
Elisa di tarik Andre menuju mobil Limosin miliknya, Elisa sempat memberontak tapi Andre lebih kuat darinya. Karena Elisa terus saja memberontak, akhirnya Andre mengangkatnya agar masuk kedalam mobil yang di sana sudah ada penjaga pintu, menjatuhkan Elisa kedalam mobil.
Dengan wajah yang kurang suka Elisa mendecak kepada suaminya yang saat ini sudah sangat emosi karena tingkah Elisa yang sudah diluar kendali, Elisa tidak terima atas perlakuan suaminya itu yang menyeretnya keluar dari tempat.
Sedangkan Andre hanya ingin Elisa terhindar dari masalah yang lebih bahaya bagi dirinya dan nyawanya, karena mereka merupakan kelompok geng mafia yang ternama. Bukan sembarang pemimpin, Andre lebih khawatir akan keselamatan istrinya takut jadi incaran mereka nantinya.
"Sebanyak apapun kamu mendapat informasi tentang semuanya, apa yang sebenarnya ingin kamu buktikan. Kamu sudah gila Elisa, kamu telah menantang mereka, jika seperti itu" ucap Andre yang sangatlah kesel.
"Apa sih maksudnya, seharusnya aku yang marah sama kamu kenapa kamu lebih marah dari pada aku, kamu yang ku bela malah menyalakan diriku saat ini, kenapa nada suaramu seakan-akan aku ini salah besar" Elisa sangat marah pada Andre yang juga sama di puncak kemarahannya.
"Iya, karena kamu memang salah besar. Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan itu, sudah aku katakan jangan pernah memicu sesuatu yang akan membahayakan keselamatan dirimu, tapi kamu malah menantang mereka, jadi apa tujuan mu sebenarnya Elisa" Andre tak kalah emosi.
"Kamu ini apa-apaan sih, aku itu melakukan ini untuk semuanya kenapa kamu malah menyalah diriku, tentu saja aku lakukan hanya semata-mata ingin membuat cela bagimu."
"Cukup! alasan itu pula yang kamu gunakan untuk membela dirimu, apa kamu tahu resikonya, apa kamu pernah berpikir akibat kedepannya bagiamana!"
"Apa si maksudnya aku gak faham sama apa yang kamu katakan, tentu saja aku lakukan hal itu karena sudah aku pertimbangan dan cukup berpikir untuk dilakukan dan di usahakan bersama. Sudah aku katakan tadi, aku ingin membantu mu, apakah alasan itu tidak masuk akal menurut mu?"
"Iya, alasan macam apa itu. Lalu siapa yang membantu mu untuk melakukan hal tersebut, kamu gak mungkin keluar sendiri kan untuk mencari informasi tentang semuanya, cepat katakan siapa?"
"Kamu apa-apaan sih mas. Maksudnya apa kamu katakan, tadi sudah ku katakan bahwa aku lakukan ini demi kamu tapi kenapa kamu tidak mempercayai aku."
"Kamu mau tahu alasan ku, karena itu semua tidak berguna bagiku. Kenapa aku katakan begitu, karena tidak mungkin Elisa yang melakukan yah. Elisa yang ku kenal akan berpikir dua kali dan akan teliti dengan semua informasi itu, dan tidak mungkin istri ku melakukan hal yang memicu perdebatan dan ikut campur dalam masalah pribadi seperti itu, karena dia punya pikiran itu sangat merepotkan dirinya. Elisa istriku tidak akan melakukan hal-hal yang membuatnya dirinya terlibat, itu adalah Elisa yang ku kenal."
"Ada saatnya seseorang harus berubah menuju hal baik kan mas, kenapa kamu tega mengatakan hal yang begitu menyakiti hati ku, aku sangat terluka. Kamu seakan berfikir jika aku ini tidak bisa berkembang dan tidak bisa memilah infomasi, dan terdengar sebodoh itu, apakah selama ini aku dipandang serendah itu oleh mu mas?"
"Bukan itu maksudku, dengarkan aku Elisa jangan salah faham dahulu. Aku pernah mengatakan pada kamu, saat kamu memutusnya untuk bertahan di seleksi itu sampai selesaikan, dan aku katakan padamu jangan pernah terlibat suatu urusan yang akan membawa masalah bagi dirimu sendiri, lalu kenapa kamu mengikari janjimu sendiri. Kenapa kau tidak mau mendengarkan kata suamimu, kenapa Elisa?"
"Aku hanya ingin membebaskan para wanita itu dari perbudak kan, dan dari kekejaman mereka, hingga membebaskan para budak-budak lainnya. Karena mereka di perlakukan tidak baik dan sangat semena-mena, orang-orang itu tidak bersalah hanya itu tujuan aku melakukan hal tadi, apakah itu salah."
"Aku tahu tujuan kamu memang baik, tapi itu di salah artikan nantinya oleh mereka yang tidak menyukai kamu, apakah kamu faham itu Elisa, kamu sedang mengumpulkan musuh-musuh mu sendiri tanpa kamu sadari, apakah kamu ingat kita tidak melakukan apapun saja mereka sudah banyak berdatangan, melakukan penculikan. Ini malah di tambah, kamu sebenarnya pernah berpikir nggak sih soal penyebab dan akibat selanjutnya, kamu pernah berpikir soal risiko yang akan di hadapi nantinya."
"Aku hanya ingin membantumu, ini sungguh untuk membantu suamiku kenapa aku harus dimarahin sampai seperti ini padahal kamu tahu jika aku tidak melakukan hal itu dengan sia-sia atau asal-asalan, penuh rencana yang matang, seharusnya kamu hargai usaha istrimu ini."
"Oke! terima kasih karena kau sudah membantuku tapi please! Aku mohon sama kamu jangan terlibat masalah seperti ini lagi, akan jangan sangat fatal akhirnya nanti. Bagi kita, kerena mereka adalah geng mafia yang sangat kejam tak kenal ampun, jika kita terlibat dalam masalah seperti ini lagi mereka pasti akan lebih kejam, jadi jangan kamu lakukan lagi apakah dimengerti."
"Setidaknya mereka diberi pelajaran sedikit kan, untuk kedepannya agar mereka tidak melakukan hal yang sama."
__ADS_1
"Percuma kamu lakukan hal itu, karena tidak akan mempan, kamu terlalu polos dan naif Elisa, mereka adalah kelompok yang terkuat di dunia mafia, apapun yang kamu lakukan mereka tidak akan jerah, dan mungkin akan lebih parah. Jadi pemikiran kamu itu tidak akan bisa dimengerti oleh mereka, bahkan mereka akan salah arti, akan berbuat lebih kejam lagi, mereka tidak akan berubah. Kenapa aku katakan seperti itu karena mereka punya prinsip, dan punya konsep hingga sumpah yang sangat mengerikan, jadi jangan macam-macam percuma saja kalau kamu memberi hukuman saat ini pada mereka itu tidak akan berguna" ujar Andre yang panjang kali lebar menjelaskan semua dengan sangat hati-hati.
Saat perjalanan pulang Elisa yang sekarang hanya diam gak mau berdebat terlalu panjang lagi dengan Andre, capek karena masalah tersebut.
Sesampainya di rumah kediaman MONARFI, Elisa yang hanya diam seribu bahasa itu hanya ingin pergi sementara dari andre, karena air dan minyak belum bisa di campur saat ini untuk menjadi sabun wangi. Karena masih masing-masing dalam suasana hati yang kurang baik, untuk menenangkan diri dan pikiran lebih baik mereka tidak saling dekat dulu.
Di dalam kamar Elisa merenungkan apa yang di katakan oleh Andre, entah kenapa Andre begitu marahnya padanya padahal jika dia berhasil mengukap semua itu namanya sebagai Tuan Andrilos akan melambung jauh, itu yang di pikirkan Elisa, tapi berbeda di pikirkan Andre adalah sebuah keputusasaan jika geng mereka suatu saat melakukan hal yang tidak bisa Andre bayangkan.
"Aku sudah pernah bilang padanya agar jangan terlalu ikut campur masalah yang harus membuat dia terlibat urusan yang lebih besar lagi, atau harus menunjukkan jati dirinya, aku hanya takut jika kejadian orang-orang ku kembali terulang. Andai kamu tahu rasa takut ku ini, sesungguhnya kamu rasakan hal ini, aku sudah katakan berulang kali padamu jangan menonjolkan identitasmu, kenapa kamu tidak pernah mengerti akan hal itu Elisa." Dumal Andre sendiri yang penuh kekesalan.
Perdebatan antara suami istri tersebut membuat mereka sedikit canggung Elisa, Andre hanya terdiam hening di ruang tengah, sedangkan Elisa berada di kamar tidur mereka, masing-masing dalam suasana yang kurang baik sejak di mobil, mereka menjadi seperti orang lainnya, lalu Andre ke pikiran dalang di balik semua ide Elisa tersebut.
"Roger, cepat kamu cari tahu siapa dalang di balik semua ini, aku yakin Elisa tidak melakukan hal ini tanpa bantuan seseorang" ucap Andre yang langsung kepikiran sama orang yang membuat hubungannya renggang.
"Baik Tuan, saya mohon diri" ucap Roger yang langsung pergi meninggalkan kediaman rumah MONARFI tersebut.
Saat Andre di sibukkan mencari siapa dalang ya, Elisa yang ada di kamar sambil nangis-nangis itu akhirnya karena lelah dia tertidur, sedangkan Andre masih mencari tahu siapa orang yang telah memprovokasi Elisa, untuk terlibat masalah tersebut.
Akhirnya orang kepercayaan yang telah di tugas untuk membantu mencari orang penyebab utama kejadian tadi siang itu telah berhasil di temukan, dan dibawa oleh Roger dan Glenn juga berhasil membawa orang yang telah menembak dari jarak jauh juga di temukan.
Hari sudah malam Elisa juga merasa lapar ia turun ke bawah dan ada keributan di bawa karena suara itu ia kenal, Elisa bergegas mempercepat langkahnya. Elisa melihat Azalea yang sedang di marahi oleh Andre, karena gara-gara Azalea telah membahayakan nyawa Elissa.
"Lalu apa kau pikir aku sedang bercanda Elisa Nurhalizah, gara-gara alea kan kamu bisa niatan untuk melakukan hal seperti itu. Kenapa kamu ikut campur dan melibatkan Elisa dalam rencana gila mu itu, alea sebaiknya jika kamu rencana seperti itu jangan libatkan Elisa, apakah kamu mengerti."
"Iya kak aku menerima perintah kak Andre, maafkan aku ya kak, alea bersalah. Kak Elisa aku minta maaf ya kak telah melibatkan kakak. Alea janji sama kakak, tidak akan melakukan hal ini lagi apa lagi melibatkan kak Elisa."
"Bukan hanya Elisa saja, tapi orang lainnya juga apakah kamu mengerti apa yang ku katakan itu, bukan berlaku pada Elisa saja tapi pada semuanya alea"
"Sudahlah, kamu ini kenapa sih. Lagi pula sekarang alea sudah meminta maaf, jangan kamu terus marahi dia"
"Sekarang jawab jujur kamu dapat dari mana semua informasi itu, jujur kamu mendapatkan informasi semua itu dari mana? dan siapa saja yang telah membantu mencari informasi. Jawab Azalea jika ada orang yang bertanya, bukan hanya menuduh wajahmu saja,"
"Bagaimana dia mau jawab orang kamu selalu ngomong begitu, jangan menekan dia seperti itu kasihanilah dia"
"Diam kamu, aku sedang bicara dengan alea. Bukan sama kamu, cepat alea katakan dari mana dan sama siapa kamu mencari informasi tentang semuanya"
"Sama temen kak, dan rekan kerja ku bernama Katrina"
__ADS_1
"Hanya Katrina saja?"
"Sama Billy kak, dan pacar Katrina?"
"Sudah hanya mereka saja, tidak ada lagi orang terlibat dalam kasus ini?"
"Iya kak sudah tidak ada lagi, panggil mereka suruh mereka datang kesini. Cepat, hubungi merek apa lagi yang kamu tunggu! Kamu menunggu aku marah"
"Iya kak ini aku mau menghubungi mereka, tapi hp aku mati"
"Kamu ini banyak sekali alasnya
"MAS ANDRE CUKUP! biarkan alea makan malam dahulu jangan kamu terus-menerus menggertak dia seperti itu, sudah biarkan dia isi perutnya dahulu, ayo alea kita pergi dari sini"
Azalea dimarahi habis-habisan oleh Andre karena telah melibatkan Elisa dalam masalah tersebut, mendengar Azalea dimarahi Elisa tidak terima dia melindungi Azalea yang statusnya sebagai adiknya walaupun mereka seumur, ya beda setahun dari Elisa.
"Redakan amarah mu itu. Apa yang kau lakukan, ini seperti bukan dirimu mas. Kenapa kau memarahi Azalea membabi buta, dia tidak salah dalam masalah ini, kamu bisa berfikir secara sisi salah pada Azalea tidak berfikir sisi baiknya, kenapa amarahmu selalu saja melibatkan orang lain!"
"Aku saat marah melibatkan orang lain? seharusnya kamu juga memikirkan matang-matang ucapan mu barusan Elisa. Bukannya kamu juga salah satunya juga, jika marah padaku kamu melibatkan banyak orang sesuka hatimu, jika kamu marah apakah kamu pernah berpikir. Jangan salahkan aku seorang, kamu juga sama, melibatkan siapapun, lalu kau berfikir kalau aku memarahi azalea tanpa alasan coba kamu pikirkan baik-baik. Aku marah pada Azalea karena dia salah, bukan tanpa dasar. Dia telah memprovokasi kamu untuk melakukan hal seperti itu, apakah kamu mengerti"
"Lagi pula tindakan Azalea itu benar, masa tindakan dia benar di salah kan dan kamu yang selalu menuduh salah, kita ambil kesimpulan saja bawah semua keputusan kita memang berbeda bahkan pemikiran kita juga beda, jadi apa mau sekarang. Tuan ANDRILOS."
"Bukan maksud ku seperti itu, aku juga tidak menuduh kalian salah, tapi ini ketakutan ku. Apakah kamu tahukan, aku sangat takut jika terjadi apapun padamu, jadi ku mohon jangan berbuat seperti itu lagi yang tak seharusnya kamu lakukan. Jangan ikut campur dalam masalah apapun, apa lagi soal grup atau pun para pemimpin tersebut, aku sudah peringatan tempat berapa kali sih padamu? Elisa Jangan pernah menonjolkan dirimu jangan pernah terlibat dalam masalah termasuk masalah ini, kamu bisa mengerti situasi tidak sih."
"Aku seperti ini juga hanya ingin membantu mu, aku hanya ingin kamu juga melihat usaha ku untuk membantu mu mas" air mata Andre yang tidak bisa ia bendung lagi.
"Kalau seperti itu bukannya kamu membantuku sayang! tapi kamu telah membuat aku menjadi lebih-lebih kerepotan, dengan masalah kedepan yah nanti, karena berdebat dengan para geng yang sulit di atur seperti mereka. Biarkan aku yang selesai semuanya tugasmu hanya perlu mendampingimu diriku tak usah ikut campur dengan urusan pribadi mereka, kita buktikan dengan prestasi bukan melompat dan menjatuhkan di tubuh orang lainnya"
"Jadi maksudmu aku adalah beban bagimu begitu, karena telah membuat mu kerepotan begitu kah?"
"Tenangkan amarahmu dulu jangan salah faham, kalau kamu mendengar ku dengan ke emosimu maka apapun yang ku katakan adalah hal buruk karena tak akan baik jika kamu dengar kan dengan emosi mu"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Senin 31 Oktober 2022.