
"Pasti sakitkan lukanya?" tanya Cherry dengan mata berkaca kaca
"Hanya sebentar saja, lagi pula Micheal dan Victor langsung membalut lukaku, dan sekarang sakitnya sudah berkurang" jawab Christian dengan memeluk Cherry
"Jangan memelukku, lukamu masih sakit" kata Cherry yang melepaskan pelukannya
"Sudah jangan cemas, apa kau lupa suamimu ini memiliki tubuh yang berotot dan luka ini tidak seberapa" ujar Christian dengan membujuk istrinya
"Christian, lain kali jika mau menganti obat biarkan aku yang melakukannya ya?"
"Cherry, ini bukan apa-apa, biarkan Micheal saja yang melakukannya" ujar Christian dengan senyum
"Iya" jawab Cherry dengan merasa kecewa
"Kenapa?"
"Tidak ada" jawab Cherry dengan mengeleng kepala tanpa melihat ke arah Christian
"Ada apa Cherry?" tanya Christian dengan memerhatikan istrinya
"Christian, apa aku begitu tidak berguna? sehingga tidak bisa melakukan apapun untukmu, bahkan di saat kau cedera aku juga tidak tahu, dan aku juga tidak bisa membalut luka untuk mu" ujar Cherry dengan merasa kecewa
"Cherry, ini bukan salahmu, aku yang menyembunyikan darimu, ini salahku karena sudah membohongimu" kata Christian
"Aku tahu kau merahasiakan karena tidak ingin aku khawatir, selama ini aku hanya duduk, makan dan tidur sama sekali tidak bisa melakukan apapun walaupun aku memiliki sepasang tangan"
"Karena ucapan pelayan itu membuatnya semakin sedih dan selalu menganggap dirinya tidak bisa melakukan apa-apa" batin Christian
"Begini saja, setelah tiga hari kau yang membantuku menganti obatnya" ujar Christian dengan menyentuh wajah istrinya
"Tapi bukankah..?"
"Aku adalah suamimu, dan aku ingin istriku yang melakukannya" ucap Christian yang berusaha membuat Istrinya tersenyum
"Iya" jawab Cherry dengan mengangguk
"Christian, itu..?"
"Ada apa? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Christian
__ADS_1
"Bukan, Maaf"
"Gadis bodoh, kenapa harus meminta maaf padaku?"
"Sebelumnya aku sudah salah paham denganmu, karena kau jarang pulang dan aku..?"
"Apakah istriku mengira jika aku memiliki wanita lain di luar, sehingga jarang pulang?" tanya Christian dengan senyum
"Maaf" ucap Cherry dengan merasa bersalah
"Cherry, apa kau masih ingat janjiku padamu di saat malam pertama kita?"
"Iya"
"Aku masih ingat semua janjiku untuk menjaga hati dan perasaanmu, dan sampai kapanpun aku tidak mengkhianati mu" jelas Christian dengan senyum
"Sebenarnya aku tidak marah, jika kau memang ada yang lain di hatimu, aku sudah memikirkannya selama ini, jika saja suatu saat kau tertarik pada yang lain aku bisa menerimanya, aku tidak akan marah"
"Kenapa aku harus mencintai wanita lain?"
"Christian, aku bukan istri yang baik, tidak bisa buat apa-apa untukmu, kau juga butuh ada yang merawat dan melayanimu, jadi tidak ada salahnya jika kau bisa mencintai seseorang, lagi pula mau sampai kapan begini terus, tidak mungkin selamanya kau harus berhadapan denganku yang sudah cacat ini, kau masih muda dan kau berhak lagi untuk mencintai seseorang dari awal, selama ini kau sudah banyak berkorban untukku, kau bisa menikah lagi dengan wanita yang normal aku tidak akan menyalahkanmu" jelas Cherry
"Cherry..?"
"Cherry, kau telah memberi ku sebuah keluarga yang sempurna untukku, sebelum aku mengenalmu aku tidak memiliki sesiapapun, tapi sejak aku mengenal mu kehidupan ku menjadi lengkap, aku mendapatkan seorang istri yang begitu baik dan anak yang begitu lucu, apalagi kekurangan dalam hidupku? tidak ada yang kurang, Cherry. hidupku sudah dilengkapi oleh mu dan anak kita" jelas Christian dengan senyum
"Tapi Christian...?" ucap Cherry yang terpotong oleh suaminya yang langsung mencium bibirnya
Sesaat kemudian Christian melepaskan ciumannya
"Jangan pernah menyerahkan ku pada wanita lain, Cherry. hidupku sudah berwarna dengan kehadiranmu, kau bisa meminta apa saja dengan ku tapi jangan memintaku untuk menikah lagi" ucap Christian dengan mendorong Cherry berbaring ke kasur dan melanjutkan ciumannya
"Em...Christian, tubuhmu jangan dekat denganku, kau akan sakit" kata Cherry yang melepaskan ciumannya
"Mendekatimu rasa sakitku sudah hilang, sudah jangan melawan, berikan aku ciuman manis mu" ucap Christian dengan senyum dan melanjutkan ciumannya
"Cherry, kau benar aku memang membutuhkan kebutuhan biologis tapi hanya denganmu, bukan dengan wanita lain, sebelum kehadiranmu aku juga tidak memiliki gai.rah pada wanita lain, bahkan sekarang sama juga, walau aku sangat ingin melakukannya tapi hanya denganmu, jadi walau kau memaksaku menikah aku juga percuma" batin Christian
Setelah beberapa menit kemudian Christian menghentikan ciumannya
__ADS_1
"Apa kakimu sudah tidak apa-apa?"tanya Christian
"Kakiku?"
"Iya, Nicole mengatakan jika kau melukai kakimu dengan jarum bahkan sampai puluhan tusukan, apa kau tahu yang kau lakukan ini hanya melukai dirimu sendiri" ujar Christian
"Aku hanya ingin mencobanya tapi tidak sakit" jawab Cherry
"Aku tahu tapi jangan pernah melakukan itu lagi ya, berjanjilah padaku jangan bersedih dan hidup bahagialah bersamaku, karena hanya ini yang ku minta padamu, kebahagiaan mu adalah kebahagianku juga, aku berjanji lain kali aku tidak akan membohongimu lagi seperti kemarin, aku akan menceritakan semuanya padamu" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya
"Jangan sampai kau terluka lagi ya" pinta Cherry
"Aku berjanji sayang" ucap Christian dengan senyum dan melanjutkan ciumannya lagi
Malam hari
Christian dan Anton berada di ruangan kerjanya
"Bos, Owen dan timnya sudah tiba, kali ini swiss mengirim pasukannya dan bukan hanya Owen saja, dan di jalan mulai ada razia di setiap jalan besar dan jalan kecil" kata Anton
"Anton, sampaikan ke Victor dan Micheal jangan unjuk diri, karena Owen dan timnya mengenal kalian" ucap Christian
"Baik Bos, kami akan berhati-hati"
"Selalu memantau tindakan mereka, apa saja rencana mereka"
"Bos, mereka akan melakukan razia secara besar-besar di setiap tempat, jalan keluar masuk, bandara dan pelabuhan juga, kelihatannya akan sulit untuk kita melakukan transaksi untuk selanjutnya"
"Hentikan transaksi di kota ini, pindahkan transaksi kita ke negara lain, nanti akan kita atur di mana lebih aman, dan pelabuhan kita di kosongkan, segera suruh semua saudara kita untuk kembali ke markas"
"Baik Bos" jawab Anton dengan hormat
"Lima pelayan itu sudah di buang ke laut, dan bagaimana dengan kondisi nyonya?"
"Cherry dulu sangat tegar dan setelah mengalami ledakkan itu dia sudah mulai semakin rapuh, dia selalu menangis dengan diam-diam tanpa diketahui oleh ku, dan selalu menganggap dirinya tidak berguna, dan lebih parahnya lagi dia memintaku untuk menikah lagi"
"Menikah?"
"Iya, karena dia merasa aku butuh seorang wanita oleh sebab itu dia ingin menikahi wanita lain"
__ADS_1
"Lalu apa yang akan bos lakukan?"
"Aku menolak permintaannya, apapun yang dia minta aku akan berikan semua padanya, tetapi jika ingin aku menikah lagi aku tidak akan setuju"