
^^^#New York^^^
Di suatu tempat seperti bar atau klab malam ada beberapa orang-orang yang terlihat terhormat dan kaya raya, mereka dengan asik menegak alkoholl dan anggur, dengan beberapa wanita yang menemani mereka di sana.
A : Kalian sudah dengar tentang siapa kandidat yang akan memimpin FLOWER dan ANDRILOS?
B : Tidak, para dewan tetap bungkam. Tapi, soal Flower ada bocoran jika yang akan jadi kandidat yang kuat sekarang adalah wanita.
C : Sudah ku duga pasti akan seperti itu, ANDRILOS juga pasti seorang wanita, karena ku dengar jika kandidat seorang wanita tua.
D : Hahaha. Dunia bisnis akan hancur di tangan pemimpin-pemimpin seperti itu.
C : Bukannya, itu akan lebih mudah bagi kita untuk melumpuhkan lawan-lawan berat bagi kita.
B : Dan... Kita juga bisa gampang untuk menyingkirkan kandidat yang tidak stabil begitu.
A B C D: Ha-ha-ha
Tertawa bersama, dengan meminum anggur mereka masing-masing yang di tuang wanita cantik di samping masing-masing pria terhormat itu.
B : Kamu benar, saingan terberat kita adalah ANDRILOS.
A : Iya. Kamu bener.
...***...
Disisi lainnya terlihat sebuah mobil yang sedang melintas di sebuah jalan ke arah rumahnya, yah itu adalah mobil yang di kendarai oleh pak sofyan yang di belakangnya ada andre yang sedang sibuk membaca sebuah buku.
Tiba-tiba saja mobil yang di kendarai oleh pak sofyan mulai melambat dan mulai berhenti di jalan, karena kebinggungan sepanjang jalan banyak mobil yang terparkir di pinggiran.
"Kenapa berhenti pak?" tanya andre yang merasa heran karena pak sofyan menghentikan mobilnya karena ada orang di depannya.
"Anu den, itu di depan kok banyak mobil ya. Ada apa yah di rumah? karena mobilnya sampai depan rumah pak arafif tuh!" ujar pak sofyan.
"Mobil-mobil siapa yah pak?, mungkin aja kenalannya papah kali, yaudah jika begitu aku turun saja disini" ujar andre yang bersiap untuk turun dari dalam mobilnya.
"Nggak tahu den, iya mungkin saja kenalan si bapak, udah mendingan pak sofyan saja yang keluar duluan yah?" ujar sofyan yang sudah membuka pintu.
"Nggak usah pak, biar saya saja" andre sudah keluar dari dalam mobil menuju gerbang rumahnya, di sana sudah penuh banyak orang yang berbaju serba hitam dengan kaca mata khas seorang bodygurat
"Huh? orang itukan" andre lalu melihat seseorang yang familiar di ujung rumahnya.
Pak sofyan yang mengikuti dari belakang, kaget saat ekspresi andre berubah. "Kenapa den!" tanya sofyan yang kebinggungan.
__ADS_1
"Nggak apa-apa pak" jawab andre yang singkat, melanjutkan langkahnya kembali menuju dalam rumah.
Saat telah sampai di depan orang yang familiar itu, andre langsung mengerti sebenarnya siapa orang yang ada di dalam rumahnya tersebut, terlihat ada Ken juga disana asisten Brandon.
Orang familiar itu langsung membungkukkan tubuhnya memberikan hormat kepada andre yang baru sampai.
KEN : Tuan, apa kabar anda.
Andre : Baik, paman. Apakah Dady di dalam?
Ken hanya mengangguk kepalanya, dengan senyuman di wajahnya yang khas. Di sebelah ada Robert.
ROBERT : Tuan, selamat datang. Anda udah di tunggu di dalam, silakan masuk!
ANDRE : Ada apa ini sebenarnya?
Tanya andre yang penuh dengan pertanyaan, tapi hanya di balas dengan senyuman yang mengembang dari robert.
ROBERT : Nanti anda akan tahu jika sudah di dalam, mari.
Robert mengantar andre sampai dalam ruangan, terlihat efrain dan papahnya sedang duduk berhadapan, di sana juga monika sedang menangis, elisa juga hanya bisa terdiam tak bicara apapun karena elisa masih kebinggungan.
Saat monika melihat putranya di ambang pintu, tangisannya pecah sudah. "Andre!" panggilan yang memilukan yang mengiris ulung hati andre.
"Iya mah, ada apa? kenapa mamah menangis, coba katakan?" tanya andre seraya memeluk monika yang berlari sambil menangis di tubuh andre.
Terlihat Brandon yang tidak tega melihatnya, efrain yang punya hati tegas dan keras mengatakan semua kebenaran yang terjadi, cerita masa lalu dan bagaimana andre bisa berada di tangan arafif, hingga menceritakan bagaimana ANDRILOS bisa di titik terendah seperti sekarang ini. Mereka maksa mengambil andre kembali, karena menginginkan andre untuk memimpin ANDRILOS.
"Sekarang?"
EFRAIN : Tuan, ini sudah waktunya Anda kembali, ketempat anda yang seharusnya. Tuan brandon bukan lagi putra mahkota, dan tidak mungkin akan memimpin di usia senjanya.
ANDRE : Maksudnya? ketempat yang seharusnya? ada apa ini pah. Andre kurang mengerti dengan yang dikatakan orang ini, maksudnya apa?
Ucap andre yang pura-pura tidak faham, terlihat monika yang terseduh-seduh menangis di pelukan andre.
Terlihat arafif hanya bungkam tak mau menjelaskan semuanya, brandon juga ikut diam, karena situasi sangat kacau.
"Sayang, bawa mamah ke kamar. Aku ingin ngobrol dengan mereka" ujar andre yang menyuruh istrinya.
"I-i-iya, mas. Mamah, yuk!" ujar elisa yang berjalan ke arah andre. Membawa mamah monika ke kamarnya.
Saat Elisa membawa Monika ke kamarnya, dan hanya ada 3 pria di ruangan tersebut Andre mulai bermuka tajam dan serius.
__ADS_1
ANDRE : Kalian sudah keterlaluan, melibatkan wanita di dalam percakapan ini. Pah, Dad dan tuan Efrain yang terhormat. Ku mohon, jangan libatkan wanita dalam masalah yang berat, karena wanita berfikir dengan hatinya. Bukan akalnya, jadi jangan pernah kalian membahas soal yang menyakiti hati dan perasaan.
EFRAIN : Tuan Alzam, jika kita tidak membicarakannya sekarang mau kapan lagi. Cepat atau lambat Monika harus tahu yang sebenarnya, jika anda bukanlah putra kandungnya.
Andre terancam sinis dan kesal dengan apa yang di katakan oleh efrain yang tidak sejalan dengan pikirannya. Andre mendekati efrain dan bicara agak tajam dan sinis.
ANDRE : Begitu, tapi pernah tidak kau berfikir. jika kau di posisi nya, dan saat kau mengetahui anak yang kamu urus sejak bayi, bukanlah anakmu. Lalu, bagaimana perasaanmu saat itu, pernah kau berfikir begitu. Tuan efrain.
Efrain hanya terdiam, dan matanya mulai menunduk karena Andre yang punya aura seorang penindas.
ANDRE : Kenapa diam, coba ucapkan lagi. Sekarang aku tanya. Apakah kamu punya seorang anak?
EFRAIN : Tidak Tuan, saya tidak punya anak.
ANDRE : Jadi bisa di simpulkan, bahwa anda hatinya telah mati. Makanya anda tidak punya otak, percuma Anda punya akal tapi tidak berfungsi. Faham!
ARAFIF : Andre kamu tidak sopan nak, bicara dengan orang lebih tua seperti itu, tuan efrain lebih tua darinya
ANDRE : Kami hanya berbeda soal usia Pah, tapi soal hati dan attitude itu sama. Lebih di utamakan adalah hal itu, bukan berarti dia yang lebih tua harus di hormati terus.
EFRAIN : Maaf tuan alzam jika ucapan saya ini telah menyinggung perasaan anda, saya memang salah. Tolong, maafkan atas ucapan saya tuan.
ANDRE : Kamu bukalah benda mati yang tidak punya perasaan. Satu hal lagi, jika kamu menginginkan aku. Bukan begini caranya, kamu tidak menyenangkan hatiku, tap mala membuatku kesal dan aku tidak suka dengan perlakuan kamu yang tidak bermoral seperti ini, attitude mu dalam melakukan negosiasi nol. Faham. Keluar... KELUAR KALIAN ! kamu juga Pah, aku tidak ingin melihat kalian berada disini lagi.
ARAFIF : Andre tenangkan dirimu, papah tahu ini salah. Tapi, yang di katakan tuan efrain ada benarnya nak!
ANDRE : Jika papah berfikir begitu, kenapa sejak awal papah tidak pernah katakannya, tapi malah membiarkan kebohongan ini berlanjut selama 20 tahun lamanya, apakah papah masih punya otak. Apakah papah tidak punya hati, dan malah tenang mengatakan hal itu, membela tuan efrain.
BRANDON : Maafkan kami nak, jika kedatangan kami telah membuatmu tidak baik, dan karena datang tanpa membicarakan dulu denganmu. Daddy minta maaf jika kedatanganku telah menganggu ke nyaman mu. Daddy, mohon kepadamu. Tapi, daddy memang datang kemari untuk menjemput apa yang daddy titipkan pada Arafif.
ANDRE : Hah? maksudnya. Aku seperti barang dad. Sekali aja dad, tolong ngerti lah perasaan ku, pliss. jangan paksa aku, bisa tidak kalian...
Andre sudah berkaca-kaca, dan emosionalnya sudah memuncak di ubun-ubun. Mengatur nafasnya yang tidak beraturan, dengan menahan tangisnya.
BRANDON : Maaf, andre bukannya daddy tidak mengerti keadaan kamu sekarang, daddy tau kamu belum siap tapi ini sudah waktunya kamu muncul ke permukaan nak, mau sampai kamu terus sembunyikan
ANDRE : Jangan memikirkan ego kalian, selama ini aku hidup dalam jalan dan alur yang kalian buat. Persis seperti boneka bertali, yang selalu di kendalikan. Pernahkah kalian berfikir dan terlintas dibenak kalian. Apakah aku bahagia, atau apakah aku seneng. PERNAH TIDAK KALIAN BERFIKIR BEGITU, kalian hanya berfikir secara rasional, tidak memikirkan perasaanku. Batinku terluka, batinku tertekan. Rasanya sesak sekali, aku selalu mengikuti keinginan kalian. Tapi kalian malah, semenah-menah pada hidupku. 20 tahun lebih aku di perlukan seperti ini, terikat dalam sangkar emas bertahtakan berlian. Aku lelah, capek!
Bersambung...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
Sabtu 16 JULI 2022.