Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Pembalasan Stephen


__ADS_3

Setelah membaca surat peninggalan Lionela , Cherry merasa semakin membenci Papanya itu yang telah mengunakan cara yang paling keji untuk mendapatkan Mamanya


"Dasar pria tidak tahu malu, kau mengunakan cara kotor untuk mendapatkan Mama ku, dan sekarang kau malah berani menuduh Mama ku, keterlaluan" gumam Cherry dengan merasa kesal


Cherry memberikan surat itu kepada Stephen, lalu Stephen pun membacanya dengan seksama.


"Semua awal kejadian bermula dari Paolo, Mama mu meninggalkan Jhon karena dia merasa malu dan tidak tahu harus bagaimana untuk menghadapi Jhon yang dia cintai" kata Stephen yang baru selesai membaca surat itu


"Ini surat Mama untuk dia apakah aku harus memberikan padanya?"


"Lakukan saja apa kata hati mu, Cherry. aku mendukung mu" jawab Stephen dengan mengecup dahi Cherry dan memeluknya dengan erat


"Dia sangat keterlaluan dan sangat hina, dia benar-benar datang hanya untuk menghancurkan hidup Mama ku, Paolo Capilo walau dalam tubuh ku mengalir darah mu aku tetap akan membalas kehancuran Mama ku yang kau berikan padanya" gumam Cherry dengan meneteskan air mata karena mengingat rasa sakit yang harus di terima oleh Lionela


"Jangan sedih, kita tidak akan membiarkannya begitu saja, aku akan membalasnya jika ini yang kau inginkan, demi Mama mu" bujuk Stephen dengan memeluk Cherry dan mengelus kepalanya


"Aku ada cara untuk dia mengatakan semuanya" ujar Cherry


"Cara apa?"tanya Stephen dengan melepaskan pelukannya


Cherry menjelaskan caranya pada Stephen.


"Jika memang begitu mari kita mencobanya" jawab Stephen dengan menyentuh wajah Cherry dengan lembut


Setelah dua hari kemudian Stephen dan Cherry kembali ke kota.


Tidak lama kemudian mereka pun tiba di depan rumah mewah milik Stephen


"Cherry, kapan kau ingin bertemu dengannya?" tanya Stephen yang duduk di ruangan besarnya bersama Cherry


"Aku belum memikirkannya, dan aku ingin bertemu dengan Jhon"


"Apa kau membencinya?"


"Tidak! aku tidak pernah membencinya selama ini, walau kami saling meracuni tapi itu karena kami beda jalan, tapi nyatanya dia baik pada Mama ku, malah sebaliknya pria yang adalah suami Mama ku dan juga Papa kandung ku yang menyakiti Mama ku tanpa berhenti, di saat Mama ku sudah meninggal dia masih saja bicara sembarangan hanya demi menginginkan penawar" jelas Cherry


"Jangan di pikirkan lagi, kita sudah tahu sifat aslinya, jadi jangan terbawa emosi, karena ini hanya akan membuat mu sakit" ucap Stephen dengan senyum

__ADS_1


"Iya aku tahu"


Kediaman Paolo


"Sonnia, Sonnia, buka pintunya, jangan mengurung diri mu terus di kamar, Mama berjanji akan mencari dokter terbaik untuk mu" Kata Angela yang berada di luar pintu kamar Sonnia


"Angela, apakah dia masih belum mau keluar?" tanya Poalo yang menghampiri istrinya


"Benar, semenjak pulang dari rumah sakit dia tidak mau keluar, dan tidak mau makan juga tidak mau jawab setiap aku bicara dengannya" jawab Angela dengan sedih


"Biarkan dia bertenang dulu, bekas di tubuhnya itu meinggalkan luka yang mendalam di hatinya" kata Paolo


"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku sudah mencoba menghubungi semua dokter luar dan mengatakan kondisi Sonnia tapi mereka hanya menjawab walau operasi tetap tidak bisa menghilangkan semua bekas luka" jelas angela yang merasa putus asa


"Kita cari saja pelan-pelan, asal ada uang maka semua bisa di selesaikan"


"Mudah-mudahan bisa mendapatkan dokter yang ahli untuk Sonnia, berapa pun biaya aku rela menanggungnya"


"Sabarlah, semua yang tidak baik akan beransur menjauh dari kita"


"Paolo, bagaimana dengan mu? lihatlah tubuh mu semakin kurus dan pucat, setiap hari kau hanya bisa memejamkan mata mu selama 15 menit dan juga tidak makan, kalau begini terus kau tidak bisa menahannya" kata Angela dengan khawatir


"Ikut saja saran ku untuk menangkap Cherry dan mengancam Jhon"


"Tidak bisa, Cherry tidak bersendirian, Stephen sangat peduli padanya, kita tidak ada kesempatan untuk menangkapnya"


"Walau dia peduli tapi Stephen juga harus bekerja jadi tidak mungkin dia berada di rumah selama 24 jam, Cherry pasti ada waktunya bersendirian"


"Tapi bagaimana caranya untuk menangkapnya?"


"Dia juga tidak mungkin di rumah terus, jadi kita bisa mengambil kesempatan ini untuk menangkapnya"


"Apa ini baik? aku hanya takut jika Stephen tahu maka kita akan hancur" ucap Paolo dengan merasa cemas


"Tidak mungkin, aku juga ingin membalas dendam atas perlakuan Stephen terhadap putri kita, jika kejadian yang sama menimpa pada Cherry maka ini akan membuat Stephen dan Jhon merasa sakit hati dan sedih, bukankah sekali kita melakukannya langsung melukai dua orang?" ujar Angela dengan penuh yakin


"Angela, perkataan mu ada benarnya juga, jika Cherry dan Jhon masih hidup maka hidup ku tidak akan tenang" jelas Paolo dengan bernait jahat

__ADS_1


Kediaman Chin


"Anton, apakah foto Sonnia kau masih menyimpannya?"


"Tuan, maksud Anda adalah foto semasa dia bersama pria selingkuhannya di hotel dulu?"


"Benar, di saat itu kita mengambil fotonya untuk menghancurkan nama baik keluarganya, dan sekarang foto itu masih berguna"


"Maksud Tuan?"


"Anton, sebarkan foto Sonnia di saat dia berhubungan dengan selingkuhannya itu, kali ini aku ingin Paolo Capilo dan Angela hancur" perintah Stephen dengan tegas


"Kita melawan mereka?"


"Bukan melawan tapi menghancurkanya sehingga membuat mereka tidak bisa melawan sama sekali" jawab Stephen dengan tegas


"Baik aku mengerti, foto ini setelah di sebarkan maka bisa mengakhiri bisnis yang di miliki Angela, nama baiknya akan tercemar"


"Itu yang ku inginkan"


"Tuan, Paolo Capilo memang sangat keterlaluan akan tetapi dia tetaplah orang tua kandung Cherry, apakah suatu saat Cherry akan berhati lembut padanya?"


"Atas perbuatannya terhadap Mamanya Cherry aku yakin Cherry tidak akan berhati lembut pada pria itu, dia sudah sangat keterluan, perbuatannya sangat keji, demi na*su dia melakukan hal bejat dan demi uang dia menjual istrinya, ini sangat tidak bisa di maafkan"jelas Stephen dengan kesal


"Dia adalah orang tidak tahu malu, memang pantas kita membuatnya sampai kehilangan segalanya" ujar Anton


"Lakukan, kali ini aku ingin kembalikan semua penderitaan yang mereka lakukan terhadap Lionela dan Cherry"


"Baik, Tuan"


Malam hari


Klek


Stephen melangkah masuk ke kamar Cherry, di malam itu Cherry telah tertidur pulas, Stephen menghampiri dan duduk di tepi kasur sambil menatap mesra ke arah gadis itu


"Selamat malam, Cherry. calon nyonya Han" gumam Stephen dengan mencium wajah Cherry yang polos tanpa makeup

__ADS_1


"Cherry, sebentar lagi diri mu akan melihat kehancuran Paolo, derita mu telah berakhir karena aku tidak akan membiarkan mu menderita lagi" batin Stephen


__ADS_2