Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Gadis cantik menjadi pelampias Christian


__ADS_3

Sesaat kemudian Anton melangkah keluar dari Mansion bosnya dan dia langsung menghubungi seseorang di seberang sana


"Nancy, malam ini kita bertemu" kata Anton dengan temannya yang di seberang sana


"Anton, ada apa?" tanya Nancy yang di seberang sana


"Bukankah selama ini kau ingin mencari pria kaya walau sudah berumah tangga kau juga mau?"


"Iya, memangnya ada yang kau kenal?"


"Bos aku, apa kamu mau?"


"Wah, apakah bos mu yang tampan itu? bukankah dia masih memiliki seorang istri?"


"Iya, tapi itu urusan keluarganya kau tidak usah peduli, malam ini pakailah baju yang sopan, jangan terlalu terbuka, buatlah penampilan mu yang sederhana agar bisa menarik perhatian bos ku"


"Baiklah terima kasih Anton, aku yakin malam ini bos mu pasti akan suka padaku"


"Bos aku beda dengan pria lain, reaksi mu biasa-biasa saja jangan mengodanya, biar saja dia yang mengajak mu jika dia menyukai mu, jika tidak maka jangan coba-coba melakukan hal yang aneh"


"Iya aku mengerti, aku akan ikut kata mu"


Setelah beberapa saat kemudian Anton memutuskan panggilannya


"Mudah-mudahan bos tidak mengambil nyawaku malam ini, kalau dia suka maka nyawa ku akan aman-aman saja, tapi nyonya pasti bersedih, cinta mereka berdua memang sangat mengagumkan sama-sama memikirkan perasaan pasangannya sehingga rela berkorban walau harus menderita" batin Anton


Malam hari


Di sebuah restoran yang sudah di atur oleh Anton untuk pertemuan Christian dan Nancy


Di malam itu Nancy yang sudah datang dari awal sedang menunggu kedatangan Christian, Nancy memakai baju ketat berwarna pink dan rok di atas lutut, dengan pakaian ketatnya menampakan tubuhnya yang sangat ramping dan bagian dadanya yang sangat menonjol, Nancy adalah gadis berusia 20 tahun yang memiliki paras yang manis dan anggun


Tidak lama kemudian Christian melangkah masuk ke restoran mewah itu, di saat itu Nancy langsung menghampiri Christian yang sedang melihat kesekeliling sana untuk mencari keberadaan Anton


"Tuan, apakah Anda adalah bos Anton?" tanya Nancy dengan senyum manisnya yang mengoda


"Kau siapa?" tanya Christian dengan bersikap dingin


"Aku adalah teman Anton, dia tidak bisa datang karena mobilnya rusak di tengah jalan, selain itu handphonenya juga kehabisan baterei makanya dia ingin aku datang untuk menyampaikan kepada Anda jika dia tidak bisa datang" jawab Nancy dengan sopan

__ADS_1


"Iya sudah kalau begitu" jawab Christian dengan cuek dan ingin melangkah pergi


"Tuan sebentar" pinta Nancy


"Ada apa lagi?"


"Itu..ini sudah malam apa Anda bisa tolong antar aku pulang ke rumah, di sini aku tidak tahu jalan dan aku juga tidak berani memanggil taksi, aku takut bertemu dengan orang jahat" jawab Nancy dengan alasan


"Dasar merepotkan, sialan Anton lihat bagaimana aku menghukum mu besok" batin Christian


"Karena kau datang menemui ku karena si brengs*k itu, maka aku akan mengantarmu kali ini, anggap saja aku tidak berhutang padamu" jawab Christian dengan cuek dan berjalan menuju ke mobilnya


"Terima kasih Tuan" ucap Nancy dengan sopan


"Yes..aku berhasil langkah pertama" batin Nancy


Mansion Han


Cherry yang sedang duduk di kursi roda yang di samping tempat tidur putranya sambil melihat Aaron yang sudah ketiduran


"Anak yang lucu, kau adalah buah hati yang sangat penting bagi mama, tidak tahu bagaimana dengan pertemuan papa mu dengan wanita itu" gumam Cherry


Di sisi lain Christian mengantar Nancy pulang ke rumahnya, di saat lampu merah Christian harus menghentikan mobilnya, sepanjang perjalanan Christian tidak menoleh ke wanita cantik yang duduk di sampingnya itu, sementara Nancy berusaha ingin menarik pandangan pria tampan yang bersikap cuek di sepanjang jalan itu, dengan menaikan rok pendeknya sehingga menampakan paha seksinya


"Dia sangat dingin, walau aku sudah menaikan rok ku tapi dia masih tidak melihatnya" batin Nancy


"Tuan, aku merasa panas sekali, apa aku di izinkan membuka baju ku?"


"Jika kau berani buka baju di depanku maka aku tidak akan sungkan untuk melempar mu ke jalanan" kecam Christian dengan tanpa menoleh ke arah gadis itu


"Maaf" ucap Nancy


"Hufff, bagaimana caranya agar bisa buat dia langsung tertarik padaku ya?" batin Nancy


"Tuan, sepertinya aku memang demam, tubuhku panas sekali, apa bisa tolong memeriksa ku" kata Nancy yang langsung menarik tangan Christian menyentuh di bagian pahanya yang mulus dan seksi itu


Christian yang merasakan paha gadis itu lalu dirinya pun tersenyum dan mendekati Nancy


"Aku rasa kau bukan demam, melainkan ingin aku memuaskan mu, bukan?" tanya Christian dengan merobek semua pakaian Nancy sehingga menampakan pakaian dalamnya

__ADS_1


"Tuan, Anda sangat tidak punya kesabaran" ucap Nancy


"Iya aku memang tidak punya kesabaran, terutama pada wanita yang ingin mendapatkan tubuhku" jawab Christian dengan senyum


Tidak lama kemudian Nancy berteriak kesakitan atas perlakuan Christian yang


melakukan keinginannya tanpa berhenti


"Aaaarrhhhh, sakiiiit" teriakan Nancy yanh mengeluarkan air matanya


"Diam, bukankah kau ingin memuaskan ku, aku sudah lama tidak melakukannya, jadi malam ini aku ingin melakukannya sampai aku puas" bentak Christian dengan kesal


"Tuan, tolong sakit sekali" teriak Nancy yang tidak berdaya


"Tolong hentikan" tangisan Nancy yang harus menahan sakit selama aksi Christian terhadapnya


Selama satu jam akhirnya Christian puas melakukan keinginannya dan lalu dia pun membuang wanita itu ke jalan dalam kondisi yang terluka parah


"Aku sudah puas denganmu, dan jangan pernah muncul di hadapan ku lagi" kecam Christian yang melempar semua pakaian Nancy yang telah robek di buatnya, dan kemudian dirinya pun meninggalkan Nancy di jalan yang hanya mengenakan pakaian dalamnya yang di penuhi oleh darah


Nancy yang sekarat lalu berusaha menghubungi Anton yang di seberang sana


"Hallo Nancy, bagaimana apakah bos ku tertarik padamu?"


"Anton" tangisan Nancy yang kesakitan


"Ada apa denganmu, kenapa kau menangis?"


"Apa bos mu gila ya? dia bukan saja tidak mau menyentuhku tapi dia merobek semua pakaianku dan menyayat seluruh tubuhku dengan pisaunya sampai satu jam, sakit sekali" ucap Nancy yang menangis histeris


"Apaaaa? dia melukai mu dengan pisaunya? memang apa yang kau lakukan padanya kenapa dia bisa marah besar?"


"Aku hanya menarik tangannya menyentuh paha ku"


"Masih beruntung usus mu masih nyangkut di dalam tubuhmu, bos aku tidak bisa di goda, kan siang tadi sudah ku ingatkan jangan macam-macam dengannya"


"Sakit sekali, cepat datang, semua tubuhku cacat dibuatnya, apakah bos mu itu tidak normal ya, dia lebih memilih melukai ku dari pada menyentuh ku"


"Bos ku adalah pria normal, hanya saja dia tidak bisa di goda, jadi walau kau tanpa pakaian di hadapannya yang ada kau menjadi korban kekerasan darinya"

__ADS_1


__ADS_2