Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Pembunuhan infoman


__ADS_3

Prak.


Bunyi hentakan meja di lakukan Owen di ruangan interogasi


"Katakan siapa namamu?" tanya Owen


"Andres" jawabnya yang duduk di dalam ruangan itu


"Katakan siapa yang jual barang ini kepadamu?" tanya Owen sambil menunjuk bungkusan kecil di atas mejanya


"David! aku ambil dari dia" jawab Andres yang tangannya di borgol


"Di mana dia berada sekarang?" tanya Jimmy sambil mencatat laporan


"Aku tidak tahu, kami hanya bertemu sesaat, setelah transaksi selesai maka kami sudah pisah jalan"


"Katakan ciri-cirinya" kata Owen


"Dia berbadan tegap dan selalu berpakaian rapi, rambutnya hitam dan ikal" jawab Andres


"Nicky, lukis ciri-ciri yang dia katakan" perintah Owen


" Siap Pak" jawab Nicky


"Cepatkan katakan ulang ciri-cirinya" ucap Nicky sambil melukis di selembar kertas


Andres hanya bisa menurut saat di interogasi dia menjawab semua pertanyaan Owen dan rekan lainnya, setelah interogasi berakhir maka Andres di bawa ke dalam penjara untuk sementara dan akan melanjutkan penyelidikan selanjutnya


San Fransisco


Mansion Han


Malam hari


Di malam itu Cherry yang sudah ketiduran tidak menyadari jika Christian sedang menatapnya dengan tersenyum, Christian yang berbaring di samping istrinya sambil memerhatikan pujaannya yang sedang tidur pulas


"Hari ini suasana hati mu sangat panas, di saat makan malam saja kau hanya diam tanpa bicara dan melihat ku, apakah begitu marah padaku, ini bukan sifat mu, Cherry. aku tidak bisa membaca kata hatimu oleh sebab itu aku merasa cemas, aku tidak peduli dunia sedang mengincar ku, aku hanya peduli perasaanmu padaku" batin Christian


Christian mencium wajah istrinya yang polos tanpa makeup, dan setelah itu dia pun dengan perlahan memindahkan istrinya ke pelukannya, di malam itu Christian tidur dengan sambil memeluk istrinya yang telah ketiduran.


Keesokan harinya


Cherry yang membuka matanya mendapati dirinya tidur di dalam pelukan suaminya yang masih belum bangun, di saat dia ingin bangkit tubuhnya di tarik oleh Christian dan memeluknya dengan erat

__ADS_1


"Selamat pagi istriku" ucap Christian yang mengecup dahi istrinya


"Selamat pagi, lepaskan dulu tanganmu aku mau siapkan sarapan" balas ucapan Cherry yang masih di dalam pelukan suaminya


"Biarkan aku yang siapkan sarapan untuk mu, istriku mandi saja dan bagian dapur adalah tugas ku" ujar Christian dengan mencium bibirnya Cherry, dan sesaat kemudian Christian melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur


"Hufff..kenapa aku ingin sekali emosi padanya? sepertinya aku terlalu berlebihan, hanya karena aku khawatir padanya sehingga aku merasa marah, aku akan selalu merasa cemas walau dia berada di depanku, Christian adalah buronan pihak kepolisian aku tidak berani membayangkan jika sampai mereka menemukan dia, belum lagi musuh-musuhnya. dia akan selalu dalam bahaya. aku tidak boleh keluar dari rumah lagi. seperti kemarin jika bukan karena aku maka dia tidak akan di serang. tapi di saat dia dalam bahaya dia malah utamakan keselamatanku dulu, aku tidak boleh membebankan dia lagi" batin Cherry


Sarapan bersama


"Cherry, harini cuaca kelihatannya bagus, bagaimana jika kita keluar jalan-jalan dan belanja apa saja yang kita inginkan?" ajak Christian dengan menatap ke arah Cherry


"Tidak, aku mau mengolah obat saja" jawab Cherry dengan sambil menyantap makanannya


"Apa kamu tidak bosan berada di dalam rumah terus?"


"Tidak!"


"Bagaimana jika kita membeli apa saja yang kamu suka?"


"Aku tidak butuh, aku hanya mau di rumah saja" jawab Cherry dengan melihat ke arah Christian


"Selama kita tinggal disini kau belum begitu menikmati kota indah di sini, aku ingin kau melihat pemandangan luar" ucap Christian dengan senyum


"Tentu saja aku ingin, tapi jika keluar bukankah ini sama saja membahayakan mu lagi" batin Cherry


"Apa kamu tidak bosan di dalam rumah terus?" tanya Christian dengan memegang tangan istrinya


"Tidak"


"Baiklah, kalau begitu aku akan menemanimu" ucap Christian dengan senyum


"Apa yang ada pikiran gadis ini? dia tidak menyukai apapun, aku mengira dengan mengajaknya keluar maka aku bisa menghiburnya" batin Christian


Setelah selesai sarapan Christian menemani Cherry yang sedang menumbuk daun herbal yang sudah di jemur kering, selama berada di dalam ruangan itu Christian mengamati raut wajah istrinya yang tanpa senyuman dan hanya diam seribu bahasa.


"Cherry, ada yang perlu ku bantu?" tanya Christian yang ingin mencairkan suasana yang hening


"Tidak perlu" jawab Cherry dengan sambil sibuk dengan tangannya


"Apa istriku hanya ingin aku duduk disini tanpa melakukan sesuatu?" tanya Christian dengan senyum


"jika kau bosan kau bisa kembali ke ruangan kerja mu, aku di sini bisa kerja sendiri" kata Cherry dengan tanpa menoleh ke arah Christian yang sedang duduk di sampingnya

__ADS_1


"Aku tidak merasa bosan, aku hanya tidak mau kamu kelelahan saja oleh sebab itu aku ingin membantumu" jawab Christian


"Ambil ini" ucap Cherry dengan memberikan 2 botol kecil kepada Christian


"Apa ini untukku?" tanya Christian dengan senyum


"Iya, bawa di sisi mu setiap saat kau keluar" jawab Cherry


"Dua botol ini berisi obat apa?" tanya Christian yang memegang dua botol kecil yang di berikan istrinya


"Botol biru berisi pil untuk meredakan sakit, dan botol putih adalah serbuk menghentikan darah, jadi bawa saja setiap kau keluar" jelas Cherry


"Baik, aku akan selalu membawanya di sisiku" jawab Christian dengan senyum


"Ternyata gadis ini khawatir denganku, tentu saja kejadian di restoran kemarin telah mengejutkannya" batin Christian


"Cherry, biarkan aku membantumu, kamu istirahat saja dulu ya" kata Christian dengan mengambil batu kecil yang di gunakan oleh Cherry untuk menghaluskan daun herbalnya


Di siang itu Christian menemani Cherry di ruangan sambil membantu istrinya


Swiss


Night Club


Sario adalah infoman dari Owen, di malam itu Sario berada di dalam bar dengan berpura-pura minum bear sambil memerhatikan beberapa pria yang duduk di pojokan sana dengan di layani oleh beberapa wanita penghibur, salah satu dari mereka adalah penjual narkoba yang sering melakukan transaksi di dalam bar


"Akhirnya dia muncul, andaikan detektif disini maka dia pasti akan di tangkap langsung, aku akan menghubungi detektif dulu" batin Sario


Sario lalu meninggalkan kursinya dan melangkah keluar dari bar dan membuat panggilan umum di pinggir jalan sana, di saat dia ingin menekan nomor yang di tuju tiba-tiba saja`βœ“


Srek


Tikaman dari belakang mengenai punggungnya


Srek


"Em.." Jeritan Sario yang kesakitan, dirinya ingin melawan akan tetapi mulutnya dibekap dari belakang dan di tikam berkali-kali


Srek


"Em.."


Srek.

__ADS_1


Empat tikaman di lakukan oleh pembunuh itu berhasil menghilangkan nyawa Sario yang tanpa perlawanan


Setelah berhasil membunuhnya pembunuh itu meninggalkan Sario di sana yang tergeletak dengan bersimbah darah


__ADS_2