
Fando yang sedang mencoba melamar Elisa, di bawa langit Aurora yang berwarna hijau indah seperti sedang menari-nari di atas kepala. Dengan iringan lagu-lagu dari musik kaset piringan hitam besar, di dalam ruangan.
Fando yang sudah berjungkuk di depan Elisa dengan kotak hitam ditangannya, lalu Fando membuka kotak hitam tersebut, memperlihatkan sebuah cincin berlian cukup besar, membuat Elisa syok.
"Apa maksudnya ini Fando?" Elisa malah bingung dengan apa yang sedang Fando lakukan padanya.
"Elisa, aku sedang mencoba yang terbaik untukmu." jelasnya.
"Hah! Apa maksudnya, mencoba yang terbaik, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan itu." ucap Elisa yang melongo saja saat ini.
"Elisa, aku sangat menyukai kamu. Dan sangat mencintai kamu, maukah kamu menjadi istriku, dan menjadi wanitaku, hingga ibu dari anak-anakku kelak. Aku janji akan membuatmu bahagia sepanjang hidupku, menjadi pendamping ku untuk selamanya." ucap Fando yang memohon pada Elisa.
Elisa hanya menaikan satu alisa yah, bingung akan menjawab apa untuk mencari alasan yang tepat untuk menolaknya. Elisa dalam dilema, ia lalu terdiam sejenak memikirkan matang-matang kembali jawaban yang tepat.
"Aku bingung mau jawab apa? karena aku tak bisa memutuskan sendiri, aku butuh izin dari orang tuaku, apakah mereka akan menerima mu atau tidak dengan cara begini, aku harus bilang kepada mereka dulu, karena kedua orang tuaku masih punya hak, dan berhak atas diriku Fando, jadi bagaimana?." ucap Elisa.
"Elisa mereka bahkan tidak ada disini." ucap fando yang wajahnya mulai berubah lagi.
"Iya aku tahu, justru karena itu. Makanya aku mau pulang, butuh izin untuk menemui mereka dulu. Bolehkan antar aku pulang, pliss..." Elisa memohon.
"Tidak boleh! Kamu hanya punya satu pilihan, yaitu menerima aku sebagai priamu itu saja." ucap fando yang agak marah.
"Hah! Kenapa kamu malah memaksakan dirimu seperti itu, soal pilihan itu yang tentukan adalah aku sendiri yang tahu jawabannya. Kenapa kamu jadi sok memerintahkan begitu kepadaku, siapa kamu?" Elisa tak mau kalah.
Fando langsung bangkit lagi dari jungkuknya, dan menatap wajah Elisa yang saat ini penuh dengan amarah, karena Elisa menentang dirinya itu.
"Elisa, apakah kamu menolakku?" ucap fando yang tidak terima dia diperlukan seperti itu.
"Iya, karena aku gak suka sama sikap kamu dan perilaku kamu yang suka memerintah, hingga sangat kasar dan juga pemaksa seperti ini." ucap Elisa yang langsung menatap balik wajah Fando.
Fando yang sangat marah tak ingin ada penilaiannya, dan penolak dari Elisa itu, membuat dia agak geram dengan semuanya. Fando lalu mengeluarkan taring yah, matanya mulai menajam, lalu menarik tangan Elisa. Memaksakan Elisa agar mau menerima dirinya itu, langsung memakaikan saja cincin itu ke jari manis Elisa dengan sangat aktif.
"Iih apa-apa sih Fando, bukan begini caranya. Kamu itu kasar tahu gak! Aku gak suka sama pria kasar kayak kamu, lepaskan aku." ucap Elisa yang menolak, seraya menepisnya.
"Kamu diam Elisa, aku tidak akan seperti ini jika kamu menerima ku." ucap fando yang masih memaksa Elisa untuk memakaikan cincinnya.
"Aku gak suka ini. lepaskan aku." ucap Elisa memberontak.
Tapi, kekuatan Fando lebih kuat dibandingkan dirinya. "Elisa tak bisa mengunakan Seni keterampilan bela dirinya untuk saat ini, karena dia masih tidak tahu dia ada dimana.
Makanya dia akan memperhatikan sekitar dahulu, dan akan mengawasi ada berapa orang yang ada di mansion, dan bagaimana cara dia keluar dari mansion tersebut dengan selamat.
"Lagian aku kan bilang butuh izin dari kedua orang tua ku dulu, gak mungkin aku langsung terima kamu begitu saja." ucap Elisa yang masih melanjutkan apa yang menjadi pertentangan dirinya.
"Lagi pula orang tuamu tidak ada disini mau minta izin dari siapa lagi hah!" jelas Fando yang agak marah.
"Yasudah pulangkan saja aku dulu kepada kedua orang tuaku, lagian kamu juga harus minta secara langsung pada mereka, bukan kayak gini caranya Fando. Main culik-culikan, kekanak-kanakan benget tahu gak kamu, gak gentleman caramu ini kayak pengecut tahu gak!" ucap Elisa yang membuat Fando naik pitam.
"Kamu ini belum pernah merasakan, apa ku lakuin yah. Sini kamu." ucap fando yang sangat marah. Menarik Elisa, hingga terjatuh ke atas kasur.
"Iiih apa-apa sih, cepat lepasin aku dong!" Elisa terus memberontak minta di lepaskan, tapi Fando mencengkram tangan Elisa terlalu erat.
__ADS_1
"Elisa jangan mempersulit keadaan kamu, apa susahnya sih menerima perasaan aku yang tulus padamu ini." sambung fando yang sudah melepaskan pakaiannya.
"Kamu itu gak tulus padaku, kamu itu terlalu terobsesi akan cintamu sendiri." Penjelasan Elisa yang semakin membuat Fando geram.
Fando langsung mengikat tangan Elisa dengan tali pita dasinya, lalu menaikkan tangan Elisa keatas kepalanya. Elisa yang berada di bawa Kungkungan Fando, sangat sulit untuk bergerak bebas.
Elisa yang sadar akan di terkam oleh Fando, ia mulai mencoba melepaskan dirinya. Tapi, semua itu hanya sia-sia saja, saat ia berhasil kabur. Malah kakinya mulai ditarik kembali oleh Fando, yang sekarang sudah telanjanggg dadahhh.
"Apa yang sedang kamu lakukan. Fando, apa yang akan kamu lakukan. Lepaskan aku, kenapa kamu melepaskan bajumu, apa-apa ini." ucap Elisa yang sangat tidak menyukai dirinya yang saat ini tidak bisa berkutik.
"Tentu saja aku akan melakukan apa yang seharusnya pasangan pada umumnya melakukan yah." ucapnya seraya menarik tangan Elisa ke atas kembali, dan menciumi leher Elisa dengan sangat brutal dan acak.
Elisa sempat memberontak, dan langsung berusaha melepaskan dirinya, hingga suatu dorongan dalam dirinya untuk melakukan sesuatu. Akhirnya Elisa mendorong dengan sangat kuat, hingga Fando terjungkal terjatuh ke lantai. Elisa langsung saja keluar dari dalam kamar fando, dan pergi meninggal tempat, ia lari secara acak. mencari pintu keluar, dari banyaknya pintu dan ruangan yang ada disana.
Para pelayan yang sedang mencoba menangkap Elisa selalu gagal, elisa terlalu gesit dan sangat lincah, ia juga sangat licin kayak belut.
"Cepat tangkap dia, kenapa gak ada bisa menangkap yah." ucap pengurus rumah.
Tak ada yang bisa di mintai tolong oleh Elisa saat ini, dia harus berjuang sendiri untuk kabur, iya itu adalah satu-satunya cara. Hanya bisa lari dari tempat itu, Elis yang tidak sadar keluar tanpa alas kaki. Berlari, kesana kemari untuk mencari pintu keluar, hingga ia menemukan sebuah pintu dimana saat melihat salah satu pelayan yang barusan saja masuk, dan Elisa bertekad akan kabur.
Langsung saja ia berlari mendorong pelayan yang akan masuk itu hingga terjatuh, Elisa menerobos dinginnya malam. Elisa akhirnya bisa kabur, berada di jalan halaman mansion, Elisa tidak tahu harus lari ke mana lagi. Dia bener-bener terkurung dalam tempat, antabrata itu. Walau sudah berlari sangat jauh, dia tak bisa kabur lebih jauh lagi.
"Aku harus lari kemana lagi ini, aku tidak tahu harus kemana lagi semua terlihat sama bagiku. Aduh kaki sudah tidak bisa aku rasakan lagi, bagaimana ini? Tapi, aku harus segera pergi dari sini." ucap Elisa yang sudah bingung mau kemana.
Hingga sebuah tangan meraihnya, dan satu pukulan membuat Elisa pingsan seketika. Elisa di bawa masuk lagi ke dalam Mansion, terlihat Fando yang baru saja keluar, dari dalam kamarnya dengan pakai juba piyama tidurnya.
"Boss, dia ku letakan dimana?" ucap anak buahnya.
...****************...
Disisi lainnya Andre yang saat ini memejamkan mata, dalam posisi duduknya. Firasat dan intuisi sangat kuat dengan Elisa yang saat ini sedang dalam kesulitan, hingga dalam tidur sejenak yah pun bisa merasakan jika elisa dalam bahaya dan dalam kesulitan.
"Elisa!" seketika dia terbangun dengan nafas yang terengah-engah.
Zever yang berjaga malam dengan beberapa pasukan lainnya, langsung kaget karena teriakan dari Andre yang tiba-tiba seperti itu. Lalu Zever menghampiri Andre yang baru terbangun dari mimpi buruknya itu, karena itu sebuah pertanda jika Elisa dalam masalah.
"Ada apa Dre, kamu baik-baik saja? Pasti kamu mimpi buruk soal Elisa yah?" Asal tebak Zever.
"Dia, dalam kesulitan. Kita harus segera menemukan dia." ucap Andre.
"Itu sudah pasti bro, kamu tenang saja yah. Kita pasti akan menemukan dia." jawab Zever.
"Jam berapa sekarang?" ucap Andre yang menanyakannya jam.
"Jam 3 pagi, kenapa emang yah!" Tanya Zever balik. Andre langsung bangkit, lalu pergi ke suatu batu dengan membawa botol minum.
Iya, dia akan melaksanakan sholat Sunnah, agar di berikan jalan petunjuk yang tepat, dan agar di berikan titik terang dan keselamatan bagi dirinya dan istri tercinta yah elisa.
Setelah selesai sholat 2 rokhat itu andre membaca Surat-surat Alkitab, dan ia juga tidak lupa untuk meminta doa.
Ya Allah, lindungilah istriku, dari marah bahaya apapun. Jangan engkau mempersulit jalan hamba untuk bertemu dengannya, dan jangan buat dia dalam kesengsaraan. Hanya kepada mu yang maha pelindung, dan memberi tahu arah jalan, aku pasrahkan semuanya kepadamu. Ya Tuhan semesta alam, jika ini adalah jalan terbaik yang engkau tetapkan untuk kami. Hamba akan ikhlas untuk menjalankan, yah. Pertemuan hamba lagi dengan istri hamba, seperti engkau pertemuan nabi Adam Alaihis Salam, dengan ibu Siti hawa yang engkau satukan kembali setelah berpisah. Aamiin Yarobalalamin...
__ADS_1
Dalam doa secara tidak langsung di dengar oleh Zever. Langsung mengamininya, dan mendekati Andre lagi setelah selesai sholat Sunnah itu.
Zever hanya diam disamping, doa Andre ini menyayat hatinya, karena untuk pertama kalinya Andre sekhawatir itu. Bahkan saat andre dalam ambang kematian, karena harus menjinakkan bom. Dalam waktu O,01 perdetik dia masih bisa tenang, ini baru berpisah seminggu dari Elisa sudah dibuat kalang kabut.
"Dre, Elisa pasti akan ditemukan kok. Usaha kita tidak akan sia-sia, Tuhan tidak akan tidur kok, beliau pasti akan mendengar suara hatimu yang tulus. Sebaiknya kamu makan dulu, isi tenagamu." ucap Zever.
"Aku bahkan gak tahu Elisa sudah makan atau belum, aku gak bisa makan Zever." ucap Andre yang parau.
"Dre, bagaimana kamu akan mencari Elisa kalau kamu lemah nantinya, sudahlah cepat makan dulu. Elisa pasti sudah makan, ayo." ucap Zever yang menyodorkan sebongkah roti padanya.
Andre langsung makan roti itu perlahan-lahan hingga menyedot susu jahe buatan Zever, mereka yang berkemah tidak jauh dari sebuah pulau mati itu.
Elisa tunggu aku sayang, kamu harus bertahan, aku akan datang. Kamu harus bisa kuat. Aku akan cari cara untuk menemukan kamu agar aku segera menemui mu, kamu sabar yah. Dalam hati Andre.
...****************...
Keesokan paginya, Elisa yang terbangun di atas ranjang yang awal dia berada, betapa dirinya sangat terkejut, merasakan jika kakinya yang dibungkus perban, bajunya juga sudah berganti. Iya tidak bisa bergerak saat ini, bingung mau harus melakukan apa.
Caranya kabur kemarin telah gagal, sia-sia saja dia mendorong Fando dan membuatnya marah. Itu membuat penjagaan di luar sangat ketat, untuk mencegah Elisa kabur kembali. Elisa menyesali perbuatannya kemarin, bertindak gegabah.
Dia juga takut, bahwa dirinya tidak akan bisa keluar dari penjara mansion mewah itu. Tak Ada Yang Bisa menolongnya, Iya juga sangat kebingungan, harus meminta bantuan pada siapa lagi.
Hingga ada seorang pelayan wanita yang kemarin membantunya berpakaian, ternyata dia diam-diam menyukai Fando, tapi tidak berani untuk mengungkapkannya.
"Kamu sudah bangun? Jangan lakukan hal itu lagi, itu membuat Tuan sangat marah." ucapnya seraya membawa makanan.
"Lalu di mana dia sekarang?" ucap Elisa yang sangat penasaran.
"Untuk apa kamu menanyakannya, kemarin malam kamu kabur hingga membuat kakimu terluka karena es." ucap sang pelayan.
"Beritahu aku tempat apa sebenarnya ini?" Elisa yang masih ingin mengetahui lebih jauh.
"MANSION. Kerajaan di atas pulau kura-kura, pulau ini hanya bisa dilalui dengan jalur udara. Karena letak pulau yang ada di tengah-tengah zona berbahaya, kita ada di antaranya." penjelasan si pelayan.
"Aku hanya ingin pulang, aku kangen dengan keluarga ku." ucap Elisa yang langsung menangis.
"Tak ada yang bisa keluar begitu mudah setelah masuk kedalam sini. Tapi, kamu adalah satu-satunya orang yang dibawa kesini, oleh tuan sendiri." penjelasan si pelayan kepada Elisa.
"Lalu bagaimana kalian bisa sampai disini." ucap Elisa sangat penasaran.
"Kami, diseleksi dengan ketentuan dan akhirnya bisa masuk kedalam sini. Dari mulai orang-orang yang di jual belikan, atau bisa disebut perdagangan budak. Hingga, dari orang-orang yang kehilangan tempat tinggal mereka semua ada disini. Mereka mengaduh nasibnya ditemukan ini, seharus kamu tidak melakukan hal bodoh seperti kemarin."
"Iya aku sudah salah, bisakah kamu bantu aku. Untuk kabur dari sini, ku Mohon." Elisa memohon.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
JUMAT 10 MARET 2023