Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Owen berduka


__ADS_3

Keesokan harinya


Owen mendapat laporan bahwa terjadi pembunuhan di pinggir jalan besar dekat telepon umum, korban di tutupi kain putih di seluruh tubuhnya, di saat Owen dan rekannya tiba langsung menghampiri jasad yang tergeletak di sana


Owen lalu membuka kain penutup itu dan melihat wajah korban, tentu sangat terpukul bagi Owen bahwa infomannya telah tewas begitu saja


"Pak ini..?" ucap Jimmy yang hampir tidak percaya karena dirinya juga mengenal cukup lama dengan Sario


"Periksa semua cctv yang di sini, aku tidak percaya tidak bisa menangkapnya" Perintah Owen dengan tegas


"Siap Pak" jawab serentak Nicky dan Jimmy yang langsung menjalankan tugas mereka


"Aku tidak akan membiarkan mu mati dengan sia-sia, apa yang terjadi padamu semalam?" batin Owen.


"Pak detektif, ada yang melihat jika korban semalam berada di bar, tidak lama kemudian dia keluar, sekitar pukul 10 malam dia menginggalkan bar" kata Calvon


"Dia ke sana, dan kemudian dia ingin membuat panggilan di sini? siapa yang dia ingin hubungi? dan siapa yang mengincarnya?" kata Owen dengan penuh tanda tanya


"Bawa ke rumah sakit untuk autopsi" perintah Owen


"Siap Pak" jawab serentak rekan-rekannya


Malam hari


Owen berada di salah satu kamar di rumah sakit, yang di mana tempat Sario di autopsi, Owen hanya duduk diam dengan mengeluarkan air matanya, duduk di samping jenazah pecandu itu yang di baringkan di ranjang beroda tersebut, tidak lama kemudian Jimmy dan Nicky masuk ke kamar dan menghampiri atasannya yang sedang berduka


"Pak, Anda tidak apa-apa?" tanya Jimmy yang merasa khawatir


"Apa kau tahu di saat kau menyadari sahabat yang kau kenal sudah lama ternyata adalah buronan yang harus kita tangkap dan perasaan ini begitu hancur, aku mengenalnya selama bertahun-tahun lamanya ternyata dia adalah pembunuh yang kita incar selama 5 tahun, kami sudah beda jalan selama ini, dan sekarang satu lagi sahabatku tewas di bunuh begitu saja, dia bahkan tidak punya kesempatan untuk melawan, dia berhak untuk hidup lebih lama tapi dia menjadi korban begitu saja, dalam waktu yang dekat aku kehilangan dua orang sahabat, dan aku tidak berani bayangkan jika suatu saat dia juga tewas di tangan pihak kepolisian aku tidak berani bayangkan bagaimana aku bisa menerimanya, hukum adalah hukum, dia pembunuh dan aku adalah detektif, jadi aku harus tetap menjalankan tugasku, dan sekarang walau bukan aku lagi yang menangani kasusnya tapi aku lebih berharap dia di penjara daripada harus mati di tembak" jelas Owen yang merasa terluka


"Apa sudah ada hasilnya?" tanya Owen dengan suara serak


"Kata orang yang di bar Sario hanya seperti biasa tidak ada keanehan, dia hanya minum sepanjang malam, dan setelah itu dia keluar dari sana" jawab Jimmy

__ADS_1


"Bagaimana dengan cctv? apa ada merekam kejadian itu?" tanya Owen yang sedang melihat ke jenazah Sario yang di depannya


"Ada pria yang bertopeng yang membekap mulut Sario dan menikamnya berkali-kali di saat dia ingin melakukan panggilan, dan setelah tewas pembunuh itu langsung pergi, hanya saja sangat di sayangkan karena tidak bisa melihat wajahnya, akan tetapi aku sudah arahkan rekan kita untuk mencarinya lagi" jelas Nicky


"Dia hanya sebatang kara, walau dia adalah pecandu dia menghasilkan uang dengan secara halal, sudah setahun lamanya dia menjadi infoman ku, dia hanya meminta ku jangan masukkan dia ke penjara, dia rela menjadi infomanku hanya demi kebebasannya, dan aku yakin kali ini dia di bunuh pasti ada hubungan dengan kasus ini" ucap Owen dengan mengeluarkan air matanya


"Pak, siapa yang tega melakukannya? lagi pula mengenai kasus ini dia juga baru mulai menjadi infoman kita untuk mengintai para penjual, dan aku curiga apakah ada yang mengintai kita?" kata Jimmy


"Mengintai kita? memang siapa yang tahu kita sedang menangani kasus narkoba selain orang dalam" ujar Nicky


"Selidiki dengan teliti, aku penasaran siapa pelakunya, jika pembunuh itu tahu Sario adalah infoman kita maka bisa jadi dia adalah utusan orang dalam, setahu ku Sario ku yang ku kenal tidak ada musuh sama sekalipun, jadi aku sangat yakin dia di bunuh pasti ada hubungan dengan kasus ini" kata Owen yang bangkit dari kursi sambil menatap Sario tanpa beralih pandangan


Setelah beberapa menit kemudian Owen dan rekannya meninggalkan kamar itu


Owen yang merasa kehilangan berusaha ingin mencari pembunuh itu sampai dapat, walau dirinya adalah detektif akan tetapi selama ini dia tidak pernah merencanakan untuk memenjarakan Sario yang hanya seorang pemuda sebatang kara


Keesokan harinya


San fransisco


"Iya, apakah urusan mu sangat penting sehingga kau harus kesana?"


"Iya, Anton dan Victor akan menemaniku" jawab Christian


"Iya, aku tahu. saat di luar berhati-hatilah"


"Iya aku mengerti" jawab Christian dengan senyum


Setelah selesai makan Christian berada di ruangan kerjanya sambil fokus pada laptop yang di hadapannya, dan tidak lama kemudian Cherry masuk ke dalam ruangan itu dengan membawakan sepiring buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil untuk suaminya


Klek


"Christian, apa kamu sibuk? makan dulu buah-buahannya" ujar Cherry dengan menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi besarnya

__ADS_1


"Cherry, mari duduk di sini" sahut Christian yang sedang merokok


"Christian, jangan merokok lagi, aku tidak suka asap rokok" pinta Cherry yang menutup hidungnya


"Hahahahah..baiklah istriku, mari duduk di sini" jawab Christian dengan mematikan puntung rokoknya dan menarik Cherry duduk di pangkuannya


"Habiskan buah-buahannya" ucap Cherry mengambilkan piring berisi buah dan memberikan kepada suaminya


"Suapi aku"pinta Christian dengan senyum


Cherry dengan menurut mengambilkan buah dari piring dan menyuapi suaminya


"Manis sekali sama seperti diri mu" ucap Christian dengan mengoda istrinya


"Jangan bicara sembarangan"


"Istriku memang sangat manis" kata Christian dengan mencium wajah istrinya


"Sudah jangan bercanda lagi. Christian, apa bisa malam ini jangan keluar?" pinta Cherry dengan khawatir


"Kenapa, istriku sangat mengkhawatirkan ku?" tanya Christian dengan senyum


"Tidak! apa ada urusan penting sehingga kau harus keluar?"


"Aku berjanji padamu sayang, hanya satu jam saja setelah itu maka aku langsung pulang, di sana ada banyak anggotaku, jadi aku tidak akan ada apa-apa" jawab Christian


"Apa Anton dan Victor bersama mu?"


"Benar, lagi pula hanya urusan kecil saja, sebentar saja aku sudah bisa pulang"


"Christian, apa kamu tidak pernah memikirkan untuk hidup sebagai orang biasa? hidup sederhana di suatu tempat yang tidak ada orang yang mengenali kita"


"Apakah ini keinginan mu?" tanya Christian dengan tatapan dalam

__ADS_1


"Iya, tapi aku tahu kau tidak bisa, tapi aku masih berharap"


__ADS_2