
Elisa yang ikut pulang dengan Arafif ke Indonesia, dan Brandon juga kembali ke rumahnya mereka meninggal istana Monarfi. Tempat itu menjadi sepi, beberapa pelayan juga sudah kembali pulang, hanya Andre yang masih tinggal di sana.
Untuk menghindari para musuh yang lainnya, Elisa dikirim kembali pulang agar jangan jadi incaran lagi, atau di culik kembali. Andre berhasil menangkap pelakunya makanya Andre masih harus menyelesaikan sesuatu di sana, apa lagi ANDRILOS juga belum stabil. Posisinya masih saja diragukan, banyak sekali pertimbangan yang harus diurus Andre untuk saat ini.
Berada di Indonesia Elisa telah sampai di rumah, disambut hanya oleh mamah Monika dan Azalea yang berada di sana yah alea malah ikut ke Indonesia karena sudah di anggap sebagai putrinya.
"Elisa kamu baik-baik saja kan, gimana apakah ada yang terluka sayang" ucap Monika yang panik.
"Nggak ada kok mah. Alhamdulillah baik-baik saja semuanya, hanya masih ada bekas memar dikit. Selebihnya semua aman kok, Elisa hanya masih syok saja." Penjelasan ringkas Elisa.
"Yaudah sayang mendingan kamu dirawat saja di rumah sakit, katanya kamu terkena racun ya. Para gak? kalau parah nanti mamah suruh Dokter Darwis untuk cek kondisi kamu ya" ujar Monika.
"Nggak apa-apa kok mah, sudah membaik kok. Mas Andre sudah mengobati aku disana, udah di kasih penawarnya juga" penjelasan Elisa.
"Iya mah, mamah lupa ya kalau kak Andrekan juga seorang dokter. Pastilah kak Andre melakukan lebih baik di bandingkan dokter lainnya, iya gak kak Elisa. Lagian mana boleh kak Elisa di sentuh sama cowok lainnya, bisa-bisa kak Andre ngamuk-ngamuk" sambung Alea.
"Alea kamu di sini juga, sejak kapan kamu datang" ucap Elisa yang berjalan beriringan dengan Alea.
"Udah dua Minggu Elisa di sini kak, nemenin mamah Monik. Kan papah, Kak Andre dan kak Elisa lagi gak ada di rumah, jadi dari pada mamah Monik sendirian disini aku yang temenin."
"Ouh gitu, hehehe iya. Terimakasih ya sudah mau nemenin mamah, aku juga mau minta maaf sama mamah. Banyak banget masalah yang datang jadi sulit buat bisa balik dengan cepat, apa lagi acara debut aku entah lolos apa gagal" Elisa merasa frustasi.
"Kamu tenang aja sayang, gak akan ada yang mengganti posisi kamu sebagai nyonya ANDRILOS kok. Walau kamu dirawat sebentar di rumah sakit, kan buat pemulihan kondisi kamu sayang" ucap Monika yang duduk beriringan dengan Elisa.
"Aku bukan khawatir soal posisi aku jadi Nyonya ANDRILOS mah, aku malah khawatir image dari covernya Mas Andre bisa rusak gara-gara aku" ucap Elisa yang khawatir.
"Elisa lebih baik kamu istirahat dulu saja ya, kamu baru saja mengalami hal yang tidak baik. Mah biarkan Elisa istirahat dulu, jangan di ajak ngomong terus. Alea antar Elisa ke kamar kalau lama-lama disini nanti Monika terus mengajaknya ngobrol. Kondisi kamu sudah membaik kan Elisa, untuk pemulihan lebih total lagi" ucap Arafif yang menyuruh menantu istirahat.
"Iya mah, mas Andre sudah memberikan penawaran untuk Elisa kok. Jadi kalian gak usah khawatir ya, Elisa sudah jauh lebih baik sekarang" ujar Elisa.
"Kamu jangan bohongin mamah loh sayang, kalau kamu ada apa-apa nanti mamah khawatir. Coba di cek lagi yah, sebelum kamu istirahat. Alea boleh minta tolong sayang, coba kamu cek Elisa sebentar ya nak" ucap Monika yang bergantian, sebelum diminta Monika Alea malah sudah menyiapkan segalanya.
"Iya mah, tapi gak mungkin Alea memeriksa kak Elisa disini. Yuk, kak kita ke kamar kak Elisa" ucap Alea yang menggandeng tangan Elisa buat naik ke atas.
Sampainya di kamar Elisa, Alea terkagum melihat kamar Elisa. Karena desainnya sangat rapi tata letak barang juga sangat dipikirkan dengan baik, karena Andre suka banget kerapihan, kamar tersebut begitu sangat detail kerapihannya.
"Wah, bagus banget kamarnya Kak. Itu foto pernikahan kak Elisa ya? Boleh lihat nggak, eh ada album foto ya kan. Pinjem dong kak, nyimpen gak?" Ucap Alea yang melihat foto pernikahan Elisa yang di pasang besar di tembok kamarnya.
"Ya nyimpen lah, itu kan moments yang berharga banget dalam hidup aku, bentar yah aku cari dulu" ucap Elisa yang bejalan ke kamar ganti pakaian.
"Ya ampun kak Elisa. Kakak cantik banget pakai baju kayak gini, namanya apa kak" ucap Alea saat melihat Elisa pakai kebaya putih, dan Andre pakai batik dengan corak yang sama dengan gaun yang di pakai Elisa.
"Ini nama kebaya, yang di pake sama mas Andre ini batik kokoh" ucap Elisa yang menujuk gambar foto mereka.
"Ini pas apa Kak, pesta perayaan yah" ujar alea yang membalik lembaran-lembaran tersebut.
"Enggak ini pas akad janji pernikahannya, karena aku nggak ngadain resepsi bersamaan dengan itu, jadi cuman akad terus udah selesai terus sebulannya baru dirayain. Tapi, album foto pernikahan itu ada di istana Monarfi di New York, jadi gak bisa aku tunjukkan. Nanti kalau kamu main kesana aku akan tunjukan gimana?"
"Boleh! Tapi kak Elisa apakah emang sudah adatnya begitu ya hari pesta resepsi beda bulan?" Alea yang polos.
__ADS_1
"Nggak juga si, itu karena pas hari pernikahan. Semua wedding aku di batalin 3 hari pas mau mendekati pernikahan, ya bikin stress itu mamah gak bahagia ngerasa bersalah banget. Karena semua diatur oleh mamah, so mamah sampai sakit" Penjelasan Elisa.
"Ya ampun, kasihan... Sampai ada kejadian yang seperti itu? Syukurlah tapi kalian akhirnya jadi married'kan, kebayang kalau nggak jadi" ucap Alea yang merasa lega.
"Ya yang namanya jodoh bisa aja sih kadang besoknya mau nikah malah gak jadi, tapi karena aku sama Mas awalnya sudah mempersiapkan diri, juga udah punya konsep, punya prinsip terus kami kayak udah punya komitmen yang mantap banget. Apapun yang terjadi sampai menghalangi kami, kayaknya gak akan mungkin sanggup kecuali takdir Tuhan dan ridho Tuhan," ucap Elisa.
"Iya juga sih, katanya nih kalau mau nikah cobaan banyak banget dari mulai pasangan mulai berantem, terus tiba-tiba kendala soal ini itu persiapan, sampai di coba orang tua yang menentang iya gak kak" ucap Alea.
"Iya kamu bener banget, aku sama mas Andre. Awal juga di tentang sama mamah Monika, dan seminggu aku mau nikah sama mas Andre juga berantem terus tiba-tiba masa ordinary sen malah membatalkan rencana."
Setelah perbincangan itu Elisa yang langsung di cek kondisi sama Alea sudah agak membaik, Alea juga masih sibuk melihat foto-foto pernikahan mereka.
"Gimana Lea, Elisa udah tidur?" Ucap Monika yang melihat Alea yang baru turun dari lantai atas.
"Udah mah, baru aja makanya aku keluar dari kamar kak Elisa" jawab Alea yang tangannya direpotkan dengan buku album pernikahan Elisa yang belum kelar dia lihat.
"Itu yang kamu bawa apa Lea?" Ucap Monika yang melihat tangan Alea.
"Ouh ini, tadi Alea lagi mau lihat album foto pernikahan kak Elisa sama kak Andre cuman belum selesai, padahal foto akad habis banyak banget" ujar Alea yang langsung duduk di samping Monika.
"Mau lihat foto pesta perayaan yah gak, mamah nyimpen loh" ucap Monika yang sangat antusias sekali.
"Mau banget mah, tapi katanya kak Elisa fotonya ada di New York mah" ucap Alea.
"Iya, tapi mamah udah ambil kok. Bentarnya mamah cari dulu yah, kamu tunggu di sini" ucap Monika dengan semangat.
Monika kembali lagi dengan membawa album fotonya, tidak menyadari jika album fotonya ternyata salah ambil.
"Ouh. Astaga! Salah ambil, bentar Lea mamah ambil album lainnya dulu, aduh aku lupa lagi" ucap Monika yang kembali lagi ke kamarnya.
Sedangkan Alea malah asik melihat-lihat koleksi foto bayi tersebut, dan baru sadar jika foto itu adalah Andre saat masih bayi.
"Eeh ini lucu banget, ini kak Andre ya mah" ucap Alea yang melihat foto Andre sedang digendong Arafif di suatu tempat, Andre seakan tak mau lepas dari gendongan sang papah.
"Iya itu Andre, waktu umur setengah bulan. Pipi ya MasyaAllah lagi, itu pertama kali di bawa ke Indonesia" ucap Monika yang masih gemas saat melihat foto Andre tersebut.
"Kalau foto-foto masa kecilnya kak Andre pasti banyak banget ya mah?" Tanya Alea yang masih sibuk melihat foto-foto.
"Hmmm jangan di tanya Lea banyak banget, tapi albumnya banyak yang rusak dan hilang" penjelasan Monika.
"Hmm sayang banget. Lucu benget si, kalau mereka punya anak pasti sangat lucu melebihi gemesin dari kak Andre deh! Iyakan mah" ucap Azalea.
"Hehehe iya, mamah juga pengen banget cepat-cepat gendong cucu. Tapi kamu tahu sendiri mereka gak ada waktu buat istirahat atau liburan dengan tenang, pasti ada aja masalahnya. Bahkan mereka belum melakukan honeymoon loh, selama 10 bulan pernikahan mereka, eh- gak kerasa udah mau setahun mereka menikah." Ucap Monika yang baru sadar.
"Emang kak Andre nikah kapan mah" tanya Alea penasaran.
"Bulan November, tanggal 10 dan hari minggu tahun lalu. Hmm- masih inget banget mamah hari itu, karena waktu itu mamah kena tipu orang pihak weding dekor kesel deh kalau ingat masa itu" ucap Monika yang masih geram.
"Hihi kak Elisa juga cerita tadi, mamah sampai sakit ya gara-gara kepikiran Kak Andre takut batal nikah."
__ADS_1
"Iya ha-ha-ha, karena mamah udah ngebet banget pen punya cucu. Tapi ya belum ada kabar aja dari mereka berdua, entah kapan mamah dapat kabar bahagia."
"Doa aja mah, semoga tahun depan mamah udah bisa gendong cucu, iyakan mah" ucap Alea.
"Aaminn, semoga Tuhan mendengar doa mamah. Ya sebagai penebusan karena mamah kan gak bisa melahirkan anak, setidaknya aku bisa lihat cucu dari kalian semua kan. Mamah gak punya anak kandung mamah sendiri, jadi apa salahnya pengen punya harapan bisa lihat anak-anak dari kalian" ucap Monika yang mata berkaca-kaca.
"Mah jangan ngomong gitu ah! Tahu nggak aku, Alex dan kak Andre udah anggap mamah itu lebih dari seorang bidadari yang hati baik banget bisa menerima kita sebagai anak mamah, kita itu beruntung bisa jadi anak mamah Monika. Jadi semoga mamah di beri umur yang panjang agar bisa melihat cucu-cucu mamah dari kita semua, anaknya kak Andre, anaknya kak Alex dan anakku. Yah, mah" ucap Alea yang memeluk Monika untuk menenangkan dirinya.
"Uh iya. Makasih loh sayang, Mamah jadi terharu mendengar ya" ucap Monika yang menghapus air matanya.
"Papa mana mah" tanya Alea tak melihat Arafif lagi.
"Tidur kayaknya capek banget. Katanya dari kemarin belum tidur gara-gara panik nyari Elisa gitu, jadi belum sempat tidur" ucap Monika menjelaskan.
Di suatu tempat bakery yang di kelola Elisa juga mengalami masalah, karena ada pelanggan yang komplain kue yang di buat oleh Bakery Elisa sudah kedaluwarsa.
Beberapa orang datang mengacak-ngacak tempat bakery Elisa tersebut, para karyawan semua berusaha menghalau tapi mereka tak berdaya amukan mereka lebih besar ketimbang karyawan-karyawan tersebut.
"Rana gimana ini, mereka malah berantakan tempat ini. Coba nelfon Bu Elisa, soal komplain mereka, kalau kayak gini terus mereka akan merusak semuanya" ucap Joni.
"Aduh gak bisa di hubungi, katanya ibu Siti mah mba Elisa lagi di luar negeri jadi sulit untuk di hubungi," ucap Rana yang sedang mencoba terus menghubungi hp Elisa.
Kembali ke kamar Elisa yang baru saja terlelap itu karena mendengar hp bergetar terus, Elisa langsung meraihnya tanpa melihat nama kontak.
"Hallo... Iya Rana ada apa?... Udah pulang kok, baru nyampe banget... APA! DIAMUK MASA, gimana ceritanya?... Yaudah jangan panik, aku akan kesana sekarang juga... Iya, udah yah jangan khawatir aku akan kesana... Yaudah kau tutup telfonnya."
Elisa langsung buru-buru bangkit dari ranjang, ganti pakaian turun ke bawah dengan tergesa-gesa, lalu mencari sopir untuk mengantarkan dia ke toko kuenya. Karena tidak ada sopir, Elisa mengambil motor gedenya untuk segera datang ke toko kue, kepergian Elisa itu dilihat oleh Alea, saat ingin mengejar Elisa sudah pergi jauh.
"Kak Elisa—" panggilan alea yang melihat Elisa pergi mengunakan motor gede.
"Kak Elisa kira-kira mau ke mana ya kok buru-buru gitu, aku juga tidak nyangka kalau Kak Elisa bisa naik motor gede kayak gitu," sambung Alea yang kembali masuk kedalam.
"Loh Alea kamu dari mana?" Tanya Monika yang melihat Alea yang baru kembali dari halaman.
"Itu mah aku ngejar kak Elisa yang tadi buru-buru keluar, aku mau ngejar malah kakak Elisa naik motor gede" ujar Alea.
"Ya Tuhan. Ada apa lagi ya sekarang, semoga baik-baik aja" ucap Monika yang khawatir.
"Tadi sih aku lihatnya wajahnya panik banget ada apa ya mah?" Tanya Alea yang ikut khawatir.
"Nggak tahu sayang, Ya udah yang penting kita berdoa aja semoga nggak ada apa-apa, dan baik-baik aja. Karena Elisa juga baru aja mengalami hal yang tidak baik, kenapa semua ini terlalu menimpa kepada Elisa dan Andre, kasihan mereka gak ada waktu buat damai sejenak saja" ucap Monika yang melihat kasihan.
"Iya mah kita berdoa yang terbaik saja buat mereka."
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Senin 12 Desember 2022.