
Setelah sampai di sebuah ruangan yang cukup privasi, karena tempatnya di puncak gedung kantor High House. Andre di suguhkan pemandangan yang sangat indah, bahkan Andre bisa melihat apartemen milik Junlion dari atas ketinggian tersebut.
ALEC : Selamat datang di kantor presdir dari High House, silahkan duduk. Profesor dan bapak.
ANDRE : Terimakasih Alec, cukup nyaman di ruangan ini.
ALEC : Profesor, anda mau minum apa nih, dan pak... Sepertinya saya baru ingat, bukan kah anda ini Gulftaf, lulusan dari universitas RR yang sama dengan adik saya, iya kan yang juga lulus tahun lalu.
GULFTAF : Iya pak, saya memang dari universitas RR.
ALEC : Aaah- jadi bener yah. Ini kamu, saya ingat. Pasti kamu binggung yah, adik saya mengidolakan anda saat masih duduk di bangku kuliah, itu yang membuat saya bisa kenal dengan anda pak. Lalu saya sangat penasaran jadi saya melihat data resume milik anda yang dikirimkan oleh sekretaris saya, jadi saya masih mengingat jelas wajah anda tahun lalu. oke mau minum apa pak Gulftaf.
GULFTAF : Ouh begitu, Terimakasih sudah mengidolakan saya, tapi sayakan bukan siapa-siapa yang harus diidolakan. Minum saya disamakan dengan tuan Andre.
ALEC : Anda juga sama seperti profesor, suka merendahkan diri. Jika seperti itu, maka aku tahu selera dari profesor. Selena buatkan teh jahe hangat tidak usah manis, kasih gulanya sedikit saja untuk Profesor.
ANDRE : Buatkan kopi susu saja, tanpa kafein yang terlalu tinggi untuk Gulftaf.
Andre menyambung karena Gulftaf memang menyukai kopi tanpa kafein yang tinggi.
ALEC : Kau dengar itu Selena buatkan untuk tamu istimewa ku.
Selena langsung pergi meninggalkan tempat terlihat Andre tidak sabar ingin tahu mengenai prosedur dalam seleksi, hanya saja dia binggung mau memulai mengatakan gimana.
ALEC : Jadi Professor ingin menemui saya itu ada perlu apa? apa yang bisa saya bantu untuk profesor. Coba anda katakan apapun itu, jika kemungkinan saya bisa menjawabnya akan saya jawab.
ANDRE : Aaaah! begini Itu soal seleksi para pendamping. Apakah ada syarat-syaratnya atau sudah membuat susunannya rencana, bisakah anda memberikan penjelasan informasi tersebut.
Alec agak kebinggungan dengan apa yang ditanyakan oleh Andre tersebut, entah kenapa profesor ya malah menanyakan soal seleksi pelantikan pendamping.
ANDRE : Jika itu bersifat rahasia tidak masalah jika tidak di beritahukan secara detil ya, saya hanya sekadar ingin tahu saja.
ALEC : Profesor, kenapa tiba-tiba bapak menanyakan masalah itu? soal seleksi para pendamping, di asrama High House. Para pendamping memang sedang latihan untuk menjadi seorang pendamping bagi para pemimpin grup, agar bisa membantu meringankan beban pikiran mereka. Pelatihan untuk menjadi nyonya dan asisten dari pemimpin-pemimpin grup, memang banyak sekali ujiannya.
ANDRE : Ouh begitu yah, saya hanya sekedar bertanya. Iya itu adalah salah satu yang ingin saya tanyakan, jika anda keberatan soal pertanyaan saya tidak apa-apa.
ALEC : Iya bisa saja saya katakan, tapi anda jelaskan dahulu kenapa anda tiba-tiba menanyakan soal seleksi pelantikan pendamping profesor? karena saya harus mempertimbangkan jawaban saya pak.
ANDRE : Karena saya khawatir pada seseorang jika dia akan merasa kurang nyaman, dan akan merasa lelah dan frustasi. Aku tahu dia kuat dan bisa melakukan hal apapun dengan baik, tapi kadang kala dia melakukan hal di luar nalar pikiran ku.
Alec agak kebinggungan dengan apa yang di katakan oleh Andre, dengan sorot mata Andre yang sedikit linglung dengan dunianya.
ALEC : Professor, jika soal acara. Jujur saya bukan penanggung jawabnya, dan tidak tahu menahu. Tapi, mungkin sekretaris saya tahu soal acara tersebut. Karena yang membuat rencana acara adalah bawahan saya, kemungkinan juga akan di adakan diAula pertemuan untuk seleksi para pendamping dan asisten untuk grup ternama. Dari grup besar masih banyak grup-grup kecil lainnya yang ingin ikut dalam proses itu, karena dari 5 grup terbesar saat ini yang paling banyak peminatnya untuk menjadi pendamping dari grup yang sedang tenar saat ini yaitu grup ANDRILOS. Banyak sekali peminatnya bahkan hampir kuota kami yang cuman 50 orang malah sekarang 2000 orang yang terdaftar, bahkan hingga jutaan, mereka hanya ingin menjadi pendamping bagi pemimpin grup ANDRILOS.
ANDRE : Boleh saya tahu jika mengikuti langkah-langkah tersebut bisa berapa tahapnya, apakah cukup sulit.
ALEC : Ada beberapa tahap yang akan mereka jalani, tahap pertama adalah kekutan fisik dan ada keterampilan kreatif berfikir, tahap kedua adalah penampilan yang menarik, dan harus bisa berbahasa minimal 2 bahasa. Tahap ke tiga adalah seleksi wawancara atau interview, mereka akan di tanya beberapa pertanyaan oleh 10 juri, dan termasuk para pemimpin grup. Tahap, keempat adalah mengukur kemampuan berpikir kritis jernih dan dapat teliti dan tahap terakhir adalah babak penyisihan mengikuti nilai dari juri, voting dari masing anggota grup dan pengamatan kriteria dari pemimpin grup.
Andre menuduhkan wajahnya khawatir jika istrinya bisa tidak untuk melalui semua tahap-tahap tersebut, karena cukup banyak yang harus di perhatikan dan hindari.
"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya Gulftaf yang ikut khawatir dengan kondisi Andre saat ini.
ALEC : Maaf boleh saya tahu, memangnya siapa yang ikut seleksi menjadi pendamping pemimpin grup Professor.
ANDRE : Seseorang yang keras kepala yang membuat aku gila, dan merasa terus menerus khawatir. Sudahlah lupakan, terimakasih atas informasinya, maaf sudah mengganggu waktu sibuk mu Alec, atau aku panggil presdir High House.
Keesokan paginya, Glenn mendatangi Andre yang saat ini sedang sarapan di istana MONARFI, masih dalam keadaan linglung karena kepikiran soal Elisa apakah bisa melewati semua tahapan tersebut.
__ADS_1
"Selamat pagi Tuan ANDRILOS. Ada apa anda memanggil saya untuk datang, apakah ada perintah selanjutnya bagi saya?" ucap Glenn.
Tapi melihat Andre masih sibuk dengan pikirannya tidak mendengar apa yang di katakan oleh Glenn, mengabaikan orang sedang berbicara dengannya. Gulftaf dan Glenn saling menatap satu sama lainnya, lalu Gulftaf mendekati Glenn.
"Tuan sudah seperti ini sejak kemarin, mungkin karena Tuan banyak pikiran dan sangat tertekan, dari kemarin dia tidak pernah nyambung, Tuan khawatir sama nyonya?" Bisik Gulftaf.
"Begitukah, wajar saja sih mereka belum bertemu satu sama lainnya. Aku akan menelfon seseorang dulu untuk menjemput nyonya agar datang kesini, tolong jaga Tuan" ucap Glenn.
"Tidak perlu Glenn, aku sendiri yang akan menemuinya. Gulftaf, cancel pertemuan ku dengan semua orang hari ini ganti hari berikutnya saja aku sedang tidak mood dan banyak sekali beban pikiran di otakku" ucap Andre.
"Baik Tuan" ucap Gulftaf.
"Glenn antar aku ke gedung pelatihan khusus itu, Gulftaf kamu tolong datang ke peternak kuda aku dengar Lylo akan melahirkan, jadi aku khawatir dengan kuda kesayangan papah, jika ada masalah kamu langsung menelpon dokter hewan dan aku"
"Baiklah Tuan, saya akan pergi ke penakaran kuda" ucap Gulftaf, Andre langsung bangkit dari duduknya.
ANDRE : Fie bungkus semua ini, aku ingin membawakan ini untuk Elisa, dia pasti sangat suka semua makanan ini.
FIE : Baik tuan saya kan ambil kotak makan, di tunggu sebentar.
Setelah semua siap Andre pergi meninggalkan istana MONARFI, Gulftaf yang beda arah mereka pergi secara terpisah, Andre masih melamun dalam renungan ya.
Sesampainya di gedung pelatihan High House, terlihat sangat sibuk banyak sekali orang yang bolak-balik dari ujung ke ujung satu ke tempat lainnya.
"Glenn tunggu di sini, aku akan masuk dahulu kedalam" ucap Andre yang keluar tak lupa menenteng kotak berisi makanan.
Andre masuk kedalam terlihat ada Helena yang tidak jauh, melihat Andre yang sedang tergesa-gesa menuju lift sudah dia tebak jika akan menemui Elisa. Langsung saja ia cegat jalannya agar tidak sia-sia kunjungan, karena Elisa saat ini sedang dalam proses belajar.
HELENA : Andre, kamu mau kemana? ingin menemuinya?
HELENA : Mohon maaf tapi sepertinya aku harus menghentikan perjalanan mu ini pak, agar kamu tidak datang sia-sia, kamu membutuhkan koneksi ku karena wanitamu ada di bawa naungan ku saat ini.
Helena sedikit bangga akan statusnya yang saat ini menjadi general manager yang mengatur pelatihan para pendamping dan asisten pemimpin.
ANDRE : Apa yang kamu mau sebenarnya, kenapa kamu menahanku, Helena saat ini ada masalah penting.
HELENA : Sabar dulu dong! Aku sedang tidak bisa meladeni permainan mu.
Andre bersikeras untuk masuk kedalam lift tapi Helena menahan tangannya, karena Andre saat ini sedang di kuasai oleh amarahnya.
HELENA : Tenangkan diri mu dulu, apakah kamu akan menemui istrimu dengan sikapmu seperti itu? Andre jangan menuai kericuhan, bisa-bisa itu menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang mengincar sesuatu dari perpecahan hubungan kalian.
ANDRE : Apa maksudmu?
HELENA : Itulah sebabnya kamu harus menangkan dirimu agar kamu bisa mencerna apa yang aku katakan tadi, dan bisakah kamu berfikir lebih baik, agar bisa nyambung. Kamu tidak mengerti dengan apa yang aku katakan tadi kan, biar aku perjelas. Istrimu banyak sekali yang mengincarnya, dengan kata lain banyak yang menyukainya. Sama halnya denganmu, kamu juga banyak wanita yang menyukaimu, iya satu sama sih tapi, aku sarankan jangan sampai kalimat kasar atau kalian terlibat pertengkaran, itu akan lebih mudah bagi mereka mengambil kesempatan.
ANDRE : Lagian siapa yang akan bertengkar, aku datang kesini mau menemuinya karena ingin memastikan apakah kondisinya baik-baik saja, apakah dia butuh sesuatu.
HELENA : Apakah kamu akan datang dengan wajah seperti itu kepadanya. Kamu dan wanitamu, apakah kamu sadar dengan rautmu saat ini, lihatlah wajahmu yang tidak baik itu. Elisa bisa salah sangka jika kamu sedang marah padanya, jangan pasang wajah seperti ini Andre.
ANDRE : Aaaah, maaf ini karena aku terlalu khawatir dengan keadaan fisik Elisa. Banyak sekali yang aku takutkan, jadi tidak bisa berpikir jernih.
HELENA : Ikut aku.
Andre terlihat frustasi karena memikirkan bagaimana cara agar status Elisa naik dengan cara Elisa tidak kesulitan, apapun prosesnya mau di permudah. Helena menarik nafas dalam-dalam, lalu langsung menarik tangan Andre. Spontan itu dilihat oleh Gavin yang tidak sengaja lewat, Gavin langsung tersenyum devil.
Sesampainya di suatu tempat yang sangat sepi hanya ada mereka berdua, Helena lepaskan tangan Andre yang ia tarik. Tatapan Andre yang kosong melihat ke lantai Helena sedikit khawatir, akan kondisi Andre yang sangat pucat.
__ADS_1
HELENA : Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini Andre, hingga kamu tidak bisa fokus. Percuma kalau kamu kekeh ingin menemui wanitamu, saat ini nyonya Elisa sedang mengikuti pembelajaran tata ruang dan bahasa, dia pasti akan sibuk sampai jam makan siang nanti. Apakah kamu ingin menunggunya? Jika kamu ingin menunggunya maka tunggulah di sini, kalau wajahmu terlihat oleh mata orang lain apa lagi fans girl mu, aku jamin kamu tidak akan bisa lolos dengan mudah, karena postingan wajahmu di berita sudah menyebar luas di sini jadi berhati-hatilah kau mendengarkanku Andre?
ANDRE : Iya aku mendengarkanmu Helena terima kasih kamu sudah mengingatkanku, aku akan ikuti saranmu untuk menunggunya di sini.
HELENA : Kalau begitu aku pergi, masih banyak tugas yang harus aku selesaikan.
ANDRE : TUNGGU HELENA! ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku dan itu selalu terngiang-ngiang dalam otakku.
HELENA : Katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan, jika sekiranya aku bisa menjawabnya aku pasti akan menjawabnya untukmu.
ANDRE : Aku khawatir soal seleksi yang akan dijalani oleh Elisa, katanya sampai ada 5 tahap yang harus dia lewati.
HELENA : Kamu tahu dari mana soal informasi seleksi tahapan itu?
ANDRE : Dari pemimpin High House, Alec yang telah memberitahuku soal itu.
HELENA : Jadi itu yang membuatmu kepikiran sampai linglung begini, kamu tenang saja Nyonya Elisa itu sangat kuat, dia tipe orang yang pantang menyerah, bahkan dia cepat tanggap dan dia mau belajar walau dia tidak bisa, dia sangat tekun untuk melatih sensorik pemikirannya dan dia juga cukup aktif di kelas, jadi kamu tidak usah khawatir soal Nyonya ANDRILOS, dia pasti akan lolos dengan baik. Sebaiknya kamu berdoa saja untuk istrimu, lagi pula nilai ini kamu sendiri yang akan tentukan, walau semua orang menentang, tapi keputusan tetap berpihak kepada kepemimpin yang kuat, makanya kamu harus tetap optimis, Nyonya Elisa sudah pasti akan menjadi milikmu dan dia pasti akan lolos dari seleksi terakhir pemilihan.
ANDRE : Begitukah! Terima kasih atas sarannya, aku jadi sedikit agak lega sekarang.
HELENA : Syukurlah, aku bisa membantumu. Agar Nyonya Elisa bisa diterima oleh anggota di grupmu itu.
ANDRE : Caranya, apakah kamu tahu bagaimana caranya?
HELENA : Asal kamu juga bisa membantu ku juga, yah harus ada timbal baliknya padaku kan. Apakah kamu bersedia untuk membantuku juga?
ANDRE : Aku terima tawaran darimu. Baiklah apa yang bisa aku bantu untukmu.
HELENA : Sebenarnya aku malu mengatakan ini padamu, tapi tidak ada pilihan lain hanya kamu yang bisa membantuku. Jadi apakah akan dibantu?
ANDRE : Tentu saja, semaksimal mungkin agar bisa membantumu, lalu apa yang bisa kubantu untukmu.
HELENA : Putriku! Tolong selamatkan putriku, dia ada di Italia sekarang, aku tidak tahu jika mantan suamiku akan menawannya. Aku takut terjadi sesuatu padanya, jika aku ingin mengambil putriku aku harus membayar sejumlah uang, bisakah kamu membantuku Andre.
ANDRE : Kenapa kau tidak katakan ya dari awal, aku mungkin sudah bisa menyelamatkan putri mu.
HELENA : Bagaimana mungkin aku minta bantuan padamu, waktu itu kamu cukup sibuk. Kamu bilang akan menghubungiku, tapi aku tahu diri lah posisiku saat itu dimana?
Andre merasa bersalah pada helena karena tidak mendengarkan penjelasan dia saat itu. terlihat Helena cukup frustasi karena kepikiran keselamatan putrinya yang belum genap 2 tahun itu, karena mantan suaminya mengancam akan membunuh Putri kandungnya sendiri.
ANDRE : Aku minta maaf Helena. Aku tidak tahu masalahmu saat ini, aku pasti akan membantumu menyelamatkannya. Boleh aku minta foto putrimu?
HELENA : Iya baiklah, akan kukirimkan... Eeeh- tapi aku tidak punya nomor kontakmu?
ANDRE : Baiklah mana ponselmu.
Andre mengambil handphone Helena dan menekan nomor kontaknya.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 26 Oktober 2022.
__ADS_1