
"Kenapa Stephen tidak memberitahu ku di saat aku bertanya? apa aku harus percaya padanya? hubungan seperti ini aku sangat takut jika di kemudian hari aku akan terluka, di saat hatinya ada wanita lain mana mungkin aku bisa bahagia bersamanya, walau dia baik pada ku aku tetap merasa tidak nyaman jika dia masih saja menyimpan rahasia, apakah gadis itu adalah kekasih masa lalunya?" batin Cherry
Alex yang adalah suruhan Jhon untuk pergi ke desa menyelidiki tempat tinggal Lionela, setelah sampai di desa dirinya pun bertanya pada penduduk desa sana, setelah mengetahui rumah Lionela dirinya pun menuju ke rumah itu.
Cherry yang berjalan keluar ke halaman melihat seorang pria asing baginya yang berdiri di luar pagar
"Tuan, anda ingin mencari siapa?" tanya Cherry dengan melihat ke arah pria itu
"Dia adalah Cherry, kenapa dia berada di sini" batin Alex yang merasa heran
"Tuan, Anda ingin mencari siapa?" tanya Cherry lagi
"Maaf, apakah ini rumah Lionela?" tanya Alex dengan penasaran
"Benar, Anda siapa ya? kenapa ingin mencari Mama ku?"
"Mama mu? maksud mu adalah Lionela adalah Mama mu?" tanya Alex dengan penasaran
"Benar, apakah Anda mengenal Mama ku?"
"Aku hanya warga baru di sini, jadi di mana Lionela?"
"Mama ku sudah meninggal" jawab Cherry
"Meninggal? apa dia sakit?"
"Iya, sakit parah. Tuan, kenapa diri mu bisa tahu nama Mama ku?" tanya Cherry dengan penasaran
"Hanya mendengar di desa ini juga, oleh karena itu aku hanya penasaran, permisi aku masih ada kerja, terima kasih" ucap Alex yang segera meninggalkan tempat itu
"Aneh! kenapa penasaran dengan Mama ku, siapa dia sebenarnya?" gumam Cherry
Rumah sakit
Setelah di rawat selama seminggu lebih Sonnia telah sadarkan diri
"Dokter, apakah putri ku telah melewati masa kristis?" tanya Angela
__ADS_1
"Benar, pasien sudah melewatinya, mengenai luka bagian luar sudah mulai kering tidak terjadi infeksi di bagian lukanya" jawab dokter
"Dokter, apakah luka ku bisa meninggalkan bekas?" tanya Sonnia yang masih dalam kondisi lemah
"Lukanya sangat dalam dan akan meninggalkan bekas" jawab Dokter
"Bagaimana jika operasi?" tanya Angela
"Tetap tidak bisa, jika hanya luka bagian luar ini bisa di operasi, akan tetapi lukanya terlalu dalam dan memenuhi seluruh tubuh oleh sebab itu operasi tidak bisa membantu sama sekali"
"Aku tidak mau jadi wanita jelek, ini sangat jelek sekali jika luka di tubuh ku tidak hilang, Ma." ucap Sonnia dengan menangis
"Putri ku, jangan menangis mama akan memikirkan cara agar luka mu membaik" bujuk Angela dengan merasa sedih
"Kenapa dia tega sekali pada ku? dia tidak membunuh ku tapi sengaja menyiksa ku begini, ini sama saja dia telah menghancurkan hidup ku" ucap Sonnia dengan menangis histeris
"Sonnia, jangan menangis lagi, mama berjanji akan cari dokter ahli kulit untuk menyembuhkan mu" bujuk Angela yang mengeluarkan air mata
Setelah menyadari luka tubuhnya akan meninggalkan bekas Sonnia menangis tanpa berhenti, dirinya yang selama ini di kenal sangat menjaga penampilan agar selalu tampil cantik, tentu saja bekas luka ini membuat hatinya merasa hancur.
Kediaman Paolo
"Aargghttttt, sakittt.aaarrgggg" teriak Paolo yang berada di atas kasur dengan mengeluarkan air mata
"Jhon Wilster, lihat saja nanti aku akan membuat mu menyesal seumur hidup, Cherry anak itu ingin membalas ku dan kau juga Jhon Wilster kalian sama-sama ingin membalas ku, lihat saja aku akan mengatakan hal buruk tentang mu di hadapan Cherry biar dia membalas mu" ketus Paolo yang sedang menahan sakit di bagian pundaknya yang semakin bengkak itu
"Sakit ini sangat menusuk, lihat saja nanti
Cherry sangat sayang sama Lionela jika saja aku berbohong padanya kau pernah melukai Lionela dia pasti akan membalas mu, di saat kalian saling melukai maka aku lah pemenangnya, siapa pun di antara kalian yang mati maka yang hidup akan menyesal seumur hidup" batin Paolo dengan penuh kebencian
Perdesaan
Malam hari
Di malam itu Cherry sudah terlelap di kamar yang dulu di gunakan oleh Lionela, di saat dirinya sudah ketiduran Stephen masuk ke kamar dan duduk di sampingnya. dengan menatap sendu wajah gadis itu.
"Ini kah kehidupan mu dulu? warga di sini mengatakan jika diri mu dan Mama mu hidup dalam kekurangan, bahkan diri mu bekerja di beberapa tempat hanya untuk gaji yang tidak seberapa demi membantu kebutuhan rumah, jika saja kita kenal lebih awal aku tidak akan membiarkan mu begitu menderita, dan aku pasti akan menyelamatkan Mama mu, biarlah mulai saat ini aku yang mengisi hari-hari mu" batin Stephen dengan merasa sedih menatap gadis itu
__ADS_1
Keesokan harinya
"Sudah pagi" gumam Cherry yang baru membuka mata dan bangkit dari tidurnya
"Hah..semalam Stephen tidur sini, apakah dia sudah pulang?" batin Cherry yang turun dari ranjangnya
Di saat Cherry keluar dari kamarnya dia melihat ke arah Stephen yang sedang sibuk menyajikan makanan di mejanya
"Selamat pagi, Cherry" ucap Stephen yang melihat ke arah Cherry
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Cherry yang melihat mejanya di penuhi makanan
"Aku memasak sarapan untuk mu" jawab Stephen yang menghampiri Cherry dan mencium pipinya
"Kau memasaknya sendiri? ini bukankah terlalu banyak?"
"Mari kita makan bersama, setelah itu aku akan membantu mu mengolah obat" ucap Stephen dengan merangkul pundak Cherry dengan mesra
"Aku rasa seharusnya kau kembali ke kota, sini adalah desa tidak sesuai untuk mu"
"Kenapa tidak sesuai untuk ku? kau adalah kekasih ku jadi sudah seharusnya aku di sini" kata Stephen dengan senyum
"Jangan katakan itu lagi" ucap Cherry
"Kenapa? apa kau masih tidak ingin mengakui ku sebagai kekasih mu?"tanya Stephen dengan senyum mesra
"Aku tidak ingin memikirkan ke sana, aku masih nyaman di sini" jawab Cherry dengan menyantap sarapannya
"Baiklah, aku akan menemani mu di sini, selama yang kau mau"
"Tidak perlu! kau pulang saja, lagi pula sini adalah desa ku, aku masih ingin tinggal selama mungkin"
"Berapa lama pun yang kamu inginkan aku akan menemani mu di sini"
"Kau masih ada perusahaan yang harus di urus, jadi tidak bisa lama di sini, kau harus segera pulang"
"Anton akan membantu ku di sana, perusahaan itu hanya sampingan ku saja, tanpanya aku juga tidak bermasalah" jawab Stephen dengan santai
__ADS_1
"Sampingan mu? itu adalah perusahaan besar bagaimana kau bisa mengatakan seperti itu?" tanya Cherry dengan heran
"Apa kau kira tanpa perusahaan itu aku akan jatuh bangkrut? aset ku yang aslinya bukan di perusahaan itu, tapi di berbagai negara lainnya" jelas Stephen dengan santai, karena dirinya adalah penjahat ternama yang tekenal dengan membunuh dan pengedar narkoba paling besar di dunia yang identitasnya tanpa di ketahui oleh siapa pun.