
" Apakah mereka sudah berhasil mendapatkan kumpulan ular cobra?" tanya Nicky dengan penasaran
"Ini masih belum di pastikan jika mereka dari ular cobra, ini masih di selidiki, penembakan sudah terjadi selama seminggu, mereka sangat ramai anggotanya oleh sebab itu pihak kepolisian mencurigai jika mereka dari ular cobra" jawab anak buahnya itu
"Di san fransisco hanya mereka kumpulan terbesar jadi tidak heran jika ular cobra paling di curigai" ucap Jimmy
"Aku akan bertemu dengan komandan" kata Owen yang melangkah keluar dari kantornya
"Hei...jika kita kesana apa kita bisa kembali kesini lagi?" tanya Calvon yang memandang Jimmy dan Nicky
"Tidak tahu juga, kali ini kita ke sana bukanlah menangkap perampok atau pembunuh melainkan kumpulan ular cobra, jadi hidup mati kita juga tidak pasti" jawab Jimmy
Setelah beberapa menit kemudian Owen tiba ke kantor Forlando
"Owen, ini tiket yang sudah di siapkan kau akan pergi dengan tim" kata Forlando dengan memberikan 4 lembar tiket
"Pak, apakah sarang ular cobra sudah ketahuan?" tanya Owen yang duduk berhadapan dengan Forlando
"Tidak tahu juga, selama seminggu di san fransisco terjadi penembakan antar mafia, kita tidak tahu mereka dari mana, dua kumpulan itu cukup ganas mereka memiliki sejumlah anggota dan senjata, karena baku tembak itu membuat pihak kepolisan turun lapangan banyak yang pergi dan banyak yang tewas, kumpulan yang sudah menang mereka di curigai adalah kumpulan ular cobra karena memang sangat ganas" jelas Forlando
"Ini baku tembak antara kelompok mafia" ujar Owen
"Benar! banyak jatuh korban dari pihak kepolisian mau pun dari kumpulan mereka dan sampai saat ini masih belum berhenti, sudah ratusan rekan kita yang turun lapangan dan kebanyakan tewas di tempat" jawab Forlando dengan mengeleng-geleng kepalanya
"Ini adalah baku tembak terbesar" kata Owen
"Owen, apa kau sudah bersiap-siap, dan bagaimana dengan tim kamu apakah mereka sudah bersiap?"
__ADS_1
"Kami selalu bersiap, lagi pula ini tanggung jawab kami" jawab Owen yang bangkit dari tempat duduknya
"Owen, kali ini kami berharap pada mu, atasan mengatakan jika kalian berhasil maka kalian akan mendapat penghargaan khusus untuk mu dan juga tim kamu" ucap Forlando yang juga bangkit dari tempat duduk
"Pak komandan, kami akan berusaha menghapus kelompok mereka tidak peduli dari mana mereka datang" jawab Owen dengan hormat
"Baiklah Owen, kami bergantung padamu" jawab Forlando hormat
San fransisco
Mansion Han
Para pelayan rumah sedang bekerja membersihkan salah satu ruangan, ada yang membersihkan barang-barang pajangan di lemari, meja, lantai dan juga jendela serta membersihkan vas-vas bunga yang ada di sana, di saat mereka sedang sibuk dengan tugas masing-masing mereka juga sibuk saling bergosip
"Hei...belakangan ini tuan jarang pulang, apakah ada masalah di luar?" tanya pelayan 1
Tanpa mereka sadari Cherry yang mengunakan kursi roda sedang melewati ruangan itu dan mendengar semua percakapan mereka
"Aku curiga jika tuan ada wanita lain" kata pelayan 3
"Kenapa kau berkata demikian? nanti di dengar oleh nyonya" ujar pelayan 4
"Kau jangan salah, lihat saja selama 3 tahun ini tuan sudah merawat nyonya tapi nyonya masih belum sembuh, tentu saja tuan kewalahan apalagi tuan pasti membutuhkan kebutuhan biologis, sayang sekali jika tuan yang begitu sempurna memiliki istri yang cacat, walau cantik juga tidak berguna jika tidak bisa memuaskan suami di atas ranjang" ketua pelayan 3
"Sebenar tidak salah juga jika tuan main wanita di luar karena nyonya harus sadar diri dia tidak bisa apa-apa lagi, jika tidak bisa memuaskan suaminya tentu cinta mereka lama-lama akan pudar" ujar pelayan 5
"Tapi mereka selama ini baik-baik saja, tuan juga sangat sayang kepada nyonya, jadi mana mungkin tuan tega melakukan hal miring di luar" kata pelayan 1
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu jika nyonya cacat karena ledakan demi ingin melindungi tuan juga, jadi tentu tuan merasa berhutang budi dan hanya bisa menjaga istrinya yang sudah cacat karena dirinya, tuan bisa saja melakukan di luar tanpa di ketahui oleh istrinya demi menjaga perasaannya" ujar pelayan 3
"Benar juga, bayangkan saja hampir 4 tahun nyonya hanya bisa duduk di kursi roda, dan aku juga sering melihat nyonya menangis dengan diam-diam di saat dia mencoba untuk mengerakan kakinya tapi gagal" lanjut pelayan 5
"Sudahlah jangan gosip lagi, ini juga bukan salah nyonyakan, semua ini terjadi karena demi tuan makanya jadi begini" ucap pelayan 2
"Karena demi tuan makanya nyonya jadi cacat, jadi tuan merasa bersalah dan terpaksa menjaga istrinya yang sudah tidak mampu, bayangkan saja dalam rumah tangga jika tanpa hubungan intim apakah akan bahagia? apa lagi tuan adalah pria normal setiap malam hanya bisa tidur bersama istrinya yang macam patung tentu tuan merasa kecewa di hati, hanya saja karena tidak ingin melukai nyonya maka dia bertahan, tapi aku yakin tuan lama-lama pasti akan bosan juga dan bisa berpaling ke wanita yang lebih cantik dan bisa melayaninya di atas ranjang" kata pelayan 5
"Sudah jangan di teruskan lagi, nanti di dengar nyonya" kata pelayan 1
"Memang kenapa jika dia mendengarnya? untuk apa kalau dia cantik tapi sudah tidak bisa di gunakan oleh suaminya, di luar masih banyak wanita yang cantik yang pantas bersama tuan, lihat saja selama ini tuan selalu saja menjaga dan merawatnya sudah di anggap beruntung karena tidak di ceraikan" ketus pelayan 5
"Sudah cukup, jika di dengar oleh nyonya kita bisa di pecat" ujar pelayan 2
"Kenapa harus takut sama wanita cacat? statusnya sebagai istri saja belum tentu bisa bertahan, lihat saja belakangan ini tuan sudah banyak berubah, dia jarang di rumah, pulang saat tengah malam dan pergi pagi-pagi, pria kalau sudah begini itu tandanya dia sudah mulai memiliki wanita lain di luar" ketus pelayan 5
Cherry yang berada di luar mendengar semua ucapan dari para pelayannya hanya bisa diam dengan merasa sakit bagaikan di tusuk belati, hinaan dari belakang mengenai dirinya tentu saja membuatnya merasa sedih yang cukup mendalam
Cherry lalu pergi dengan menekan tombol kursi rodanya sambil menahan air mata
Di sisi lain Nicole telah mendengar semua ucapan para pelayan itu dan dirinya pun memerhatikan Cherry yang pergi dengan kekecewaan, selama ini bisa dikatakan Nicole yang selalu membantu Cherry untuk mengurus Aaron
"Apa kalian sudah selesai bekerja? tuan mengaji kalian untuk bekerja bukan untuk bergosip, kalian harus sadar diri kita adalah pekerja di sini, lakukan saja tanggung jawab kita, jangan ikut campur urusan rumah tangga orang lain" bentak Nicole dengan tegas
"Iya" jawab serentak mereka dengan menurut
Sesaat kemudian Nicole melangkah pergi ke arah kamar yang di mana Cherry sedang berada
__ADS_1
"Semua ucapan mereka sangat menyakitkan nyonya, di mana Tuan dan Anton sebenarnya?" batin Nicole