PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
142. Nonton Bioskop.


__ADS_3

Keesokan paginya Elisa seperti biasa berangkat ke kampus, seperti tak ada masalah. Karena tak ada yang membahas apapun tentang kejadian kemarin, walau Elisa bertanya kepada seluruh orang di dalam rumahnya. Tapi, seakan mereka membungkam, dan menutup rapat-rapat semua informasi yang mereka ketahui.


Ini aneh, kenapa semua sekarang agak berubah sikap. Ada apa sebenarnya, apakah kejadian kemarin bukan apa-apa ataukah ini semua adalah sandiwara belakang? Mereka seakan membungkam apapun soal kejadian kemarin seakan hilang. Dalam hati Elisa yang bertanya-tanya.


Elisa yang terlalu fokus pada pikirannya, hingga tak sadar jika mobil yang dia tunggangi itu telah sampai di kampus. Di halaman kampus, Elisa yang baru turun dari mobil, bersamaan dengan datangnya Diana yang juga baru sampai, dan akan memarkirkan motornya.


"Elisa!" panggil Diana yang turun dari motor dan sedang melepas helm.


"Ouu! Diana kamu juga baru berangkat, apakah aku terlambat lagi yah!" ucap Elisa yang kebingungan.


"Nggak kok! Ini mobil kamu?" tanya Diana seraya melihat supir yang baru masuk lagi kedalam mobil.


"Bukan, ini mobil papah aku. Aku gak punya mobil," ucap Elisa yang berjalan mendekati Diana.


"Iya juga sih, punya papah bukan punya kita sebagai anak hanya menikmati jeri payah orang tua kita" ucap Diana.


"He-he-he. Nah tuh faham, yaudah yuk kita masuk" ucap Elisa seraya mengandeng Diana.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan parkiran, sesampai di kelas. Temen-temen Elisa yang lain juga sudah ada di dalam kelas, Diana dan Elisa yang langsung duduk di tempat yang sudah di siapkan oleh Resti.


"Elisa, Diana. Kalian cepat sini, ada kabar yang menggemparkan loh." ucap Resti yang sangat antusias dengan info yang dia dapatkan.


"Ada apa? sampai heboh begitu?" tanya Diana yang langsung duduk di samping Resti.


"Kampus akan mengadakan HUT milad. Nah akan mendatangkan Band-band ternama, pada festival malam yah. Paginya katanya ada seminar, dan pameran bazar. Keren banget pastinya, itu baru kabar saja." ucap Resti yang sangat senang mendengar kabar itu.


"Kamu tahu dari mana re?" ucap Diana yang sangat antusias juga dalam hal itu.


"Dari kakak aku, kan Mba Una kakak sepupu aku itu anggota BEM. Jadi dia tahulah, katanya sih akan mendatangkan motivasi dari berbagai sumber loh, termasuk Tuan ANDRILOS yang sedang booming di pemberitaan media." ucap Resti.


"Ouh, Tuan ANDRILOS. Wah keren, Kita tahunya beliau orang cukup keren dengan banyaknya donasi yang biaya siswa." ucap Nacly, yang juga sudah tahu tentang hal itu.


Elisa hanya diam saja saat ini, tak berkomentar apapun. "Kita gak sabar gimana yah orangnya," ucap Diana.


"Katanya dia baby face loh, padahal sudah bergelar profesor dan seorang Dokter juga, keren banget deh!" ujar Nacly.


"Eh, bukannya dia sudah tua banget yah!" ucap Resti yang menyangka jika Andre seorang kakek-kakek tua atau sudah om-om yang sudah berumur.


"Nggak tahu deh!" ucap Nacly yang tak berani berkomentar apapun lagi.


Jam pelajaran telah di mulai, saat dosen sedang membahas soal materi dari luar ruangan, di hebohkan dengan suara mahasiswa yang saat ini pada ramai.


"Ada apa di luar ya, kayak sedang ramai sekali, aku penasaran deh!" ucap Resti yang sangat ingin sekali melihat keluar.


Tak lama, para jejeran rektorat memasuki lorong-lorong ruang kelas yang saat ini banyak mahasiswa yang sedang masih di luar karena ada beberapa belum ada dosen.


Terlihat jejeran dari pengurus ajudan dari Andrilos, tak terlihat Andre di jejeran itu. Tapi terlihat Gulftaf, dan pengawal setia Andre yaitu Glenn dan sekatraisnya Jenny yang ikut meninjau tempat beberapa universitas yang akan di beri donasi beasiswa berbasis internasional, dan nasional. Ada umum, dan ada yang khusus.


"Ada apa di luar, kok ramai sekali?" ujar Nacly yang juga ikut penasaran.


"Itu adalah asisten Pribadi tuan ANDRILOS sedang meninjau kampus kita." ucap salah satu temen kelas yang dari luar.


Semua melihat dan berjejer di depan untuk melihat mereka yang sedang berjalan menyusuri jalan. Gulftaf yang melihat nyonyanya, hanya menganggukkan kepalanya dengan ramah tanpa menyapa. Karena perintah dari Andre, jika bertemu dengan Elisa pura-pura tidak kenal.


"Ouh, itukan Gulftaf." gumam Elisa yang melihat asisten Andre yang sedang sibuk.


Singkat jam istirahat Elisa dan temen-temen Elisa yang saat ini sedang sibuk membicarakan tentang Gulftaf, dan sekretarisnya itu.


"Ya elah kirain tuan ANDRILOS sendiri yang datang, eh! ternyata cuman asistennya doang! gimana ya rupa dari Tuan Andrilos?" ucap Nacly yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Hahaha, iya aku juga sangat penasaran juga sama beliau, tapi tadi kalian lihat gak ajudannya aja sangat tampan banget, pasti tuan ANDRILOS lebih kali lipat tampannya. Bisa saja begitu, pemimpin bisa di lihat dari para antek-antek di bawahnya" ucap Resti yang melihat Glenn yang berkarisma.


"Hahaha mata kamu ini res gak bisa lihat yang bening dikit, jadi kamu suka siapa nih. Kak Rizki atau ajudan tuan ANDRILOS itu" ucap Diana.


"Tapi, serius loh. Kayaknya tuan ANDRILOS ini sangat tampan, karena wajahnya selalu tidak terlihat dengan jelas!" ucao Resti.


"Hei bisa aja wajahnya itu jelek, makanya di sembunyikan dulu untuk sementara waktu agar peminat pendukung di perbanyak dulu" ucap Diana.


"Gak tahu deh! Aku ini gak bisa di bohongin tahu gak mata aku sudah permanen buat lihat yang bening-bening." ucap Resti.


"Uuuuh itumah kamu yang serakah tahu gak!" ucap Nacly.


"El, kamu kenapa sih. Masih uring-uringan sama pacar kamu?" ucap Resti.


"Gak apa-apa!" ucap Elisa yang masih terlihat muram, tapi Elisa melihat Glenn yang membuang mukanya seakan tak mau melihat Elisa.


Ada apa dengan Glenn, dia juga seperti tak mau melihat diriku. Apakah salahku, apakah Glenn juga terlibat dalam kasus yang sama dengan Andre dan wanita yang di bawa pulang oleh Andre tersebut?. Dalam hati Elisa yang langsung menatap tajam pada Glenn.


"Yaudah, jangan kamu pikirkan. Gimana kalau pulang kampus nanti kita ke moll, yuk gaes! Buat refreshing. Katanya ada film bagus loh di bioskop, yuk! Udah lama juga nih aku gak nonton, ayolah" Nacly yang mengajak temen-temen.


"Aku setuju, gimana kalian bestie?" ucap Diana yang antusias.


"Loh bukanya kamu kerja ya Diana?" tanya Elisa yang melihat pada Diana.


"Aku shift malam. Jadi masih bisa have fun, bareng kalian jadi gimana ajakan Nacly" ucap Diana yang meminta jawaban dari Resti dan Elisa.


"Aku mah cusslah... Kamu gimana El" ucap Resti yang semangat.


"Iya deh! Akumah ngikut kalian aja. Kalau kamu gimana Nacly? ikut gak!" ucap Elisa yang gak fokus mengajak Nacly.


"Lah kan aku yang ngajak kalian kok kamu malah balik ngajak aku, Elisa kamu gak fokus nih!" ucap Nacly yang memeluk Elisa.


"Ha-ha-ha, aku minta maaf iya aku lupa!" ucap Elisa yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku sudah pesan tiket bioskop nih, yuk kita masuk" ucap Diana yang sudah antusias ingin nonton.


"Oke, yuk!" ucap Elisa juga yang sangat senang.


"Kok kamu seneng banget sih," ucap Resti yang melihat Elisa yang sangat antusias banget ingin nonton film terbaru itu.


"Aku pengen nonton banget film ini, makanya aku semangat banget sekarang. Karena kalian ngajak aku nonton film ini, keren banget aku suka sama pemeran Rachel dan Reina, anak-anak dari Naura dan Aristama. Mereka lucu benget, pas lihat Streaming di YouTube." ucap Elisa yang suka banget.


"Lah, ku pikir kamu gak tahu soal film ini El." ucap Resti yang sangat.


Seraya mereka jalan masuk kedalam bioskop, dan mencari tempat duduk mereka Diana yang berjalan di depan untuk mencari tempat mereka.


"Temen-temen disini tempat duduk kita!" ucap Diana yang sudah menemukan tempat duduk untuk mereka semua, duduk berjejer.


Mereka semua bersiap-siap duduk karena acara akan dimulai, film itu banyak diminati kalangan, makanya banyak sekali yang mau nonton. Kursi di dalam bioskop itu juga hampir full karena pada ingin menonton acara tersebut, Elisa juga sudah tidak sabar ingin menonton film.


Kilas Cerita CEO cantik dan pangeran miskin, dikisahkan. Seorang CEO wanita yang memiliki anak kembar dari pernikahan kontraknya dengan seorang seorang dokter magang. Tapi, sang CEO tidak tahu jika dia milik anak kembar. Karena anaknya di asuh dan di bawa pergi oleh mantan suami yang seorang dokter magang, karena untuk melindungi kedua anaknya dari keluarga sang CEO cantik. Jika penasaran silakan komen ya pada author karena itu karya author.


Itulah singkat cerita dari Film yang akan mereka tonton oleh Elisa dan temen-temennya, acara segera dimulai. Elisa dan temen-temen sampai menangis karena perceraian si MC wanita dan pria yah, hingga selesai.


"Gila itu, kasihan banget ya si Naura. Sampai segitu yah cinta banget sama si Tama. Btw, aku pengen punya cowok kayak Tama, nyari di mana yah?" ucap Nacly yang masih terbawa suasana.


"Di Novel Nacly." saut Diana.


"El, kamu juga nangis tadi. Pas bagian apa?" tanya Nacly.

__ADS_1


"Bagian dimana si kembar lahir, aku pengen punya anak kembar" ucap Elisa yang spontan.


"Sebelum punya anak kembar, kamu harus punya cowok dulu baru bisa rencanakan punya anak kembar El." ucap Resti yang menyarankan.


"Iya aku juga mau, apa lagi yang lucu dan unyu seperti Reina dan Rachel. Aduh, itu gemes banget deh!" ucap Nacly.


"Hahaha iya deh! Masih kebayang sama lucunya mereka yang menyatukan kedua orang tua ya." ucap Resti yang juga masih gemes banget.


Tak lama ada geger di lantai 1, bagian lobi moll. Terlihat itu adalah Andre yang berjalan dengan jejeran asisten pribadi lainnya, dan Maura juga ada di sisinya membuat Elisa kesal dan mengepalkan tangannya. Tapi dia masih bisa sabar melihat hal itu, karena tak mau jika dia membuat temen-temen tahu.


"Ouh, itu ada apa yah?" ucap Resti yang sangat penasaran.


"Ganteng banget ya cowok itu, gila ceweknya juga cantik, mereka model atau aktris yah" ucap Nacly yang sangat penasaran.


"Mereka, sepertinya orang di hormati sekali. Lihat deh bodyguardnya banyak banget yang melindungi mereka, itu ceweknya cantik. Kita turun yuk!" ucap Resti yang saat ini berjalan menuruni eskalator.


Mereka akhirnya turun bersama, karena sangat ingin melihat lebih dekat siapa mereka, hingga membuat ke heboan di moll. Maura yang melihat Elisa langsung memberitahu pada Andre, yang masih sibuk dengan urusannya.


"Alzam, sepertinya istrimu ada disini juga?" ucap Maura yang berbisik pada Andre.


"Begitukah, biarkan saja. Abaikan pura-pura saja kamu tidak lihat dia dan tak kenal dia, ingat mata-mata internasional itu sedang melihat pergerakan kita, jika salah sedikit saja mereka pasti akan mengincar Elisa." ucap Andre yang melebarkan senyuman saat banyak orang yang memanggil namanya.


"Tuan ANDRILOS? ouh jadi itu adalah tuan ANDRILOS, gila... Jika di dekati seperti ini, dia ganteng bangat! Wah, aku iri sama cewek yang di sebelah yah itu" ucap Resti yang syok


"Siapa dia, apakah nyonya ANDRILOS!" ucap Nacly yang sangat penasaran.


"Kayak bukan deh! Kan nyonya ANDRILOS belum dilantik, kabarnya masih mencari pendamping bagi tuan ANDRILOS" ucap Diana.


"Yaudah, gak usah mikirin jauh-jauh nih ada nyonya ANDRILOS disini!" ucap Resti yang membuat Elisa kaget.


DEG!


"Eleh siapa emang yang akan jadi nyonya ANDRILOS!" ucap Nacly yang sangat penasaran.


"Aku. ha-ha-ha, aku akan jadi nyonya ANDRILOS yang ternama itu" ucap Resti yang membanggakan dirinya.


"Eleh, ku dengar yang akan jadi nyonya ANDRILOS itu adalah istri tuan ANDRILOS jadi kamu harus menikahi tuan ANDRILOS dulu baru bisa jadi nyonya ANDRILOS. Tapi, sepertinya tidak akan mungkin deh! Beliau akan memilih kamu Resti, karena sepertinya tuan ANDRILOS sangat mencintai istrinya itu. Lihat deh, kayak itu istrinya" ucap Diana yang melihat Andre menjaga sekali Maura di depan Elisa.


Semakin panas saja hati Elisa melihat hal itu, karena kesal Elisa pergi meninggalkan tempat. Nacly yang tahu Elisa pergi itu langsung dikejar, dan di susul sama temen-temennya.


"Eeeeh... Elisa kamu mau kemana sih!" ujar Nacly, yang langsung mengejar Elisa.


"Maaf, aku kesel aja lihatnya tadi. Hmmm- kita balik yuk!" ucap Elisa yang mengajak pulang.


"Yaudah, yuk! lagian kita juga sudah lama disini?"ujar Diana.


"Nggak mau makan-makan dulu guys, aku lapar nih!" ucap Resti yang memegangi perutnya.


"Iya El, kita makan dulu yah. Isi perut, kita juga laper nih! eh katanya ada promo loh, yuk! kita makan-makan restoran ini" ucap Nacly yang antusias banget.


"Ayolah Elisa, kita isi perut dulu ya" ucap resti yang mengajak makan dulu.


Mau tidak mau Elisa harus ikut temen-temen yah untuk mencari tempat makan yang mereka inginkan, dan balik lagi masuk kedalam moll, karena restoran ada di dalam moll tersebut padahal dia tak mau bertemu dengan Andre dan Maura di dalam sana, tapi ia harus terpaksa masuk kembali, demi para teman-teman yang sudah kelaparan ini.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 12 Januari 2023


__ADS_2