PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS

PEMIMPIN PENERUS ANDRILOS
125. Lagi Sensitif.


__ADS_3

Tangan Elisa yang di tahan oleh wanita itu hanya membuat Elisa binggung, kenapa malah tidak memperbolehkan dia pergi malah harus menahan tangannya, Elisa tak mengerti akan hal itu.


Kenapa lagi nih, kok tangan ku sampai di tahan kayak gini, salah apa lagi aku. Sebenernya dia mau apa denganku. Itu hanya ada di pikiran Elisa.


"Tunggu dulu. Aaah! maaf, tapi aku hanya ingin tahu. Saat kita di moll tadi cukup lama kita mengobrol, tapi kita belum kenalan satu sama lainnya" ucap ya seraya melepaskan genggaman tangan dari lengan Elisa.


"Ouh begitu, iya yah aku juga baru sadar" ucap Elisa dengan senyuman mengembang di wajahnya.


"Nama saya Rianty, dia adik saya Risky yang tadi aku katakan" ucap Rianty mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Elisa meraihnya, dengan senyuman mengembang di wajahnya. Risky hanya diam mematung karena pesona dari Elisa yang cukup membuat dia bungkam seribu bahasa, Rianty sangat antusias dengan pertemuan keduanya.


"Nama saya Elisa, salam kenal ya mba." ucap Elisa yang tersenyum sangat lebar.


"Hmm Elisa, namanya cantik. Aku sangat senang bisa berkenalan denganmu Elisa, sumpah kamu gadis yang baik" ucap Rianty yang memuji Elisa.


Elisa hanya tersipu malu, hingga suatu teriakan memanggil namanya itu membuat obrolan mereka harus terhenti kembali karena Elisa harus menoleh ke sumber suara.


"Elisa! Sayang ayo kita pulang," ucap Monika yang berteriak dari jauh.


"Iya ma bentar, yaudah mbak Rianty aku pamit ya. Mamah aku sudah manggil aku untuk segera pulang, aku ke sana dulu ya mba dan mas- nya. Permisi" ucap Elisa yang langsung pamitan dengan Rianty dan Risky.


"Yaudah hati-hati ya pulangnya. Oh! iya ini buat ini ongkos kamu dan mamahmu karena sudah mendapatkan tas ku kembali, sebagai tanda terima kasihku padamu Elisa" ucap Rianty memberikan sejumlah uang.


Elisa pemilik kartu black card spesial malah di berikan beberapa uang oleh seseorang membuat Elisa terdiam sejenak.


Bukannya aku sombong gak nerima rezeki, tapi aku kan capek-capek ngabisin uang suamiku, ini malah di kasih uang lagi sia-sia aku belanja hari ini, ya walau uang itu gak seberapa sih. Tapi kalau lama-lama kan jadi nimbun lagi di bank, hmmm- apakah ini balasan ku. Dulu aku kerja part time, uang gak pernah kumpul-kumpul bahkan buat makan aja harus ngutang dulu, sekarang MasyaAllah dan Alhamdulillah semua serba kecukupan malah gelimang banget, walau itu kekayaan orang lain. Itulah pikiran Elisa.


"Elisa kok diam aja sih, ada apa? aku tahu kamu pasti mikir ini gak cukup ya, pliss jangan tolak yah, karena ini aku bukanya menghina kamu tapi, ini balasan terimakasih ku saja kok sungguh" ucap Rianty.


"Nggak kok, tapi mohon maaf. Saya tidak bisa terima ini. Mbak disimpan aja buat jajannya si kembar, dan bawa jalan-jalan kemana deh pakai uang itu sama si kecil, jadi itu buat arah sama Erik saja yah, aku pergi dulu ya mbak!" ucap Elisa yang langsung lari ke arah Monika yang sudah menunggunya.


Elisa langsung pergi menjauh di tengah kerumunan, Rianty dan Risky masih terpesona akan kharisma dari aura nyonya ANDRILOS itu.


"Rizky, kamu kenapa sih kok bengong begitu, terus natep kepergian si Elisa? Naksir ya loh, ya ampun kakak lupa lagi, nggak minta no hp ya" ucap Rianty yang menepuk jidatnya.


"Dia keren banget tadi, hmm- gak pa-pa kak. Aku pasti akan dapat no hp ya, bila perlu no rumahnya" ucap risky yang yakin sekali jika dia akan bertemu kembali dengan elisa.


"Keren gimana maksud kamu, apakah soal dia nolak uang yang kakak kasih karena telah membantu kita iya?" ucap Rianty.


"Itu salah satunya, tapi tadi kakak nggak lihat. Aku yang lihat walau kejadiannya cukup cepat dan singkat tapi itu termenset banget di otakku, entah dia datang dari mana. Dia terbang langsung lompat, jatuh dengan gaya lalu mendarat tepat pada si penjambretan, itu keren banget" ucap Rizky, Sebenernya dia tahu jika Elisa bukan penjambretan hanya saja risky ingin mencari perhatian Elisa.


"Jadi sebenarnya kamu itu tahukan jika elisa itu bukan pelakunya, tapi kamu sengaja menuduh dia pelakunya. Dasar trik playboy kayak gak berguna pada Elisa yah, emang si Elisa cukup berbeda" ucap Rianty yang tahu sekali tipe adiknya ini.


"Kakak apa sih, aku gak semua cewek juga aku pacarin kali kak. Hmm! Tadi aku nggak sempat tahu sih, saat dia ngomong sama si jambret tadi, sampai dia lari kebirit-birit. Saat aku mendekat si penjambretan yah malah kabur, dia langsung lepasin begitu aja" ucap risky.


"Jangan-jangan kamu nappsuan ya sama Elisa, dasar playboy. Jangan buat ulah nanti kamu kena batunya, jangan pernah mempermainkan hati wanita. Kamu nanti akan kualat loh Risky, satu belum cukup kamu udah ngincer yang lain" ucap Rianty yang memperingatkan adiknya itu.


"Apaan sih kak, orang aku kan bukan Playboy. Buktinya aku belum punya pacar, jadi jangan sok tahu deh!" ucap risky yang gak mau kalah.

__ADS_1


"Iya belum punya pacar tapi kekasihnya banyak di mana-mana, iya kan. Sampai memenuhi kontak HP kamu, hingga full kontak cewek semua" ucap Rianty.


Elisa yang duduk di jok depan, karena alhasil dia gak jadi sholat. Hingga suatu keadaan dimana dia seperti pipis di celana karena di moll dia terus menahan, karena males cari toilet.


Pada akhirnya aku gak jadi sholat deh! Makan siang juga gak jadi, hmmm aku laper banget. Kalau harus nunggu jam makan malam kelamaan. Dalam hati Elisa yang udah betmood,suasana hati Elisa yang tidak stabil.


Sesampainya di halaman, Aoda belum juga selesai parkir Elisa malah langsung keluar begitu saja, membuat Aoda harus mengerem mendadak, Elisa langsung masuk kedalam rumah.


"Kalian baru pulang?" Terlihat Andre yang baru keluar dari arah dapur melihat istrinya dan 2 wanita lainnya baru masuk kedalam rumah.


"Loh Dre tumben kamu juga udah ada di rumah?" ucap Monika yang kaget melihat anaknya sudah ada di rumah.


"Iya, aku khawatir sama Elisa. Pas nyampe rumah malah gak ada orang, papah juga gak ada" ucap Andre yang melihat wajah Elisa yang lusut.


"Hehehe... Dasar orang itu, menyuruhku pulang tapi dia belum pulang dasar pak tua." ucap Monika yang agak kesal dengan suaminya.


"Kak Andre, emang kalau pulang jam berapa mah?" tanya Alea yang menarik kursi.


"Iya biasa malam, tapi sekarang tumben jam segini udah pulang, biasanya kalau ada di rumah sakit pulang nanti malam" jawab Monika.


"Aku khawatir sama Elisa, takutnya dia masih ngambek, dan masih uring-uringan di kamar makanya aku pulang lebih cepet" ucap Andre yang menatap Elisa yang langsung dapat tatapan lagi dari elisa.


"Kamu tenang aja Andre, bukanya sekarang ada mama dan Alea. Kita tadi udah ngajak dia ke SPA, meni pedi dan kesalon. Terus udah jalan-jalan juga pokoknya kita have fun deh! iya gak nggak Alea" ucap Monika yang meminta dukungan dari Alea.


"Iya kak Andre, kita bertiga have fun banget kok" ucap Alea yang menambahinya.


Andre sadar dengan perubahan itu, Andre memperhatikan Elisa terus karena sebentar lagi Elisa akan meledak dan ngambek 7 tanjakan.


"Kok pusing sih sayangkan, bukanua semua barang-barang ini juga nantinya akan diperlukan, lagian Andre juga gak larang kamu buat beli barang iyakan Andre" ucap Monika yang menimpali.


"Diperlukan gimana? orang Elisa nggak minta beliin baju dan inikan semua idenya mamah, bukan kemauan Elisa, karena Elisa selalu aja nurutin apa yang mamah mau beli. Pusing Elisa harus beli ini ya beli itu ya, capek!" ucap Elisa yang marah-marah gak jelas.


"Sudah cukup! Kalau kamu capek, medingan kamu naik ke atas, terus mandi langsung istirahat. Kamu sudah makan Elisa?" ujar Andre yang melerai perdebatan keduanya.


Elisa hanya menggeleng kepalanya, dan langsung mendekati Andre. Memeluknya, hingga menenggelamkan wajahnya di tubuh Andre, karena riasan wajah saat kesalon tadi membaut semua menempel di baju Andre, lalu Elisa dengan sengaja ngusel-nguselkan wajah ke tubuh Andre.


Hingga membuat bedak make up yang tadi pagi ke salon menempel semua di baju Andre, bukannya marah tapi Andre malah hanya diam sambil tersenyum pasrah begitu saja, pada situasi istrinya yang lagi betmood banget.


"Sayang aku baru aja ganti bajunya loh, tapi ini udah kena foundationnya kamu, tapi gak apa-apa, sok lanjutkan lagi. Terus kalau udah selesai kamu langsung mandi, dan langsung istirahat" ucap Andre yang melembut.


Monika yang dan Alea hanya bisa diam saja karena di beri kode pada andre agak tidak bicara apapun lagi, karena hanya suara dirinya saja yang mau di dengar oleh Elisa. Jika Monika atau Alea bicara pasti akan di sahutinya dengan nada marah seperti tadi.


"Apakah semua ini belanjaan Elisa?" tanya Andre yang melihat banyak sekali kantong tas belanjaan.


"Iya yang ini semua punya kak Elisa, ini aja punya aku dan mamah? cuman segini. Selebihnya punya kak Elisa, dan masih ada di mobil" ucap Alea.


"Itu karena mamah sama Alea memaksa ku untuk belanja hal-hal yang tidak di perlukan, aku gak sengaja mengabiskan semua uang tabungan mu" ucap Elisa yang langsung mewek.


"It's oke honey, kamu hari ini sedang membantuku menghabiskan uangku. Besok kalau mau aku akan temenin kamu buat belanja, aku bisa bantu kamu mau?" ucap Andre yang memeluk Elisa dan mencium ujung kepalanya.

__ADS_1


"Sebenarnya semua itu pilihannya mama, walau Elis sangat bosen sama isi lemari kamu, karena semua koleksi baju kamu itu-itu saja nggak ada yang berwarna lainnya, kalau pakai baju itu-itu aja apakah kamu nggak bosen" ucap Elisa yang mulai mencari sasaran lainnya.


Andre hanya menghela nafas, menyuruh pembantunya untuk membawa semua tas jinjing itu ke kamar mereka, Andre mendekati dirinya pada Elisa yang mulai tidak stabil itu emosional.


"Baju aku cuman ada warna putih karena lebih leluasa, kalau yang hitam sama abu-abu aku suka karena menyerap keringat, warna hitam tidak akan terlihat jik ada noda. Yaudah terserah kamu deh, tuh isi lemari kamu mau apain mau kamu buang kek mau di bikin keset ke terserah. Akumah ngikutin kemauan kamu aja deh!" ucap Andre yang sudah pasrah.


"Baju buat kamu pakai, aku sudah beliin. Baju buat kamu kerja nanti juga aku sudah beliin, baju buat istirahat kita juga aku beli, pokok ya semua itu, kamu harus coba. Aku gak mau tahu pokoknya baju yang di lemari itu yang warnanya senada atau seirama. Aku mau buang semua, bosen Elisa. Nggak mau kamu pakai baju itu terus, kayak nggak pernah mandi setiap hari selalu dengan baju yang sama" ucap Elisa yang ngembek.


"Ya udah terserah kamu mau diapain tuh baju, yaudah kamu mandi sana, mas juga mau ganti baju dulu" ucap Andre yang akan berjalan ke anak tangga dihentikan oleh Elisa.


Elisa langsung mengambil teh yang ada di genggaman Andre, menenggaknya sampai habis karena tadi habis ngomel-ngomel. Andre hanya bisa diam menonton istrinya meminum air teh yang masih agak panas itu, Andre sampai binggung lidah Elisa tidak kepanasan.


"Sayang pelan-pelan minumnya, itu masih panas. Kamu ini haus atau gimana sih yang ini minumnya baru aku bikin loh, masih berasap gitu kami tenggak satu minum" ucap Andre yang heran.


"Aku banget haus banget, dan juga sangat lapar. Nggak jadi makan siang, jadi aku sangat lapar, yaudah aku tinggal dulu mau mandi. Katanya kamu amu mau ganti baju, jadi nggak? ayo" ucap Elisa yang menyuruh suaminya jalan dibelakangnya.


Andre yang tadi terbengong karena Elisa yang menunggu air teh yang dia bawa hanya sekali teguhkan jadi masih terheran-heran mulut dan kerongkongannya apa tidak merasa panas.


Apakah mulut dan tenggorokan Elisa tidak terbakar? terbuat dari apa tenggorokan dan mulut Elisa? Air yang ku tuang mendidih belum juga ada 10 menit aku diamkan tapi sudah ditembak habis oleh Elisa. itu yang dipikirkan Andre, yang terheran-heran melihat kita istrinya itu.


"Ah! iya tunggu aku akan segera menyusulmu ke atas!"ucap Andre yang langsung berlari menghampiri Elisa.


Berada di kamar Andre langsung menarik Elisa menyuruh menahannya, Andre langsung menyuruh Elisa membuka mulutnya untuk mengecek kondisi di dalam mulut Elisa.


Karena cukup khawatir Andre karena Elisa minum air teh miliknya, ternyata mulut Elisa baik-baik saja, tidak terjadi apa-apa disana atau ada bekas melepuh. Di dalam sana tidak terjadi apa-apa, sama sekali Elisa tidak terluka.


Elisa langsung mendorong Andre karena tingkah suaminya membuatnya terkejut, dan merasa kebinggungan.


"Tunggu sebentar Elisa. Coba buka mulutmu terlebih dahulu aku mau lihat isi di dalamnya. Ayo dong! buka sedikit, agak lebih lebar dong! Aku belum kelihatan" ucap Andre yang memaksa Elisa membuka mulutnya.


"kamu ini apa-apaan sih, tadi kamu nyuruh aku buka mulut dikit udah sedikit malah disuruh agak lebar, gimana sih!" Elisa protes dengan permintaan suaminya itu.


"Aku hanya khawatir sama kamu, tadi minum air panas. Apakah tidak merasa melepuh di dalam mulutmu" ucap Andre yang di salah artikan oleh Elisa yang lagi sensitif.


"Hah! apa yang kau bilang tadi, jadi kamu nyumpahi istri kamu sendiri mulutnya melepuh" ucap Elisa yang emosi.


"Eh! bukan gitu sayang, aduh aku salah ngomong lagi, enggak melepuh kok. Semua aman, tapi aku heran itu mulut kamu terbuat dari apanya?"


"Dari semen, malah nanya gak penting tahu gak. Kamu kan dokter pasti sudah tahu teori pembentukan daging dan otot kan, udah ah kamu mau mandi. Kamu ganti baju sana"


BERSAMBUNG...


Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...


Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.


Terimakasih banyak, atas kunjungannya.


Kamis 15 Desember 2022

__ADS_1


__ADS_2