
Penobatan Andre yang sudah di depan mata, mau tidak mau Andre harus menghadirinya, tanpa pendamping, Andre tidak terlalu percaya diri. Biasanya selalu ada Elisa disampingnya saat dia berjalan keacara resmi seperti itu, tapi sekarang dia harus di paksa untuk datang ke acara pelantikan umum di New York. Tanpa seorang istri yang akan mendampinginya, Andre pergi hanya di temani oleh asisten pribadinya Gulftaf dan pengawal setianya Glenn yang menemaninya ke acara tersebut.
Saat mereka baru keluar dari dalam mobil sudah di sambut oleh beberapa orang yang sudah berjejer di depan, disisi karpet merahpun sudah banyak wartawan yang siap meliput acara bergensi tersebut.
KETUA UMUM : Tuan Andrilos, selamat datang. Saya senang anda sudah hadir, semua orang sangat menantikan kedatangan anda ke acara ini. Silakan lewat sini untuk duduk di kursi yang sudah kami siapkan khusus buat anda. Beristirahat sejenak, dan menikmati perjamuan yang sudah di hidangkan, pasti perjalanan anda sangat melelahkan, apakah anda ingin minum yang lainnya.
Seraya berjalan beriringan dengan Andre yang saat ini sedang mengamati sekitarnya, ada beberapa orang yang menatap tajam kearahnya.
Apa ini jebakan, seakan aku masuk ke kadang harimau. Ah- bukan hanya kadang Harimau tapi beruang juga, banyak sekali yang ingin mencabik-cabik diriku disini. Dalam hati Andre yang mata sangat aktif, lirik kanan- lirik kiri, lirik atas dan lirik sekitarnya.
ANDRE : Tidak! Terimakasih, saya tidak haus. Silakan anda lanjutkan saja pekerjaan anda, untuk menyambut para tamu yang datang, sampai sini saja anda mengantarku.
KETUA UMUM : Baiklah saya mohon izin undur diri, untuk menyambut para tamu undangan yang akan datang.
Dengan senyuman yang mengembang ketua umum itu meninggalkan Andre, senyuman penuh kepalsuan yang di tunjukan ketua umum itu terlihat sangatlah licik dan penuh tipu muslihat, Andre hanya membalas dengan senyuman yang biasa ia lakukan yaitu tersenyum kepalsuan.
"Bermain curang yah, jadi kalian ingin main-main dengan ku. Baiklah, akan ku ladeni kalian" ucap Andre yang berbisik.
Glenn yang juga sangat waspada dengan beberapa orang yang menatap Andre lalu ketahuan oleh Glenn.
"Sebenarnya apa lagi permainan mereka, aku sampai lelah untuk mulai kembali kapan semua ini harus berakhir, aku jadi harus berpura-pura tersenyum semanis mungkin" Dumal kekesalan Andre.
"Anda bersabarlah Tuan, Jack sedang mencari tahu informasi tentang kualitas acara ini dan soal penangkapan beberapa ketua grup korup dengan acara pelantikan ini" sambung Glenn yang berdiri tepat di belakangnya.
Andre yang menatap satu persatu orang yang datang dan langsung memikirkan cara untuk mengatur strategi selanjutnya, entah apa yang mereka rencana sebenarnya untuk Andre. Karena terlihat beberapa orang yang duduk secara terpisah dari Andre, banyak yang mengawasi gerak gerik Andre. Bahkan ada kursi yang sengaja di kosongkan dan tampak berbeda dari yang lainnya.
"Glenn apakah kamu sadar jika ada beberapa kursi yang berbeda itu tampak mencurigakan, kita harus lebih hati-hati lagi" ucap Andre yang berusaha semaksimal mungkin untuk tenang.
"Iya Tuan, saya juga merasa begitu. Sepertinya kursi yang berbeda dan kursi kosong itu ada kaitannya, entah ini adalah konspirasi para petinggi atau para musuh anda. Aku juga tidak terlalu faham, tapi kita bisa melihat kelanjutan dahulu setelah selesai penobatan anda."
Beberapa orang juga terlihat seperti sedang menatap dan memata-matai Andre dari jauh, tapi Andre terlihat sangat santai saja menanggapi semua itu, walau dia tahu jika dirinya sedang di awasi ketat oleh beberapa orang dari berbagai sudut.
"Gulftaf, Glenn kalian harus tetap waspada. Mereka semua akan mencari kesempatan saat kita lengah. Jadi jangan sampai kalian terkecoh, perhatian sekeliling kalian dan lihat lingkungan sekitar" ujar Andre yang berpesan kepada orang yang berdiri di belakang kursinya.
"Baik Tuan, saya akan perhatikan setiap gerak-gerik setiap orang dengan secara detil-detil ya" ucap Glenn yang memang sudah ahlinya dalam hal tersebut.
Gulftaf yang baru terjun ke dunia Andre, harus segera bisa beradaptasi dengan posisi ya saat ini, Gulftaf juga sendang berusaha semaksimal mungkin untuk menyeimbangkan dirinya dengan baik. Soal kadar pengawasan terhadap lingkungan sekitar, dalam dunia yang Tuannya berada. Andre tahu Gulftaf belum cekatan dalam mengawasi pergerakan musuh yang bersembunyi di balik anggota para dewan terhormat itu.
"Gulftaf, kamu hanya perlu waktu untuk beradaptasi dan belajar untuk membaca situasi yang saat ini kita hadapi, karena bukan satu atau dua orang musuh-musuh ku yang pasti sudah sangat lama untuk mengincar ku, dan sedang menunggu kesempatan saat aku lengah" ucap Andre yang menjelaskan.
"Baik Tuan, aku akan belajar lebih baik lagi. Ajarkan aku caranya?" ujar Gulftaf.
__ADS_1
"Gulftaf, sekarang kamu bekerja dengan ketua komandan kemiliteran pusat international. Jadi kamu bukan lagi orang biasa atau menyangka sebagai seorang asisten yang harus membantu diriku dalam berbagai aspek berbisnis, tapi kamu adalah wakil dari ketua kemiliteran pusat international. Walau kamu mengenalku sebagai seorang dokter, tapi asal kamu tahu. Sebelumnya aku menjadi dokter umum, dulu aku adalah seorang pria berdarah dingin yang pernah terjun menjadi seorang dokter militer, dan aku adalah komandan tempur kemiliteran internasional. Secara tidak langsung aku pernah di tugaskan rahasia untuk menjadi seorang pembunuh bayangan, berkedok seorang dokter. Jadi wajar beberapa orang pasti sudah mengenali wajahku, dan soal julukan yang pernah kamu dengar. Aku sebagai Devil Angel tidaklah main-main, makanya aku sudah terbiasa dengan tetap aneh orang-orang, walau sangat mengerikan oleh beberapa orang yang mungkin kau juga akan sangat risih melihatnya."
Tatapan para orang juga sangat berbeda pada Andre, seakan efek samping dari pembantaian Andre pada geng besar yang telah mengusik ketenangan Andre.
Sampai acara pelantikan itu selesai tidak ada yang terjadi pada Andre, walau banyak orang yang menatapnya dengan tatapan yang mengerikan dan ada juga dengan tatapan yang aneh.
"Syukurlah tidak ada yang terjadi pada kita, Tuan apakah kita akan langsung kembali ke istana Monarfi?" tanya Glenn yang merasa lega.
"Jangan merasa senang dulu Glenn, emang ini melegakan karena mereka tidak melakukan apapun pada kita, tapi kita harus tetap waspada karena belum tahu bahaya apa yang akan selanjutnya terjadi."
Yah mungkin Andre merasa ketakutan akan hal-hal terkait dengan semuanya, menjadikan dia trauma dengan kejadian tersebut, Andre manjadi seperti paranoid akan sebuah peristiwa dan kejadian padanya akhir-akhir ini, apalagi sampai menimpa keluarganya. Ditambah lagi masalah dunia mafia semakin kuat mengedar ancaman dan mengincar nyawa Elisa, karena masalah di gedung pelatihan High House.
"Semua belum usai, masih banyak yang harus kita tangani. Banyak hal juga yang membuatku berfikir jika ada seseorang yang sengaja merencanakan semua ini, untuk menahan ku di New York" tebakkan Andre.
"Jadi anda juga merasa hal ini sangat mencurigakan" sambung Glenn yang menebaknya.
"Sejak awal aku memang sudah curiga dengan acara tersebut, tapi aku hanya mengikuti sebuah permainan konyol yang mereka perankan. Yah sudahlah tidak usah kalian pikirkan, semua membuat kalian khawatir jadi lupakan apa yang aku katakan tadi. Ini Semua sudah berakhir kita kembali, harus secepatnya pergi dari negara ini, tempat ini sudah tidak aman dan tak nyaman untuk kita tinggali lagi" ucap Andre yang segera masuk dalam mobil miliknya.
"Tapi kenapa mereka hanya menatap anda tidak melakukan apapun?" ucap Gulftaf yang sempat kebingungan.
"Apa jadinya nanti jika mereka melakukan hal itu, mungkin akan menjadi pertempuran yang cukup hebat nantinya, apa kau mau seperti itu terjadi" ucap Glenn agak kesal.
"Apakah masalahnya akan serumit itu Tuan!" Gulftaf yang masih terlalu polos belum tahu dunia seperti apa yang dihadapi, makanya dia bertanya kepada Andre soal itu.
"Kamu tidak bisa membayangkan bagaimana jika kamu terjebak disana, maka kamu gak akan bisa keluar hidup atau bahkan matipun akan sungkan" ucap Andre yang pernah mengalami penderita itu.
"Gulftaf kamu akan tahu setelah kamu merasakan ya apakah kamu mau mencobanya? agar kamu merasakan bagaimana cara mereka untuk menahan seseorang seperti mu, mereka akan lebih kejam dari yang kamu bayangkan bahkan, lebih ekstrim dari penjara bawah tanah" penjelasan Glenn yang pernah terkurung di suatu tempat dimana tubuhnya seakan sudah tak bernyawa.
Gulftaf hanya bisa terdiam saat mendengar hal itu, ia jadi tak bisa membayangkan soal itu. Andre teringat jika Andre telah memulangkan Monika dan Arafif ke Indonesia, dan Azril ke Amerika untuk melanjutkan studi.
Karena tidak mau menambah resiko kedepannya, apa lagi saat ini Andre berencana untuk bersembunyi dulu sementara waktu, untuk beradaptasi dan melatih Elisa di dunia yang sebenarnya. Andre juga ingin keberadaan Elisa juga di akui oleh masyarakat luas, dan membuat Elisa lebih menonjol dari sebelumnya.
"Kita ambil jalur terpisah, kalian pulanglah ke masing-masing rumah kalian, terima kasih untuk hari ini. Selamat istirahat" ucapkan Andri yang keluar dari mobil dan masuk ke mobil miliknya, Andre mengendarai sendiri mobil itu, melaju dengan kecepatan tinggi.
Menuju suatu tempat tersembunyi yang tidak diketahui oleh siapapun, bahkan jalan menuju tempat itu ia samarkan dengan rerumputan hijau bahan banyak sekali binatang buas peliharaan miliknya yang berkeliaran disana, itu untuk menjaga keamanan tempat tersebut.
Sesampainya di sebuah villa tempat persembunyian Anda saat ini, setelah Elisa sembuh dari lukanya Andre membawa Elisa ke sebuah villa tersembunyi, dan paling aman dan nyaman untuk di tinggali, di mana hanya Andre yang tahu jalan dan lokasinya.
"Assalamualaikum, sayang!" panggil khas itu bergema ke seluruh ruangan, Elisa yang mendengar itu langsung berlari menuju suaminya yang baru pulang.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kamu udah pulang mas, Kok lama banget katanya sebentar. Cih! kebiasaan sebentar mu itu lama banget tau nggak, kamu membuat aku harus menunggu lama" ucap Elisa yang ngambek.
__ADS_1
"Aku minta maaf yah, karena perjalanan yang sangat jauh. Aku harus ke kota dan mengurus beberapa masalah yang harus aku lakukan, dan tidak bisa diwakilkan. Maafkan aku ya sayang" ucap Andre yang mengecup kening Elisa dengan penuh cinta dan kasih sayangnya.
"Hari ini pengecualian tapi lain kali tidak ada maaf bagimu" hati Elisa mulai luluh kembali, dan tersenyum lembut.
"Kamu sudah makan?" tanya Elisa, pada suaminya yang saat ini sedang menanggalkan pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi.
"Belum, biar aku membersihkan diriku dulu. Setelah itu kita keluar untuk cari makan?"ujar Andre yang langsung menutup pintu.
Setelah selesai mandi Andre menggunakan piyamanya, berjalan menuju Elisa yang berada di depan lemari pakaian, Andre langsung saja memeluk Elisa dari belakang. Elisa sedang disibukkan memilih pakaiannya, karena bingung mau pakai baju seperti apa untuk dia keluar saat bersama Andre.
"Sayang sepertinya aku berubah pikiran. Bagaimana kalau kita makan di taman belakang saja, karena di saat ini banyak orang yang akan mengincar kita?"
"Aku juga punya pikiran yang sama denganmu, makanya aku khawatir bahkan aku bingung mau pakai baju apa untuk keluar."
Akhirnya mereka memutuskan untuk makan di halaman belakang dengan sederhana, seperti piknik di kebun. Mereka terlihat sangat senang dan bahagia walau hanya makan di luar ruangan seperti itu, inilah pertama kalinya Elisa merasakan benar-benar honeymoon dengan suaminya.
"Elisa seneng banget hari ini, karena bisa makan berdua sama kamu, ya walaupun saat ini kita berada di ujung tanduk. Tapi kita bisa menikmati waktu berdua tanpa gangguan siapapun."
Andre hanya menjawab dengan senyuman lebar, walau dalam hatinya bercampur aduk tanpa bisa ia menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini kepada istrinya. Dia tidak mau mengganggu kebahagiaan Elisa atau merusak mood istrinya yang sedang baik.
"Sayang sepertinya besok kamu harus pulang ke Indonesia tanpa aku, karena jika kamu berlama-lama disini akan banyak masalah lainnya timbul, bukannya aku mengusirmu hanya saja aku khawatir. Aku sungguh sangat takut jika masalah ini akan membesar dan mengakibatkan urusan lainnya juga gak kunjung usai, itu akan menganggu. Aku tidak mau membahayakan nyawamu kembali, aku mungkin bisa menghadapi semuanya, kecuali rasa cemas ku dan rasa kekhawatiran ku terhadap dirimu, aku tidak bisa membayangkan untuk menghadapi ketakutanku sendiri akan kehilanganmu."
"Iya aku akan turuti semuanya, kali ini apapun perintah yang kamu katakan aku akan penuhi dan ikuti dengan patuh, jika kamu ingin besok aku pulang ke Indonesia, maka aku akan turuti permintaan kamu, dan membawa beberapa pasukan. Aaah! tidak, aku akan membawa semua pasukanku yang kamu berikan padaku, jadi kamu nggak usah khawatir ya, aku pasti akan baik-baik aja kok" ucap Elisa yang membingkai wajah Andre dengan kedua tangannya.
"Bila perlu nanti aku suruh Zever untuk mendampingimu, dan menjadi pengawalmu sampai kamu di Indonesia. Aah tidak! Sampai rumah dengan selamat, kamu tidak boleh bantah apa yang kau perintah ini sudah keputusan terakhirku, dan sudah bulat. Maka kamu harus menurut, akan ku suruh zever yang akan mengantarmu kembali ke Indonesia."
Elisa tersenyum geli saat melihat tingkah konyol Andre yang sangat kocak dan manis menurut Elisa, suaminya itu terlihat begitu cemas dan panik.
"Iya Mas Andre, aku akan ikuti apapun kata suami ku tersayang ini, untuk menjagaku. Terserah apa yang mau kamu lakukan, kamu mau mengutus Zever, atau Xeverio atau Xaverius atau Alex atau siapapun yang kamu percayai untuk menjagaku, dan melindungiku. Sampai tujuan ke Indonesia, aku akan menurut apapun itu, kalau menurutku masih dalam cakupan kebaikan. Karena aku udah janji sama diri aku, jikalau aku akan menuruti apapun perintah kamu jika itu dalam hal kebaikan dan masih radius keamanan yang cukup aman." ujar Elisa yang hanya bisa pasrah dengan posesif Andre terhadap dirinya.
Elisa paham akan ketakutan dan kekhawatiran yang Andre rasakan saat ini, walau itu berlebihan. Elisa paham karena semua yang di lakukan Andre juga berawal dari kesalahan yang dia lakukan, itulah yang menjadi penyebabnya, terhadap perubahan sikap Andre yang protektif, dan sangat obsesif terhadap dirinya. Ditambah lagi dia juga harus mengurus ANDRILOS yang beberapa hari sudah ia diabaikan, tapi masalah pribadinya semakin rumit, hingga menyangkut nyawa dirinya, itu pasti berat baginya.
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Rabu 23 November 2022.
__ADS_1