
Markas Misterius, di ruang rawat terlihat kondisi Andre memburuk karena sampai malam hari Andre belum juga siuman dari pingsannya, membuat Keyshu kebingungan harus bagaimana lagi, dia langsung menyuruh putra sulungnya untuk pergi menjemput Elisa.
Di ruang rawat Keyshu sedang menyeka tubuh Andre yang panasnya belum juga turun dari kemarin, sudah banyak air es yang di gunakan untuk membuat suhu badan Andre kembali normal. Tapi, semua itu tidak ada gunanya hanya meredakan sesaat.
KEYSHU : Zever, ayah sudah tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang, pergilah. Jemput istrinya kemari, mungkin saja jika ada istrinya sisi dia akan sadar.
ZEVER : Dia belum bangun ayah? Bukannya sudah di berikan obat yang di buatkan ibu, bahkan ini obat yang ke 4 yang ibu buatkan.
KEYSHU : Kamu tidak bisa melihat kondisinya saat ini, dia malah diam saja seperti mayat begini. Pasti ada beberapa alasan kenapa dia tidak bangun, kita harus cari tahu dulu penyebab-penyebab kenapa di bisa seperti ini.
ZEVER : Penyebabnya mungkin ada beberapa alasan dia bisa kayak begini, pertama dia mungkin kelelahan, kedua dia bisa saja terkena tekanan batin dan pikiran yang terlalu berat baginya, dan yang terakhir mungkin dia ingin hibernasi.
KEYSHU : Kau ini malah bercanda, ada beberapa faktor yang membuat dia seperti ini. Apakah dia memikirkan sesuatu? Itu mungkin masalahnya, karena yang kita tahu apa yang terjadi pada Andre. Dia sangat pandai menyembunyikan semuanya seorang diri, dia anak yang suka memendam perasaan seperti itu. Mungkin saja jika ada istrinya disampingnya, Andre akan bangun.
ZEVER : Iya ayah benar, sulit untuk mengerti akan kondisi dirinya saat ini kadang juga aku tidak mengetahui apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
KEYSHU : Mungkin saja hadirnya akan membangun kan dia. Seseorang yang harus mengerti akan kondisi Andre saat ini, satu-satunya yang tahu tentang Andre. Sekarang Andre sedang membutuh orang yang memahami dirinya, Andre tipe anak yang sangat sulit kita mengerti dia tertutup dan sangat misterius. Sedikit orang faham dan mengerti akan dirinya, jadi kita butuh bala bantuan yang sangat akan tenteng dirinya.
ZEVER : Iya ayah, baiklah aku akan pergi menemui Elisa. Mungkin saja aku bisa menjemput dia, dan mengetahui apa penyebabnya dari semua ini, aku pergi sekarang.
KEYSHU : Iya, kamu hati-hati di jalan. Zever jangan pergi seorang diri, takutnya ada yang mengawasi kalian, karena ku dengar soal penobatan Andre sebentar lagi. Maka pasti akan banyak orang yang mengincarnya, apa lagi saat mereka tahu jika Andre saat ini tak sadar diri, itu akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk menyerang kita dari titik terlemah kita saat ini.
ZEVER : Iya baiklah, aku akan bawa pasukan tim D untuk menjadi pengawal ku, ayah tenang saja aku sudah punya rencana.
Zever yang pergi meninggalkan tempat sedangkan Keyshu melanjutkan kembali menyeka tubuh Andre, saat di jalan dia berpapasan dengan ibunya yang ingin mengantarkan obat dan makan siang untuk suaminya.
ZOYA : Zever. Bagaimana keadaan Tuan Muda, apakah sudah membaik?
ZEVER : Ibu, Andre masih belum bangun, malah sekarang demamnya semakin tinggi, ayah sudah kewalahan tapi masih berusaha meredam demamnya dengan air es.
ZOYA : Lalu, kamu mau kemana? Tergesa-gesa begitu.
ZEVER : Aku ingin bantu ayah untuk menjemput penawar untuknya, kali aja ada. Makanya aku mau coba mencarinya, doain ya Bu.
ZOYA : Cari penawar, mau cari kemana nak? Jangan membahayakan dirimu, kamu tahu kondisi sedang tidak stabil saat ini.
ZEVER : Ibu tenang saja, semua akan baik-baik saja lagian aku gak jauh-jauh, aku akan menjemput penawar ya di daerah sekitar di seberang barat saja Bu, di pusat kota New York.
ZOYA : Apakah ada disana? Setahu ibu disana tidak ada yang jualan obat-obatan.
Zoya sang ibu percaya saja apa yang di katakan oleh putranya, Zever memang suka sekali menggoda ibunya yang polos.
ZEVER : HEHEHE! Ibuku ini sangat polos sekali, bisa-bisa ya percaya pada lelucon ku ini. Tentu saja tidak ada disana, yang ada di sana adalah istana MONARFI.
ZOYA : Istana MONARFI? Emang disana ada penawar yang sangat mujarab?
ZEVER : Kita doakan saja ya Bu, semoga saja ada. Ayah bilang aku harus membawanya kesini, jadi aku harus kesana untuk menjemputnya sendiri.
ZOYA : Apa yang harus kamu bawa, benda atau ramuan obat macam apa itu?
ZEVER : Iya Bu obatnya, makanya aku akan menjemput penawarnya. Obat itu adalah istrinya sendiri, Andre mungkin kepikiran soal istrinya. Makanya dia belum juga siuman, karena hanya Elisa yang tahu tentang Andre, yang mungkin tahu segalanya, entah itu dari luar maupun dalamnya. Walaupun kita yang mungkin cukup lama kenal dengannya, tapi Andre jarang terbuka pada kita iyakan, maka ya aku akan pergi untuk menjemputnya.
Pembicaraan itu malah tak sengaja di dengar oleh Aoda yang sedang bejalan ingin kembali ke kamarnya, mendengar hal itu Aoda semakin sangat penasaran dan khawatir akan kondisi kedua majikannya. Aoda bergegas saja mendekati mereka berdua yang sedang membahas tentang Andre dan Elisa, Aoda yang terlihat sangat khawatir.
AODA : Maaf, mencela pembicaraan kalian. Maaf komandan, biarkan tugas itu anda serahkan padaku saja.
__ADS_1
ZEVER : Ku serahkan padamu? Apakah kamu yakin Aoda. Kamu masih sakit, aku tak bisa membiarkan kamu membawanya dengan kondisi mu seperti itu, nanti membuatnya dalam bahaya.
Aoda sadar jika dirinya belum bisa di percaya untuk menjemput nyonya untuk datang ke sini, Aoda yang sebenarnya sudah membaik ini tak mau lepas tangan dan tanggung jawab walaupun tuan dan nyonya majikannya tidak memaksakan agar dia kembali bekerja secepatnya.
AODA : Saya sudah siap dan sudah cukup kuat pak! Jadi izin kan saya yang menjemput nyonya Elisa, saya berjanji akan membawanya dengan segenap jiwa dan raga saya.
ZEVER : Tidak bisa. Aku tak bisa melepas tanganku dan menyerahkan ya pada prajurit yang sedang masa pemulihan.
ZOYA : Zever, Aoda kan pengawal pribadi nyonya. Akan lebih baik jika dia ikut denganmu jadi kalian bisa pergi bersama ke sana untuk menjemputnya, lagi pula kamu dan istrinya Andre belum cukup dekat bukan. Jika banyak yang menjaganya itu akan lebih aman dan lebih baik bukan, dari pada sendiri-sendiri.
Zever mendengarkan nasehat dari ibunya dan akhirnya kepikiran jika Elisa tidak bisa bahasa asing, akan banyak cela untuk komunikasi nantinya, jadi Zever mengajak Aoda untuk ikut sebagai penerjemah, Zever tidak tahu jika Elisa sudah bisa bahasa asing walau belum fasih.
AODA : Iya komandan, bener apa yang di katakan Nyonya Zoya, jadi apakah saya boleh ikut. Saya mohon komandan, saya juga khawatir akan keadaan nyonya saat ini.
Aoda dengan wajah memelasnya agar diizinkan untuk ikut kesana, untuk melihat kondisi Nyonya juga.
ZEVER : Yah baiklah, lagi pula dia juga tidak bisa bahasa asing kan, mungkin saja kalau kau ikut bisa membujuknya karena kami tidak bisa berkomunikasi dengan baik, jadilah menerjemahkan bahasa yah, itu pasti akan cukup membantu ku.
AODA : Baiklah, terimakasih komandan. Saya akan siapkan helikopter, saya permisi undur diri.
Dengan sangat senang dan semangat Aoda yang bergegas akan pergi ke tempat parkir kendaraan militer.
ZEVER : Ayo pergi sama-sama tak usah sendiri-sendiri. Ingat sekarang kamu bukan pengawal tapi prajurit, tunggu dulu kayak ya aku lupakan sesuatu, apakah masih ada bahan bakar di helikopter ku?
AODA : Akan saya cek!
Aoda yang memeriksa semuanya, body pesawat dan perlengkapan lainnya hingga bahan bakar dan mesin helikopter, agar saat perjalanan tidak terjadi apa-apa. Beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di istana MONARFI, terlihat ada Glenn yang berdiri tidak jauh dari pelataran rumah.
Karena halaman sangat luas aoda memarkirkan helikopter di halaman istana MONARFI, melihat itu Glenn langsung melihat siapa yang datang. Setelah helikopter itu berhenti, Aoda dan Zever turun dari helikopter mendekati Glenn.
Glenn yang masih syok, karena melihat Aoda yang datang bersama komandan Zever. Karena seharusnya Aoda masih masa pemulihan diri, tapi malah datang ke istana MONARFI.
"Kenapa kamu bisa ada disini, seharusnya kamu istirahat saja disana, bukannya kamu masih dalam masa pemulihan."
"Iya, tapi aku tidak bisa diam saja sekarang aku harus tahu keadaan nyonya Elisa" jawab Aoda dengan tatapan yang meruncing.
"Kamu tidak datang dengan tuan? Dimana tuan Andre apakah masih di markas." Glenn agak curiga dengan kedatangan Aoda, karena tuannya Andre memerintahkan Glenn agar menjaga Elisa.
"Tuan tidak ikut, tapi nanti saja aku jelaskan. Sekarang aku datang kemari mau menjemput nyonya? Jadi di mana Nyonya?" tanya Aoda.
Glenn menahan Aoda karena sangat mencurigainya. "Tunggu dulu Aoda, kamu tiba-tiba datang dan ingin menjemput nyonya ada masalah apa, lalu kenapa sangat terburu-buru?" tanya Glenn yang kebinggungan.
"Sudah aku katakan nanti saja penjelasan ya jika kita sudah naik helikopter" ucap Aoda yang menerobos masuk kedalam.
"Tunggu! Mana Password ya?" tanya Glenn yang masih belum mempercayai Aoda.
"Heh? apakah masih harus pakai Password, baiklah. Kami bersumpah akan menjadi pengawal yang tidak akan berkhianat pada majikan kami sampai mati. Nomer kode 777, pro angkatan 2." ucap Aoda dengan sangat lancar. Barulah Glenn percaya dan melepaskan Aoda, karena bisa saja ada musuh yang menyamar itulah yang di takutkan.
Aoda langsung menerobos masuk kedalam, naik ke lantai atas menuju kamar nyonya yah. Sesampai di suatu pintu yang disana baru saja keluar seorang pelayan yang mendorong sebuah kereta yang membawa bekas piring makanan.
"Apakah nyonya Elisa ada di dalam?" tanya Aoda pada pelayan.
"Anda siapa?" tanya si pelayan sudah akan bersiap mengambil belati di lengan bajunya.
"Tenanglah, aku Aoda pengawal nyonya. Saya datang kesini ingin menemui Nyonya, sungguh saya hanya ingin menemui Nyonya" ucap Aoda yang mencoba menjelaskan pada pelayan.
__ADS_1
"Fey, dia Aoda angkatan 2. Dia temen kita, biarkan dia menemui nyonya, apakah nyonya sudah membaik?" ucap Glenn yang datang tepat waktu.
"Nyonya masih sama, beliau tak mau makan" ucap Fey, Glenn dan Aoda melihat piring yang sudah bersih.
"Kau yakin nyonya tidak makan? tapi itu sudah bersih, nyonya Elisa hanya menggertakkan saja. Sudahlah, pergi saja urus yang lainnya" Ucap Glenn yang tahu jika nyonya menghabiskan makanannya.
Karena hampir tidak mungkin orang menangis tidak akan merasa lapar, setelah lama tak makan ataupun minum.
Tok- Tok- Tok
Aoda mengetuk pintu kamar Elisa yang saat itu masih terduduk di atas ranjang, sambil melamun. Elisa langsung membubarkan pikiran karena mendengar suara ketukan pintu, Elisa menyahut melihat siapa yang ada di depan pintu.
"Iya siapa? Masuk saja tidak di kunci pintunya" ucap Elisa menjawab dari dalam kamar.
"Nyonya ini saya, Aoda. Bisakah anda saja yang keluar ke sini" ucap Aoda yang tidak enak karena masuk ke kamar.
Elisa langsung turun dari ranjang membuka pintu, dan melihat dua pria sudah berdiri di depan pintu kamarnya, saat melihat raut wajah Elisa mulai tampak khawatir.
"Aoda apa yang kamu lakukan disini, dan ada apa kalian berdua datang secara bersamaan kemari, ouhnya! Bukanya kamu harus pengobatan. Kamu kabur yah?" ucapan Elisa yang bertubi-tubi.
"Nyonya dengarkan aku, anda harus ikut saya sekarang juga" ucap Aoda yang memohon.
"Saya harus ikut ke mana denganmu?" Elisa yang kebinggungan dengan sikap Aoda yang gelisah itu.
"Ke markas rahasia di pulau" ucap Aoda yang mengatur nafasnya.
"Kenapa aku harus ke sana, apakah terjadi sesuatu. Apakah masalah yang cukup serius?" asal tebak Elisa yang masih tidak mengerti.
"Tuan Andre, beliau sedang sekarat di sana jadi anda harus segera kesana, jadi tak ada waktu lagi untuk menjelaskannya takutnya tidak sempat anda menemuinya" ucap Aoda.
Elisa kaget dengan apa yang di katakan oleh Aoda, Glenn juga sangat syok mendengar hal itu, tuannya yang tadi tidak apa-apa tiba-tiba harus mendengarkan kabar yang kurang baik.
"APA! " Elisa lemas tak bertenaga saat mendengar itu, Glenn menahannya.
"Apa yang kamu katakan Aoda, tuan sekarat apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Glenn yang belum mempercayai akan gak tersebut.
"Aoda! Kamu tidak bercanda kan, jangan membohongiku seperti itu?" ucap Elisa yang meremas kera baju Aoda, wajahnya mulai berair kembali.
"Sebenarnya saya juga tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja tuan sudah tidak sadarkan diri, maka dari itu saya datang nyonya ingin menjemput anda.
"Sudahlah! Nanti aja aku akan jelaskan, saat diperjalanan kita sekarang harus pergi dulu" ucap Aoda.
Elisa langsung berlari keluar dengan sangat tergesa-gesa, lalu menemukan helikopter yang dikemudikan oleh Zever, dengan sangat terburu-buru.
"Nyonya hati-hati melangkah, anda harus tenang diri. Anda Doakan yang terbaik untuk Tuan" ucap Aoda, dan membantu Elisa untuk naik keatas helikopter.
Elisa tak bisa menahan lagi bendungan di pelupuk matanya. Zever tak mengerti apa yang telah terjadi, Aoda hanya memberikan kode saja pada Zever.
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Sabtu 5 November 2022.