PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
122. Sensitive Elisa.


__ADS_3

Elisa yang baru saja sampai di toko bakery melihat tempat tersebut sudah tidak karuan, sudah sangat berantakan Elisa seketika hanya bisa terperangah melihat hal itu, banyak kue-kue yang di buang sia-sia.


Beberapa pegawai sedang merapikan tempat, dan beres-beres tempat tersebut ada juga yang lagi mengobati karyawan yang terluka karena menghalau amukan para pengkomplain itu.


"Ya Allah, kok sampai kayak gini" ucap Elisa yang langsung turun dari motornya, dan langsung berlari ke dalam toko yang sudah urak-urakan itu.


"Bu Elisa," teriakan Rana yang matanya berkaca-kaca.


"Apakah kalian sumua baik-baik saja, masih ada yang terluka. Langsung dirawat saja di rumah sakit yah, maafkan saya tidak cepat datang." ucap Elisa yang sangat bersalah pada semua karyawannya.


Ambulan tak lama datang, dan beberapa bodyguard Elisapun datang untuk membantu menyelesaikan tugasnya mereka, setelah karyawan yang terluka itu di bawa ambulan. Elisa juga mencari tahu tentang semuanya, hingga saking sibuknya tak menyadari hp selalu berdering.


"Mba Elisa, hp bunyi tuh" ucap Rana yang melihat hp Elisa yang bunyi dari tadi.


"Ouh, dari siapa yah?" ucap Elisa yang langsung merai hp miliknya itu.


"Rana gak liat mba, cuman hp dari tadi bunyi terus" ucap Rana yang saat ini kembali di sibukkan nyapu lantai.


Tertera nama dokter Try, awalnya sih yang nelpon adalah mamah Monika tapi sudah berganti panggilan menjadi dokter Try, setelah diganti dengan panggilan Dokter Try langsung diangkat panggilan tersebut.


"Halo Dokter Try... Iya, ada apa?... Hehehe iya aku titip ya para karyawan aku itu... Iya nih ada masalah kecil aja di Bakery...Kejadiannya aku gak tahu, tapi toko kue aku banyak yang komplain... Alhamdulillah aku baik-baik aja... Iya, hanya saja semua perabotan di sini udah hancur nggak ada bekas, tinggal kayak reruntuhan... Nggak tahu! Mereka itu maunya apa? Maaf banget ya dokter Try sampai merepotkan dan panggilan dokter juga nggak saya angkat-angkat dari tadi, aku minta maaf banget gara-gara aku sibuk banget... Eh eh! baru nelpon langsung aku angkat... Loh, bukannya dari tadi dokter nelpon saya ya... Iya kali, mungkin orang lain yang nelpon duluan terus pas Pak Dokter Try yang telepon langsung ke angkat... Oke! Ya udah aku tutup teleponnya dulu ya dokter Try... Aku lagi sibuk banget nih, see you."


Elisa langsung mematikan panggilannya, mengecek handphone tertera di sana mamah Monika 11 panggilan tidak terjawab dan ada 20 panggilan dari suaminya.


"Eh buset ini mamah sama Mas Andre kok bisa samaan ya nelpon aku, ada apa ya? banyak banget nelponnya tapi nggak ada pesan masuk sih, ini nih mama sama anak sama-sama aja bikin aku khawatir, nelpon segini banyaknya nggak ada pesan apapun. Ya udah deh! Aku telepon balik lagi aja, kali aja ada yang penting." Gumam Elisa yang saat ini langsung menekan tombol panggilan


Elisa pun menelpon mama monika terlebih dahulu ia telpon, karena orang tua. Seketika panggilan telepon itu langsung diangkat oleh Mama Monika yang sudah khawatir di rumah.


"Halo Mah... Walaikumsalam... Ada apa mah, kok nelfon Elisa banyak banget... Eh, iya maaf ya mah... Alhamdulillah aku baik-baik aja, tadi Elisa buru-buru pergi karena dapat telfon mah... Itu dari si Rana... Iya, karena tiba-tiba Rana nangis-nangis aku jadi khawatir, dapat kabar kalau toko kue aku di amuk ibu-ibu... Nggak tahu mereka kenapa? Tiba-tiba aja mereka kayak minta komplain gitu... Katanya mah gara-gara kue aku tuh sudah kedaluwarsa... Iya, kata udah nggak layak di makan, kok masih di jual gitu mah... Aku juga binggung gimana ceritanya... Katanya begitu! Aku panik dong mah, terus beberapa karyawan aku juga banyak yang terluka gara-gara mereka menghalau ibu-ibu yang mau ngerusakin toko aku... Udah kok mah, udah ku bawa ke rumah sakit... Alhamdulillah aku udah langsung telepon ambulans buat bawa mereka ke rumah sakit langsung ditangani sama dokter Try kok... Iya nanti aku cerita di rumah ya ma... Iya assalamualaikum."


Elisa langsung mematikan panggilannya langsung beralih ke panggilan luar negeri nomor suaminya yang dari tadi sudah menelponnya tapi tidak diangkat.


"Hallo, assalamualaikum mas... Maafkan aku Mas Andre, tadi aku itu dapat telepon dari dokter Try, terus di sambung aku nelpon mama, karena tadi mama nelpon sampai 11 panggilan tidak terjawab, jadi Elisa nelfon mamah... Iya nih aku lagi sibuk banget... Ini toko aku mas, kena amukan warga... Nggak tahu gimana ceritanya... Minta maaf ya mas jangan marah... Aku sekarang lagi di toko dari tadi... Iya, beberapa karyawan aku yang terluka sih... Kamu tenang aja langsung di bawa ke rumah sakit... Udah kok langsung ditangani... Iya, nanti aku fotoin ya... Iya aku kirim foto nanti... Iya hancur si enggak cuman kayak udah gak berbentuk lagi gitu isinya, toko aku hari ini... Ya udah Mas, iya aku lagi nanti harus ngurus lainnya, sibuk banget nih. Oke goodbye, I love you masku." ucap Elisa yang mengadukan semua pada suaminya.


Elisa juga langsung mematikan panggilan dari Andre, kembali fokus kepada pekerjaan.


"Rana kalau udah selesai nyapu kamu langsung pulang aja ya, ini juga buat kalian semua kalau udah selesai beres-beresnya kalian langsung pulang aja, maaf sudah merepotkan kalian, saya mohon maaf banget ya atas kejadian hari ini"


"Inikan bukan salah Bu Elisa juga, kenapa ibu yang malah minta maaf sama kita" ucap joko.l karyawan.


"Iya Bu, mereka yang datang merusak semua ini, kita juga salah Bu gak memberikan pelayanan yang mungkin kurang baik menurut mereka." sambung Jia pelayan.

__ADS_1


"Udah gak usah di pikirkan, kalian mending istirahat dulu di rumah selama 2 Minggu kedepan, nanti aku hubungi lagi jika ada jadwal kerja masuknya. Silakan pulang, masing-masing yah. Hati-hati di jalan, saya mau bereskan asuransi gedung jadi kalian duluan saja" ucap Elisa yang membubarkan karyawan.


Elisa menutup toko dan langsung pergi dari tempat, untuk membicarakan dengan pemilik gedung. Saat sampai di tempat ternyata gedung itu sudah jadi gak milik Elisa, karena suaminya sudah membeli tanah dan bangunan secara langsung. Elisa sangat terkejut dengan hal itu, tanpa sepengetahuan istrinya dia membeli tanah dan gedungnya juga untuk modal usaha sang istri.


"Ya Allah, suamiku baik banget sih. Aku sungguh beruntung banget punya suami kayak kamu mas, tanpa di minta kamu malah berikan kepada ku seperti ini." Dumal Elisa sepanjang jalan menuju rumah.


Sampai di rumah Elisa menceritakan semuanya pada orang di rumah, lalu Elisa dapat pelukan dari mamah Monika dan Alea. Mendengar cerita itu, Arafif yang manjadi terharu karena walau mereka kaya raya bergelimangan tapi Elisa malah pengen buka usaha sendiri. Tak mau bergantung pada suami dan keluarganya, Arafif lalu ingin membantu tapi elisa melarangnya.


Berada di kamar, Elisa nangis sejadi-jadinya karena usahanya saat ini bukan lagi untuk keluarga yah sendiri, tapi setiap karyawan ya yang bergantung nasib pada pekerjaan itu. Elisa gak tahu lagi harus gimana, posisi Andre yang menjadi tumpuhannya gak ada di sisinya.


Karena terlalu lama menangis, hingga tidak sadar jika pintu kamar terbuka seseorang masuk dan meletakkan pakaian luarnya di panjangan dan masuk kamar mandi, setelah selesai mandi dan ganti baju. Orang itu masuk kedalam selimut dan langsung memeluk Elisa dari belakang, mengecup tengkuk leher Elisa dengan lembut.


"Jangan nangis lagi yah, mas udah pulang buat jadi sanggahan kamu" Bisik Andre yang ada di belakang punggung Elisa.


Mendengar hal itu refleks tubuh Elisa berbalik badan dan memeluk suaminya itu, dan menenggelamkan wajahnya di tubuh Andre.


"Maaf ya, aku telat pulangnya. Kamu gak apa-apa? Soal toko nanti mas yang urus ya, kamu jangan khawatir. Para pekerja kamu masih aman kok, mereka masih bisa bekerja" ucap Andre menyakinkan Elisa.


Elisa hanya mengangguk kepalanya, karena mulut sangat berat untuk bicara hanya bisa menggerakkan kepalanya. Andre mencium puncak kepala Elisa dan membelainya dengan sangat lembut, dan mengelus punggung istrinya.


Keesokan paginya, Andre yang membangunkan Elisa untuk sholat subuh berjamaah. Elisa yang langsung bangun dengan mata yang sebab karena habis nangis semalam, gak bisa di sembunyikan.


"Mas kok mata aku sempit banget yah buat lihat kamu" ucap Elisa yang bangkit dari ranjang.


"Iya, di dalam juga ada handuk" ujar Elisa yang masuk kedalam kamar mandi.


Jam 7 pagi sarapan sudah tertata dengan baik di atas meja, Alea yang membantu pelayan rumah untuk menata meja makan. Melihat Andre yang baru turun dari kamarnya dengan Elisa di belakang, membuat Alea antusias.


"Ouh, kak Andre udah pulang. Kapan datang kak, kok Alea gak tahu."


"Semalam, pantesan di markas kamu gak ada ternyata ikut kesini."


"Iya kak, nemenin mamah monika? kasihan dia selalu di tinggal sendirian kalau kalian pergi ke luar negeri. Mamah gak ada temennya, jadi aku yang nemenin mamah di sini" ucap Alea.


"Mamah? sejak kapan kamu panggil mamah Monika dengan mamah?" Andre yang langsung menatap binggung dan heran.


Elisa juga baru sadar, jika Alea juga memanggil hal itu sejak kemarin tapi baru ngeh saat suaminya kebingungan panggilan Alea berbeda.


"Mamah yang suruh Alea panggil begitu, dia sekarang adik kalian berdua, Alex juga akan pulang kesini kalau tugasnya usah kelar" sambung Monika yang baru keluar dari kamarnya dengan Arafif di sisinya.


"Gak apa-apa kan kak! Kalau Alea tinggal disini sama kak Elisa dan mamah" ucap Alea yang khawatir jika Andre akan marah.

__ADS_1


"Ngapain aku harus marah kamu kan sejak dulu sudah aku anggap sebagai adikmu sendiri, aku hanya heran saja dan binggung karena kamu tiba-tiba panggil mamah begitu. Tapi, ini baru normal kok. Yaudah yuk kita makan, Andre juga udah lama gak makan di rumah. Kangen masakan Bi Ina dan mba Enda, kamu gak bantuin masak say" ucap Andre yang bergantian.


Setelah selesai makan Andre bersiap akan ke rumah sakit karena tugas yang harus dia selesaikan, tidak ada hari libur untuk Andre.


"Loh Andre mau ke mana? kok udah rapi gitu nak!" tanya Monika yang melihat Andre sudah rapi pakai kemeja khasnya.


"Mau ke rumah sakit mah?" ucap Andre yang merapikan pakaiannya.


"Kamu nggak libur dulu ndre, baru aja kamu pulang masa harus kerja lagi, temenan Elisa dulu sana" ujar Monika yang menghawatirkan kondisi Elisa.


"Masih ada pekerjaan yang harus andre selesaikan mah! Kan ada mama sama Alea, ajak saja Elisa sana ke mall kek atau ke mana? yang penting kalian tuh have fun." ucap Andre yang mencari solusi.


"Ide bagus tuh sayang, tapi kamu tahu sendiri kan papa kamu sudah nggak kerja. Jadi mama nggak punya uang buat have fun, mama juga udah lama nih nggak ke salon. Lihat uban Mama udah banyak kayak gini nih, Mama juga mau ngajak Alea jalan-jalan di keliling kota ini tapi..." ucap Monika yang merengek-rengek pada Andre.


"Mohon maaf ma, Andre juga gak pegang uang. Elisa punya banyak kartu tuh, minta aja satu sama Elisa, Andre nggak punya kartu sama sekali buat pegangan Andre. Udah kukasih semua ke Elisa, jadi kalau mama minta apa-apa sama Elisa aja yah, Andre nggak megang uang sepeserpun" ucap Andre.


"Kak Andre baik banget sih, sampai uang aja dikasih semua sama Kak Elisa" ucap Alea yang iri sama kak Elisa.


"Ya namanya juga suami sayang sama istri Alea, makanya Andre itu panut banget sama Elisa" ujar Monika yang menyindir Andre.


"Ya udah kalian ajak Elisa, aku berangkat dulu. Elisa lagi di kamar mandi, jadi kalau keluar nanti langsung aja di ajak" ucap Andre yang langsung pergi meninggalkan tempat.


Tak lama Elisa juga turun ke bawa melihat mobil yang di kendarain sama suaminya sudah pergi jauh, jadi elisa hanya bengong di tempat.


"Hai baby ku, sini sayang. Mamah pengen ngobrol sama kamu, kanapa? Andre yah. Tadi katanya dia mau ke rumah sakit, ada kerjaan yang belum selesai. Mendadak banget kan, sini sayang" ucap monika yang menenangkan Elisa.


"Mah, mas Andre tadi bilang gak kalau pulang lama atau sebentar" ucap Elisa yang mata udah berkaca-kaca.


"Nggak tuh, kenapa emang sayang" ucap Monika yang langsung memeluk Elisa.


"Hmm, katanya mau bantuin Elisa kok malah pergi sih. Dia tuh sungguh-sungguh gak sih sayang sama aku, kok malah aku di tinggalin mulu." ucap Elisa yang tangisan pecah.


"Eeeh kok ngomong gitu, tentu saja anak mamah itu sayang banget sama kamu loh, kan emang Andre orang gitu sibuk terus kan. Udah mendingan kamu ikut mamah yuk! ke salon, kecantikan SPA. Itu kasian Alea dia ini 2 Minggu gak pernah di ajak jalan-jalan sama mamah, yuk sayang kita jalan-jalan aja ke mana kek!" Monica mencoba menenangkan Elisa agar tidak sedih lagi karena ditinggal suami pergi kerja.


Akhirnya Elisa diajak pergi jalan-jalan memutari kotak dan ke salon kecantikan, untuk perawatan tubuh dan menghilangkan stress.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 13 Desember 2022.


__ADS_2