PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
162. Masalahnya Nyonya ANDRILOS.


__ADS_3

Sampainya di kelas, Fando yang langsung pisah tempat duduk karena Elisa langsung duduk di kursinya, karena teman-teman sudah pada datang. Fando malah gabung sama temen-temen cowoknya, Nacly yang sangat heboh sekali saat mendengar soal festival perayaan yang akan di adakan nanti malam di kampus.


"Elisa ke sini deh? Lihat mading nggak tadi, katanya nanti malam ada festival, kamu bisa keluar nggak nanti malam." Tanya Nacly yang langsung menatap wajah Elisa untuk minta jawaban.


"Nggak tahu, tadi aku lewat fakultas kedokteran, bukan lewat ruang rektorat jadi aku gak tahu soal pengumuman itu, nanti deh akan aku coba nanya sama orang tua aku, boleh apa gak aku keluar malam." ucap Elisa yang menjelaskan pada temen-temen itu.


"Boleh aja sih El, jarang loh Ada festival kayak gini di kampus." ucap Nacly yang sangat antusias sekali.


"Emang ngerayain apa sih guys, aku juga mikir dari tadi kenapa ada perayaan festival segala? biasanya kan gak ada." ucap Diana yang kebingungan.


"Hari jadi kampus mungkin?" asal tebak Elisa yang langsung di bantah oleh Resti.


"Nggak mungkin lah hari jadinya kampus, mungkin rayain akreditasi kampus, kan sekarang sudah jadi A bukan B lagi." sambung Diana.


"Iya tuh. Mungkin aja ngerayain itu, ada bazar juga terus band-band dari kampus, terus kayak kampus juga akan kedatangan banyak alumni, wah bakal rame nih acara." ucap Resti yang sangat semangat banget.


"Iya kan aku ngomong dulu sama orang tua aku, apa boleh aku keluar malam masalahnya mereka cukup ketat kalau anak perempuan keluar malam." ucap Elisa yang agak khawatir.


"Elisa kamu bisa keluar malam? Nanti aku jemput, kalau kamu mau datang ke acara nanti malam." tanya Fando yang tiba-tiba.


"Cielah, cuman Elisa aja nih yang di ajak, kita gak diajak Fando?" ujar nacly yang agak iri karena yang diajak hanya elisa.


"Iya nih, yang di lihat cuman Elisa doang oleh fando, kita kayaknya transparan deh di matanya Fando, iya nggak. Makanya ngga ditawari malah tidak ditanya juga, ya ampun kamu ini fando pilih kasih sekali." sambung diana yang angkat bicara.


"Ha-ha-ha maaf, bukannya gitu ladys. Kalau elisa ngga ikut itu kaynya ngga ada nyawa aja gitu!" ujar fando yang membuat semua langsung manggut-manggut.


"Iya-iya, paling kamu saja yang menganggapnya begitu fando, kita mah biasa aja iya nggak!." ujar resti yang menyahutinya.


"He-he-he, apakah begitu. Yaudah biar adil aku juga mau bertanya pada kalian? apakah kalian juga datang nanti malam, lalu apa mau aku jemput juga?" tawaran fando yang membuat semua temannya melihat satu sama lainnya.


"Nggak usah deh, aku ngga mau menganggu kalian!" ujar nacly yang mau merusak waktu berduanya elisa dengan fando.


"Iya, ngerepoti kamu. Lagian kalian pasti butuh waktu untuk berduakan, elisa emang cuek tapi dia perhatian kok anaknya." ujar diana yang mempromosikan temannya itu.


"Iiiih! Apa sih kok kayak aku barang obralan aja deh! Jangan ladenin ucapan mereka fan, resti kamu mau ikut ngga. Udah kamu nanti aku jemput kalau aku jadi, tapi kalau ngga kamu nanti sama fando saja." ujar elisa yang memperjelas.


"Iya udah, aku aja yang di jemput kamu fando, bolehkan. El, kamu kalau ngga bisa nggak apa-apa jangan dipaksain."


"Re kalau elisa ngga ikut otomatis fando juga pasti ngga ikut lah. Kamu ngerti dikit napa, masa iya kamu mau nebeng sama fando yang saat ini lagi mau PDKT sama elisa, usaha iya ngga fan." ujar nacly yang terang-terangan.


"Nah, itu diana faham, udah kmu nnti kita berdua jemput deh! Bila perlu pakai odong-odong." sambung diana.


"udah-udah pada memperdebatkan soal apa sih, udah aku belum pasti akan ikut apa tidak guys. Jadi jangan terlalu banyak berharap banyak, okey!" ujar elisa.


"Iya udah re, kamu aku jemput kan, tenang aja aku orang selalu nepatin ucapannya kok, kamu mau aku jemput dimana? Di rumah."sambung fando yang melihat resti yang langsung taman bunga resti bermekaran.


"Iyalah, di rumah masa di kolong jembatan, kamu ini ada-ada aja deh!" ujar resti yang akak kesel juga sama fando.


Setelah itu fando pergi lagi ke tempat semula, lalu dosen killer pun datang. Materi pertama pun dimulai, presentasi satu persatu pun sudah kelar juga.


Tak terasa waktu jam istirahat, saat geng 4G ini berada di kantin, elisa yang pergi untuk memesan pesanan dari teman-temannya.


"Hmmm Btw, si Fando kok kayak agak aneh yah? Apakah dia serius suka sama elisa yah." ujar diana yang sangat penasaran.

__ADS_1


"Tapi kalau dilihat dari gerak-geriknya dia memang suka sama elisa deh!" sambung diana yang menimpalinya.


"Tapi elisa kayaknya cuek aja sama cowok, dari mulai kak rizki terus sekarang fando yang belum genap sebulan dia jadi anak pindahan, udah mulai menyimpan perasaan pada elisa juga." ujar nacly.


"Iya aneh juga sih guys, apakah ada maksud lain yah." ucap Resti yang langsung menatap temen-temen yah.


"Aneh gimana maksudnya res?" tanya Nacly yang agak sangat penasaran.


"Kayaknya dia itu punya maksud terselubung dari mendekatiku, terus berpindah ke Elisa. Bukannya awal dia suka padaku kan guys, kok jadi pindah sama Elisa. Bukankah itu aneh, iyakan." ucap Resti yang membuat temen-temen kesel dan ilfil.


"Itumah jangan ditanya lagi kali re, udah keliatan kan kalau dia itu suka sama Elisa. Ge-er yah kamu aja kalau Fando suka sama kamu, orang dari awal juga keliatan Fando itu suka sama Elisa." ucap Diana.


Elisa yang baru saja kembali dari tempat pemesanan, terlihat Elisa juga melihat tatapan agak penasaran sama apa yang mereka ucapkan tanpa Elisa tadi.


"Hayo loh pada ngomongin apa? kayak seruh sekali, dari tadi perhatikan dari jauh, sampai serius gitu." ucap Elisa yang mengagetkan semua temennya.


"Hahaha gak kok El, kita lagi ngomongin soal... Hmmm, soal... Eh soal apa ya tadi, kok aku lupa yah?" ucap Nacly yang bingung mau alasan apa.


"Soal nyonya Andrilos, iya nggak guys... Soal nyonya Andrilos, iyakan Resti." Diana yang mencari pendapat dari temannya.


"Iya El, kamu tahu gak desas-desus yang beredar. Kalau Tuan ANDRILOS itu punya simpanan, istri mudanya gitu! Hmph! itu sih yang aku denger, dari kabar burung." ucap Resti yang menambahkan.


Hah! Apakah mas Andre nikah lagi tanpa sepengetahuan aku yah, kok dia gak bilang apa-apa awas saja kalau dia pulang yah habis kamu mas, aku potong juga tuh lato-lato. Dalam hati Elisa yang kesel mendengar jika Andre punya simpanan.


"Hah! serius kamu re? jangan fitna gitu dong! Kamu tahu dari mana kabar itu, jangan asal ngomong loh." ucap Nacly yang syok sama apa yang dikatakan oleh Resti itu.


"Iya, kamu gak percaya bener sih Nacly. Ini serius tahu gak! Kamu mau tahu gak siapa orangnya, yang jadi simpanan dari tuan ANDRILOS itu?" ucap Resti yang berwajah sangat serius sekali.


"Emang siapa re?" Elisa sangat penasaran sama apa yang dikatakan oleh resti.


"Sini mendekat deh! Kalian sangat penasaran banget yah. Benernya kalian mau tahu, soal simpanan tuan ANDRILOS itu siapa, dia katanya masih kuliah loh... Dan dia ada disini, kalian mau tahu gak siapa?" ucap Resti yang menyuruh semua temennya mendekati dirinya.


Apa! Simpanan mas Andre juga disini, siapa yah. Kok aku gak tahu, gila tuh orang sampai iya memasuki madunya juga disini, tuh orang bisa habis nanti aku bikin rujak bubur. Dalam hati Elisa yang penuh dengan dendam.


Semua temen-temennya sudah mencondongkan tubuhnya hingga wajah satu sama lainnya sangat dekat, Resti malah lebih serius sekali.


"Kalian semua sudah siap mau dengerin." ucap Resti kembali.


"Cepatan re kasih tahu gak! Bikin penasaran aja kamu, gak ngomong-ngomong dari tadi." ucap Elisa yang sudah tidak sabaran.


"Dia adalah... Aku!" ucap Resti yang bikin semua langsung kecewa mendengar hal itu.


"Sialan kau Resti. Aku sudah semangat tahu gak mau dengerin, tahu jawaban gitu aku males deh! lagian kamu ini ngimpi setinggi langit tahu gak!" Ucap Nacly yang sudah kesel.


"Ha-ha-ha" Resti malah ketawa penuh kemenangan.


"Iya nih Resti ngerjain aja, kita sudah mau dengerin alhasil malah di kerjain sama kamu." ucap Elisa yang agak kesel juga sama apa yang dilakukan Resti.


"Ha-ha-ha." Elisa juga ikutan ketawa, karena dia malah percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh Resti, padahal dia tahu jika suaminya itu agak aneh.


"El, kamu baik-baik saja kan? kok malah ketawamu lebih kenceng, dari Resti sih." Ucap Nacly yang malah bingung sama sikap Elisa.


Membuat Resti juga heran sama Elisa, semua temen Elisa malah jadi kebingungan sama sikap Elisa yang agak aneh itu.

__ADS_1


"Enggak soalnya lucu aja gitu, Tuan ANDRILOS, ha-ha-ha. Punya simpanan, sampai punya istri kedua... Ha-ha-ha, aduh perutku di kocok sampai sakit nih! Tuan ANDRILOS, itu gimana ceritanya bisa punya istri kedua sampai simpanan, apa tadi punya Harem hahaha! Mana punya dia simpenan kayak gitu!" ucap Elisa di selangit tawa.


Membuat 3 temennya saling bertukar pandangan, karena kehebohan Elisa itu. Heran tapi Elisa malah lebih kencang, ketawa.


"El bisa aja kan, orang seperti Tuan ANDRILOS itu punya simpanan, kan dia sudah mapan. Apa lagi dia juga cakep, secara fisik dan dompet. Siapa yang bolak toh, iya gak guys."


"Cewek-cewek emang gak akan pada nolak jadi simpanan keberapapun, tapi Tua ANDRILOS itu sendiri yang agak keberatan. Karena dia terlalu takut dan fokus sama atau cewek." ucap Elisa yang langsung memperjelas.


"Hah! Kamu tahu dari mana jika tuan ANDRILOS itu keberatan Elisa, cowok itu ibarat bluetooth, kalau tidak ada sinyal pasti cari perangkat yang terdekat." Sambung Diana.


"Itu gak berlaku buat tuan ANDRILOS, dia terlalu bucin sama istrinya itu." ucap Elisa


"Kamu kok kayak lebih yakin gitu sih, El kamu kok kayak tahu banget soal tuan ANDRILOS." ucap Nacly yang agak heran.


"Emangnya kamu pernah lihat orangnya langsung, tetap muka secara bersamaan. Terus apakah kamu pernah ketemu sama istrinya itu?" tanya Resti yang sangat penasaran.


"Lah bukanya waktu di mall itu kita ketemu langsung yah sama tuan ANDRILOS," ucap Elisa.


"Iya sih, dan lihat istrinya juga cantik banget lagi." Ucap Diana yang spontan menambahkan.


"Itu bukan istrinya, tuan Andri punya banyak temen wanita." jelas Elisa.


"Kamu tahu dari mana El. Kalau itu bukan istrinya, toh keliatan mereka sangat akrab sekali kayak gitu, kamu kan gak lihat secara langsung malah pergikan waktu itu." kata Resti yang mengingat kejadian waktu itu.


"Mereka nggak gandengan tangan, nggak dekat juga." Elisa yang langsung to the poin.


"Ya, kan mereka harus jaga image dong el! Itu di tempat umum, jadi tidak akan melakukan hal itu." ucap Nacly.


"Itu menurut kalian, hmmm... bener juga sih." ucap elisa yang harus menahan lanjutan agar jangan mengatakan sebenarnya.


"Kalau di lihat-lihat juga mereka pasangan yang serasi kok!" sambung Diana.


"Oh pasangan yang serasi ya, bener juga sih. Hmph! cowoknya ganteng tinggi, dan seorang dokter pemimpin penuh ANDRILOS lagi, terus ceweknya cantik tinggi juga, dia seorang yang berwibawa, dan punya aura yang sangat bagus. Wajar mereka terlihat aura-aura kepemimpinan enggak sih dari keduanya, hmph aku jadi tambah iri deh!" ucap Elisa yanh pura-pura jadi orang lain itu.


"Fix kalau dia itu Nyonya ANDRILOS, aku sudah yakin." ucap Nacly.


"Bukan guys, yang jadi nyonya ANDRILOS itu adalah aku guys, kalian nggak pernah nyangka kan, kalau aku itu adalah istrinya." ucap Resti yang membanggakan dirinya.


"Hahaha iya, deh iya kamu istri dari tuan ANDRILOS ternama itu." ucap Elisa yang mengiyakan saja, dengan tawanya.


"Iya terserah kau lah res, suka-suka kamu aja asal kamu bahagia." ucap Diana yang juga sependapat sama Elisa.


Semua temen geng Elisa itu hanya mengiyakan saja, dengan apa yang jadi pembasahan mereka soal istri dari tuan ANDRILOS. Tak jauh juga ada banyak mata-mata yang di gerakan oleh Maxime, kakak dari Fando, tanpa sepengetahuan si Fando.


Pembicaraan mereka juga malah didengar langsung oleh Fando, hingga sangat membuat Fando sangat penasaran dan langsung saja melacak kode untuk memeriksa data-data lebih lanjut, untuk memastikan sesuatu.


Elisa yang langsung peka ada bahaya, langsung kirim kode pada adiknya jika dirinya sedang diawasi oleh beberapa orang, di tempat kuliahnya itu. Sinyal itu juga di terima oleh tim IT langsung di New York.


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Selasa 14 February 2023


__ADS_2