PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
41. Pemilihan Pendamping.


__ADS_3

ANDRE : Terimakasih. Atas sarannya, Mr... Hmmm— biar saya cerna dulu semua pendapat kalian semuanya. Kalian bilang tadi, istri saya tidak masuk dalam kriteria. Oke! Mungkin saat ini dia tidak terlalu menonjol dalam dunia sosial, aku maklumi akan hal itu. Soal pendidikan, saya tahu siapa wanita yang saya nikahi ini, saya juga berniat akan membuat dia melanjutkan pendidikan. Terakhir ini cukup menyakiti hatiku, dan aku cukup tersinggung soal perkataan kesetaraan kasta, lalu apa perbedaan antara orang kaya dan miskin, boleh saya tahu alasannya tuan-tuan bisa memikirkan hal itu?


Semua seketika terdiam dalam keheningan tersebut, itu membuat Andre sangat kesal. Emosi sudah di ubun-ubun, kelapa Andre sudah terbakar, tapi masih cukup tenang menghadapi mereka saat ini.


Saat semua terdiam Andre menatap tajam ke segala arah, terbayang siapa saja yang menentang keras yang melakukan konspirasi dalam masalah ini.


"Glenn, catat semua orang-orang itu dan cari tahu apa saja tentang mereka, untuk di jadikan bukti bila perlu kau cari kelemahan dan segala sela sekecil apapun itu" ucap Andre yang menandai beberapa orang di sana.


"Baik tuan, laksanakan perintah" ucap Glenn dengan perintah tersebut, Glenn langsung mengabarkan lewat alat di telinganya.


"Glenn, hmmm... Apakah ada kabar? bagaimana keadaan Elisa?" tanya Andre yang khawatir.


"Katanya nyonya baru saja sampai di rumah" jawab Glenn yang baru menerima kabar.


"Lalu apakah Aoda juga ikut pulang?" ujar Andre.


"Iya Tuan, katanya Aoda mengikuti di belakang. Tapi, mohon maaf Tuan, saya bertanya lancang. Hmmm! Bukannya saya ikut campur, tapi apakah anda masih percaya pada Aoda, saya sih sangat khawatir dengan keadaan nyonya, apa lagi saat kejadian kemarin yang sudah anda lihat sendiri. Betapa dekatnya nyonya dan Aoda, lalu kenapa anda masih mempercayai Aoda untuk menjaga nyonya" ucap Glenn yang khawatiran.


"Glenn, kamu terlalu jauh berfikir. Sudahlah, kamu jangan terlalu berfikiran itu dahulu, kita fokus satu masalah ini. Soal itu kita pikirkan lain kali saja, jika masalah ini sudah beres" ucap Andre yang mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah Tuan, saya mohon maaf atas kelancangan saya" ucap Glenn yang merasa bersalah.


Di sisi lainnya, di rumah kediaman MONARFI, Elisa yang di pah-pah saat jalan karena tubuh Elisa yang sudah lemah sangat lemes, karena demamnya ini. Dari belakang Aoda sebenarnya tak tega tapi ia hanya menjaga dari belakang saja takut nanti di salah pahami lagi seperti kemarin malam, dia gak bersitegang dengan majikannya.


"Nyonya sebaiknya anda langsung istirahat saja, masuk ke dalam kamar anda, menunggu tuan datang. Saya akan mengatakan pada koki untuk membuat minum air hangat" ucap Aoda yang hanya mengantar nyonya sampai di ambang pintu kamar.


"Aoda, apakah masih lama rapatnya?" ucap Elisa dengan suara parau.


"Sebentar lagi juga akan selesai kok, anda jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja, jadi gak usah memikirkan soal itu ya. Silakan masuk dan istirahat, saya pamit undur diri. Jika ada apa-apa tinggal tekan tombol 8, langsung ke no halto milikku" ucap Aoda, alat semacam ponsel rumah yang terpasang di kera baju Aoda.


"Baiklah aku tidak akan khawatir, aku hanya ingin dia segera pulang" ujar Elisa yang sangat ingin suaminya segera pulang.


"Tuan akan segera pulang anda bersabarlah, jadi sekarang anda masuk saja dulu" ucap Aoda yang menyuruh pelayan wanita untuk membantu Nyonya Elisa untuk di baringkan ke ranjangnya.

__ADS_1


Kembali ke tempat persidangan, dimana semua masih terdiam dan terpaku tak ada yang berani untuk berkata satu pun membuat Andre agak geram.


ANDRE : Jadi katakan padaku, menurut kalian dimana letak perbedaan status kasta itu? kenapa semuanya diam, bukannya kalian sendiri yang memperdebatkan masalah status kedudukan dan kasta, saat aku tanya penjelasannya dan minta jawaban kepada kalian, kenapa semua hanya diam saja.


KETUA KOMISI : Tuan bukan kami membedakan, tapi sistem operasi akan tidak stabil jika ditangani bukan orang yang tepat, dan tak akan berjalan maksimal jika nyonya tidak mengerti apapun soal program atau pengetahuan masalah di ANDRILOS.


ANDRE : Hmmm begitu, kesetaraan ya dan perbedaan antara pemikiran dan pengetahuan? Jadi apakah diantara semua undangan yang hadir disini, adakah yang berminat jadi pendampingku? untuk menemaniku menjalankan semua sistem program yang aku cetuskan di minggu lalu saat pertemuan kita sebelumnya.


KETUA DETEKSI : Saya punya Tuan, misalnya Nona Helena dari grup A.Atgantra. Nona Naura dari grup NR. atau Nona Shofia dari grup Flower. Andre tinggal memilih saja dengan beberapa wanita itu, mereka memiliki reputasi yang bagus, dan pendidikan yang sangat baik.


ANDRE : Hmmm-begitukah, saya akan fikirkan terlebih dahulu soal itu.


Jadi apakah mereka menganggap istriku tidak berguna, dan hanya berfungsi untuk popularitas? atau demi kepentingan pribadi, mereka Fikir aku seperti mereka yang memanfaatkan keadaan saat adanya kesempatan. Kata didalam hati Andre yang kesel dengan kata-kata para ketua tersebut


"Apa yang sedang kau lakukan, kau kan setuju begitu saja pemerintah dari mereka, nak permintaan mereka yang tidak masuk di akal?" ucap Brandon yang menarik tangan Andre, Brandon yang duduk di sebelah Andre itu merasakan kegelisahan yang luar biasa.


Brandon tak setuju dengan apa yang mereka ingin lakukan pada Andre dan Elisa, seleksi ini seperti ingin memisahkan Andre dsn Elisa. Brandon tidak mau masalah masa lalunya kembali terulang pada anaknya tersebut, maka dari itu kenapa Brandon khawatir Andre akan termakan omong kosong mereka tersebut.


"Sebenarnya apa yang kamu pikirkan, di dalam otakmu itu, nak jangan ada fikiran kau ingin mendua kan Elisa? nak kasihan anak gadis orang, telah kamu minta. Tapi, malah kamu sia-sia begini, dia sudah susah payah berjuang bersama dengan mu" ucap Brandon.


Andre senyum tipis melihat wajah panik Dadynya tersebut, karena ke kekonyolan fikiran pendek Dadynya.


"Dedi tenanglah mereka hanya mengancamku, itu hanya sekedar gertakan kecil bagiku. Tak akan ada yang berubah dariku, lagi pula tak akan ada yang berani melawan perintah dariku, kita turuti saja dulu permintaan mereka semua, jika sudah siap aku akan buat mereka tidak berdaya untuk selamanya," penjelasan Andre.


"Tapi nak permintaan mereka sudah keterlaluan, dan terlalu jauh, dan gak bisa di tolerir lagi" ucap Brandon yang tidak bisa menerima ucapannya.


"Iya aku tahu, dady tidak udah sekhawatir itu, dengarkan Andre. Dady saat ini mereka hanya mengusulkan soal kandidat pendamping, bukan menggantikan posisi Elisa sebagai istri SAH Andre, jadi jangan paniknya" ucap Andre yang menenangkan Brandon.


"Itu artinya mereka juga menginginkanmu untuk menikahi salah satunya, atau mungkin semuanya"


"Waduh! Satu aja gak habis-habis. Apa lagi harus tambah tiga dan empat, lalu bagaimana cara membaginya. Jika ada 1000 kandidat, apakah Andre juga harus menikahi mereka juga ya? Wah... Andre nanti bener-bener jadi pria brengsek dong! Andre bukan pria yang senekat itu, jika menginginkan kedudukan tak mau menghancurkan kehormatan seorang wanita apa lagi itu kehinaan, tidak mau dan Andre juga tidak akan menginginkan pernikahan kedua ataupun ketiga selain dengan Elisa. Andre cukup dengan satu wanita, mereka itu hanya mengancamku. Tapi setelah ini, atau saat menemukan celak agar mereka mau menuruti perintah dari, maka aku akan membalaskan semuanya. Jadi tenanglah, bersabar tunggu beberapa menit Dady akan melihat drama yang sangat indah" ucap Andre yang menjelaskan.


"Apa maksudmu? drama apa yang kau ingin tunjukkan?" ucap Brandon.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian, Glenn memberi aba-aba pada seseorang yang diminta oleh Andre untuk melakukan adegan keracunan makanan yang dimakannya saat itu, yah kue yang di buat Elisa memang tidak beracun tapi semua itu adalah trik licik dari Andre, permainan andre agar orang-orang itu merasa ketakutan kepada Andre. Orang suruhan itu adalah orang yang disewa Andre, agar orang-orang yang ada di sana yang datang sebagai undangan apalagi telah memakan kue buatan Elisa, semakin ketakutan Andre membuat drama di dalam ruang rapat.


Orang itu berjalan di depan, dengan terkati-kati. Lalu saya udah di depan tak lama mulutnya berbusa dan menujukan hal-hal aneh lainnya, membuat semua kebingungan dan bertanya-tanya.


PENONTON 1 : Oh lihat orang itu sedang apa, tapi kenapa malah bejalan kedepan?


PENONTON 2 : Tidak kenapa dengan orang itu dia terlihat agak aneh sikapnya, wah gila apa itu.


PENONTON 3 : Wah menjijikan sekali kenapa dengannya...


PENONTON 4 : Tolong ada tiba-tiba pingsan, dia kenapa ya?


PENONTON 5 : Adakah yang akan mengecek kondisinya saat ini.


Drama pun di mulai, bagus aktingnya cukup alami. Buat mereka itu ketakutan, dengan apa yang mereka katakan harus menebus semua ucapan kalian. Isi dalam benak Andre saat ini.


SURYA : Tuan Andre dia sudah tewas!


ucap anak buah Andre, mengecek nadinya.


ANDRE : Apa! benarkah begitu biar saya yang mengecek kondisinya.


ucap Andre yang langsung berlari ke lokasi, ya drama yang di lakukan Andre agar sempurna di depan semuanya. Orang tersebut sebenarnya tidak mati dia bersandiwara, lalu Andre pura-pura mengecek kondisinya.


Bersambung...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 6 September 2022.

__ADS_1


__ADS_2