
Alex mendatangi kediaman Paolo dengan niat ingin menangkapnya
"Rumah yang indah dan luas, Paolo Capilo sehebat apa pun diri mu kau hanya mengandalkan wanita untuk meneruskan hidup mu" gumam Alex sambil berjalan ke arah pintu besar itu
Ting....tong...
Klek
"Tuan, Anda ingin mencari siapa?" tanya pelayan rumah tangga dengan sopan
"Tuan Paolo Capilo apakah ada di rumah" tanya Alex dengan pura-pura sopan
"Anda siapa ingin mencarinya?"
"Beritahu padanya jika masih ingin penawar maka keluar sekarang"jawab Alex dengan bersikap dingin
Mendengar jawaban dari Alex pelayan itu pun langsung masuk ke dalam untuk memanggil Paolo
Tidak lama kemudian Paolo keluar dan bertemu dengan Alex
"Kau siapa? kenapa mencari ku?" tanya Paolo dengan raut wajah tidak senang
"Jika ingin penawar maka ikut aku, jika tidak mau maka kau hanya akan menderita sakit untuk selamanya" ketus Alex
"Apa maksud mu? apakah kau adalah suruhan si brengs*k itu?" bentak Paolo dengan kesal
Mendengar perkataan Paolo, Alex yang emosi lalu mencengkram kuat leher Paolo
"Aargggttthh" jeritan Paolo yang lehernya kesakitan
"Siapa maksud mu yang brens*k? jika ingin di bandingkan diri mu dan tuan ku, kau adalah pria murahan yang hanya bergantung pada wanita, dasar tidak tahu malu" bentak Alex dengan kesal
Paolo yang sedang di cengkram kuat oleh Alex membuat dirinya tidak bisa bersuara sehingga wajahnya memerah dan mengeluarkan air mata
"Tuan ku ingin bertemu dengan mu, oleh sebab itu aku tidak mengambil nyawa mu yang murahan ini" ketus Alex dengan melepaskan tangannya
"Uhuk...uhuk...uhuk"
"Paolo Capilo, kau pilih saja sendiri jika masih mau hidup ikut aku jika mau mati silahkan tunggu saja hari kematian mu" kecam Alex dengan meninggalkan rumah itu
__ADS_1
"Sebentar, aku mau penawar" teriak Paolo dengan mengikuti langkah Alex
Cherry yang di pukul oleh Alex di bagian belakang kepalanya menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri, dan tidak lama kemudian dia mulai membuka matanya secara perlahan dengan pandangannya yang masih sedikit kabur
"Aku ada di mana?" batin Cherry yang mulai melihat kesekelilingnya
"Sudah sadar?" kata Jhon dengan berdiri tidak jauh dari jarak Cherry
"Kau menculik ku?" ujar Cherry yang mulai duduk sambil memegang bagian belakang kepalanya
"Benar, aku menculik mu" jawab Jhon dengan santai
"Kenapa? apa karena kau tidak bisa menanggung sakit oleh sebab itu kau mengunakan cara kotor untuk menangkap ku" kata Cherry yang mulai berdiri dan masih terasa sakit akibat pukulan itu
"Aku adalah peracun iblis, aku tidak butuh mengunakan cara kotor untuk mendapatkan penawar dan racun yang kau berikan juga sudah ku di singkirkan" jawab Jhon dengan alasan
"Lalu untuk apa kau membawa ku kemari?" tanya Cherry yang berdiri di depan Jhon
"Untuk mempertemukan mu dengan ayah mu itu"
"Kau adalah peracun iblis tapi sangat menyedihkan" ketus Cherry
"Kau bermusuhan dengan dia tapi melibatkan ku"
"Jangan salahkan ku ini semua karena diri mu adalah anaknya"
"Lalu kenapa jika aku adalahnya? apa karena dendam kalian aku di jadikan korban?"
"Gadis kecil, kau sangat beda dengannya, kau tidak takut mati tapi dia malah sangat takut pada kematian, sampai setakat ini kau masih saja berani melawan ku"
"Kalian adalah pria dewasa tapi menyelesaikan masalah dengan cara yang memalukan, yang satu sangat murahan dan yang satu lagi adalah pengecut" kata Cherry dengan menghina
"Apa kau tahu kau bisa saja mati di tangan ku?" kecam Jhon dengan tatapan aura membunuh
"Coba lakukan saja kalau bisa, hari ini di antara kita harus menyelesaikan masalah kita, jika bukan kau yang mati maka aku yang mati" kata Cherry dengan kesal
"Kau sangat pemberani sekali, bahkan di mata mu tanpa ada rasa takut"
"Karena nyawa ku bukan kau yang berikan, jadi jangan berharap kau bisa berhasil membunuh ku"
__ADS_1
Prok...prok...prok..
Tepukan tangan Jhon dengan tersenyum
"Selama hidup ku baru kali ini aku melihat seorang gadis muda seperti mu yang tidak takut mati, ajal mu sudah tiba tapi kau malah masih berani bicara seperti itu dengan ku" ucap Jhon
"urusan mu dan dia seharusnya kalian yang menyelesaikannya akan tetapi kau mengunakan ku untuk melawannya, kau adalah pria tapi bersikap seperti wanita jadi apa bedanya kalian berdua yang sama-sama pengecut" ketus Cherry
"Kau adalah anaknya, tidak mungkin dia tidak sakit hati jika aku membunuh mu"
"Sakit hati? di matanya hanya ada uang tidak ada keluarga, dia tidak akan peduli dengan hidup mati ku, jadi kau telah membuang waktu mu karena membawa ku kemari" balas Cherry yang tanpa rasa takut
Tidak lama kemudian Alex sampai ke atas bangunan itu
"Tuan, aku sudah membawanya ke sini" suara panggilan Alex yang baru tiba dengan di ikuti Paolo
Mendengar suara Alex, Cherry dan Jhon memandang ke arah mereka berdua
"Jhon Wilster, cepat serahkan penawarnya" teriak Paolo dengan niat ingin memghampiri Jhon akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Alex
Bruk..
"Aaarggtt" pekikan Paolo yang mendapatkan pukulan kuat dari Alex di bagian perutnya
"Jangan berteriak jika masih sayang dengan nyawa mu" kecam Alex
"Cherry, dia adalah penjahat yang melukai Mama mu, seperti yang ku katakan kemarin, jika bukan karena dia Mama mu tidak akan semakin parah penyakitnya, ini waktu mu untuk membalas dendam" kata Paolo dengan menahan sakit
"Apa kau sudah cukup? kenapa urusan kalian harus melibatkan ku? kalian berdua sama saja sangat pengecut, jika ada masalah seharusnya kalian menyelesaikan dengan saling berhadapan, bukan melibatkan ku" bentak Cherry dengan merasa kesal
"Jangan menyalahkan ku, jika ingin menyalahkan maka salahkan saja ayah mu itu, karena dia maka kau berada di sini" ujar Jhon
"Iya, aku sial karena mempunyai ayah seperti dia, tapi aku tidak pernah mengakui dia sebagai orang tua ku, di saat dia pergi aku menganggapnya sudah mati" ketus Cherry dengan kesal
"Cherry, aku sangat sayang pada mu, Papa tidak pernah melupakan mu, walau selama ini aku berada di kota tapi hati ku sangat merindukan mu dan juga Mama mu, aku sangat bahagia dan merasa beruntung karena putri ku sudah dewasa dan sangat cantik. Cherry, jika ada kehidupan yang lain Papa berharap bisa bersama mu dan Mama mu lagi, untuk menebus kesalahan ku di kehidupan ini" ucap Paolo dengan sengaja ingin meluluhan hati Cherry
"Aku sangat mencintai Mama mu, dia adalah wanita yang baik, hanya kamu saja yang bisa membalas dendam untuk Mama mu, mungkin hari ini adalah hari kematian ku jika aku mati maka tolong makamkan aku di samping Mama mu, hanya ini permintaan ku" lanjut Paolo dengan sengaja
Paolo yang berniat jahat sengaja ingin berkata demikian agar Jhon mengira jika dirinya itu sangat menyayangi Cherry, selain itu Paolo juga sengaja ingin meluluhkan Cherry agar berlawan dengan Jhon Wilster demi Lionela
__ADS_1