PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
194. Di Aula Kumpulan.


__ADS_3

Setelah Elisa bangun, Resti adalah orang pertama yang menatap tajam melihat elisa yang saat ini baru bangun, terlihat Elisa kaget saat melihat wajah Resti yang agak aneh. Elisa yang langsung diwawancarai oleh Resti, yang dari tadi sudah menunggunya bangun.


"Kamu akhirnya bangun juga El, lama juga kamu tidur habis bergadang dimana sih, lembur kerja di toko?" ucap Resti yang bersamaan dengan apa yang dikatakan oleh Elisa.


"Hwaaah... Enak banget setelah tidur 5 menitannya." ucap Elisa yang baru bangun.


"5 menit matamu, orang kamu tidur hampir 1 jam lebih." jawab Diana yang menyahutinya.


"Eh benarkah. Emangnya aku tidur selama itu, perasaan aku baru tidur deh!" ujar Elisa yang polos.


"Baru tidur apanya. Kamu tidur setelah M.K Pak Arya selesai, terus pas pak Arya keluar ruangan kamu langsung siap-siap cari posisi buat molor. Pas pelajaran juga kamu ngantuk mulu, kamu semalam kurang tidur habis kemana sih El." ucap Nacly yang ikutan komentar.


"He-he-he iya maaf, aku capek banget sih." ucap Elisa yang mengelap pipinya.


"Cuci muka sana, bentar lagi Bu Iis mau masuk." ucap Nacly yang menyuruh Elisa ke toilet untuk merapikan wajahnya.


"Iya-iya-iya... Aku ke toilet dulu, ada yang mau temenin aku gak!" ucap Elisa yang minta ditemani untuk jalan ke toilet.


"Yaelah manja bener kamu, udah sana ke toilet sendiri." sambung Nacly yang menyuruh Elisa buat jalan ke toilet sendiri.


"Aku masih setengah sadar loh, aku belum sepenuhnya pulih, nyawa ku juga belum terkumpul full. Plisss temenin, gimana kalau aku tersesat dijalan. Kalian mau tanggung jawab, jadi benaran nih gak ada yang mau nganterin yah. Nggak enak juga kalau gak ada temen saat jalan bersamaan terasa hampa diriku." ucap Elisa.


"Alay kamu el, udah sana buruan pergi ke toilet." ujar Diana yang mengusirnya.


"Iya-iya-iya, sabar dong! Jadi beneran nih pada tega semua sama aku, gak ada yang mau temenin aku? Haaah... Kejam sekali kalian terhadap diriku. KU MENANGIS...."ucap Elisa seraya bernada lirik, langsung bangkit dari bangkunya sambil melow drama.


"Tuh anak kenapa lagi, kesurupan sinetron yah." ucap Nacly yang agak kesel canda.


"Hmmm. Mulai deh! Akting sinetronnya, re temenin Elisa sana." ucap Diana yang menyuruh resti yang menemani Elisa.


"Yuk El, biar aku yang temenin kamu ke toilet." jawab Resti yang langsung bangkit juga.


"Ucu, makasih yah sayangku. Resti emang yang terbaik deh! Kamulah emang best friend forever yah aku." ucap Elisa yang langsung membuat pipi Resti seperti adonan tepung, pipinya Resti yang agak cabi itu diremas-remas dan di cubit-cubit.


"Lebay kamu El, ayo buruan aku bisa berubah pikiran loh." seraya menepis tangan Elisa yang dijawabnya.


"Iya-iya-iya." ujar Elisa yang pasrah lalu berjalan dibelakang Resti yang sudah keluar duluan.


Berjalan menuju toilet, setengah sadar karena baru bangun tidur. "El kamu ada kumpulan apa di aula?" tanya spontan resti yang dia tahan selama ini.


"Nggak tahu." jawab Elisa spontan.

__ADS_1


"Hah, masa kamu gak tahu sih. Orang kamu disamper sama kak rifky kesini." jawab Resti yang sangat penasaran.


"Mana aku tahu, aku aja baru denger dari kamu." jawab Elisa polos.


"Tadi, saat kamu tidur ada kak Rifky yang datang, dia ngasih tahu kalau nanti kamu sudah bangun. Aku diberitahukan sama kak rifky, nanti kamu pulang ngampus disuruh ke aula segera." ucap Resti yang sangat antusias ingin tahu.


"Ouh gitu! Kalau kamu ngasih tahu kayak ginikan jelas. Aduh, kumpulan diaula yah. Sumpah aku males banget tahu gak, emang ada apa sih. Kenapa harus hari ini juga, kayak gak ada hari lainnya aja. Jadwal hari ini aku benar-benar padat banget. Bisa dibilang aku sibuk sesibuknya orang nih, mereka kok nggak ngerti banget yah! Nanti sore aku ada acara lagi, boleh ku tolak gak yah! Masalahnya aku ada Tahlilan syukuran, launching brand peternakan ikan ayah yang Alhamdulillah sekarang sudah punya nama brand." ucap Elisa yang sambil ngedumel sendiri.


"Iya kamu coba saja El, sapa tahu jika kamu yang minta sendiri sama kak rifky nanti bisa diizinkan." ucap Resti yang saat ini sambil menyenggolnya.


"Lah emang aku siapanya kak Rifky, sudahlah aku sebenernya males sih ikutan kumpulan sana kakak tingkat seperti itu." ucap Elisa yang agak kesal.


"Kok kamu kesel gitu sih El! Kan kamu disukai kak rifky." ucap Resti yang saat ini menyudutkan Elisa.


"Apasih. Nggak deh, bukan tipe aku juga." jawab Elisa yang cuek.


"Tapi, Alhamdulillah banget yah. Selamat yah el. Aku jadi turut seneng banget, aku boleh nggak ikut gitu!" tanya Resti yang ingin ikutan memeriahkan acara.


"Boleh banget nanti aku juga akan tawarin sama Nacly dan Diana. Mereka mau ikut juga atau tidak yah." jawab Elisa yang saat ini memikirkan yah.


"Terus soal kumpulan di aula itu, ada apa sebenarnya aku penasaran tahu gak El, jadi ini gimana? masalahnya aku yang diberikan amanat sama kak Rifky, takutnya dia bilang aku tidak menyampaikan pesan ini ke kamu." ujar Resti yang penuh kekhawatiran.


"Ha-ha-ha ouh gitu! Terimakasih yah sudah ngasih tahu. Kamu ini lucu banget sih, kan aku nanti yang ngomong sama kak Rifky, bahwa aku telah menerima pesannya dari kamu secara langsung. Cuman karena aku ada acara juga, aku gak bisa ikutan kumpulan, nanti deh aku yang bilang sama dia, atau kamu punya nomer kontaknya kak Rifky?" tanya Elisa.


"Iya nggaklah, ngapain aku ngesave nomernya dia." ucap Elisa yang membantahnya.


"Emang kamu pernah minta nomer kontaknya?" tanya Resti yang sangat penasaran.


"Hello, boro-boro minta, kalau dikasih juga kayaknya aku gak ngesav deh!" jawab Elisa yang cuek aja.


"Kenapa, apakah kamu benci dia? Awas loh nanti benci-benci jadi cinta." sindir Resti yang saat ini menyenggol lengan Elisa.


"Alah, musyrik! Tahu gak." ucap Elisa yang tak mau mendengarkan ucapan itu, Resti yang saat ini terus saja memojokkan Elisa.


"Kok musyrik sih El, kan dia pria idaman. Semua wanita kagum sama dia loh, masa iya kamu gak sih." ucap Resti yang sangat penasaran pesona dari Elisa yang tidak menyukai Rifky.


"Paling kamu yang suka sama dia iyakan re, udah kamu ngaku saja. Nanti aku comblangin kamu, kenapa bukan kamu saja yang duluan mengajaknya kencan." ucap Elisa yang balik menyindir Resti.


"Gimana mau menyukai pria yang sudah menyukai kamu duluan, percuma walau 1000 wanita mengatakan cinta pada kak rifky, dan ngajak dia kencan. Tapi, yang dia suka adalah kamu gimana?" ucap Resti yang menjelaskan.


"Lah, kalau aku yang gak suka gimana?" ucap Elisa yang membuat Resti menatap tajam.

__ADS_1


"Hah masa si kamu gak suka, apa yang kamu gak suka sama dia orang dia cowok idaman setiap wanita loh." ujar Resti yang sangat heran karena selera Elisa yang agak beda itu.


"Apa yang idaman, aku gak terlalu suka. Aku sukanya blasteran asli, bukan KW. Atau abal-abal, udah ah ngapain coba kita ngomong orang dijalan. Nanti ada yang denger bisa gawat, aku gak mau berurusan dengan para wanita fans girl kampus." ucap Elisa yang masih berjalan menuju toilet


Pria favorit semua orang yah, itu sama saja aku harus bersiap untuk bersaing dengan wanita lainnya, jika dia disukai banyak orang seperti suamiku itu. Bukan hanya kelas lokal saja aku harus bersaing tapi wanita seluruh dunia, di belahan dunia lainnya juga. dalam hati Elisa yang memikirkan apa yang dia alami saat ini.


...----------------...


Jam pulang kampus telah tiba, Elisa yang langsung berpisah dengan temen-temen karena dia harus ke aula karena tadi mendengar pengumuman di suara pengeras yang dipasang di setiap ruang kelas.


"El kita duluan yah!" ucap Nacly yang saat ini sudah siap-siap akan berpisah.


"Iya kalian hati-hati yah." ucap Elisa yang masih membereskan alat-alat tulisnya.


Setelah mereka sudah keluar kelas, Elisa mengambil jalur yang berbeda dari teman-temannya karena dia harus ke aula ada perkumpulan. Setelah sampai di depan pintu aula, terlihat sudah ada beberapa kakak tingkat, dan temen-temen seangkatan Elisa juga sudah berkumpul di dalamnya.


Elisa duduk di kursi yang agak jauh dari depan, karena tak ingin terlalu tersorot. Dia duduk di tengah-tengah, ada beberapa kakak tingkat yang sedang siap-siap menyiapkan proyektor infokus.


"Aduh lama gak yah? Aku pengen cepet-cepet pulang deh!" Dumal Elisa yang saat ini sangat ingin segera pulang.


"Hai, kamu mahasiswi baru yah?" suara itu terdengar dari samping.


"Ouh. Iya, aku mahasiswi baru." jawab Elisa singkat dengan senyum tipis.


"Nama aku Siska, fakultas ekonomi. Kamu fakultas apa?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.


"Aku, namaku Elisa dari farmasi. Mba semester berapa?" tanya Elisa yang agak hati-hati bicara.


"Sama kok, mahasiswa baru juga. Baru semester awal, btw kamu ikut ini diundang apa daftar sendiri." tanyanya sambil tersenyum tipis.


"Diajak sama kakak tingkat," ucap Elisa yang saat ini membalasnya.


"Ouh. Diajak sama siapa kalau boleh tahu." tanya dia sangat antusias.


"Hmph, gak tahu. Aku aja kata temenku aku dipanggil untuk datang kesini, makanya aku datang." Elisa tak mau mengatakannya takutnya jika dia salah satu fans girl Rifky.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi di Episode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Rabu 9 Agustus 2023.


__ADS_2