
"Bagaimana jika kita makan bersama?" ajak Paolo yang berusaha ingin membujuk anaknya itu
"Aku tidak lapar, lagi pula Stephen sedang menunggu ku aku juga masih sibuk, jika tidak ada urusan penting aku pulang dulu" jawab Cherry dengan tatapan benci
"Sebentar!" pinta Paolo yang menghadang Cherry
"Katakan saja apa mau mu?" ujar Cherry dengan nada tidak senang
"Cherry, Papa berharap kita berdua bisa makan dan minum bersama" sebut Paolo dengan sengaja ingin meluluhkan hati Cherry
"Jangan salah sebut. Tuan Paolo Capilo, kita tidak ada hubungan apa pun" kata Cherry yang menahan emosi
"Cherry, apa pun yang terjadi di dalam tubuh mu itu mengalir darah ku"
"Kau tahu di dalam tubuh ku mengalir darah mu tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan ku dan Mama?" tanya Cherry dengan merasa geram
"Aku menyesalinya" ucap Paolo dengan merasa sedih
"Menyesalinya? untuk apa? Mama ku sudah menderita karena menerima sakit dari mu, di saat dia menderita kau sedang hidup mewah dengan wanita lain, di saat aku di hina oleh anak-anak lain karena aku tidak memiliki Papa di saat itu kau sedang menjaga anak orang lain, kau lebih memilih menjaga anak orang lain dari pada anak sendiri, bahkan sampai sekarang kau juga lebih memilih anak orang lain dari aku yang mengalir darah mu" bentak Cherry dengan kesal
"Ini semua memang salah ku. Cherry, beri Papa mu ini satu kesempatan untuk menebusnya"
"Dengan cara apa?"tanya Cherry dengan emosi
"Uang atau kasih sayang?"tanyanya lagi
"Apa pun yang kau mau"
"Jangan berpura-pura memasang muka kasihan di depan ku, aku tidak butuh sepersen uang pun dari mu, dan aku juga tidak butuh kasih sayang dari mu, karena kau tidak pernah menganggap ku, hari ni kau datang hanya demi keluarga tercinta mu itu kan?"
"Cherry, Papa tahu mereka salah besar, tapi Papa bisa menebus kesalahan mereka, beri mereka kesempatan" pinta Paolo dengan memohon
"Paolo Capilo, jika aku beri kesempatan pada mereka maka siapa yang memberi Mama ku kesempatan? apa kau ada beri dia kesempatan di saat kau memilih wanita itu? dan siapa beri kesempatan untuk ku di saat anak mu itu menyiksa ku? kenapa kau selalu saja memihak mereka? walau tubuh ku mengalir darah mu jadi kenapa memangnya? apa aku harus bangga? jika bisa aku ingin membuang darah kotor di dalam tubuh ku ini" ketus Cherry dengan emosi dan ingin berjalan pergi ke arah lain
"Cherry, Cherry, katakan saja apa mau mu?" ucap Paolo yang ikuti langkah Cherry
__ADS_1
"Apa kau tahu apa yang ku mau?" tanya Cherry dengan menghentikan langkahnya
"Katakan saja apa mau mu, semua akan ku berikan"
"Penderitaan kalian sekeluarga, itu yang ku mau, karena selama ini aku dan Mama ku sudah sangat menderita, jadi aku hanya ingin kalian merasakan apa telah kami rasakan selama ini" jawab Cherry dengan kesal
"Cherry, Angela sudah menderita di wajahnya karena di racuni oleh mu dan Sonnia juga sudah mendapat balasan, apa semua ini masih belum cukup?"
"Angela cacat di wajahnya tidak seberapa jika di bandingkan dengan Mama ku yang sakit di hatinya karena suaminya di rebut oleh dia, sementara Sonnia dia mencari masalah sendiri ini urusan mu sama Stephen bukan aku yang menyiksanya, ada lagi istri mu itu sangat luar biasa dia barusan mengutuskan 4 pria untuk menangkap ku jika bukan karena ada yang menyelamatkan ku maka aku sudah pasti sudah jadi korbannya"
"A-apa? dia benar-benar mengutuskan orang untuk menculik mu?"
"Kenapa? apa kau sudah tahu rencananya? tapi kau tidak menghalangnya dan malah membiarkan begitu saja?" bentak Cherry dengan emosi
"Tidak, Papa tidak menyangka jika dia serius melakukannya" ucap Paolo dengan tidak menyangka
"Dia adalah istri mu yang ingin melukai anak mu ini, dan anak tiri mu yang tidak ada hubungan darah dengan mu itu juga menyiksa anak mu yang memiliki hubungan darah dengan mu. Paolo Capilo, setelah kau dan istri mu itu melukai Mama ku, dan sekarang giliran kalian sekeluarga juga ingin melukai ku, jangan berharap aku akan tinggal diam, aku bukan Mama ku yang bisa di lukai begitu saja, ingat kata ku aku datang ke kota untuk membalas semua perbuatan kalian terhadap Mama ku" kecam Cherry dengan tatapan yang penuh dengan kebencian
"Cherry, apa dendam mu begitu dalam?"
Paolo yang berusaha ingin membujuk anak kandungnya itu akan tetapi niatnya telah gagal, sifat Cherry yang sangat benci dengan ayahnya itu membuatnya tidak bisa menerima bujukan dari sang ayahnya itu
"Anak ini sangat benci dengan ku, apa pun yang ku katakan dia tetap tidak akan mendengarkan ku, jadi bagaimana caranya agar aku bisa menolong Angela dan menyelamatkan Sonnia?" gumam Paolo dengan raut wajah yang sedih
Kediaman Chin
Cherry kembali rumah Stephen dengan raut wajah yang tidak senang karena mengingat kejadian tadi
"Cherry, sudah pulang?" sapa Stephen yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Cherry
"Stephen, iya"
"Wajah mu kenapa murung saja? apa ada masalah di jalan?"
"Di saat aku mau pulang aku di..?" kata Cherry yang terhenti ucapannya
__ADS_1
"Bagaimana aku mengatakannya? jika aku bilang di culik maka dia pasti heran bagaimana caranya aku bisa lolos, aku sudah berjanji dengan King Devil agar tidak mengatakan pada siapa pun jika aku mengenalnya" batin Cherry
"Cherry, apa yang kamu katakan?" tanya Stephen dengan suara lembut
"Maksud ku tadi di saat aku pulang bertemu dengan Paolo" jawab Cherry yang langsung beralih topik
"Dia mencari mu lagi, untuk apa? apa dia meminta mu untuk beri penawar?"
"Iya"
"Lalu apa kau berikan padanya?"
"Tidak, luka di wajahnya itu tidak seberapa jika di bandingkan luka di hati Mama ku" jawab Cherry yang mengingat Mamanya
"Cherry, kau melakukannya dengan betul, jika ingin balas maka balas sampai tuntas, jika dia membuat mu sakit maka balas dengan cara membuatnya sakit dengan berlipat ganda" kata Stephen
"Apakah aku sangat kejam?"
"Tidak, kau hanya melakukan yang seharusnya, ini semua demi Mama mu, jadi kau tidak salah, jadi ingat jika ingin balas maka jangan berhenti di tengah jalan" ucap Stephen dengan nada tegas
"Iya, aku mengerti"
Malam hari
Rumah sakit
Seorang pria mendatangi rumah sakit yang di mana Angela di rawat, pria itu berjalan menuju ke kamar Angela yang di saat itu tanpa di temani oleh siapa pun..
Klek
Bunyi pintu yang di buka pria itu.
Pria itu dengan tatapan kejam menghampiri Angela yang sedang ketiduran..
"Angela" suara panggilan pria itu dengan senjatanya menyentuh tubuh Angela
__ADS_1
Mendengar suara panggilan tersebut Angela membuka matanya dan menoleh ke samping dan mendapati sepasang mata yang sedang menatapnya dengan tatapan aura membunuh