
Ke empat wanita yang sedang ngantri di kantin untuk makan siang, terlihat runtutan itu menujuh satu tujuan. Tapi, titik fokus mereka harus terbagi karena tak menemukan tempat untuk mereka duduk. Lalu, mereka melihat ada beberapa kursi yang kosong dengan jumlah kursinya pas dengan mereka, Resti berinisiatif untuk duduk disana.
"Guys, lihat deh disana ada yang kosong tuh?" tanya Resti yang menujuk kearah meja yang kosong.
"Iya kosong sih, tapi lihat siapa yang duduk sana, geng Graha. Ogah ah, bisa jadi bulan-bulanan kita nantinya." Sambung Nacly yang saat ini menolak mentah-mentah.
"Terus kita mau duduk dimana lagi, tempat semua sudah penuh?" tanya Resti yang sangat bingung.
"Aku ikuti solusi Elisa aja duduk di dekat kolam, pemandangan juga gak buruk disana." saut Diana.
"Aku juga setuju, karena aku juga gak terlalu senang juga dekat mereka gak leluasa bergerak juga makan pasti juga gak enak lah." sambung Nacly yang menjelaskannya.
"Okey deh!" Resti hanya bisa menerima saja karena temen-temen tak menyetujui sarannya.
Karena tak mau duduk dekat senior dan dengan para penguasa kampus itu, Nacly, dan Diana tak terlalu suka. Elisa menyarankan untuk duduk di lesehan, di pohon dekat kolam.
Resti yang melihat jika disana ada orang yang sesekali melihat kearah mereka, dengan senyum yang samar-samar terlihat dibibirnya. Tapi, Elisa tak membalasnya, jadi Resti centil membalaskan semua itu ke pria lainnya.
"El, tahu kak Adrian gak?" tanya Resti yang saat ini sangat penasaran dengan jawaban elisa.
"Nggak, kenapa emang yah." Jawab Elisa singkat.
"Nggak apa-apa, cuman kak Adrian dari tadi lihat kesini." ucap Resti yang menujuk dengan wajahnya.
"Terus aku harus gimana, mungkin aja dia lihat ketempat lainnya kan." ucap Elisa yang tak peduli.
"Lagian kamu ngurusin banget si re, udah fokus aja sama tujuan kita Bu Marni tuh, dah laper nih." sahut Nacly.
Karena ilfil dengan kelakuan Resti yang selalu menjodohkan dirinya dengan banyak pria yang menurutnya cocok. Elisa jadi agak kesal, makanya dia ngambek, dan tak mau bicara seputar pria yang dimaksudkan.
"Kak Rifky juga okey lah, tapi kayaknya kak Adrian juga lumayan. Hmph! Jika diantara mereka suka sama kamu, aku bakalan mundur deh! Kalau tujuan dari kak Rifky dan kak Adrian adalah sukanya sama kamu El, aku nggak bisa rebutan dengan sahabat aku sendiri. Aku akan rela jika dia menyukai kamu, coba kamu pikirkan baik-baik pilihan kamu ke siapa?Seberapa besar sayangku ke kamu, dan sangat peka terhadap perasaan kamu El, ada dua cogan yang multitalent suka sama kamu loh. Apakah kamu akan menolak faktanya, dan kenyataan ini. Banyak wanita yang rebutan mereka loh, tapi kalau yang mereka suka adalah kamu deh?" ucap Resti menjodohkan kembali.
Elisa menghela nafasnya frustasi, sulit untuk menjelaskan posisi dirinya saat ini. Jika dia katakan sudah bersuami, mereka pasti akan terus mencecar Elisa dengan banyak pertanyaan. Lalu bisa gawat jika ketahuan banyak pihak, itu juga pasti akan merugikan posisi dirinya dan keluarga nantinya.
"Apa sih, aku aja gak tahu jika mereka suka sama aku. Lagi pula aku nggak terlalu tertarik sama kak rifky atau kak Adrian udah jangan jodoh-jodohin aku melulu. Kalau kamu suka sama salah satunya, tinggal kamu bilang aja si re, keburu nanti ada yang comot loh kamu rugi sendiri." bantah Elisa yang langsung jalan menuju tempat hidangan.
"Loh kok dia malah sewot ya?" ucap bingung resti sama sikap Elisa yang langsung jalan menjauh dari temen-temen yah itu.
"Iya kamu sih, udah tahu Elisa orangnya badmood tan, eh kamu malah ngomongin soal itu. Iya wajarlah kalau Elisa marah sama kamu, udah mendingan kamu minta maaf gih, dari pada nanti ditanda hitamkan sama Elisa. Dan di blacklist dari geng, kamu mau?" ancaman Diana.
"Ihapa sih jangan nakutin gitu dong!" ucap si Resti yang agak takut diancam begitu.
"Iya gimana kalau beneran, apakah kamu sanggup re." tanya Nacly malah membuat Resti semakin gemetaran.
"Serem juga yah, jika di blacklist dari geng. Apakah kamu gak takut re, Elisa itu cukup berpengaruh loh di kelas, kamu nanti nggak punya tempat lagi loh." ancaman Diana.
"Eh, jangan nakutin aku gitu dong!" ucap Resti yang gemetar semakin besar.
Sedangan 2 temennya di belakang malah cekikikan, karena melihat ekspresi wajah Resti yang sangat lucu bagi mereka. Setelah Elisa selesai mengambil makan, dia menunggu temen-temen selesai mengambil lalu mereka berjalan menuju tujuan awal.
Tapi, sebelum mereka akan jalan keluar kantin, geng BEM kampus Rifky tiba-tiba bangun lalu berjalan meninggalkan tempat satu persatu.
"Eh, itu ada tempat yang akan ditinggalkan, meja bekas para pimpinan BEM." ucap Resti yang menujuk kearah meja itu.
Sedangkan Elisa yang saat ini berjalan menuju pintu keluar disana, Rifky langsung berjalan mendekati mereka. "Elisa, Nacly, Diana dan Resti kalian mau kemana? Ini ada tempat duduk yang kosong, kalian disini saja. Lagian kita sudah selesai kok." ucap Rifky mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Ouh iya kak, terimakasih." ucap Elisa yang meletakan nampan isi makanan, dan minumannya diatas meja, lalu dia duduk di kursi samping bekas tempat rifky.
__ADS_1
"Sama-sama, kalian makan saja dengan tenang." ucap Rifky dengan senyuman mengembang dibibirnya.
"Aduh kak Rifky perhatian banget sih, kok cuman Elisa doang yang diajak duduk disana, padahal ada kita bertiga loh di belakang." sindir Nacly.
"Iya silakan duduk. Yaudah aku duluan yah, selamat makan semuanya." ucap Rifky yang langsung pergi meninggalkan tempat.
"Gila, cakepkan. Kalian denger suaranya manggil nama kita aja terdengar lembut banget." ucap Resti yang saat ini mengagumi sosok pria yang sudah berjalan menjauh.
"Iya kamu bener re, gak apa-apa cewek duluan yang nembak." ujar Elisa yang mengompori Resti.
"Terus apa bedanya dong! Sama cewek lainnya yang nembak dia, kayaknya dia juga sudah bosen dengan kata-kata itu, jadi akan susah banget buat didekatinnya." ucap Resti yang saat ini ngambek.
"Gampang kalau kamu tahu triknya, dan tekniknya." ucap Elisa yang enteng saja mengatakan hal tersebut.
"Ajarin El." Resti yang sangat antusias maju, dan mau mendengarkan apapun caranya.
"Aku gak bisa, tanya Diana atau Nacly tuh yang sudah punya pacar." ucap Elisa yang sibuk menyantap makanannya.
"Eh, apa nih kok bawa-bawa nama kita?" ucap Nacly yang saat ini kaget.
"Iyakan, kalau kamu bagi tips sama Resti buat dapetin cowok idamannya, biar dia gak kayak gini, jadi kalian berdua kan sudah punya pacar kasih tahu tuh tipsnya sama Resti." ucap Elisa yang sambil makan.
"Kamu juga mau aku kasih tips El. Biar sekalian gitu." ucap Nacly yang membuat Elisa melirik.
"Aku gak perlu, toh aku sudah punya incaran aku sendiri kok." jawab Elisa yang sangat santai.
Semua temen-temen langsung kaget, lalu melihat Elisa secara bersamaan dan seakan mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Elisa.
"Waduuh, siapa tuh?" tanya Nacly yang sangat penasaran.
"Iya El, kok kamu gak bilang sama kita." ucap Diana yang juga sangat penasaran.
Elisa langsung menekan tombol aplikasi galeri, ke file votbar family. Memperlihatkan fotonya dengan Zacky, Zever, Xeverio, dan Alex, semua temennya syok karena Elisa berfoto ditengah-tengah 4 pria tersebut.
"Apakah ini kamu? Kok bisa kamu kenal sama mereka, ganteng-ganteng banget." ucap Resti yang sangat penasaran.
"Iya ih, kok kamu gak pernah cerita sih kalau kamu punya temen secakep ini. Kenalkan kita dong sama mereka El" tanya Diana yang antusias juga saat melihat mereks.
"El, boleh kita tahu siapa nama mereka. Terus apakah mereka masih singel?" tanya Nacly yang juga sangat antusias.
"Tenang aja masih singel semua kok, Ini nama Zacky. Dia Seorang pengacara, di New York dan terkenal di Italia. Kalau yang ini dua, mereka kakak adik. Nama Zever, dia komandan di militer garis depan. Adiknya namanya Xeverio, dia juga sama tapi jabatan dia jendral dimiliki ahli strategi. Nah, ini adalah adik tiri ku, namanya Alex dia masih jadi prajurit tapi dia pilot handal di militer." penjelasan Ringkas Elisa.
"Waduh, keren-keren pentesan kamu gak terlalu tertarik sama senior-senior populer itu. Orang kamu kenal yang cakep-cakep mapan gini, kamu kenal dimana si El." tanya Diana.
"Hmph, pas aku pelatihan di New York tahun lalu." jawab Elisa yang langsung membuat semua temannya syok.
"Ouh iya, kamu pernah bilang kalau kamu kerja di RS sumber welas asih itu yang berganti nama menjadi RS ANDRILOS kan."
"Betul sekali." jawab Elisa yang membenarkan yah.
"Kamu punya kontak mereka." tanya Nacly.
"Tentu saja punya, tapi mereka sangat sulit di hubungi apa lagi kalau pakai hp biasa dengan pulsa 100 ribu pun tak akan cukup menelfon mereka." jawab Elisa yang langsung bangkit dari tempat duduk karena sudah selesai makan.
"Eh, kamu sudah selesai makan. Cepat sekali." tanya Diana.
"Kalian yang makanya terlambat, ayo cepat kita masuk kelas pelajaran pak killer nih." ucap Elisa yang langsung membayar semua pesanan mereka makan itu.
__ADS_1
...----------------...
Pulang kampus, Elisa mengajak temen-temen ke pasar malam tapi mereka tidak datang pada malam tapi jam 16.00, sepulang dari kampus saja. Karena kalau malam dia ada urusan ke toko kue yah.
Pasar malam yang baru saja buka itu, melihat wahana yang masih sepi penumpang karena masih terang jadi belum ada yang datang.
"El, kita kok malah kesini sih bukanya nih pasar bukanya nanti malam yah." Tanya Nacly.
"Iya, aku malamnya ada urusan. Jadi sekarang aja, nanti kita pulang habis magrib. Makan dulu di kedai cahaya di depan pantai, aku dah lama gak makan seafood nih."
"Kamu lagi nyidam yah." ucap Resti yang spontan di syukurin oleh Elisa.
"Aamin, semoga saja." ucap Elisa yang berharap dapat disegerakan dapat momongan di tahun kedua pernikahan ini.
Sungguh tidak terasa pernikahan Elisa dengan suaminya sudah memasuki tahun kedua, setelah ini banyak yang harus dia hadapi tapi sepertinya itu hanya permulaan saja.
"Ih kok malah di Aminin, emang kamu hamil anak siapa? Anak kucing, atau anak ayam?" ucap Resti kembali.
"Anak orang lah re, masa anak kucing. Kamu ini ada-ada aja." ucap Elisa yang membantahnya.
Semua temen-temen langsung menatap Elisa dengan heran. "El, kamu sadar gak apa yang kamu ucapkan itu." ucap Nacly yang langsung menatap tajam.
"Sadar kok. Udah yuk, kita main apa gitu. Eh, ada wahana yang nyala itu. Main rollercoaster yuk." ucap Elisa yang sangat ingin sekali naik itu.
"Naik biang Lala aja deh El, itu lebih aman dari pada naik itu, aku sama Diana fobia ketinggian apa lagi harus muter-muter gitu." ucap Nacly.
"Yaudah, naik apa aja deh yuk aku yang bayar ayo." ucap Elisa yang saat ini sudah menarik temen-temen ke antrian dimana lokasi tiket berada.
Akhirnya mereka naik biang Lala, dan kemidi lainnya, tapi saking penasarannya Elisa ingin naik rollercoaster, akhirnya Elisa memutuskan untuk naik sendiri tanpa temen-temen yah.
"Kalian gak mau naik kan, yaudah aku naik sendiri kalian jajan aja dulu cari tempat tongkrongan aku mau naik itu dulu yah. Bye-bye..." ucap Elisa yang aktif sekali.
"Tuh orang gak ada capeknya yah, baru aja turun dari naik kemidi putar piringan terbang, udah mau nyoba rollercoaster."
"Energi Elisa full banget yah, dia ngecas dimana sih." ucap Resti yang saat ini sampai bingung melihat Elisa seperti memiliki dua tubuh.
"Padahal tadi pagi dia bilang gak lemas banget, eh sekarang full energi." jawab Nacly.
Beberapa menit kemudian, temen-temen Elisa lagi asik asik makan jajanan disana, Elisa yang baru saja turun dari wahana rollercoaster itu sangat happy, walau sekarang rambut sudah acak adul.
"El kamu udah puas belum." tanya Nacly yang saat ini melihat wajah Elisa sumringah.
"Udah, heheh maaf ya. Kalian pasti bete banget ya ngungguin aku. Sorry yah, yuk kita ke kedai cahaya pantai." ucap elisa yang saat ini sangat antusias.
Akhirnya mereka pergi dari sana menuju kedai cahaya pantai, yang mereka tuju saat ini untuk makan malam. Setelah sampai di parkiran, mereka memarkirkan motor masing-masing di tempat yang tersedia.
"Kalian cari tempat dulu deh! Aku mau ke mushola mau shalat dulu." ucap Elisa.
"Eh, aku juga ikut." ucap Diana.
"Aku sama Nacly lagi halangan, jadi kita aja yang pesenin."
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Jumat 7 Juli 2023.