
Cherry yang mendengar semua perbincangan para pelayan rumahnya membuat dirinya semakin terluka dan hanya duduk diam sambil melamun didalam kamarnya, air mata telah membasahi pipinya
"Ternyata pelayan saja memandang rendah padaku, sebagai orang cacat aku tidak berguna sama sekali, aku benar-benar tidak berguna, selain makan tidur aku tidak bisa melakukan apapun, bahkan mereka sama sekali tidak menganggapku, walau aku adalah istri Christian tapi aku seperti tidak memiliki status apapun, benar kata mereka selama tiga tahun tujuh bulan Christian menjaga dan merawatku dengan sepenuh hati akan tetapi apa yang bisa ku lakukan untuknya, seperti kata mereka jika Christian hanya tidur dengan patung" batin Cherry
"Belakangan ini Christian jarang pulang, apakah seperti yang mereka katakan jika dia sudah ada wanita lain di luar sana? setiap malam dia pulang sangat larut dan selalu menjauh dariku di saat tidur, dan pagi-pagi di saat aku bangun dia sudah keluar, kalau pun dia memang sudah ada wanita lain ini bukan salah dia juga, dia adalah pria tentu saja dia sangat butuh wanita yang bisa melayaninya, sedangkan aku sudah tidak berguna, seharusnya aku rela dan biarkan saja selagi dia masih pulang, tapi kenapa hatiku masih sangat sakit?" gumam Cherry
Tangisan Cherry akhirnya pecah karena tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya, hinaan yang di dengar olehnya telah melukai perasaanya hingga hancur berkeping-keping
"Nyonya, jangan menangis abaikan saja ucapan mereka" bujuk Nicole yang melangkah masuk ke kamar Cherry
"Nicole, benar kata mereka, aku tidak berguna, seharusnya aku tewas di saat ledakan itu agar tidak menyusahkan Christian selama ini" kata Cherry yang sedang menangis
"Nyonya, selama ini tuan sangat sayang padamu dia tidak pernah mengeluh dan selalu memesan ku agar selalu menjaga Nyonya, jadi tuan tidak mungkin berpaling ke wanita lain"
"Nicole, tidak salah jika dia melakukannya, aku bisa mengerti aku tidak boleh menyalahkannya, jika dia menyukai seseorang aku akan menerima dengan lapang dada, karena aku mengerti kondisi sendiri, jika ada wanita yang bisa masuk ke hatinya ini bagus juga, aku tidak boleh marah pada siapapun, aku hanya berharap wanita pilihannya akan menerima putraku dan menyayanginya" jelas Cherry dengan berlinang air mata
"Nyonya, apa maksudmu?"
"Jika dia sudah menemukan buah hatinya aku akan pergi, aku harus mundur dari hubungan yang hanya membuatnya kesulitan, dia pantas bahagia, hampir empat tahun ini bukan jangka waktu yang pendek, dia sudah lama menjaga ku, dan aku juga harus tahu diri, aku hanya berharap Aaron bisa menerima wanita pilihan papanya, dan aku juga berharap wanita yang akan menjadi istrinya juga menerima Aaron"
"Nyonya, ingin kemana? sini adalah rumahmu"
"Asalku adalah desa, jadi aku akan kembali kesana, karena memang di sana saja tempat yang cocok untukku" jawab Cherry dengan menangis tanpa berhenti
"Nyonya, jangan bersedih. sini adalah rumahmu dan selamanya adalah rumah mu" bujuk Nicole yang berusaha menenangkan Cherry
"Rumah ini seharusnya ditempati keluarga yang bahagia, sedangkan keluarga ku sudah di ujung tanduk" jawab Cherry
Malam hari
__ADS_1
Jam dinding menunjukan pukul 12 malam, di malam itu Christian baru pulang ke kerumahnya dan melangkah masuk kekamar dan berbaring di samping Cherry yang sudah ketiduran, Christian menatap ke arah istrinya sebelum dirinya memejamkan matanya
"Cherry, maafkan aku jika aku harus berbohong padamu" batin Christian
Tidak lama kemudian Cherry membuka matanya dan melihat ke samping dirinya mendapati suaminya yang dia rindukan sedang tidur tanpa memeluknya seperti biasa, tentu Cherry telah merasakan perubahan pada diri suaminya itu
"Christian, kau menjaga jarak denganku? apa seperti yang mereka katakan jika kau sudah memiliki wanita lain di luar sana oleh sebab itu kau mulai menjauh dariku" batin Cherry
Cherry yang ingin tidur dipelukan suaminya itu lalu dirinya pun mendekati Christian yang sedang memejamkan matanya, Christian yang merasakan Cherry yang mendekati tubuhya dirinya pun langsung bangkit dan telah mengejutkan Cherry
"Christian, ada apa? apa aku menganggumu?" tanya Cherry merasa kecewa
"Tidak, aku hanya tidak bisa tidur, aku ingin melanjutkan kerja ku dulu" jawab Christian yang langsung turun dari kasurnya dan melangkah keluar dari kamarnya
"Maaf Cherry, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya" batin Christian
"Apa aku begitu jijik? sehingga dia begitu menjaga jarak denganku, apa yang harus ku lakukan? di saat mereka menyakiti perasaanku aku harus menghadapinya sendirian, aku harus bagaimana, dan sekarang bahkan Christian juga bersikap dingin padaku" batin Cherry
"Baiklah, aku sudah tahu harus bagaimana, jika memang kau ingin menjauh dariku, aku juga tidak akan lagi mendekatimu, aku harus sadar diri, aku tahu harus melepaskan mu suatu saat nanti, kau sudah menjauhi ku selama seminggu. aku bukannya tidak tahu kau mencoba menjaga jarak, mulai besok aku tidak akan menyentuhmu jika kau sudah jijik denganku" gumam Cherry
Malam itu Cherry lagi-lagi menangis dengan penuh rasa sakit yang harus dia alami, cacat di kakinya telah membuatnya cukup menderita sehingga dirinya harus menerima penghinaan para pelayan yang tidak menganggapnya, dan kemudian dia juga harus di hadapi dengan sikap suaminya yang tiba-tiba ingin menjauh darinya
Keesokan harinya
Di pagi itu Cherry sedang duduk di salah satu ruangan bersama Aaron yang sedang duduk di sofa sambil bermain dengan mainannya
"Ini baju yang ku rajut sendiri, apa Christian mau jika aku berikan padanya? aku rasa tidak lagi, dia sudah bukan yang dulu" Batin Cherry yang tangannya sedang memegang baju yang dia rajut dengan tangan sendiri
"Cherry, aku ada urusan ingin keluar dulu" ujar Christian dengan mencium pipi Aaron
__ADS_1
"Iya" jawab Cherry
"Christian" panggilan Cherry yang ingin menyentuh suaminya akan tetapi dia mengurungkan niatnya
"Ada apa?"
"Tidak ada, bukan hal penting juga" jawab Cherry dengan memendam rasa kekecewaan
"Jika tidak apa-apa aku keluar dulu" kata Christian yang melangkah ke arah pintu besar
"Aku hanya ingin memberikan baju ini padamu, tapi aku takut di tolak oleh mu, bahkan untuk menyentuh mu saja kau sudah tidak boleh, apa mungkin kau masih mau baju ini" batin Cherry
"Belakangan ini kau lebih sering di luar daripada di rumah, walau kau di depan ku tapi jarak mu semakin jauh dariku" gumam Cherry
Markas ular cobra
"Bos, lapor" ucap Victor
"Ada apa?" tanya Christian
"Dengar info detektif Owen dan rekannya ke san fransisco, kelihatannya mereka akan ikut campur"
"Bunuh semua yang bersangkutan, kirim lagi anggota kita, ular cobra tidak ada bisa dikalahkan" perintah Christian dengan tegas
"Baik Bos" jawab Victor
"Bos, malam ini kami saja yang pergi" kata Victor
"Kumpulan kita sedang bertarung hidup mati di luar sana aku tidak akan berdiam saja, aku ingin membunuh mereka semua sampai tuntas" jawab Christian dengan tegas
__ADS_1