
Di malam itu Cherry membolak balikkan badannya karena tidak bisa memejamkan matanya. lalu dia pun bangkit dan duduk di kasur sambil menepuk pelan kepalanya
"Kenapa aku malah tidak bisa tidur? bukankah ingin menjaga jarak dengannya? lalu untuk apa lagi aku merasa tidak sanggup? lagi pula dia juga tidak akan merasa berat jika tanpa ku di sini, dia malah bisa mencari wanita lain." kata Cherry dengan merasa kecewa dan sedih
"Sudahlah Cherry, jika kau tidak lebih tegas maka pada akhirnya kau yang akan tersakiti, ini akan lebih baik jika tidak bertemu dulu, jika tidak begitu maka tidak akan tahu seberapa dalam perasaan ku padanya dan bagaimana pula dengan perasaannya pada ku" batin Cherry
Di sisi lain Stephen sedang berada di ruangan bacanya sedang memasang sesuatu ke dalam jam tangan yang di pegangnya, tidak tahu apa niatnya memasang sebuah alat ke dalam jam tangan tersebut
Keesokan harinya
Cherry keluar dari kamarnya sambil membawa koper dan menuju ke ruang tamu, di saat itu Stephen telah menunggunya di ruangan tamu
"Cherry, mari sarapan dulu baru berangkat" ajak Stephen
"Papa, sudah dalam perjalanan ke sini, tidak sempat lagi" jawab Cherry
"Pakai ini" kata Stephen memakaikan jam tangan ke tangan Cherry
"Kenapa tiba-tiba memberi ku jam tangan?" tanya Cherry dengan heran
"Aku hanya ingin kau ingat waktu makan dan istirahat, dan jika kau melihat ini maka kau akan ingat pada ku" jawab Stephen dengan senyum
"Aku bukannya pergi selamanya dan hanya pulang ke rumah sendiri saja"
"Tapi kau tidak berada di sisi ku, oleh sebab itu jaga diri mu baik-baik, gadis ku" ucap Stephen mengecup dahi kekasihnya
"Aku tahu, aku pergi dulu" ujar Cherry dengan melangkah ke arah pintu
"Aku akan mengantar mu keluar" kata Stephen yang membawakan koper dan sambil memegang tangan Cherry
"Ingat pesan ku selalu pakai jam tangannya, jangan di lepaskan kemana pun kau pergi"
"Iya, akan ku ingat" jawab Cherry
Tidak lama kemudian Jhon datang dengan mengendari mobilnya, Cherry lalu berangkat bersama ayahnya menuju ke desa.
Setelah Cherry pergi Stephen pun langsung masuk ke mobilnya dan menuju ke kediaman tim kumpulannya
__ADS_1
Setelah setengah jam kemudian Stephen tiba di kediaman itu
"Bos" sambut serentak anggotanya dengan menyambut kedatangan Stephen
"Bos, mereka ada di dalam" kata Micheal yang keluar menyambut kedatangan Stephen
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mereka" jawab Stephen dengan melangkah masuk ke dalam
Stephen berjalan ke ruang tahanan dengan di temani oleh Micheal dengan niat ingin bertemu dengan Vivian dan Carlos yang tidak lain adalah temannya Kelly
"Bos" sapa serentak anggotanya yang berada di dalam ruangan itu
"Bos, mereka ada di sana, sesuai perintah Anda sudah kami siksa" kata salah satu anggota Stephen
Vivian dan Carlos telah di ikat kedua tangan mereka ke belakang dengan tubuh bersimbah darah karena menerima penyiksaan dari anggota Stephen
Vivian dan Carlos membuka mata mereka dan melihat pria yang ada di depannya dengan merasa ketakutan yang mendalam dan gemetaran di seluruh tubuhnya
"Carlos, Vivian, apa kalian masih mengenal ku?" tanya Stephen
"Christian Han?" ucap Carlos dengan kondisi yang sudah sekarat
"Tolong ampuni kami" pinta Vivian dengan dengan merasa sakit di sekujur tubuh akibat luka pada tubuhnya yang terkena Besi panas
"Ampuni kalian? kalian berdua adalah temannya Kelly tapi kalian malah menjebaknya dengan membawanya ke pria brengs*k itu, dan menyebabkan dia di perk*sa dan kemudian membunuh diri, apa kalian mengira kalian pantas untuk hidup?" ketus Stephen dengan merasa dendam
"Ini salah kami karena karena bersikap serakah, ini salah kami" kata Vivian dengan menyesalinya
"Mengaku salah sudah terlambat, demi uang kalian mengkhianati teman, kalian sudah mengenal ku bukan? jadi tentu kalian sudah tahu cara ku untuk menghukum tahanan ku" kecam Stephen
"Ti-tidak, aku mohon pada mu, perintah saja aku untuk melakukan apa pun, tolong jangan menyiksa ku" pinta Carlos dengan menangis histeris
Stephen memegang pisau yang tajam dan menempelkan ke tubuh Carlo
"Mohon? aku ingin nyawa kalian, Kelly menerima siksaan sebelum dia meninggal, dan sekarang aku ingin kalian menderita sama seperti dirinya" kecam Stephen dengan mulai melukai bagian dada Carlos
"Kak Christian, tolong ampuni aku" teriak Carlos yang kesakitan
__ADS_1
Stephen mengunakan pisau dengan menusuk ke bagian dada Carlos secara perlahan dan sambil menurunkan ke bawah menuju ke pusarnya sehingga mengeluarkan banyak darah dan menetes ke lantai
"Aarrggghh" teriakan Carlos dengan nada memenuhi ruangan itu
Vivian yang melihat pacarnya mendapatkan penyiksaan yang kejam dirinya berteriak ketakutan sambil menangis dengan histeris
"Apakah nikmat rasanya" tanya Stephen dengan senyum
Carlos yang kena siksaan Stephen membuat dirinya tidak berdaya dan wajahnya telah memucat
Tidak sampai di situ Stephen masih melanjutkan siksaannya, dengan pisau menusuk lebih dalam di bagian perutnya sambil memutar pisau tersebut
"Aarrgghh....," teriakan Carlos dengan mengerang kesakitan yang luar biasa
"Aku adalah Christian Han yang di kenal sangat suka menyiksa tahanan ku dengan cara yang sadis" ucap Stephen yang memasukkan tangannya ke luka Carlos sambil mengegam kuat organ dalamnya
"Aarrgghh...," teriakan Carlos yang merasa sakit yang luar biasa, sesaat kemudian Carlos menghembuskan nafas terakhir
Setelah Carlos tewas Stephen pun mengeluarkan tangannya dari tubuh Carlos, tangannya di penuhi oleh darah dan lalu dia pun mendekati Vivian yang sedang ketakutan
"Kak, tolong jangan melakukan itu pada ku" pinta Vivian yang gemetaran
"Di saat Kelly di siksa apakah kau menyelamatkannya? kau menyerahkan dia pada pria itu, dan di perk*sa selama 4 jam, dan kemudian dia bunuh diri, apa kau mengira aku akan melepaskan mu" kecam Stephen dengan dendam membara
Stephen memperlihatkan pisau yang berlumuran darah itu pada Vivian
Vivian yang sudah memahami sifatnya Chistian Han yang dia kenal membuat dirinya ketakutan dengan menangis histeris
"Aku akan melayani mu dengan baik, sebelum kau memejamkan mata mu" kata Stephen dengan tatapan aura membunuh sambil mendekatkan pisau itu pada bagian dada Vivia
"Ja-jangan" ucap Vivian dengan ketakutan
Stephen dengan mengunakan cara yang sama untuk menyiksa Vivian, pisau itu menusuk bagian dadanya dan menurunkan ke bawah secara perlahan
"Aarrgghh...," teriakan Vivian yang merasakan sakit yang sangat luar biasa
Stephen lalu menusuk lebih dalam dan kemudian Stephen mengeluarkan pisaunya dan setelah itu dia memasukan kembali pisau ke dalam perut wanita itu dengan darah mengalir hingga membanjiri lantai..
__ADS_1
"Aargghh...," jeritan Vivian yang di siksa sehingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhir