
Andre yang sudah tersadar dari pingsan terlihat kebingungan, merasakan punggung yang nyeri karena bekas suntikan bius. Melihat sekeliling ternyata dia sadar bahwa berada di kamar, tak terlihat ada jendela hanya ada dinding dan ventilasi udara di sudut-sudut ruangan.
"Hmm, selalu begini pada akhirnya" ucap Andre yang terduduk seraya memegang punggungnya.
Disisi lainnya, Elisa baru saja sampai dari bandara ia terlihat sangat mengantuk karena belum puas untuk tidur. Elisa sudah di sambut dengan baik oleh 3 pria paruh baya, Elisa langsung tersenyum semanis mungkin.
"Pah, Dady dan pak?" ucap Elisa yang menyapa semua yang berdiri di sana.
"Akhirnya kamu datang juga nak? bagaimana perjalan kamu nak, apakah tidak ada halangan?" ucap Arafif.
"Alhamdulillah Pah, tidak. Hmm... mana mas Andre? apakah dia di sini?" tanya Elisa yang mencari suaminya.
"Ada, kamu tidak usah khawatir, dia ada di dalam. Kamu masuk saja dulu, yuk nak" ucap arafif yang merangkul Elisa agar mau masuk dulu.
"Elisa belum memberi salam, Tuan George. Salam kenal saya Elisa istrinya Andre, atau Alzam" ucap Elisa memberikan salam penghormatan.
ARAFIF :Aaah... Inilah menantu keluarga kami, alasan dan solusi yang aku katakan tadi Tuan.
GEORGE : Begitu? hmm cepat bawa dia masuk jangan biarkan dia berdiri terlalu lama di luar.
"Elisa, yuk kita masuk dulu nak. Andre ada di dalam, ayo cepat masuk" ucap Arafif yang membujuk Elisa.
Aneh, jika ada di dalam tak mungkin dia tidak datang menghampiri ku. Apa lagi saat mendengar jika aku akan datang. Dia Pasti dalam masalah, aku yakin sekali. Mereka pasti mengurung mas Andre deh!
Gumam dalam hati Elisa yang sudah menebak, dan menduga akan terjadi hal seperti ini.
GEORGE : Gadis ini? bisa apa dia? hingga bisa mengubah pemikiran Andre dan bisa merubah prinsip Andre yang kekeh itu.
ARAFIF : Anda akan tahu setelah mereka bertemu, sudahlah jangan khawatir kita serahkan kepada gadis ini. Percaya saja, karena dia adalah kunci dan pasti bisa mengubah pemikiran Andre.
GEORGE : Kamu sampai seyakin itu, jika anak ini bisa dan seperti kamu sudah tahu saja jika gadis ini bisa mengubah pemikiran Andre.
ARAFIF : Karena aku tahu Andre, tidak akan menurut pada siapapun kecuali pada wanita ini, apa lagi wanita yang dia sukai itulah alasan ku mempunyai kepercayaan pada anak ini. Karena aku yang merawat Andre, jadi aku tahu apa yang sia suka dan apa yang dia tidak suka.
Karena ucapan itu Brandon merasa tersinggung dan tersindir, yah walau Brandon adalah ayah kandung dari Andre. Tapi, sejak bayi Andre tidak di rawat olehnya, itu yang membuat dia merasa bersalah dan frustasi.
"Elisa, duduk dulu di sini?" ucap Arafif yang menyuruh Elisa untuk duduk di sofa.
"Mana Mas Andre Pah, papah bohong ya kalau mas Andre ada di dalam?" ucap Elisa yang celingukan mencari Andre yang tidak kunjung kelihatan.
"Hmm- Andre ada kok Elisa, kamu tidak usah khawatir" ucap arafif yang menenangkan hati Elisa.
"Mana kok tidak kelihatan, emangnya mas Andre sudah tidur pah?" tanya Elisa yang spontan.
__ADS_1
"Iya, Elisa mau langsung istirahat?" tanya Arafif.
"Iya, Pah. Cepek sekali, jadi mau langsung istirahat" ujar Elisa yang menyahutinya.
Terlihat Elisa matanya sudah sayup-sayup, menahan kantuk. Tak lama seorang pelayan datang, untuk mengantar Elisa untuk segera beristirahat di kamar dimana Andre berada.
"Nak, ini adalah ketrin. Silakan kamu ikuti dia, nanti akan di tunjukan kamarnya" ucap arafif.
"Baiklah pah" ucap Elisa yang bangkit dari sofa mewah tersebut.
Berjalan menyusuri lorong-lorong rumah, terlihat banyak sekali lukisan dan hiasan tapi Elisa tidak terlalu memperhatikan soal dekorasi sesuai rumah.
"This is the room, for the lady." ucap seorang pelayan di rumah itu.
"Thank you," jawab Elisa yang singkat.
Elisa membuka pintu kamar, saat Andre yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi pinggang hingga sampai atas lututnya.
"Mas, kamu baru selesai mandi?" ucap Elisa yang matanya sayup-sayup.
"Iya nih," ucap Andre spontan menjawab, belum sadar. Tapi saat ia sadar jika dia berada di new Zealand matanya langsung kaget.
"Huh?!... Sayang kamu kok ada di sini? Apakah aku sedang tidak berhalusinasi?" Andre cukup syok saat melihat istrinya di ambang pintu.
"Aku ngantuk, aku tidur duluan yah"
Elisa langsung membaringkan tubuhnya di ranjang kasur empuk.
Masih belum percaya jika istrinya itu nyata, Andre duduk di sisi tepi ranjang lainnya. Memegang kepala Elisa, ternyata itu nyata jika itu adalah istrinya. Andre tersenyum tipis, lalu menciumi seluruh wajah Elisa.
"Aaah– Maas Andre apa-apa sih, Elisa mau tidur tahu" ucap Elisa yang risih dengan Andre yang seperti anak kecil yang seperti ketemu emaknya sangat senang dan kegirangan.
Tak lama bibir Andre ******* habis bibir Elisa, hingga Elisa sulit untuk bernafas dengan baik. "Massss.... kamu ini kenapa sih" ucap Elisa yang melepaskan cengkraman Andre.
Tapi hanya senyuman yang terlukis di wajah Andre lalu langsung menerkam Elisa kembali, menciumi seluruh wajah Elisa. Tak di hiraukan rajukan Elisa yang minta di lepaskan, Andre masih asik menciumi Elisa lebih intens. Membuat Elisa yang tadinya ngantuk menjadi seperti demam, panas tak bisa ia jelaskan.
Tanpa tidak sadar tangan Andre menyusup masuk ke baju Elisa yang sudah berkeringat, karena gelora panas asmara. Berhasil melepas pengait bra milik Elisa, dan melepas baju Elisa.
Elisa sadar apa yang di lakukan Andre ini entah mengapa Andre begitu sangat bernafsuuu sekali, hingga handuk Andre melorot ke lantai. Elisa menarik selimut langsung menutupi tubuh telanjaang Andre itu, Elisa juga tak bisa mengerti dengan tingkah laku Andre saat ini.
"Aaaah– Geli, mas... Aaaahaah" nafas Elisa yang tak beraturan, senada dengan permainan Andre semakin liar.
Saat Elisa sedang menikmati sensasi yang dia rasakan dalam hatinya, tiba-tiba Andre menghentikan apa yang dia lakukan tadi, langsung menatap wajah Elisa yang sudah merem melek karena buaian ciuman dari Andre yang bertubi-tubi itu.
__ADS_1
"Maaf, aku tak bermaksud begitu... Tidurlah" ucap Andre yang bangkit dari tubuh Elisa.
Elisa syok dengan hal itu, karena tak terima ia langsung menarik Andre kembali ke dalam pelukannya.
"Apa yang kamu katakan! kamu sudah buat aku tidak bisa tidur lagi, malah menyudahinya kamu ini gak bertanggung jawab sekali, lanjutkan napa sih mas" ucap Elisa yang gak terima.
"Nggak, aku khilaf" ucap Andre yang bangkit dan melepaskan pelukan Elisa.
Elisa memikirkan cara lainnya agar Andre mau melanjutkan yah. "Mas ANDRE!!! hwaaaa!!!" Elisa malah berteriak keras dan menangis keras.
"Kanapa kamu malah menangis?" Andre panik saat Elisa menangis keras.
"Hmmm... Hwaaa... Karena mas Andre mengikari kepercayaan aku" ucap Elisa menangis keras.
"Sebentar, aku pikirkan dul..." ucap Andre yang langsung di tarik Elisa kembali.
"Huh, lama kalau kamu mikir" ucap Elisa yang sekarang gantian melahap habis bibir Andre, tanpa kata dan penjelasan dari Andre.
Elisa sudah di atas Andre, tubuh Andre yang di tindih Elisa terasa tak bisa bergerak lagi. Elisa berusaha semaksimal mungkin memasukan benda itu! yang milik Andre sudah dari tadi tegak, ke miliknya, Andre syok. Seketika tangan Elisa meraih miliknya itu dalam sekejap, Andre ingin menghentikan apa yang di lakukan itu, tapi Elisa tak mau melepaskannya. Jika Elisa yang melakukan hal itu maka Andre tidak bisa menjadi seorang pria, makanya Andre menarik tangan Elisa dan sekarang Andre yang berada di atas Elisa.
"Stop sayang, aku minta maaf! Apa yang kamu akan lakukan ini adalah salah" ucap Andre yang menjelaskan.
"Sudah seperti ini, tinggal sedikit lagi. Kamu tinggal memasukannya saja kan" ucap polos Elisa yang ceplas-ceplos.
"Bukan begitu sayang, tidak mudah melakukannya"
"Mudah, lagi pula sudah ada teori ya tinggal dipraktekkan" ucap Elisa yang membuat Andre malu.
Diam-diam dan perlahan-lahan tanahn Elisa meraih lagi milik Andre yang menggantung itu. "Sayang, ini bukan masalah teori tapi... ELISAH!" Andre membentak elisa dan menarik menahan tangan Elisa ke atas.
"Aaaah, aduuh sakit..." ucap Elisa yang meringis karena kedua tangannya di tahan ke atas oleh Andre.
Andre kaget, karena sempat-sempatnya Elisa merai milik Andrenya itu makanya Andre menahannya.
"Makanya kamu harus dengarkan aku dahulu, Elisa NurHalizah"
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Selasa 9 Agustus 2022.