
Akhirnya pulang kampus mereka pergi ke bakery bersama-sama, Fando yang naik motor sendiri, mereka berlima akhirnya bermotoran menuju lokasi yang dituju.
Sesampainya di depan sebuah toko yang saat ini belum buka, terlihat masih berantakan karena masih belum siap, Elisa membuka gerbang tempat tersebut.
"Selamat datang guys, maaf ya masih berantakan maklum baru selesai di renovasi toko, aku habis kena musibah beberapa bulan lalu, sekitar 2 bulan lalu lah. Sini masuk, duduk dulu" Ucap Elisa yang menurunkan kursi-kursi yang ada di atas meja.
"Gila El, tempat ini bagus banget. Sumpah, ini asik kalau di jadiin tempat tongkrongan kalau lagi betmood, keren banget and lucu lagi." sambung Resti yang mengagumi tempat tersebut.
"Desain minimalis, cowok-cewek juga bisa masuk ini mah. Bukan hanya itu, buat anak-anak juga bisa iyakan El. ini konsep ya apa sih." tanya Nacly yang juga sangat kagum.
"Iya Alhamdulillah, aku pengen ya kalau punya modal lagi, mau ku bikin 3 lantai. Yah buat perbedaan tongkrongan usia, buat beberapa golongan, kalau di bawa khusus buat anak-anak, terus lantai dua buat tempat tongkrongan santai, lalu di atas buat acara keluarga atau acara-acara resmi seperti itu mau ya, cuman kata Ibu aku. Sedikit-sedikit dulu aja, gak usah langsung banyak, berat katanya ngakatnya."
"Tapi, sumpah segini saja itu udah keren sih menurut aku, kamu sudah punya pikiran sekreatif itu. Terus sudah ada karyawan gak el" tanya Nacly yang sangat penasaran. Mata sibuk melihat ke sekeliling, karena melihat tempat baru Elisa ini.
"Udah ada kok, cuman karena masih pada cuti, gara-gara renovasi jadi gak ada pelayan deh! nih aku bikin minuman spesial buat kalian semua. Fando kamu suka apa nih, biar aku bikin juga, kalau mereka aku udah tahu selera yah. Kamu mau jus buah, atau sari buah aja atau kopi, susu. Soklah, pilih aja" ucap Elisa yang menawarkan minum.
"Apa aja deh, aku suka kok. Samaan aja kayak kamu, aku mah sedikasihnya" ucap fando.
"Oke! ada kok minuman racikan aku sendiri, kamu harus cobain ya. Ini dari ibu aku loh, hmmm rasanya gak bisa kamu bayangkan" ucap Elisa yang membuat susu jahe ala Elisa.
"Btw, El kalau masih ada loker, boleh lah aku ikut gabung. Kan enak kerja agak deket dari kampus, bisa gak el?" ucap Nacly yang kepikiran buat kerja sama Elisa.
"Eh Boleh banget, apa sih yang gak boleh buat kalian. Kalau kamu mau, aku nanti kasih posisi yang bagus juga di sini, aku juga lagi butuh banyak tenaga kerja, secara tempat aku ini udah aku besarkan jadi butuh banyak pemasukan karyawan."
"Aku juga, boleh gabung gak?" Tanya Fando yang juga mengangkat tangannya untuk ikutan bekerja dengan Elisa.
"Kamu juga fan?" ucap Elisa yang agak kaget karena jika tempat kerjanya ada Fando otomatis dia bisa melacak segala sesuatu di sana, jadi agak ragu untuk menjawab.
"Iya, emang gak boleh ya kalau ada pelayan cowok?" tanya Fando karena melihat ekspresi wajah Elisa agak beda.
"Nggak juga sih, boleh-boleh aja ya aku hanya kaget aja kamu mau kerja sama aku. Hmph! Nanti deh aku kabari jika aku buka perdana ku, karena ini juga masih belum jadi. Terus belum ngomong juga sama keluarga, jadi nanti kalau udah fix, aku akan merekrut banyak orang, dan aku nanti ajak kamu Nacly. dan fando."
"Aku juga dong!" sambung Diana yang juga ingin kerja bareng sama Nacly dan Elisa.
"Lah pada ikutan nih kerja sama Elisa aku juga ikut, masa temen-temen ku kerja, aku gak!" sambung Resti yang ikut antusias.
"Kamu gak kerja juga gak apa-apa re lagian kamu sama Elisa kan anak orang kaya. Kalau aku sama Diana kan, keluarga sederhana dan pas-pasan." sambung Nacly.
"Yah gak apa-apa juga sih, Resti ikutan kan cari pengalaman itu bukan anak orang kaya aja. Nggak apa-apa res aku dukung semangat kamu, lagian nih kayak orang tua kita akan selama aja ada Nacly, kita tetep aja harus usaha sendiri kalau gak mau bergantung terus sama mereka. Belum tentu orang tua kita ada terus, dan akan menemani kita. Kita gak ada yang tahu sampai kapan orang tua kita mampuh buat biayai kita kan, jadi punya usaha dan pengalaman itu penting buat masa depan kita juga." Ucapan bijak Diana.
"Pinter kamu, kadang-kadang otak kamu tok cer yah. Tapi, bener juga sih apa yang di ngomong diana?" sambung Nacly yang menyambut.
"Bijak juga nih anak, belajar dimana?" Ucap Resti yang mengelus kepala Diana.
"Pasti berguru sama pak Tommy yah!" Sambung Nacly.
"Iiih itu nomer satu, hahahaha" jawab Diana yang langsung tertawa renyah.
"Eeeh~ kasihan si Fando, cowo sendiri malah di kacangin, maaf ya fan. Kita rempong banget yah, pasti ilfil lihat kita berempat." Ucap Elisa yang berikan segelas Kopi susu jahe, racikan ala Elisa.
"Nggak kok, kalian semua temen baruku yang asik deh!" ucap fando yang yang tersenyum lebar, melihat wanita-wanita itu tertawa ria.
__ADS_1
"Beneran nih, kamu gak terpaksa kan ngomong kayak gitu! Takutnya kamu terpaksa dan ngomong di belakang kita, so kalau gak suka bilang aja gak apa-apa kok" ucap Nacly yang menatap Fando.
"Beneran enggak kok!" ucap fando yang lagi-lagi menepis kalau dirinya itu tak ilfil sama mereka.
"Eeeh~ Apasih kalian jangan nyudutin Fando gitu dong! Kasihan dia, sendirian gak ada temen lagi, kamu tenang aja Fando aku akan melindungi kamu dari mereka." ucap Resti yang membuat perlindungan dengan membentangkan tangannya di depan Fando.
"Hahahaha, kamu akan buat Fando takut res" ucap Elisa yang seraya menyeruput secangkir kopi susu buatannya.
Fando memang agak mundur saat Resti melakukan hal itu, membuat semuanya tertawa karena ke konyolan mereka. "Ha-ha-ha " mereka tertawa bersama.
"Eh! Nggak kok sumpah deh!" ucap fando yang menjelaskan tentang semua yang dia rasa.
Setelah candaan mereka mengerjakan tugas dengan enjoy, dan santai hingga jam setengah 4, akhirnya kelar juga tugas kelompok mereka, walau di kerjakan dengan candaan tapi selesai dalam waktu 2 jam. Semua balik masing-masing, kecuali Diana dan Nacly yang harus pergi ke tempat kerja mereka masing-masing.
Malam harinya, saat Elisa dan suami sudah santai di rumah. Andre yang baru selesai ganti baju, langsung duduk di samping istri di ranjang. Sepertinya biasa Andre selalu menanyakan, hari ini ada apa. Ya ngobrol biasa, layaknya pasangan.
"Hari ini ada kejadian apa saja say!" tanya Andre yang membuka selimut dan mulai duduk menatap istrinya yang sudah siap-siap merebahkan diri.
"Banyak hal, sampai aku bingung sendiri mau mulai dari mana?" ucap Elisa yang menatap suaminya.
"Hmmm, apa saja itu? Emang ada kejadian apa hari ini? Apakah menarik?" seraya menyentuh lembut kepala Elisa. Seraya memainkan anakan rambut Elisa yang baru muncul itu, tangannya aktif sekali mengelus-elus rambut Elisa.
Elisa menceritakan semuanya pada suaminya sangat deteil, Andre hanya mendengarkan seksama. Lalu, Andre dibuat kaget karena ucapan panel terakhir Elisa.
"Kerja kelompok di bekery? kan tempat itu belum beres sayang, nanti aja kalau udah beres kan!" ucap Andre yang melarang Elisa.
"Iya mas, terus apakah kamu tahu lagi? Ternyata si Fando itu malah jadi mahasiswa di kampus, apakah dia memata-matai aku yah?" Ucap Elisa yang menebak jika fando memata-mata dirinya.
"Lah, kata kamu jika dia seorang hacker profesional kan, bisa aja dia dengan cara melacak keberadaan aku." ucap Elisa yang membuat Andre terdiam sejenak.
"Benarkah begitu, melacak yah. Dia sudah berani bergerak rupanya, dan menyerang lewat jalan halus. Lalu apakah dia melakukan sesuatu padamu, dia sudah melakukan apa saja?" ucap Andre yang menebaknya.
"Hmm- dia hanya dalam saja, belum melakukan hal-hal yang membuat ku kacau" ucap Elisa yang menjelaskan semuanya pada suaminya.
"Benarkah begitu, mana mungkin dia belum melakukan apapun padamu." ucap Andre yang tidak percaya.
"Ih si mas Andre gak percaya bener, yah cuman dia hanya menghabiskan waktu bersama saja, dan lihat sampai satu kelas bereng, hingga duduk aja gak jauh dari aku. Fix dia pasti memata-mata aku, iyakan mas?"
"Benarkah begitu, aku akan bicara kan dengan tim kalau begitu. Jika mereka sudah berani bergerak dan mendekat, karena gak mungkin mereka tanpa rencana untuk datang mendekati kamu. Pasti mereka sudah tahu siapa identitas kamu sebenarnya, apakah kamu mengatakan sesuatu?"
"Tidak, hanya mengatakan jika aku punya toko kue, dan dia datang sekali ke toko kue aku. Iya hari ini saja, karena kita mau ngerjain tugas bareng." ucap Elisa yang menjelaskan.
"Hmmm begitu yah, ada lagi gak apa saja yang dia lakukan selama ini" ucap Andre yang saling penasaran yah.
"Hmm banyak mas. Dia sudah dekat dengan banyak dosen, dan sudah akrab sama temen-temen kampus mas, coba deh kamu pikirkan itu gimana bisa, dia bisa kenal dan tahu tanpa di beri tahu, kalau dia gak melacak aku" ucap Elisa janji asal menebak saja.
"Bisa jadi seperti itu. Kamu harus hati-hati lagi sayang, jangan sampai kamu terjebak dalam perangkapnya" ucap Andre yang mulai khawatir terhadap istrinya.
"Oke! kamu tenang aja, karena aku punya senjata rahasia kamu mau tahu gak apa?" ucap Elisa yang menatap suaminya penuh dengan tatapan aneh.
"Apa emangnya?" tanya Andre yang sangat penasaran.
__ADS_1
"Mas, ini rencana aku kamu mau denger gak apa? buat bantu kamu menangkap mereka, rencana ini sedikit agak gila." ucap Elisa yang memegangi pipi Andre.
"Apa, yang sebenarnya kamu rencanakan? jangan buat hal di luar kendali sayang! Aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu," ucap Andre yang khawatir akan pemikiran gila Elisa ini dan rencana yang akan dilakukannya.
"Kamu tenang aja mas, gak akan kok. Tapi, kamu janji dulu sama aku. Kamu gak bakal, Cemburuan, terus gak Baperan, dan yang paling penting kamu harus percaya sama aku. Bagaimana?" ucap Elisa yang menyakinkan Andre dahulu.
"Oke, baiklah aku janji sama kamu apapun itu, aku akan tetap percaya sama kamu, katakan apa itu." ucap Andre yang ingin tahu rencana yang ingin di lakukan oleh Elisa.
"Dengan pesona ku" ucap Elisa yang antusias memberitahu soal rencananya.
Andre mengerutkan kedua alisnya, tak mengerti apa yang di maksud oleh sang istri. "Hah! pesona mu, apa maksudnya itu?" tanya Andre yang kebingungan.
"Mas gak ngerti yah? Yaudah aku jelaskan dulu. Gini Mas, tahu gak alasan kenapa Fando sampai ngikutin aku ke kampus, hingga satu kelas yang sama, dan dari sekian fakultas tapi kenapa dia malah memilih ke kelas ku, lalu kenapa dia malah duduk dekat dengan ku. Apa coba artinya itu, kalau bukan dia naksir aku, iyakan. Itu menandakan jika menyukai aku mas, pesona ku ini tak akan ada yang menolak ya" ucap Elisa yang banggakan diri sendiri.
"Lalu apa rencanamu? kok aku rada kurang enak yah." ucap Andre perasaan sudah kurang baik sebelum Elisa menjelaskan rencana yah.
"Mas, kamu jangan khawatir aku ini gak bakal membuat masalah yang akan merugikan kok, aku niatnya bantu kamu." ucap Elisa mencoba menyakinkan Andre.
"Coba kamu jelaskan apa itu rencana kamu, bagaimana aku akan percaya, coba jelaskan"Tanya Andre agak kurang senang dengan apa yang akan di bahas nantinya.
"Jadi gini mas, nanti rencana aku akan dekatin Fando secara halus dan secara alami tanpa di kecurigaan, nah di situlah peranku akan di mulai." ucap Elisa yang menjelaskan.
"Aku masih kurang faham sayang, maksud gimana yah, peran apa yang akan kamu mainkan." ucap Andre yang saat ini agak masih binggung.
"Buat dia terpikat dengan jebakan kecantikan ku, gimana menurut kamu."
Seketika Andre mengerti apa tujuan Elisa, langsung saja Andre terdiam sejenak menatap istrinya yang saat ini dengan senyuman melebar.
"Itu ide yang aneh! Sungguh gak masuk di logika aku sayang!"
"Mas, ini satu-satunya jalan untuk menangkap dia hidup-hidup kan, coba dari pada pakai kekerasan, ini lebih efektif."
"Iya, terus kamu mau melakukan apa lagi dengan hal itu." tanya Andre yang penuh dengan pertanyaan.
"Jadi, semisalnya dia menyatakan cinta padaku maka aku akan langsung menerima yah, nah. Di sinilah peran aku, akan mendalami yah, kamu harus bisa kuat di sini, gak boleh yang namanya Baperan dan cemburu, karena kamu tahu kan aku hanya sayang dan cinta sama Andre Azzam Arafif, atau Alzam Andriano Clarlosen." seraya mengecup bibir Andre singkat.
"Hmph! Akan ku usahakan, tapi aku gak janji soal itu" ucap Andre yang cemberut gak terlalu suka sama ide gila itu.
"Hmmm- sayangya Elisa kebawa emosi nih, ayolah mas ini juga demi kalian semua" ucap Elisa yang berusaha membujuk Andre.
"Oke, tapi aku gak bisa jamin soal janji yang pertama, aku gak bisa lihat istri aku bermesraan dengan pria lain, aku gak suka itu." ucap Andre yang membantahnya dengan mentah-mentah.
"Aku tahu. Tapi ada batasannya kok, aku akan melakukan hal-hal yang terbatas jadi kamu masih bisa tenang aja, oke!"
BERSAMBUNG...
Berikan aku dukungannya, jika suka dengan ceritanya jangan lupa beri saya semangat dengan Vote, Hadiah juga boleh dan komen plus like. Jika tidak mau ketinggalan up-nya bisa klik love favoritkan, simpan di daftar perpustakaan...
Kita akan berjumpa lagi diEpisode Selanjutnya.
Terimakasih banyak, atas kunjungannya.
__ADS_1
Jumat 20 Januari 2023