Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen emosi


__ADS_3

"Cherry" ucap Stephen mengangkat Cherry dan memeluknya


"Siapa pelakunya?" tanya Stephen yang merasa cemas melihat tubuh kekasihnya berlumuran darah


"Stephen, Maaf. aku...ga..gal, foto mu di ba..wa..per...gi" kata Cherry yang terputus-putus karena kesakitan yang luar biasa


"Jangan bicara dulu"ujar Stephen yang mengeluarkan serbuk obat dari sakunya dan menabur ke luka Cherry


"Bertahanlah, ini adalah serbuk menghentikan darah" ujar Stephen yang merasa cemas


Stephen yang khawatir langsung mengeluarkan handphone miliknya dan menghubungi seseorang di sana


"Hallo Bos" jawab Anton yang di seberang sana


"Anton, segera panggilkan dokter ke sini dalam 15 menit harus ada di depan mataku" perintah Stephen dengan tegas


"Baik Bos"


Setelah melakukan panggilan Stephen pun langsung mengendong Cherry dengan sambil berlari menuju ke rumahnya


Setelah sampai ke rumah dia menidurkan Cherry di atas kasur dengan perlahan


Cherry yang sedang mengalami luka berat mengeluarkan air matanya karena harus menahan sakit tusukan yang sangat dalam


"Cherry, dengarkan aku, jangan memejamkan mata mu, teruslah menatap ku" kata Stephen yang duduk di tepi kasur


"Step..hen" ucap Cherry dengan terputus


"Katakan apa mau mu, teruslah bicara dengan ku, sebentar lagi dokter akan datang" ujar Stephen dengan memegang tangan Cherry dan menyentuh wajahnya


"Ma...af..aku su..dah beru..sa..ha" kata Cherry dengan mengeluarkan air mata


"Cherry, jangan berminta maaf pada ku, bertahanlah dan dokter akan tiba sebentar lagi"


"Pa..pa ku bi..sa mengo..bati ku" kata Cherry dengan suara pelan


Sesaat kemudian Jhon pulang ke rumahnya karena melihat tetasan darah di lantai menuju ke kamar Cherry dirinya pun langsung melangkah masuk ke kamar itu


"Cherry, Stephen" panggil Jhon yang melihat ke arah putrinya


"Cherry, ada apa dengan mu?" tanya Jhon yang cemas dengan melihat tubuh putrinya bersimbah darah

__ADS_1


"Jhon, cepat berikan obat untuk anti sakit, lukanya sangat dalam, sambil menunggu dokter kemari" ujar Stephen yang bangkit dari tempat duduknya


Jhon yang tanpa bertanya langsung menaburkan serbuk obat ke bagian luka Cherry


"Cherry, putriku bertahanlah, rasa sakit akan segera menghilang" kata Jhon yang merasa cemas dengan menyentuh wajah Cherry yang sedang berkeringat dingin


"Stephen, apa yang terjadi? kenapa Cherry bisa terluka?" tanya Jhon dengan merasa cemas


"Di saat aku melihatnya dia sudah terluka parah, aku melihat lukanya adalah luka tusukan" jawab Stephen dengan mata berkaca kaca


"Cherry, siapa pelakunya?" tanya Stephen yang menghampiri Cherry


"Ce..pat ca..ri dia, jan..gan sam..pai dia ting..galkan desa ini, dia mem..bawa dom..pet mu per..gi" kata Cherry dengan mengeluarkan air matanya


"Apakah pelakunya adalah beberapa pencuri itu?" tanya Jhon dengan mengingat kemunculan 4 pria asing yang ada di desa itu


"Anggota ku akan menangkap mereka, tidak menyangka sebelum kita bertindak mereka malah beraninya datang ke sini" jawab Stephen dengan merasa kesal


"Stephen, apakah dokter akan sampai dalam waktu dekat?" tanya Jhon dengan merasa khawatir yang sedang berdiri di samping kasur sambil melihat ke arah Cherry yang sedang memejamkan matanya


"Mereka mengunakan helikopter, kondisi Cherry sangat parah, perjalanan ke kota sangat jauh dia tidak akan bisa menahannya, jadi agar lebih cepat bawa dokternya kemari" jelas Stephen


"Step..hen, ce..pat per..gi cari pelaku..nya, ambil kem..bali dom..pet mu" ujar Cherry yang wajahnya semakin memucat


"Rasa sakit ku sudah mulai reda, cepat tangkap dia, Papa ada di sini menemani ku, cepatlah pergi" pinta Cherry dengan suara pelan


"Cherry, aku tidak akan pergi" jawab Stephen dengan mengusap air mata Cherry


"Foto itu di bawanya, cepat ambil" ujar Cherry dengan kondisinya yang semakin lemah


"Cherry, dengarkan aku. aku tidak akan meninggalkan mu" kata Stephen dengan menyentuh wajahnya Cherry


Tidak lama lagi kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik Stephen


"Hallo" jawab Stephen yang menerima panggilan itu


"Bos, mereka sudah di tangan kami"


"Siksa mereka, dan tanya siapa yang telah melukai Cherry"


"Nama pelakunya adalah Santos, dia baru pulang dan sudah kami tahan, mereka ada 4 orang"

__ADS_1


"Aku akan ke sana, sebentar lagi"


"Baik bos"


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya


Setelah 15 menit kemudian Anton datang dengan membawa seorang dokter


Dokter memberikan suntikan pada Cherry dan menjahit bagian lukanya yang cukup dalam serta kehilangan banyak darah


Sementara Stephen berdiri di ujung kasur dengan menatap kekasihnya dengan penuh rasa sakit dan perih di hatinya, mata pria itu di penuhi dengan air mata. sekejam-kejam dirinya terhadap musuh akan tetapi berubah menjadi lembut di saat melihat kekasih pujaannya yang sedang dalam kondisi terluka


"Dokter, bagaimana dengannya?" tanya Stephen


"Lukanya cukup dalam dan kehilangan banyak darah, dia butuh vitamin dan jangan banyak bergerak dulu, seharusnya di bawa kerumah sakit, jika di sana kami memiliki alat lebih lengkap dan kami bisa sering memantaunya" jelas dokter


"Kondisinya yang seperti sekarang mana mungkin bisa membawanya ke kota" ucap Stephen


"Tinggallah di sini dulu, setelah 3 hari bawalah dia ke kota, dan hanya bisa di rawat dengan baik jika tinggal di rumah sakit" jelas dokter


"Dengarkan aku baik-baik, aku ingin kau tinggal di sini dan merawat lukanya, jika dia ada apa-apa maka jangan salahkan aku meratakan rumah sakit mu" kecam Stephen yang sedang tertekan


"Dokter, luka putri ku sangat dalam, kami tidak ingin mengambil risiko membawanya ke kota di saat kondisinya masih belum stabil" ujar Jhon


"Jika saja lukanya mengeluarkan darah lagi apa kau berani bertanggung jawab?" bentak Stephen dengan kesal


"Anton"


"Iya Bos" jawab Anton yang melangkah masuk ke kamar


"Anton, carikan rumah kosong di sini, dan biarkan dokter tinggal di sana" perintah Stephen dengan tegas


"Baik Bos" jawab Anton dengan menurut


"Dokter, mengenai alat katakan saja obat apa dan alat apa yang di butuhkan, maka kami akan menyiapkan untuk mu, asal kau bisa menyelamatkan kekasih ku berapa bayaran pun akan aku berikan, tapi jika kau gagal bukan hanya diri mu yang ku lenyapkan tapi rumah sakit mu juga akan ku hancurkan" kecam stephen dengan tatapan aura membunuh


Mendengar ancaman Stephen dokter itu hanya bisa menuruti keinginan pria yang memiliki tatapan yang di penuhi aura membunuh


"Anton, kau bawa dokter ini pergi, suruh anggota kita mengawasinya jika dia berani kabur patahkan kakinya" perintah Stephen dengan emosi


"Siap Bos" jawab Anton yang kemudian pergi meninggalkan rumah itu dan di ikuti oleh dokter

__ADS_1


"Jhon, tolong jaga Cherry, aku ingin menemui pelakunya, semua yang dia lakukan terhadap Cherry akan ku balas" ucap Stephen


"Cherry, sudah tidur karena suntikan dari dokter, jadi dia akan baik-baik saja, jangan cemas" jawab Jhon


__ADS_2