PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
101. Akhirnya Bangun Juga.


__ADS_3

Andre yang saat ini sedang fokus menjahit luka Elisa yang membuat Andre tak akan merespon apapun di sekitarnya, saking khawatir dan paniknya Andre tidak akan memperdulikan hal-hal yang tidak penting, ia berusaha untuk menyelamatkan istrinya dan menyelesaikan pekerjaan itu, walau dalam hati ia sudah tidak menentu dan kacau. Tapi, Andre berusaha setenang mungkin untuk menghadapi proses tersebut, dengan sisa tenaga yang ia punya untuk mengendalikan diri sendiri agar tidak terkecoh.


Arafif yang juga khawatir akan keadaan Elisa hanya bisa berdoa dan pasrah pada kemampuan Andre, Keyshu juga sesekali membantu Andre untuk mengambil alat bedah.


"Andre tekanan darahnya semakin menurun," ucap Keyshu yang melihat monitor tekanan darah, jantung dan denyut nadi.


Andre hanya diam tak menghiraukan perkataan Keyshu, ia masih fokus pada apa yang sedang ia kerjakan saat ini.


"Arafif, apakah kamu tahu soal stok darah di lemari masih ada?" ucap Keyshu yang bertanya pada Arafif.


"Entahlah aku belum mengeceknya, karena terakhir hanya ada darah O positif milik Azalea, dan aku belum lihat stok lainnya" jawab Arafif yang sempat linglung.


"Andre bagaimana jika kita bawa dia ke rumah sakit di kota" ucap Keyshu yang menyarankan.


Lagi-lagi Andre hanya diam tak menjawab, ia masih saja fokus. Tak mau memperpanjang dan memperbesar permasalahan, lagi pula entah itu rumah sakit besar kecil sama saja Andre juga dokter bedahnya.


"Andre gawat. Tekanan jantung Elisa mulai melemah, Andre jika kamu memaksa untuk tetap melakukan operasi seperti ini maka Elisa tidak akan selamat, kita harus bawa dia ke rumah sakit" kepanikan Keyshu, tapi Andre malah melepaskan alat yang terpasang di tubuh Elisa alat bantu untuk menentukan tekanan jantung dan nadi.


"Apa yang kau lakukan nak! Kenapa kamu malah melepaskan alat itu dari tubuh Elisa, jika kamu melepaskan itu kita tidak akan tahu bagaimana tekanan jantungnya" Arafif sangat marah dan kesel, akan tetapi di abaikan Andre.


Andre baru selesai untuk menjahit luka di kepala Elisa, lalu menatap kedua pria separuh baya itu yang dari tadi sudah terlihat was-was sejak awal.


"Sudah selesai, kalian boleh pergi!" ucap Andre singkat dengan tatapan dingin.


"Nak, kamu belum cek kondisi Elisa stabil atau tidak" ujar Arafif.


"Kalian cek sendiri, aku pergi ke kamar dulu. Tolong jaga Elisa sebentar" ucap Andre yang langsung bangkit dari tempat.


Keluar dari kamar rawat, Andre bergegas menuju kediaman untuk mengambil baju ganti Elisa karena melihat tubuh Elisa yang sudah sangat kotor, di tambah tubuhnya juga sudah berlumuran darah.


"Mas Andre gimana keadaan teteh" tanya Azril yang khawatir, saat Andre keluar dari ruang rawat.


"Alhamdulillah baik, kalau kamu khawatir bisa masuk lihat sendiri kondisinya. Mas mau ke kamar dulu ambil baju ganti buat tetehmu, jagain tetehmu dulu ya zril" ucap Andre sebelum pergi berpesan pada adik iparnya.


Andre langsung pergi ke kamar untuk mengambil baju untuk Elisa, dan melihat kondisi kamarnya yang berantakan itu. Mereka-reka adegan kejadian bagaimana Elisa terjatuh membuat kelapanya terluka, dan Andre melihat jika disana ada pecahan guci keramik hiasan dari tanah liat itu penyebabnya.


Andre membereskan semua itu, hingga tak ada sisa pecahan apapun lagi dilantai. Meja yang rusak juga ia singkirkan dari sana membersihkan tempat tersebut, setelah selesai Andre bergegas untuk mengambil pakaian ganti untuk Elisa.


Sesampainya di ruangan sudah ramai saja tempat itu, banyak orang yang menjenguk kondisi Elisa yang belum sadarkan diri. Andre masuk dengan perlahan dan hati-hati, sambil menatap semua wajah orang yang berada di dalamnya.


"Andre, bagaimana keadaan Elisa dan apa yang sebenarnya terjadi nak?" tanya Monika panik.


"Kalian semua keluarlah, saat ini Elisa belum bisa di jenguk dulu. Bisakah kalian keluar, ku mohon" ucap Andre masih dengan nada baik-baik.


"Tapi, nak kami sangat khawatir akan kondisinya, jadi bisakah kamu katakan pada mamah" ucap Monika yang sangat penasaran dengan kondisi Elisa.

__ADS_1


"Aku bilang KELUAR!" Andre sangat marah dan sangat geram hingga membuat dia naik pitam.


Semua orang tampak sangat ketakutan dengan raut wajah Andre yang sangar seperti iblis, satu persatu semua keluar dari ruangan. Lalu Andre mengunci pintu dari dalam, semua sangat kebinggungan dengan sikap Andre yang berubah-ubah seperti ini.


"Papah apa yang sebenarnya terjadi, kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi pada Elisa hingga membuat Andre semarah ini, mamah kok jadi takut ya sama Andre."


"Untuk sekarang jangan kita usik dulu, biarkan Andre sendiri dengan istrinya. Ayo, kita pergi sekarang" ucap Arafif yang pergi meninggalkan tempat bersama Monika, walau istrinya enggan untuk angkat kaki dari sana.


Mendengar semua orang tidak ada lagi di depan pintu kamar rawat itu, Andre keluar lagi untuk mengambil lap, dan baskom air. Hingga air hangat untuk Elisa mandi, yah Andre berencana untuk memandikan Elisa yang belum sadarkan diri tersebut.


"Maafkan aku Elisa, aku sangat kesal dengan sikapmu yang tidak pernah menujukan potensinya sebagai seorang istri yang menurut pada suami, tapi sekarang aku sadar. Jika semua itu adalah kesalahanku yang tidak bisa mendidik kamu secara baik, seharusnya aku yang belajar untuk lebih sabar lagi untuk memberikan kesan pertama dan pelajaran pertama. Tolong kamu maafkan aku, karena belum bisa menjadi suami yang baik untukmu" ucap Andre seraya melucuti pakaiaaan Elisa satu persatu.


Terlihatlah tubuh Elisa tanpa sehelai benang pun yang menutupinya, tubuh yang kurus ramping dengan kulit putih agak sedikit berwarna kuning langsat, terlihat garis jalan darah warna biru kehijauan. Andre terdiam saat melihat hal itu, lalu tak lama tanganya menyentuh lap dan di masukan ke dalam air hangat. Lalu mengoleskan ke tubuh Elisa yang telanjanggg.


"Bagaimana kamu sekurus ini, apa saja yang kamu lakukan disini. Apakah kamu tidak makan berhari-hari, sampai aku bisa melihat tulangmu. Bahkan kamu sekarang tak memiliki dadah yang ideal, yah kamu selalu mempermasalahkan soal itu padaku. Jadi cepatlah sembuh, agar kamu bisa ngomel-ngomel lagi protes terhadap suami mu ini" curhatan Andre sambil mengelap seluruh tubuh Elisa.


Andre juga mencuci rambut Elisa dan mengeringkannya juga, tak lupa Andre juga memakaikan baju ganti untuk Elisa. Setelah itu Andre terduduk sambil menatap wajah Elisa yang agak pucat, melihat layar monitor yang sudah di pasang kembali oleh Andre, semua stabil.


"Elisa, kenapa kamu terdiam terus. Kapan kau bicara, sudah hampir 3 jam aku duduk menunggu dan memandangi wajahmu. Elisa, maaf ya kayaknya kita juga harus tunda lagi untuk memikirkan soal punya momongan, masalahnya sekarang tambah rumit" ujar Andre sambil membaringkan tubuhnya di sebelah Elisa.


Tak lama Andre mulai tertidur lelap di samping tubuh Elisa, tak lama Elisa pun bangun melihat sekelilingnya seperti bukan kamarnya, lalu saat menoleh ke samping betapa terkejutnya. Saat Elisa bisa melihat dekat suaminya tidur disebelahnya sangat lelap, seperti Andre sangat kelelahan. Elisa sangat senang hingga tak tahan ingin melihat wajah suaminya lebih dalam, makanya Elisa ingin langsung menggerakkan tubuhnya. Tapi, kepalanya mulai pening membuat dia harus meringis kesakitan, itu membuat Andre terbangun.


"Sayang! kamu kenapa? Ada yang sakit" ucap Andre yang panik.


"Iya sayang, kamu habis dioperasi. Kamu dapat 5 jahitan dikepala, karena luka terkena pecahan keramik hiasan" penjelasan Andre.


"Lah kok bisa, gimana ceritanya aku dapat luka jahitan" tanya Elisa yang kebinggungan.


"Kok malah nanya sama mas. Seharusnya Mas yang tanya sama kamu, gimana ceritanya kamu bisa jatuh dan tertimpa meja itu hingga membuat tubuh kamu berada dibawah, aku sampai panik tahu nggak. Kamu nggak tau gimana rasanya aku panik dan takut banget, jika seandainya. Nangudzubillah... Kalau aku ditinggal kamu, atau terjadi sesuatu sama kamu, dan kamu kenapa-kenapa hingga menyangkut kepentingan keselamatan kehidupan kamu. Aku nggak bisa bayangin kalau aku harus kehilangan kamu, aku nggak mau jadi duren muda dan jadi bulan-bulanan wanita yang mengincar ku. Susah tahu nyari cewek yang kayak kamu, ataupun sekedar mirip juga nggak akan aku lirik" penjelasan Andre membuat Elisa terdiam dan tersipu malu.


"Dasar gombal, luka ini mungkin karma buat aku karena sudah durhaka sama suami" ujar Elisa yang tersenyum masam.


"Durhaka? Hmmm-soal itu! Aku serius nanya, kok jawab gitu" ujar Andre yang membelai lembut rambut Elisa.


"Ya emang bener kok, ini karma karena telah berdosa dan durhaka sama mas Andre. Inilah akibatnya kaki aku lecet-lecet, kekilir, tangan aku ketusuk kayu, susah jalan dan akhirnya aku jatuh terus ketimpah meja pula, gak sadar kepala aku kena pecahan keramik. Jadi aku dapat balasan, karena gak berbakti sama surganya seorang istri kepada suaminya" penjelasan Elisa membuat Andre sangat syok.


"Gimana caranya semua itu terjadi padamu di waktu bersama, sayang coba kamu ceritakan detilnya" ucap Andre yang sangat penasaran.


"Sebelum Elisa cerita, mas harus bisa melapangkan dada, dan mau memaafkan istri mu ini. Jadi maukan mas Andre memaafkan Elisa?" tanya Elisa yang memohon.


"Iya, mas udah maafin Elisa kok. Mas juga mau minta maaf sama Elisa kalau mas agak kasar sama Elisa yah!" ucap Andre yang mengecuup kening Elisa dengan lembut.


Elisa tersenyum sangat lebar karena senang bisa menerima perhatian dan pelukan hangat lagi dari sang suami, Elisa sangat merindukan kehadiran suaminya Andre dan belaian kasih yang lembut dan panggilan sayang yang khasnya.


"Maafin Elisa yah mas Andre, Elisa mengaku sangat bersalah besar selama ini sama mas Andre, karena Elisa belum bisa jadi istri yang berbakti sama mas Andre. Tapi Elisa janji ini kali terakhir Elisa lakukan, selanjutnya nanti Elisa akan perbaiki semuanya. Elisa nggak akan ulangi lagi kesalahan Elisa ini, dan akan nurut pada suamiku ini, Elisa akan jadi istri yang berbakti kepada Mas Andre. Tapi, digaris bawahi jika mas Andre sendiri yang harus membimbing Elisa," menatap wajah sang suami.

__ADS_1


"Iya insyaAllah mas akan bimbingan Elisa, dan mas juga butuh bantuan Elisa juga jika nanti mas yang salah jalan Elisa juga yang harus ingatkan agar mas kembali kejalan yang bener yang di ridhoin sama Allah dan rasul-nya."


"Aamiin Yarobalalamin, jikalau suatu saat Elisa salah jalan juga, tugas mas Andre harus jadi penuntut Elisa yah, jadi kita saling menghargai dan mengingatkan saja. Kali ini Elisa akan dengerin semua yang mas Andre perintahkan buat elisa, dan teguran Mas Andre apapun itu. Tapi, mas Andre harus janji satu hal sama Elisa, kalau mas Andre lagi kesel, marah atau lagi jengkel sama Elisa minta tolong, mas langsung katakan saja ya jangan ada acara diemin terus di tinggal selama berminggu-minggu kayak gini lagi, bisakan mas" ucap Elisa yang memohon.


"Iya Mas Andre juga minta maaf ya karena belum bisa jadi suami yang baik buat Elisa, Mas Andre juga marahnya terlalu berlebihan sama Elisa, sampai meninggalkan Elisa sendirian di sini selama berminggu-minggu" ujar Andre sambil memeluk tubuh istrinya.


Akhirnya mereka pun berbaikan, sangat senang dan bahagia. Tapi semua itu tidak berlangsung lama karena, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dari dalam perut Elisa dan perut Andre secara bersamaan.


Kryukkkk!


Mereka pun tertawa ngakak mendengar suara tersebut, keduanya saling memandang dan tertawa bahagia, karena perut mereka sama-sama berbunyi.


"Sepertinya perut kita minta diisi?"Ucap Elisa sambil tersenyum menatap suaminya.


"Baiklah aku keluar sebentar untuk ambil makanan, kamu di sini aja ya jangan banyak gerak juga. Kamu mau makan apa? nanti Mas ambilkan dari dapur"ucapkan menawarkan makan apa untuk Elisa.


"Apapun yang kamu makan, aku akan ikut. Udah lama Elisa nggak makan bareng sama Mas Andre."


"Baiklah coba aku lihat dulu ya di dapur ada apa aja?"ucapkan Andre seraya bangkit dari kasur siap-siap untuk pergi ke dapur.


Sesampainya di dapur Andre melihat Azalea yang sedang sibuk memasak bubur, dia berniat untuk membuatkan makanan bagi Elisa.


"Apa yang sedang kamu lakukan Alea malam-malam begini, kamu masih sibuk keluyuran di dalam dapur?" mendengar suara itu Azalea terkejut karena orang yang sangat ia hindari adalah Andre.


"Astaga! kak Andre?" ujar Azalea sangat terkejut karena melihat Andre sudah berdiri di belakangnya.


"Apa yang sedang kamu masak?" tanya Andre sambil menengok ke wadah di depan Azalea.


"Itu Kak! Hmm... anu... Aku lagi bikin bubur, buat Kak Elisa. Aku dengar Kak Elisa sedang sakit, jadi Alea berniat mau bikinin bubur buat Kak Elisa, memang ini udah malam. Tapi, aku dengar Kak Elisa akan sadar. Boleh nggak! Kak Andre, aku kasih buburnya sama kak Elisa, masalahnya aku sudah terlanjur bikinin bubur buat Kak Elisa" Azalea tampak ketakutan saat bicara dengan Andre.


Tapi berbeda dengan Andre yang malah tersenyum senang, karena kebetulan dia sedang lapar malah sedang dibikinkan bubur.


"Ide yang bagus, kebetulan Elisa juga sedang lapar. Kamu berikan saja pada Elisa, dia pasti akan senang karena kamu sendiri yang memberikannya apa lagi membuat khusus untuknya, Alea kamu memang berbakat jadi koki bukan jadi dokter" ucap andre yang mengelus kepala Azalea lembut.


Seraya mengambil mangkuk untuk meminta semangkuk bubur buatan Alea. "Hmm- Boleh tidak kalau kak Andre minta semangkuk bubur yang kamu bikin itu?"


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Senin 21 November 2022.

__ADS_1


__ADS_2