
Andre berlari menuju pintu lift yang sudah terbuka, mendengar informasi dari Helena soal lantai kamar Elisa ia tak mau menundanya terlalu lama, langsung saja naik ke sana.
Sampai di depan pintu kamar Elisa, karena di kira itu Emily yang sedang keluar mengambil beberapa pakaian yang di Loudry, jadi Elisa tidak terlalu fokus melihat layar di pintu Elisa langsung membuka saja pintunya, sedangkan matanya sedang sibuk merapikan rok-nya.
"Bagaimana Em–" tak sempat melanjutkan ucapannya karena Elisa di kagetan dengan sebuah pelukan erat dari seseorang.
Andre langsung menjatuhkan tubuhnya dan memeluk erat istrinya yang saat ini masih melongo kaget, karena dapat surprise kedatangan suaminya sudah ada di depan pintu, Andre yang tidak ada kabar tiba-tiba nonggol di hadapannya.
"Mas Andre?" ucap Elisa yang tersekat, karena dalam dekapan hangat Andre.
"Elisa, aku kangen kamu" ucap Andre seraya menatap Elisa, dan terjadilah kissing maut. Milik Andre yang ia timbun selama 3 Minggu.
Setelah puas Andre melepaskan ciu-mannya, lalu di sambung dengan memeluk seperti anak kecil yang selalu menempel pada ibunya, tak mau melepaskan diri dari tubuh Elisa membuat Elisa sulit untuk bergerak, Andre juga tak banyak bicara sesekali, mengec-up tengkuk leher Elisa.
"Geli tahu jangan di ciu-min gitu, kamu lagi kenapa sih?" ucap Elisa yang menahan kepala Andre yang selalu nyosor itu.
Tapi Andre tak mempedulikan kata-kata Elisa, masih memeluk dengan erat. Elisa menuntun Andre ke sofa, karena Andre cukup lengket kayak permen karet.
"Mas Andre, lepasin Elisa dulu dong! Elisa susah untuk jalan nih! Kapan kamu datang dari Prancis?" ucap Elisa yang langsung menatap wajah Andre.
"Kemarin. Karena sangat khawatir padamu, gara-gara kamu tak ada kabar apapun jadi aku sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan sangat cepat, dan langsung datang kemari. Jadi kenapa tak ada kabar darimu, berikan aku alasan yang akurat. Tak menelfon ataupun membalas pesanku, kau tahu aku hampir gila disana" ucap Andre yang langsung menatap sendu dengan manja.
"Salah siapa tak mau ajak aku, jadi gimana tidak enak bukan jauh dari aku. Lalu apakah urusanmu di sana sudah selesai" tanya Elisa yang saat ini membidik tajam pandangannya.
"Sudah semua lalu aku memaksa ingin pergi ke New York, karena sudah tidak tahan lagi. Aku sangat merindukan kamu, dan mereka juga menunda salah satu tugas yang akan diberikan pada wanita pendamping, kupikir akan sebentar ternyata harus menunggu cukup lama lagi" ucap Andre yang agak frustrasi, pekerjaan sangat banyak tak ada habisnya.
"Kenapa? mereka ingin menunda semua pekerjaan, kan lebih baik jika tugasnya di kerjakan dengan cepat kan" Elisa yang agak protes dengan hal itu.
"Katanya harus menunggu pendamping yang terpilih agar mengerjakan semuanya, kayaknya bakal lama. Karena seleksi akan diadakan 3 bulan kedepan, semua sedang membicarakan tentang hal tersebut" ucap Andre.
"Begitu, yaudah jangan terlalu jadi beban. Biarkan itu jadi urusan mereka yang penting kita sudah melakukan tugas kita semaksimal mungkin, kalau ada pekerjaan kita kerjakan, kalau tidak ada ya sudah kita bisa beristirahat saja dulu, jika mereka memaksa kita untuk bekerja ekstra. Seharusnya mereka memberikan tugas itu lebih awal dan lebih cepat, agar kita juga langsung mengerjakannya dengan cepat bener begitukan" ucap Elisa yang menenangkan diri Andre.
"Kamu bener sayang, kamu menyuruhku tidak kepikiran tapi sebenarnya kamu sendiri kan yang sedang kepikiran soal itu! Buktinya aja kamu ada di sini ngapain coba? ikutan seleksi, kamu itu sudah jelas-jelas pasti akan terpilih, kenapa malah ikut kayak ginian" ucap Andre yang tidak menerima.
"Mas Andre, jangan membuat frekuensi disini kurang baik dong, jangan langsung kamu simpulkan jika aku pasti akan terpilih. Bisa saja aku tidak terpilih, dan akan menjadi bawahan lainnya. Bukan jadi pendamping kamu, maskusay. Kita boleh berencana dan berusaha, tapi takdir yang di katakan Tuhan beda lagi" ucap Elisa memberikan nasehat.
"Tapi sayang, kamu pasti saat ini kepikiran soal itu, iyakan?" ucap Andre.
"Iya kepikiran itu sudah pasti, karena harus gimana lagi, aku harus mendampingi kamu kan" ucap Elisa yang membingkai wajah Andre dengan tangannya.
"Iya makanya kita harus sama-sama menghadapinya, karena aku tidak akan bisa melewati semua ini tanpa kamu" ucap Andre.
"Jangan terlalu memaksa dirimu mas, aku tahu kau tidak terlalu tertarik dengan kemewahan ini, apa lagi jika harus bergelut dengan dunia yang tidak kamu kuasai betul-betul, apalagi dengan peraturan pemerintah ANDRILOS yang membuat kamu kuwalahannya" ucap Elisa yang tahu tentang suaminya.
"Entahlah. Aku tak terlalu mempedulikan hal itu, yang saat ini aku pedulikan dan sedang aku rasakan ingin bersama mu sejenak, tak mau memikirkan hal itu. Bisakah kamu jangan katakan apa-apa soal ANDRILOS, aku bosan, dan sangat lelah dengan hal itu" ucap Andre yang memegangi kepalanya.
"Uh! kasihannya, sweetyku ini. Coba baringkan kepalamu sini, biar Elisa pijat kepalamu" ucap Elisa yang mulai bersuara manja-manja pada suaminya.
Andre seperti anak kecil yang sangat manja tidak bisa di bayangkan, dia menunjukan sifat manjanya seperti ini hanya di tunjukkan pada Elisa. Tak, dilakukan kepada wanita manapun, iya juga tak pernah menujukan wajah lemah pada siapapun. Semua orang kenal Andre dengan wajah selalu cuek, jutek, sangar, kasar, dan cool.
"Elisa," panggilan Andre saat kepalanya masih di pijat oleh tangan Elisa, di pangkuannya.
__ADS_1
"Iya, ada apa?" jawab Elisa yang masih sibuk memijat kepala Andre.
"Aku sangat merindukanmu" ujar Andre matanya mulai membuka, dan menatap wajah Elisa yang ada di atas.
"Iya! Aku tahu, sampai mau hilang arahkan karena harus mencari ku" ucap Elisa yang sudah menebaknya.
"Iya, aku hampir saja melakukan hal yang tak bisa kau bayangkan" ucap Andre.
"Lalu kamu tahu dari mana jika aku ada di sini" ujar Elisa yang sangat penasaran.
"Asal tebak saja" Andre ngeles berbohong, karena tak mau melibatkan Helena.
"Tebakan mu tepat sekali, aaah- apakah kamu punya mata batin yang cukup akurat" ucap Elisa yang membuat Andre tersenyum tipis.
"Apakah kamu percaya jika aku punya kekuatan ikatan yang sangat luar biasa, jadi aku bisa merasakan radar dan sinyal darimu, seperti burung merpati yang akan langsung mengenali pasangannya dimanapun" gombalan Andre membuat Elisa tersipu malu.
"Jadi begitu, hmmm- apakah kamu punya magnet yang di pasang pada tubuhku" Elisa yang langsung mengikuti alur candaan gombalan Andre.
"Iya, mau tau dimana aku meletakkan ya?" ucap Andre yang langsung bangun dari posisi pangkuan Elisa, langsung duduk sejajar dengan Elisa.
"Tidak mau, biarkan saja ditanama ditubuhku. Kamu tak usah repot-repot memberitahu hal tersebut, karena aku tak mau tahu" ucap Elisa yang menggeleng.
"Bukan hal yang sulit kok, kamu cukup memelukku saja maka, kamu akan tahu dimana aku meletakkan magnet yang paling kuat itu" ujar Andre dengan satu kedipan mata genitnya.
"Apa sih, ku bilang aku gak mau tahu" ucap elisa yang langsung menatap Andre.
"Coba kamu berdiri sayang! Dan mencoba untuk memeluk diriku" ucap Andre yang langsung berdiri, dan Elisa diharuskan ikuti apa yang dia mau.
"Mas Andre bukanya kalau seperti itu nanti akan lebih sulit, untuk kita berpelukan. Dengan tubuh jangkungmu ini, dan tubuh mungilku nanti tulang belakangmu bisa bengkok loh"
"Jangan katakan hal konyol, kamu ini bikin aku merona saja. Semakin hari gombalan mu itu semakin bikin spot jantung saja, kamu tahu mas, saat kamu mengatakan hal romantis begitu adalah maut bagiku, karena aku tak bisa menahannya lagi, kamu sangat-sangat membuatku ingin..." ucap yang terhenti karena Elisa lompat dan menci-um Andre dengan ganas tanpa ampun.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah lebih tenang duduk di sofa sambil berpelukan.
"Mas Andre, apakah kamu sudah makan?" tanya Elisa yang saat ini perutnya sudah minta di isi, padahal sudah jam waktu sarapan tapi belum ada pelayan dapur datang.
"Belum" jawab singkat Andre, karena tak sempat untuk memikirkan sarapan, dia datang ketempat sangat pagi tidak peduli perutnya, karena Andre memikirkan rindunya.
"Yaudah! bagaimana kalau kita turun kebawa, cari makan. Di bawa ada kantin, dan pasti banyak menu yang tersedia di sana, kita bisa sarapan" tawaran Elisa.
"Nggak mau ah! jika setelah sarapan nanti kamu akan kembali ke ruangan dan aku akan di tinggal lagi, tak mau" ucap Andre yang seperti anak kecil yang tidak mau ditinggal.
"Eeeh! kok kamu jadi kayak gini, kenapa apakah kamu tidak lapar?" tanya Elisa.
"Aku tidak mau turun. Masih kangen sama kamu" ucap Andre yang menahan tubuh Elisa.
"Hmm sejak kapan kamu jadi kayak gini. Jadi cuman makan kangen, kamu gak lapar? Elisa sudah sangat lapar nih, tuh kamu dengar gak perut Elisa udah bunyi" ucap Elisa.
"Di bawa ke sini saja, kan bisa pesan antar. Kita makan di sini saja" ucap Andre yang gak mau turun kebawa.
Karena takut ada yang mengenali dirinya, apa lagi wajahnya yang familiar, dan ditambah dia tak bawa pasukan untuk melindungi dirinya dari serangan para wanita.
__ADS_1
Karena tempat itu adalah pelatihan khusus untuk seleksi para wanita pendamping, entah itu dari grup lawan atau grup kawan. Apalagi wajah Andre sudah terkenal di berbagai media, majalah bahkan poster, sudah tersebar berita juga jadi akan sulit menyembunyikan wajahnya lagi.
Dimanapun dia berada wajahnya selalu ada populer, apa lagi sebelum dia jadi pemimpin ANDRILOS, dia juga sudah di gemari para wanita karena wajah tampannya, sekarang semenjak dirinya disahkan menjadi pemimpin penerus dari grup ANDRILOS, semakin membeludak saja penggemarnya.
"Sebenarnya bukan karena kamu kangen aku, hanya saja kamu males kan jika harus ketemu orang-orang yang mengenali akan dirimu, atau kamu takut jika kamu ketahuan oleh para wanita yang mengikuti pelatihan disini" tebakan Elisa yang selalu tepat.
Andre menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu, dengan senyuman. "Hehehe, bisakah kamu tebak, tidak seperti itu juga. Alasanku sungguh-sungguh sangat merindukan kamu nyata, lagian karena datang tergesa-gesa jadi tak bawa pengawal hari ini, karena aku khusus datang untuk menemui istriku saja, makanya aku tak membawa pasukanku, begitu" ucap Andre yang menjelaskan semuanya.
"Sudah aku duga akan seperti itu, yaudah aku nanti akan bilang pada pelayan dapur, untuk mengantarkan saja makanan yah ke sini untuk kita berdua, jadi nanti aku akan katakan minta 2 porsi untuk kita" ucap Elisa.
"Tapi, itu artinya nanti jatah makan malammu tidak akan diberikan, kalau kamu meminta dua porsi saat sarapan pagi" ucap Andre yang kaget.
"Tidak masalah, lagian aku jarang makan malam, aku masih ada stok cemilan. Karena Glenn selalu membawakan cemilan kesukaanku, jadi tidak usah khawatir" ucap Elisa yang ambil enteng.
"Sepertinya Glenn lebih patuh padamu dibandingkan diriku"
"Benarkah seperti itu? tapi perasaan dia selalu tunduk padamu, apa lagi diakan bawahanmu, aaah- itu mungkin perasaan mu saja, dia hanya takut padamu makanya dia menuruti semua apa yang ku katakan"
"Apakah kamu tahu. Sejak kamu ngembek karena gak di ajak ke Prancis, aku sampai hampir tidak makan dan tidur dengan baik karena terus kepikiran soal kamu, apakah kamu di culik atau beneran kabur dengan sendirinya. Karena gak mungkin jika di culik kamu bawa semua pasukan, jadi aku agak lega tapi masih khawatir karena kamu kabur tanpa memberitahuku ke mana tujuanmu, hampir aku mengobrak-abrik negara orang, karena kehilanganmu jangan lakukan hal itu lagi mengerti"
Elisa tertawa karena lelucon Andre tersebut, Andre yang juga ikut tertawa. "Mengobrak-abrik negara, bisa-bisanya kamu kepikiran soal itu, nanti kamu bisa ditahan dan di jadikan sebagai buronan internasional, nanti akan ada berita. Di cari ketua grup ANDRILOS yang baru saja di nobatkan jadi penerus ANDRILOS telah menjadi ******* karena di duga mengobrak-abrik sebuah negara hanya ingin menemukan istrinya yang kabur. Itu sungguh lucu sekali mas, aduuuh perutku sakit gara-gara ketawa"
"Hehehe itu kan hanya rencanaku saja tidak sungguh-sungguh kok" ucap Andre yang ikut tertawa.
"Iya aku percaya kamu tak akan lakukan hal konyol itu dengan sengaja juga, lagian jika kamu melakukan hal itu hanya untuk memberi pelajaran pada mereka sekalipun tak mungkin kau sebegitu bodohnya hingga melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri"
"Nah tuh kamu faham! makanya aku gak akan bisa melakukan hal itu" ucap Andre.
"Sebenarnya aku kabur itu karena kamu yang tak mau mengajakku, dan supaya kamu lebih fokus untuk tugasmu, menjadi pemimpin. Bukan masalah luar saja yang harus kamu tangani, banyak hal lainnya juga kan, sebenarnya rencana kabur sih hanya akal-akalanku saja, agar kamu mau pergi ke ke sini, agar datang ke New York untuk menjemput ku" ucap Elisa.
"Apakah sebenarnya kamu sudah tahu, jika aku akan dinobatkan menjadi pemimpin ANDRILOS di Perancis"
"Iya, aku sudah mengetahuinya. Maaf! aku mendengarkan percakapanmu dengan papah, dan aku juga tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan Daddy saat ditelepon"
"Jadi begitu! Itu alasanmu berambisi sekali ingin ikut seleksi pemilihan pendamping untuk menjadi seorang wanita penerus"
"Ya itu salah satu alasanku, tapi hal yang terpenting adalah agar aku bisa mendampingimu, aku tahu kau tidak akan percaya pada siapapun, makanya aku mengusulkan diriku sendiri agar kamu terarah lebih baik"
"Jadi sengaja bikin aku gak tenang, terus maksudnya apa kamu kabur tanpa memberikan informasi dan penjelasan padaku"
"Hal itu tetap manjur kan. Sudahlah, aku telepon pelayan dulu agar segera mengantarkan sarapan untuk kita berdua. Setelah itu kamu bisa kembali ke tempatmu, karena aku harus memulai pelajaranku kembali, dengan para guruku mungkin mereka sekarang sudah menungguku"
"Tidak bisakah hari ini libur, aku bahkan bisa menyempatkan waktuku dan meng-cancel semua jadwalku saat kamu meminta aku harus izin, dan giliranmu bisa kah untuk meluangkan waktumu untukku sehari ini"
"Apakah kamu sedang menghukum ku yah, Jadi ceritanya kamu sedang balas dendam padaku, benar begitu Mas Andre?"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 22 Oktober 2022