PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
187. Big Data.


__ADS_3

Ruang kelas itu jadi gaduh sekali karena gelak tawa mahasiswa dan mahasiswi yah, semua tampak sangat akrab, dan seperti merasa sangat dekat. Andre, juga sangat senang karena bisa bergabung di tengah-tengah antara mahasiswanya ini, Andre langsung mengganti slide selanjutnya.


"Ini profil saya. Disini ada nama Saya, Andre Azzam Arafif. Nama saya yang sekarang, nama masa kecil saya adalah Alzam Andriano Charlosen. Saya lahir di New York pada tanggal 18 Januari, saya selalu berpindah tempat. Lalu pada saat usia 17 tahun, saya disuruh untuk memilih negara mana yang saya ingin tinggali. Jadi saya memutuskan untuk memilih negara Indonesia, dan menetap jadi warga negara disini." penjelasan Andre singkat.


"Jadi bapak, keturunan asli bule dong?" celetuk salah satu mahsiswinya.


"Iya, bergitulah. Tapi, kakek saya ada yang keturunan Indonesia kok." jawab Andre.


"Ouh gitu, pantesan masih ada lokal yah pak." ucap Nacly dengan gelak tawa mahasiswa lainnya.


"Jadi saya ini asli keturunan bule, di New York. Ayah kandung saya, orang New York ibu saya Rusia. Tapi, tinggal di Kanada. Usia 1 bulan lebih 40 hari saya di adopsi, oleh orang tua angkat yang sekarang tinggal di sini. Ada pertanyaan dari big profil saya." tanya Andre seraya matanya melihat seluruh mahasiswa yah.


"Wah, apakah orang tua bapak. Mohon maaf sebelumnya boleh saya bertanya ke bapak, apakah orang tua bapak sudah meninggal? Hingga bapak harus di adopsi." ucap salah satu mahasiswa yang agak ragu, dan takut menyinggung.


"Saat saya lahir, orang tua saya mengalami kecelakaan. Ayah kandung saya koma, ibu kandung saya meninggal setelah melahirkan saya, dan katanya saya lahir prematur di usia kandungan 6 bulan lebih 10 hari. Lebih tepatnya, 7 bulan kali yah." ucap Andre menjelaskan.


"Wah, kasihan sekali bapak masa kecilnya gimana itu? Lalu sekarang apakah orang tua bapak sudah siuman, atau..." ucap salah satu mahasiswa lalu tak ia lanjutkan.


"Alhamdulillah, Dady saya sudah siuman walau harus pakai tongkat sekarang, karena 20 tahun, Dady saya baru bangun dari koma. Karena dia tadinya hanya berbaring aja di tempat tidur, makanya saat dia siuman ternyata sudah lanjut usia." Ucap Andre yang menjelaskan.


"Pak, boleh ganti slide selanjutnya gak! Ini terlalu menyedihkan bagi kita, kami gak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi bapak, pasti sangat sedih sekali yah." ucap mahasiswa lainnya.


"Iya mungkin di awal-awal sangat sedih, kacau dan tidak bisa menerima kenyataan semua itu, tapi... Ada, penyembuhan dan penyematan dalam hidup saya, banyak orang yang sayang pada saya. Makanya saya bisa bangkit dari semua itu." penjelasan Andre.


Andre menganti slide selanjutnya menampilkan riwayat pendidikan. Dari mulai TK, hingga pendidikan terakhir yah. "Okey disini kalian bisa baca, saya TK di Kanada. Lalu, SD di Jerman, SMP di Amerika. SMA di Indonesia, Negeri 1 Kebangsaan. Ada yang 1 sekolah dengan saya, karena di fakultas kedokteran kemarin ada adik-adik junior saya disana. Cung, siapa yang alumni?" Ucap Andre yang memperlihatkan jari telunjuk yah.


"Waw banyak yah." Melihat banyak dari mahasiswanya yang alumni dari SMA yang dia tempuh.


"Iya pak, bapak angkatan ke berapa?" tanya salah satu mahasiswa disana penasaran.


"Oh kamu tidak tahu ya, waktu SMA Aku cukup populer loh kata teman-teman seangkatan, saya lupa angkatan ke berapa? Cari aja julukan ku saat masih SMA, adalah pangeran SMA, atau primadonanya loh di sekolah." ucap Andre yang mengingat sebutan itu.


"Oh pangeran sekolah itu yah? Iya kan Pak, bapak yang disebutkan sebagai Pangeran atlet, dan si kutub buku." Ucap Sindy.


"Iya, itu julukan dari temen-temenku saat memanggilku di sekolah." Andre mengiyakan yah.


Ha-ha-ha semua langsung terlihat senang dan bahagia. "Bapak kok awet muda sih, kayak masih anak ABG saja. Gak menua sedikit pun, padahal bapak angkatan ke 30." ucap mahasiswanya.


"Ah iyakah? Aku memang anak ABG, masih dalam masa puber. Istri saya juga suka bilang kayak gitu, kalau jalan sama saya dikira adiknya. Hehehe..." ucap Andre dengan senang yah.


Lelucon itu membuat semua tertawa, Elisa yang mendengar hal itu menutup wajahnya dengan buku. Karena merasa malu, di tatap oleh Andre walau sekilas.


"Okey, dari semua yang ada di slide yang saya tampilkan ini, apakah ada yang kalian ingin tanyakan. Dari nama sampai riwayat pendidikan saya, kalau tidak ada pertanyaan saya akan lanjut? pertanyaan Lainnya, juga boleh kok ditanyakan, tidak apa-apa kalau melenceng kita bisa sharing aja." ucap Andre yang duduk dengan santai.

__ADS_1


Ada yang mengakat tangannya, lalu melihat Aris dengan agak ragu. "Waktu S1, bapa menempuh jurusan apa pak?"


"Kesehatan Masyarakat." jawab singkat Andre.


"Lalu S2, bapak ambil jurusan apa?" tanya lagi dengan sangat antusias.


"S2, ambil Kedokteran ahli syaraf. S3 Melanjutkan bedah syaraf organ dalam." jawab Andre agar tidak ada pernyataan lanjutan.


"Bapak pernah magang dimana pas waktu kuliah S1 sampai S3?" tanya Mahasiswi lainnya.


"Kalau S1 saya di Amerika yah saja sih. Terus S2 saya dirumah sakit, emergency hospital, langsung di bawa kerumah duka. S3, di jalur perang. Kematian sekali kan, uji nyali hehehe." ucap Andre dengan tawa kecil.


"Wah gila, ektrim yah pak." ucap salah satu mahasiswa yah.


Lalu ada Mahasiswi yang memberanikan diri untuk bertanya, karena Andre tampak seperti masih belum pasang, dan wajah awet mudanya itu membuat salah tingkah semua ladies.


"Ada pertanyaan lainnya?" ucap Andre yang masih menunggu.


"Pak boleh gak nanya agak melenceng."


"Iya gak apa-apa, mau tanya apa. Asal jangan susah-susah yah, takut gak bisa jawab." ucap Andre dengan candaan.


"Tenang aja pak, nggak bakal susah kok." ucapnya seraya terdiam sejenak.


"Bapak, masih sendiri atau sudah punya pasangan?" tanya dengan sangat penasaran.


Mahasiswi lainnya juga masih berharap jika Andre belum beristri, tapi tatapan Andre pada Elisa yang saat ini memberikan kode agar jangan di sebutkan namanya.


"Uuuh apa-apa sih. Pertanyaan kamu gak masuk di akal, itukan urusan pribadi pak Andre." tegur pria yang di sampingnya.


"Ih apa sih kalian bilang aja sirik kan, kan kalau pak Andre masih sendiri boleh dong bersaing sama cewek lainnya."


"Tapi, kalau paka Andre bilang kamu bukan tipenya gimana?" ucap pria itu menjawab dengan sangat sinis.


Andre hanya tersenyum saja melihat perdebatan itu, lalu semua jadi ikut angkat bicara. "Jadi mau tahu jawabannya gak nih, orangnya masih disini loh." ucap Andre menghentikan perdebatan mereka.


"Bolehkan pak, saya nanya begitu, kita cuman pengen tahu pak, jika sudah ya gak apa-apa sih, tapi kita akan jadi pengagum rahasia bapak."


"Iya boleh, nanya begitu. Saya akan menjawab yah, saat ini saya memang masih single. Tapi, saat berada disini. Dan beda lagi kalau saya berada di rumah, karena saya sudah beristri." ucap Andre yang membuat semua mahasiswi awalnya senang, lalu langsung dibuat kecewa.


"Yaaaa... Kenapa nikah cepet banget sih pak." ucap salah satu wanita disana.


"Aku Kecepatan yah nikahnya, saya sudah masuk 30an loh." ucap Andre yang langsung menjawab.

__ADS_1


"Ah, masih muda lah pak" jawabnya seraya sambil mengeluh.


"He, Jadi bagaimana dong!" ucap Andre yang sedikit agak berbeda.


"Nggak mau nambah istri pak?" tanya salah satu mahsiswinya.


"Alhamdulillah, saya sudah cukup dengan satu wanita. Karena belum tentu saya akan habisi, satu aja masih utuh. Malah mau nambah lagi, aduh... Berat nanti, bisa pusing palaku. Tapi, saya sudah menjadi suami dari sejuta umat kaum wanita. Mau, saya buka Harem?"


"Hahaha mau pak! Nanti saya daftar, jadi selir bapak." ucap salah satunya.


"Waduh, gawat ini. Aku tekor nih, hahahah." ucap Andre dengan gelak tawanya.


Ha Ha Ha...


Pecah sudah candaan di dalam kelas itu, karena candaan mereka semua. Elisa yang mendengar saja, tak ikutan angkat bicara, karena semua malah seperti Andre adalah bintang utama dalam kelas tersebut.


"Kalau bapak buka lowongan, buat mencari selir. Kami semua kayaknya gak akan bolak deh pak!" ucap Ketrin.


"Setuju benget itu, iya kenapa gak buka aja pak." ucap Maya.


"Kalau pak Andre buka cabang, kita semua gimana yang para cowok, jadi jomblo seumur hidup gitu." sambung Radit.


"Idih kamu ngarep yah. Kalau kamu buka cabangpun, pasti gak akan ada yang nyangkut atau datang melamar tuh" ucap sindiran Ketrin.


"Eh, jangan gitu. Nanti kamu bisa Naksir loh, bisa saja si masnya ini jodoh kamu." celetuk Andre.


Langsung membuat Ketrin, mongkog mendengar yah. Lalu yang lainnya hanya tertawa mendengar hal itu, karena apa dikatakan Andre itu seperti fakta.


"Idih pak. kok malah doain itu sih, aku mah gak mau ah." ucap Ketrin yang menolak mentah-mentah.


"Ha-ha-ha. Jangan begitu mbak, bisa jadi yang dikatakan oleh pak Andre anda benar. Tunggu saja ya tanggal mainnya, nanti kamu akan jadi jodohku." Ucap si Radit.


Diketawain sama semua temen-temen itu, iya mereka tak belajar hari ini hanya bercanda, dan pengenalan biasa saja. Andre juga tidak memberikan beban yang terlalu tinggi, atau berat bagi mahasiswa dan mahasiswi.


"Okey. Jadi gimana ada pertanyaan lainnya, saya sudah mengatakan semuanya nih. Tinggal barter, saya belum tahu nama-nama masing-masing dari mas-mas dan mbak-mbak yah. Coba kita kenalan dulu deh, kita lanjut yah pengenalannya. Nggak kerasa sudah satu mata MK, jadi ini jam kedua saya nih."


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.

__ADS_1


Selasa 11 April 2023


__ADS_2