Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Angela di racuni


__ADS_3

"Anak kurang ajar, memang dasar anak dari kampung sama seperti Mama mu itu yang murahan dan tidak tahu mendidik mu, sehingga diri mu menjadi pengoda dan menghancurkan rumah tangga orang, pantas saja Papa mu ini membuang kalian ibu dan anak, karena Mama mu hanya wanita yang menyusahkan dan berpenyakitan, dia sama sekali tidak layak menjadi istri Paolo, kalian ibu dan anak sangat hina" bentak Angela dengan hinaan


Plak...


Tamparan kuat dari Cherry mengena wajah Angela


"Aarggtt" pekikan Angela yang kesakitan


"Cherry" bentak Paolo yang melihat istrinya di tampar oleh Cherry


"Kau..kau beraninya menampar ku?" ujar Angela


"Kenapa aku tidak berani? kau menghina Mama ku wanita murahan, padahal yang murahan itu adalah kau karena diri mu menjadi penghancur rumah tangga orang, pria di depan mu ini sudah memiliki istri dan anak, tapi kau wanita jal*ng yang tidak tahu malu malah mengodanya, kau menuduh ku menghancurkan rumah tangga orang, apa kau tidak salah? mengoda suami orang dan menghancurkan rumah tangga orang adalah kau sendiri" balas Cherry dengan kesal


"Cukup Cherry, jangan tidak sopan pada orang tua" bentak Paolo yang emosi


"Jangan mengajari ku tuan Capilo, kau bukan siapa-siapa ku lagi, aku di besarkan oleh Mama ku dan diri mu hanya pria yang hanya suka hidup bergantung pada wanita, yang satu wanita murahan dan satu lagi pria tidak tahu malu, kalian pasangan yang sangat serasi" bentak Cherry dengan emosi tinggi


"Cherry" bentak Paolo yang mengangkat tangannya dengan niat ingin menampar Cherry


"Kenapa? ingin menampar ku? apa kau tahu kau siapa? aku bukan putri mu lagi semenjak kau pergi dengan si pelac*r ini dan apa kau kira kau masih ada hak mengajari ku? coba saja jika kau berani menampar ku percaya atau tidak kau akan kehilangan tangan mu" kecam Cherry dengan tatapan penuh dengan kebencian


"Aaargggtt" teriakan Angela yang memegang wajahnya yang tadi di tampar oleh Cherry


"Angela, kenapa wajah mu begitu bengkak?" tanya Paolo yang menghampiri Angela


"Wajah ku sakit sekali, sakiittt" kata Angela dengan menangis kesakitan


"Kenapa bisa begini wajah mu, wajah mu sangat merah dan begitu besar bengkaknya"

__ADS_1


"Pasti wanita ini yang melakukannya, tadi dia menampar ku. Paolo, beri pelajaran padanya, cepaat"


"Cherry, apa yang kau lakukan terhadap wajah Angela?" teriak Paolo


"Racun" jawab Cherry


"Racun? racun apa yang kau buat?"tanya Paolo dengan cemas


"Tuan Capilo, bukankah di saat itu kau tertarik pada wajah wanita ini dan juga hartanya? dan sekarang wajahnya akan cacat seumur hidup apa kau masih mau bersamanya?"


"Kau..kau meracuni nya? Cherry, kenapa kau bisa tega melakukannya?" tanya Paolo


"Lalu apa kau bisa jelaskan kenapa di saat itu kau tega meninggalkan Mama ku yang sedang mengejar mu di saat kau pergi dengan wanita ini ? dan kau sama sekali tidak menyesalinya, dan kenapa kau tega pada anak mu yang saat itu baru berusia 5 tahun? kenapa kau tega menelantarkan anak istri mu demi wanita ini? apa kau bisa jelaskan pada ku?"


"Sakit sekali wajah ku, dasar murahan aku ingin membunuh mu" bentak Angela yang memukul-mukul tubuh Cherry


Bruk


"Jangan pernah menyentuh ku, dasar jal*ng" ketus Cherry


"Cherry, kenapa kau bisa begitu kejam? serahkan penawarnya sekarang juga" ujar Paolo


"Kejam? apa kau tidak kejam? tidak perlu beri makan anak istri mu selama ini, apa kau tidak kejam? biarkan istri mu yang sakit itu hidup melarat selama ini. kau hebat sekali Paolo Capilo bahkan untuk mengaku salah saja kau tidak pernah, wanita ini menghina Mama ku dan anaknya menyiksa ku kau tahu semuanya tapi kau hanya diam, kau menganggap ku tidak ada dan bukan anak mu, jadi kenapa aku harus bersikap lembut terhadap kalian?"


"Cherry, aku tahu ini salah ku, jadi berikan lah penawar untuk Angela" pinta Paolo dengan berusaha


"Tidak, aku ada penawar tapi aku tidak mau berikan, wajahnya hanya rusak tapi Mama ku harus menderita sakit sepanjang hidupnya, jadi luka wajahnya masih tidak sebanding dengan penderitaan Mama ku, dan semua terjadi ini karena kesalahan mu, asal kau tahu aku ke kota adalah untuk mencari mu untuk membalas dendam terhadap keluarga mu" bentak Cherry dengan emosi tinggi


"Cherry, ini adalah kesalahan Papa, jadi jangan salahkan Angela" jelas Paolo dengan merasa sedih

__ADS_1


"Tuan Paolo, anda sangat membela mereka sehingga tidak menyalahkan mereka, di saat wanita ini menuduh ku kau bahkan diam saja, tapi di saat aku menyalahkan mereka kau malah membela mereka. Tuan Paolo Capilo, Anda sangat bermuka tebal sehingga tidak berani menyalahkan wanita ini dan anaknya" balas Cherry dengan tatapan emosi


"Wajah ku sakit, sakit sekali" jeritan Angela yang menangis kesakitan sehingga berjongkok sambil memegang wajahnya


"Angela, angela, mari kita ke rumah sakit" ujar Paolo dengan memegang lengan Angela dengan membantunya berdiri


"Wanita sialan, lihat saja nanti jika wajah ku hancur maka hidup mu juga hancur" teriak Angela


"Lihat saja nanti siapa yang hancur, jangan mengira kau bisa menindas ku" ketus Cherry dengan kesal


Karena kesakitan yang di wajahnya Paolo pun segera membawa Angela pergi ke rumah sakit. sementara Cherry hanya menatap ke arah mereka dengan penuh kekecewaan karena mengingat kejadian Mamanya yang di tinggalkan oleh ayahnya itu


"Paolo Capilo, diri mu dan wanita itu melukai perasaan Mama ku, jika aku masih tidak membalas perbuatan kalian terhadap Mama ku maka aku tidak layak untuk hidup, wajah istri mu itu tidak akan sembuh lagi, lihat saja nanti ini hanya permulaan, aku akan membuat mu menyesal seumur hidup" batin Cherry


Tanpa Cherry ketahui selama pertengkarannya dengan Paolo dan Angela, Stephen dan Anton sedang melihat ke arahnya dari sisi lain.


Setelah mereka pergi Stephen pun menghampiri Cherry.


"Cherry" suara panggilan Stephen yang dari belakang Cherry


"Tuan"


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Iya," jawab Cherry dengan rasa kecewa


"Kenapa? seharusnya kau merasa lega karena bisa membalas perbuatan mereka untuk Mama mu"


"Tidak tahu mengapa aku merasa tidak senang sama sekali, setiap melihat mereka aku mengingat Mama ku yang harus menanggung penderitaan" jawab Cherry yang merasa sedih karena mengingat masa lalunya

__ADS_1


"Cherry, kamu harus ingat satu hal, jika ingin membalas maka jangan berhati lembut, jika kau merasa tidak tega maka mereka akan semakin berani menginjak mu, dan ingat kau bukan sendirian, jika butuh apapun kau bisa katakan pada ku, karena kau tidak sendirian lagi, hidup mu adalah tanggung jawab ku" kata Stephen yang mendekati Cherry dan memeluk gadis itu


__ADS_2