
"Bos, apa aku harus membunuhnya di saat aku berhadapan dengannya nanti?" tanya Micheal
"Tangkap mereka semua, dan tunggu aku kembali" jawab Stephen dengan tegas
"Siap Bos" jawab Micheal
Setelah beberapa hari kemudian
"Cherry, besok kau akan pergi ke jerman bersama Stephen, turuti semua kata Stephen ya" ujar Jhon
"Iya, Pa. kenapa Papa tidak ikut kami pergi?" tanya Cherry yang duduk dengan bersandar
"Ada Stephen yang menjaga mu maka Papa bisa tenang" jawab Jhon dengan senyum
"Papa, jangan khawatirkan aku, aku pasti baik-baik saja, sekarang saja luka ku sudah mulai membaik, hanya saja Stephen tetap memaksa untuk ke jerman"
"Stephen sangat peduli pada mu, oleh sebab itu dia bersikeras ingin membawa mu ke sana untuk memeriksa luka mu"
"Iya, aku mengerti"
"Cherry, apa pun yang terjadi jangan meragukan perasaannya pada mu, dia serius dengan hubungan kalian"
"Pa, aku mengerti" jawab Cherry dengan senyum
"Pa, aku tidak ingin meragukannya, tapi tidak tahu kenapa hati ini selalu saja terbayang foto itu, walau gadis itu sudah tidak ada tapi perasaan ku masih tidak nyaman, aku sangat egois, seharusnya aku tidak boleh keberatan" batin Cherry
"Cherry" suara panggil Stephen yang baru melangkah masuk ke kamar
"Stephen" ucap serentak Cherry dan jhon
"Malam ini cepat istirahat ya, besok jam 9 kita akan berangkat" kata Stephen dengan menyentuh kepala Cherry
"Aku belum berkemas" kata Cherry yang ingin turun dari tempat tidurnya
"Jangan bergerak. Cherry, kita tidak perlu membawa apa-apa kesana, semua sudah di atur di jerman, kita akan tinggal di villa jadi semua kebutuhan sudah di siapkan" ujar Stephen dengan senyum
"Stephen sangat teliti, jadi Papa tidak khawatir jika kamu bersamanya" ujar Jhon dengan senyum menatap Cherry
"Stephen, aku serahkan putri ku pada mu, jaga dia dengan baik" ucap Jhon
__ADS_1
"Jhon, tenang saja, jika dia adalah putri mu maka dia juga calon istri ku" kata Stephen dengan senyum dan menatap mesra ke arah Cherry
Di sisi lain Owen bersama beberapa rekannya sedang menuju ke perdesaan, jimmy, Calvon, Nicky dan Jasvin.
"Pak,dengan berpenampilan biasa kita ini apakah akan di ketahui olehnya?" tanya Jimmy yang sedang duduk di sebelah Owen
"Tidak, kita jangan mengejutkannya dulu, aku hanya tidak mau jika kita mati sia-sia dan jasad kita di buang ke kolong jembatan seperti Ronald" jawab Owen yang sedang mengendarai mobilnya
"Pak, dia adalah pembunuh jika dia bisa membaca gerak-gerik kita bukankah ini akan membahayakan penduduk desa?" tanya Jimmy lagi
"Setahu ku dia tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah, selama ini yang dia bunuh adalah manusia menyebalkan"
"Aku ingat sesuatu" ucap Jimmy
"Apa itu?" tanya Owen yang merasa penasaran
"Dua kali dia bisa membunuh kita tapi dia tidak melakukannya apa karena dia mengenal Anda, Pak?"
"Tidak tahu, tidak ada yang tahu isi kepalanya, walau dia tidak membunuh ku tapi dia sudah banyak membunuh orang, dia tetap salah dan tidak bisa lari dari hukum" jawab Owen yang merasa tertekan
Stephen dan Owen sudah kenal selama bertahun-tahun bisa di katakan jika mereka berteman baik, selama ini Stephen tidak ingin membunuh Owen dan hanya melukainya saja, tentu hal yang sama di rasakan oleh Owen, merasa berat dan tertekan karena teman yang dia kenal ternyata adalah pembunuh yang berhati kejam yang menjadi buronannya selama 5 tahun
"Stephen Chin... King Devil...aku tidak menyangka kalian adalah orang yang sama, sebagai teman aku benar-benar tidak bisa menerima jika diri mu adalah buronan ku, dan aku harus menangkap dengan tangan ku sendiri, Stephen Chin pada akhirnya teman berubah menjadi musuh ini sangat tidak menyenangkan, kita ada di jalan yang berbeda maka aku harus menangkap mu" batin Owen
Sekumpulan itu yang tidak lain adalah anggota Stephen, Micheal di temani oleh 8 anggota lainnya dan sedang mengarahkan senjata mereka ke arah dua mobil tersebut
"Melihat kemunculan orang asing Owen dan Nicky menghentikan mobil mereka
"Siapa mereka?" tanya Jimmy dengan mengeluarkan senjatanya
"Siapkan senjata, bersiap lah menghadapinya, jika aku tidak salah menebak mereka seharusnya komplotan King Devil" kata Owen
Nicky yang satu mobil bersama dengan Jasvin dan Calvon sama-sama mengeluarkan senjata mereka.
Owen dan semua rekannya turun dari mobil dan sama-sama menodong senjata ke arah Micheal
"Siapa kalian? berani sekali menghalang jalan kami"teriak Owen
"Ingin melewati sini maka harus ada izin dari kami" jawab Micheal
__ADS_1
"Kalian ingin merampok? maka kalian sudah salah. kami adalah detektif, cepat turunkan senjata kalian" terika Owen
"Lalu kenapa jika kalian adalah detektif? apa kami harus takut pada kalian?" seharusnya kalianlah yang menurunkan senjata kalian, karena jumlah kami lebih banyak" kecam Micheal
"Jika melawan kami tidak ada baiknya, ini hanya akan melukai kalian" kata Victor yang adalah anggota Micheal
"Pak, jumlah mereka lebih banyak, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jimmy dengan nada pelan
"Jangan menyerah, aku yakin ini semua pasti karena King Devil, bisa jadi dia sudah sadar jika kita ingin menangkapnya" jawab Owen
"Turunkan senjata kalian atau mau mati di tangan kami?" tanya Micheal dengan tegas
"Kami tidak akan menyerah" jawab Owen
"Baiklah, kalau begitu maka aku akan membuat kalian menyerah" ujar Victor dengan memberi kode tangan
Tidak lama kemudian datang belasan anggotanya yang keluar dari semak-semak di tepi jalan itu, mereka semua menodongkan senjata dengan sambil mengepung Owen dan rekannya
"Turunkan senjata kalian" bentak serentak semua anggota yang sedang mengelilingi Owen dan lainnya
"Kalian hanya berani bermain dengan jumlah yang banyak, sangat memalukan" ketus Owen
"Detektif Owen, jangan egois.jika kau bersikap sombong maka anak buah mu akan mendapatkan siksaan dari kami, karena kami sangat terkenal dengan penyiksaan, jangan membuat diri mu harus menyaksikan kami menyiksa anak buah mu" gertak Micheal
"Jika aku melawan kami akan mati lebih cepat, dan ini akan melibatkan Jimmy dan lainnya" batin Owen
Karena kalah jumlah pihak Owen hanya bisa menurunkan senjata mereka
"Bagus sekali, ternyata kau pintar juga" ucap Micheal
"Apa yang kalian inginkan?" tanya Owen
"Aku hanya ingin menghalang orang luar yang datang ke sini" jawab Micheal
"Di mana dia?" tanya Owen
"Siapa?" tanya Victor
"Tidak perlu berpura-pura lagi, aku tahu kalian adalah komplotan King Devil yang juga Stephen Chin, jika bukan dia siapa lagi" kata Owen
__ADS_1
Bab selanjutnya
Pertemuan Cherry dan Garred