kami semua kehilangan segalanya kau baru puas?" tanya Sonnia dengan merasa sakit hati dengan perbuatan Stephen terhadap keluarganya


"Benar, kehancuran kalian adalah kebahagiaan ku" jawab Stephen dengan berterus terang


"Stephen, aku ingin masuk ke dalam" kata Cherry dengan melangkah ke arah pintu besar


"Angela, Paolo Capilo, semua yang ku lakukan adalah untuk membalas semua perbuatan kalian terhadap Cherry, selagi aku masih hidup jangan berharap siapa pun yang bisa menyakitinya" kecam Stephen dengan tatapan aura membunuh dan setelah itu dirinya pun berpaling dari mereka dan melangkah ke arah pintu besar


"Stephen Chin, kau akan mendapatkan balasannya" teriak Angela yang merasa tidak puas

__ADS_1


"Pa, Ma. apakah kita sudah berakhir?"


"Perusahaan sudah di ambang kebangkrutan, semua pemegang saham sudah tarik diri, usaha ku selama ini hancur dalam sehari" ucap Angela dengan merasa sesak di dada


"Ini semua salah ku, jika saja dulu aku menjadi istri yang baik mungkin saja dia tidak akan begitu kejam pada ku, apalagi aku telah mengkhianatinya sehingga foto berada di tangannya, tentu saja dia mengunakan foto itu untuk mempermalukan ku" kata Sonnia dengan menyesal


"Kau salah, Sonnia. dia melakukan demi wanita itu, oleh karena itu dia sengaja membuat kita hancur, seharusnya kita membalas perbuatannya pada kita" ujar Angela dengan kesal


"Kalian jangan membahasnya di sini, mari kita pulang dulu" ajak Paolo dengan berjalan ke arah mobil begitu juga dengan Angela dan Sonnia


Setelah masuk ke dalam rumah Cherry seperti biasanya sibuk dengan tugasnya di dapur


"Cherry, apa kamu baik-baik saja?" tanya Stephen yang berjalan ke arah dapur


"Aku baik-baik saja, sudah biasa kalau berhadapan dengan mereka" jawab Cherry yang sambil sibuk dengan tangannya


Stephen berjalan menghampiri Cherry dan memeluknya dari belakang


"Stephen, mereka pasti sangat sedih harus kehilangan harta mereka"


"Ini adalah balasannya, Cherry. kita tidak perlu kasihan terhadap mereka"


"Aku tidak mengasihani mereka, mereka membuat Mama ku terluka di hatinya sehingga penyakitnya semakin parah, hanya saja kita tidak bisa sombong atas apa yang kita miliki saat ini, karena suatu saat semuanya akan lenyap begitu saja" ucap Cherry dengan menoleh ke arah Stephen dan berhadapan dengannya


"Cherry, percaya saja pada ku, mulai hari ini bergantunglah pada ku, siapa pun diri ku kau harus tetap di sisi ku" kata Stephen dengan menyentuh wajah Cherry


"Siapa pun diri mu? apa maksud mu?" tanya Cherry dengan penasaran


"Siapa pun diri ku yang kau cintai tetap aku" jawab Stephen dengan berharap Cherry tidak meninggalkan setelah mengetahui identitas sebenarnya


"Bukankah kamu adalah Stephen Chin, apa kamu masih memiliki identitas lain?"

__ADS_1


"Bukan begitu, aku hanya ingin kamu berjanji pada ku, siapa pun aku yang kau cintai tetap diri ku" ujar Stephen dengan mencium bibir Cherry


"Kenapa kau seperti menyimpan sebuah rahasia saja" ucap Cherry yang melepaskan ciumannya


"Apa pun rahasia ku kau hanya perlu percaya padaku, ini saja yang ku pinta" jawab Stephen dengan senyum dan melanjutkan ciumannya


Apartemen Jhon


"Aaargggtttthhh" teriakan Jhon dengan nada memenuhi dalam ruangan rumahnya


"Ah...sialan, kenapa sakit ini tidak juga menghilang? aku sudah mencoba beberapa jenis obat, tapi tetap tidak berhasil, tidak mungkin jika aku harus menanggung sakit ini selama hidup ku, anak ini mengunakan racun apa sebenarnya kenapa aku tidak bisa menyingkirkan racun ini?" gumam Jhon dengan wajah memucat dan keringat dingin


"Aku peracun iblis tapi bisa di kalahkan oleh gadis muda, ini memang kegagalan ku, Lionela seharusnya tidak tahu juga cara membuat racun ini, walau dia dulu bisa tapi setelah guru meninggal Lionela tidak menyentuh obat-obatan lagi, dan di saat dia menikah juga sama, jadi kenapa anak ini bisa menciptakan racun seperti ini? Ayahnya begitu bodoh tidak tahu menahu tentang racun tapi kenapa anak ini ilmunya malah melebihi Lionela?" gumam Jhon


"Tuan" sapa Alex yang baru masuk ke dalam aparteman Jhon


"Ada apa?" tanya Jhon dengan menahan sakit


"Tuan, hari ini keluarga Paolo pergi ke kediaman Stephen mereka bertengkar di sana, dan mengenai foto adalah perbuatan Stephen yang menyebarkannya"


"Mereka sudah saling kenal, apakah Cherry telah mengakui pria brengs*k itu?"


"Sepertinya hubungan mereka adalah musuh, Aku tidak bisa mendengar semua perdebatan mereka karena takut di ketahui, pagar Stephen ada memasang kamera oleh sebab itu aku hanya bisa melihat dari jauh, hanya beberapa kata yang bisa ku dengar"


"Mereka telah kehilangan segalanya, aku tidak peduli kenapa Stephen ingin menjatuhkan Paolo dan Angela dan ini adalah kepuasan bagi ku" ujar Jhon dengan senyum


"Sepertinya hubungan mereka tidak mudah, Sonnia berteriak seharian di depan rumah Stephen, kelihatanya wanita itu mencintai Stephen"


"Mencintai pria itu bukankah sama saja cari mati, pria itu penuh dengan misteri bahkan pamannya sendiri juga mati di tangannya, dia bukan hanya seorang pengusaha biasa, keluarga Paolo jika telah menyinggungnya maka ini hanya mencari masalah sendiri"


Bab selanjunya

__ADS_1


Cherry di culik oleh Jhon Wilster


__ADS_2